"Bawa bolanya, Pak. Bawa tenang": Filosofi Manajemen Pendidikan dari Asep Gonzales
Iwan Perdana
Minggu, 24 Mei 2026 01:22 WITA
Asep Gonzales, Pemain bertahan Berkah FC
Sejak diperkenalkan oleh Bang Amat (Mat Loy) dengan Berkah FC pada November 2023, saya mulai aktif bergabung sekitar Mei 2024. Tim ini luar biasa, selain para pemainnya di segala lini memiliki kemampuan mengolah bola yang sangat baik , saya merasakan atmosfer kekeluargaan pada tim ini sangat kuat.

Kapten Rudi
Kelebihan lainnya, tim yang dikomandani Kapten Rudi ini sangat mendukung peningkatan dan pengembangan kemampuan para pemain yang turut berlatih setiap Senin dan Kamis pukul 16.00–18.00 WITA di Lapangan Kayu Tangi. Dukungan itu diberikan baik kepada pemain pemula seusia saya, maupun kepada pemain junior. Tak hanya Kapten Rudi, H. Juman — Pembina Berkah FC —, bahkan para pemain senior turut memberikan arahan, semangat dan dorongan, baik ketika berada di pinggir lapangan, maupun saat permainan berlangsung.
Kali ini saya belajar manajemen pendidikan dari Asep "Gonzales”, salah seorang pemain Berkah FC yang berpostur kokoh dan memiliki etos kerja tinggi—tipe petarung. Ia merupakan salah satu pilar Berkah FC yang kerap bermain di pertandingan-pertandingan resmi: pemain profesional.
Berkah FC
Saya pernah menyaksikan dalam sebuah laga, Asep berusaha mati-matian mengejar Ikhsan yang sedang melakukan speed dribbling. Sang speedster muda berbakat itu melesat cepat, namun meskipun tertinggal jauh, Asep tidak menyerah.
Suatu waktu, saya diberi peran sebagai pemain bertahan (bek kiri). Bang Asep yang berada di tengah sering memberi saya umpan. "Bawa bolanya, Pak. Bawa tenang," ujarnya. Di lain kesempatan, ia meneriaki Haris, kiper andalan Berkah FC, agar memberikan bola ke saya karena posisi saya yang paling dekat dengan penjaga gawang.
Saya menanyakan mengapa ia mengoper bola ke saya. "Gak takut direbut, Bang? Saya gak bisa mengolah bola?" Bang Asep menjawab ringan, "Kita harus saling percaya, Pak. Itulah sepak bola. Semua sama saja, tidak ada yang lebih hebat," ujarnya menegaskan.
Asep Gonzales
Melalui pesan whatsApp pada Selasa (12/5/2026), beberapa rekan setimnya memuji pemain bertahan ini. "Asep adalah bek berpostur besar dan berotot yang membuat striker lawan ciut. Dengan sleding tackle dan body balance yang kuat, ia seperti Hulk," ujar Kun Ivay. "Ia pemain yang tak kenal lelah," tegas Ahmad Sajali. "Meski serba bisa, ia lebih sering menjadi bek bertahan yang sulit dilewati berkat postur tinggi dan besarnya," ungkap Rusdi, Kiper Berkah FC.
Dari sudut pandang Manajemen Pendidikan, saya melihat ada 3 hal yang bisa dipetik dari praktik Asep Gonzales di lapangan, yaitu:
- Kepemimpinan yang melayani (Servant Leadership)
Asep Gonzales tidak memerintah, ia memberi kepercayaan. Di lembaga pendidikan, Kalimat yang diucapkannya "kita harus saling percaya" adalah inti dari membangun budaya belajar yang aman di lembaga pendidikan. - Keteladanan etos kerja
Kengototannya mengejar Ikhsan walau tertinggal jauh adalah analogi sempurna dari growth mindset dan resilience dalam dunia akademik. - Fleksibilitas peran
Untuk survive, setiap orang idealnya serba bisa di posisi apapun namun untuk berkembang harus fokus pada satu posisi. Seperti guru atau dosen, harus menguasai banyak ilmu pengetahuan, tetapi harus memiliki kompetensi khusus.

Kepercayaan, kegigihan, dan fleksibilitas yang terfokus—itulah poin yang diteladankan Asep Gonzales dari lapangan. Dipadankan dengan manajemen pendidikan, akan kita temukan bahwa memberikan kepercayaan adalah kunci utama untuk mewujudkan keberhasilan terselenggaranya proses belajar mengajar di sekolah, serta etos kerja yang tinggi dan spesialisasi keahlian.
Rekomendasi
Komentar
Untuk memberikan komentar Anda harus Login