Beranda > Edukasi > Penelitian

  Postingan Terbaru

Mengapa Psikologi Pendidikan dan Pendekatan Pembelajaran dipraktikkan sesuai kebutuhan?

Edubanua.com
26 Desember 2025
Banyak faktor memengaruhi prestasi belajar siswa, baik faktor internal (dari dalam diri) seperti motivasi, kecerdasan/ intelegensi, dan psikologis, maupun faktor eksternal (dari luar diri) seperti guru, keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat).  Tulisan singkat ini membahas Guru, sebagai salah satu faktor eksternal  yang sangat penting, juga menjawab pertanyaan mengapa psikologi pendidikan dan pendekatan pembelajaran harus dikuasai dan dipraktikkan, sesuai kebutuhan.Iwan Perdana Ph.D, Dosen FKIP Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin, mengatakan perjuangan guru sangat berat. Eksistensinya  menentukan keberhasilan peningkatan SDM bangsa.  Oleh sebab itu, kualitas dan kompetensi guru harus terus ditingkatkan melalui pengembangan profesional berkelanjutan. Menurut Iwan Perdana, yang juga pendiri Yayasan Lanting Literasi Indonesia (https://www.lantingliterasiindonesia.or.id), Untuk memperkuat eksistensinya, penting bagi guru memahami psikologi pendidikan, dan memilih pendekatan pembelajaran yang sesuai kebutuhan dalam KBM. Guru akan semakin mengenali keunikan siswa, memahami cara berinteraksi sesuai usia siswa, sehingga dapat merancang strategi pembelajaran yang sesuai.  Psikologi pendidikan menunjang guru menjadi pribadi humanis: mampu menangani masalah perilaku dan emosi peserta didik. dan profesional menjalankan tanggung jawab, sejalan dengan tuntutan kompetensi pedagogik. Ketepatan guru memilih pendekatan  sesuai kebutuhan kelas akan menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif: menyentuh kebutuhan emosional serta kognitif siswa.Psikologi Pendidikan Psikologi pendidikan adalah ilmu yang menggabungkan  ilmu jiwa (psikologi) dan ilmu pendidikan untuk mencapai tujuan yang sama (Nurjanah et al., 2023). Menurut Gunarty dan Tarigan (2023), ilmu ini berperan penting sebagai landasan ilmiah  untuk  memahami  bagaimana  anak  belajar,  berpikir,  mengembangkan  motivasi,  dan  berinteraksi  secara  sehat  dalam  konteks  pembelajaran di  kelas.   Pratiwi dan Maunah (2024) berpendapat psikologi pendidikan merupakan studi mengenai tingkah laku manusia dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, serta penerapan konsep dan teori-teori psikologi dalam kegiatan belajar dan pendidikan. ilmu ini berhubungan erat dengan ilmu mengajar karena membahas tingkah laku manusia dalam proses pembelajaran (Alghifary & Wahyudi, 2023).Psikologi pendidikan diperlukan guru untuk menghadapi peserta didik yang unik dilihat dari segi karakteristik perilaku, kepribadian, sikap, minat, motivasi, perhatian, persepsi, daya  pikir,  inteligensi,  fantasi,  dan  berbagai  aspek  psikologis  lainnya karena setiap peserta didik berbeda dari peserta didik lainnya, seperti yang dikemukakan.Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran adalah cara atau strategi yang dipraktikkan guru dalam mengelola dan melaksanakan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Ada banyak pendekatan pembelajaran, namun garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1.      Pendekatan pembelajaran berpusat pada guru (Teacher-Centered)Dalam Pendekatan Teacher-centered, guru memikul tanggung jawab utama dalam proses pengajaran pengetahuan kepada siswa (Mascolo, 2009). Mempraktikkan teori behavioristik,: perubahan perilaku disebabkan oleh rangsangan eksternal (Skinner, 1974), Guru aktif di kelas, sedangkan siswa pasif. 2.    Pendekatan Pembelajaran berpusat pada siswa (Student-Centered)Siswa berperan aktif dalam Pendekatan Student-Centered. Mereka mendiskusikan apa yang telah dipelajari (Brophy, 1999), dan bekerja sama menyelesaikan tugas  sehingga terjadi interaksi antar siswa (Condelli & Wrigley, 2009). Pendekatan pembelajaran yang baik bersifat fleksibel: mudah beradaptasi dengan karakteristik siswa dan konteks pembelajaran, serta mendukung pengembangan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis.Pendekatan yang menggabungkan teori pembelajaran dengan praktik kontekstual terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan hasil pembelajaran secara signifikan (Handayani, et.,al,2024). Makatita dan Azwan (2021) melaporkan, motivasi memiliki kontribusi atau pengaruh terhadap prestasi belajar. Rosyidi et.,all, (2024) juga membuktikan hal yang sama, bahwa semakin tinggi  motivasi belajar maka prestasi belajar akan semakin baik. Bagaimana dengan kebahagiaan? Apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa dengan kebahagiaannya?. Adakah pengaruh motivasi dan kebahagiaan terhadap prestasi belajar siswa?Kebahagiaan  merupakan  hal  yang  unik  yang  dapat  berpengaruh  terhadap  kehidupan seseorang (Anas et al., 2022: 2). Menurut Jabal (2023), kebahagiaan dalam bidang pendidikan sangat diperlukan, terutama pada proses pembelajaran di dalam kelas. Jika pada saat memulai pembelajaran pendidik memiliki rasa senang dan bahagia maka pembelajaran yang akan disampaikan lebih menarik. Antika, Putra, dan Sari (2025) menyebutkan kebahagiaan  memiliki  kontribusi  sebesar  58%  terhadap  motivasi  belajar  matematika. Fitria (2022) melaporkan kebahagiaan mempunyai kontribusi atau hubungan sebesar 28,17% dengan hasil belajar siswa kelas X IPA 2 di Madrasah Aliyah Darul A’mal Metro Tahun Ajaran 2021/2022.Berdasarkan analisis datanya, Giyati (2019) memvalidasi bahwa ada hubungan positif antara kebahagiaan dengan motivasi belajar siswa SMP Kanisius Temanggung. