Apa yang Diajarkan Haris Andy—Kiper Berkah FC— tentang Kepemimpinan Pendidikan?
Iwan Perdana
Jumat, 12 Jun 2026 13:31 WITA
Haris Andy Ramuja_Kiper Berkah FC
Walaupun lapangan Kayutangi Ujung tak semegah Stadion Gelora Bung Karno atau Jakarta International Stadium (JIS), namun lapangan ini memberikan banyak kesempatan bagi para pemain banua mengembangkan bakat bermain sepak bola, sekadar berolah raga, dan sehat-gembira. Haris Andy Ramuja, salah satunya.
Sejak kecil Haris—panggilan akrab— sudah akrab dengan bola. Tampaknya Ia seperti Mamoru Endou, kiper legendaris Klub Sepak Bola Raimon di serial Inazuma Eleven—dikenal dengan ikat kepala oranye dan sifat pantang menyerahnya, serta sangat mencintai sepak bola. 
Hobi memainkan si kulit bundar, mengantarkan Haris bergabung dengan BERKAH FC—Tim asuhan H. Juman yang dipimpin Kapten Rudi dibantu Kasliannor dengan tegas namun bijak. Klub ini bagi Haris bukan sekadar klub sepak bola biasa, tapi sudah menjadi rumah kedua. “Saya merasa seluruh pemain seperti keluarga yang hangat penuh keakraban. Saya sangat senang dan bangga dipercaya Kapten Rudi menjaga mistar gawang Berkah FC,” ungkapnya pada Jumat (12/06/2026) melalui pesan WhatsApp.
Menjadi kiper adalah pilihan Haris sejak kecil. “Saya merasa tertantang menepis atau menahan tendangan keras yang menuju ke gawang”, akunya. “Saya tidak harus mencetak gol untuk memenangkan Berkah FC, cukup dengan menggagalkan serangan lawan”, tambahnya. Keseruan lain menjadi seorang penjaga gawang menurut Haris adalah Ia bisa memantau serangan dari lawan. Dari posisinya, Ia dapat membaca seluruh pertandingan seperti peta yang terbentang.
Ada dua penjaga gawang yang diidolakan Haris. Dari dalam negeri: Kurnia Meiga, dari luar negeri: Gianluigi Buffon. Namun saya melihat Haris memiliki kelebihan dua kiper top dunia lainnya. Kemampuannya mengingatkan saya pada Jorge Campos, kiper lincah Meksiko yang nyentrik dan berani. Menggunakan sarung tangan menyala, Haris kerap keluar dari sarangnya. Ia tidak hanya menepis atau menahan gempuran bola, tetapi juga berani menggocek striker lawan. Aksi nekat yang bukan sekadar gaya, melainkan taktik cerdas untuk mengacaukan fokus lawan
Di balik kelincahan ala Campos, ada juga Oliver Khan “dalam” diri Haris: mental baja, suara keras yang memerintah pertahanan, dan refleks kilat. Saat tim tertekan, mata Haris berubah. Ia berteriak mengatur bek-beknya, suaranya membelah sore lapangan Kayutangi Ujung.
Jatuh bangun mengawal gawang Berkah FC agar tak jebol sudah biasa bagi Haris. Keberaniannya lahir dari motto hidupnya “Selalu berusaha, jangan takut gagal,” ujar Kiper kebanggan Berkah FC ini. Mirip dengan Motto Endou: "Tidak ada bola yang tidak bisa kutepis. Tidak ada tembakan yang tidak bisa kubendung. Aku akan melindungi gawang ini sampai akhir!". Motto yang menunjukkan tekad luar biasa menjaga gawang klub yang dibela.
Di luar lapangan, Haris adalah pribadi yang menikmati hidup. Ia kadang menyanyi. Berduet dengan Dahri jika berkumpul di Café Midun. Semua musik Ia sukai, tapi Nike Ardila tetap menjadi penyanyi favoritnya. Selain penggemar lagu-lagu Rock dan Dangdut, Haris juga pecinta film action. “Saya fans Jet Lee, Jacky Chen, dan Bruce Lee,” tuturnya.

Kri ke kanan: Haris, Rudi, Iwan
Dalam manajemen pendidikan, posisi kiper mengajarkan kepemimpinan dari garis belakang. Haris mempraktikkan setidaknya lima prinsip:
1. Kepemimpinan visioner
Dari bawah mistar gawang, Haris memantau seluruh serangan lawan seperti peta terbentang, lalu berteriak mengarahkan barisan pertahanan demi mengantisipasi bahaya. Pemimpin pendidikan harus melihat sistem secara utuh, mengomunikasikan arah dengan jelas, dan tidak sekadar fokus pada bagian-bagian kecil.
2. Distribusi Peran Kepemimpinan
Berkah FC memiliki struktur jelas: H. Juman (pembina), Kapten Rudi (kepala sekolah), Kasliannor (administrasi), dan Haris (eksekutor). Kepercayaan Kapten Rudi pada Haris adalah bentuk pemberdayaan. Pemimpin visioner tidak bekerja sendiri; mereka mendistribusikan peran agar visi bersama dapat dieksekusi secara taktis oleh setiap lini organisasi.
3. Kombinasi gaya kepemimpinan
Gaya Haris adalah gabungan kelincahan Jorge Campos yang berani keluar kotak penalti demi melahirkan inovasi, dan mental baja Oliver Kahn yang disiplin dan bersuara keras dalam mengatur benteng pertahanan. Pemimpin pendidikan harus fleksibel: menumbuhkan kreativitas saat situasi tenang, namun tetap teguh dan tegas saat menghadapi krisis.
4. Motto sebagai filosofi
Tim hebat tidak runtuh mentalnya saat kebobolan gol, motto Haris Andy—"Selalu berusaha, jangan takut gagal"—menciptakan budaya growth mindset. Di dalam ekosistem pendidikan, kegagalan sebuah program harus dilihat sebagai data evaluasi untuk perbaikan taktik berikutnya, bukan sebagai akhir dari segalanya.
5. Kesejahteraan personal pemimpin
Di luar lapangan, Haris menjaga keseimbangan mentalnya dengan menyanyikan lagu-lagu Nike Ardilla dan menonton film aksi Jet Li, Jacky Chen dan Bruce Lee. Di dunia pendidikan yang penuh tekanan, pemimpin juga membutuhkan ruang recovery (pemulihan) personal. Pemimpin yang sehat secara psikologis dan bahagia akan memimpin lembaga dengan jauh lebih bijaksana, stabil, serta penuh empati.
Lapangan Kayutangi Ujung memang tak megah. Tapi dari gawangnya yang sederhana, Haris Andy mengajarkan bahwa seorang pemimpin tidak harus selalu di depan. Ia berdiri di belakang, melihat seluruh medan, lalu berteriak mengatur barisan saat badai datang. Mottonya menggema di setiap tepisan bola,”Selalu berusaha, jangan takut gagal”. Haris Andy bukan sekadar kiper biasa. Ia luar biasa.
Rekomendasi
Komentar
Untuk memberikan komentar Anda harus Login