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewantoro (2017) juga menegaskan bahwa kebahagiaan diri mempunyai peranan penting serta memiliki pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar yang diraih oleh siswa. Begitu pun motivasi belajar terbukti memiliki pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar yang diraih oleh siswa. ReferensiAlghifary, M. H. W., & Wahyudi, U. R. (2023). Penggunaan teori psikologi perkembangan di SDIT Mutiara Qolbu Sukatani. Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 7(1). https://doi.org/10.30651/sr.v7i1.18260Anas, M., Umar, N. F., & Harum, A. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan siswa. Jurkam: Jurnal Konseling Andi Matappa, 6(1), 51–64. https://journal.stkip-andi-matappa.ac.id/index.php/jurkam/article/view/2123Antika, S., Putra, Z. H., & Sari, I. K. (2025). Hubungan kebahagiaan dengan motivasi belajar matematika kelas V SDN 17 Pekanbaru. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(2), 66–79.Brophy, J. (1999). Perspectives of classroom management: Yesterday, today, and tomorrow. Dalam H. Freiberg (Ed.), Beyond behaviorism: Changing the classroom management paradigm (hlm. 43–56). Allyn and Bacon.Condelli, L., & Wrigley, H. S. (2009). What works for adult literacy students of English as a second language? Dalam S. Reder & J. Bynner (Eds.), Tracking adult literacy numeracy skills: Findings from longitudinal research (hlm. 13-19). Routledge.Dewantoro, H. H. (2017). Pengaruh regulasi diri, kebahagiaan diri dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa Madrasah Tsanawiyah Sunan Pandanaran Kabupaten Sleman Yogyakarta [Tesis magister, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta]. Repositori UIN Sunan Kalijaga. http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/27363/Giyati, A. N. (2019). Hubungan antara kebahagiaan dengan motivasi belajar siswa SMP Kanisius Temanggung [Skripsi, Universitas Katolik Soegijapranata]. Repository UNIKA Soegijapranata.https://repository.unika.ac.id/19909/Gunarty, Y., & Tarigan, B. (2023). Psikologi perkembangan: Memahami tahapan kehidupan manusia. Literacy Notes, 1–8. http://liternote.com/index.php/ln/article/view/6Handayani, R., Rarasafitri, T., Rahmayani, R., Fadillah, J., & Lubis, R. H. W. (2024). Strategi pembelajaran dan pendekatan matematika. Tematik: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 3(2). https://doi.org/10.57251/tem.v3i2.1616Ibrahim, J. T., & Mufriantie, F. (2023). Teori kebahagiaan dan realistisnya. Penerbit Bildung.Judijanto, L. (2025). Integrasi psikologi pendidikan dalam pengembangan pendidikan kontemporer: Suatu tinjauan sintesis teoretis. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(3). https://doi.org/10.56799/peshum.v4i3.8963 Maharani, D. K., Rosyidi, M., Sa’adah, J. Q., Latifah, U., Aj-Jaudah, S., & Wulandari, A. (2024). Pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas XII di MAN 4 Jombang. Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 1(3), 141–149.Makatita, S. H., & Azwan, A. (2021). Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X MIA SMA N 2 Namlea. Biosel: Biology Science and Education, 10(1), 34–40. Mascolo, M. (2009). Beyond student-centred and teacher-centred pedagogy: Teaching and learning as guided participation. Pedagogy and the Human Sciences, 1(1), 3–27.Nurjanah, A., Maulana, H., & Nurhayati, N. (2023). Psikologi pendidikan dan manfaat bagi pembelajaran: Tinjauan literatur. Cendekia Inovatif dan Berbudaya, 1(1). https://doi.org/10.59996/cendib.v1i1.172Pratiwi, K. D., & Maunah, B. (2024). Dasar psikologi pendidikan sebagai penentu arah pembelajaran. Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 8(2).https://doi.org/10.32585/edudikara.v8i2.341Skinner, B. F. (1974). About behavioralism. Random House. Umami, F. (2022). *Hubungan antara kebahagiaan dengan hasil belajar fikih siswa kelas X IPA 2 di Madrasah Aliyah Darul A'mal Metro tahun ajaran 2021/2022* [Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Metro]. Repository IAIN Metro. http://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/6604/
# EDUKASI
# Penelitian

  Youtube

Surah Ar-Rahman | Aniq Muhai

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan