Beranda > Edukasi > Opini

  Postingan Terbaru

Apa yang diajarkan Rusdi 'the Spidey' tentang menjadi Guru yang Tangguh?

Iwan Perdana
4 Juli 2026
Selain hari Minggu, ada dua hari lain yang selalu saya nantikan yaitu Senin dan Kamis. Pada dua hari tersebut saya dapat berjumpa dengan banyak rekan sesama penggemar bola di lapangan kayutangi ujung: Klub Berkah FC, tim binaan H.Juman yang dalam operasionalnya dipimpin Kapten Rudi dibantu Kasliannoor.Pada edisi sebelumnya, yang dipublikasikan pada 12 Juni 2026, saya menulis tentang Haris "The Flying Eagle" Andy, kiper Berkah FC yang lincah dengan gaya terbangnya yang keren saat menangkap bola_https://edubanua.com/apa-yang-diajarkan-haris-andykiper-berkah-fc-tentang-kepemimpinan-pendidikan. Kali ini, saya ingin mengulik sosok Rusdianoor—akrab disapa Rusdi, kiper utama Berkah FC selain Fendi dan Busairi.Sorot matanya tajam mengawasi setiap gerakan pemain depan lawan yang mencoba menerobos pertahanan. Tubuhnya tinggi dan atletis. Keunggulan lainnya adalah kemampuannya melompat tinggi dan tangkapannya yang lengket, seolah ada jaring laba-laba di sarung tangannya. Itulah sosok Rusdi "The Spidey" yang kokoh di bawah mistar gawang, siap menghadang gempuran lawan.Bagi Rusdi, yang memiliki motto "Selalu memberikan yang terbaik untuk tim," sepak bola bukan sekadar olahraga. Ia adalah denyut nadi, tantangan, dan panggilan jiwa yang telah mengalir dalam darahnya sejak kecil. Namun, tak banyak yang tahu bahwa di balik ketangguhannya sebagai kiper, ternyata Rusdi bukanlah penjaga gawang pada awalnya. Menurut Rudi—Kapten Berkah FC—dulu Rusdi adalah seorang striker haus gol. Saat itu, kiper andalan Berkah FC adalah Fendi, kakak kandungnya.Yuspi — gelandang bertahan mengakui keistimewaan Rusdi. "Refleks antisipasi bolanya luar biasa. Pandai menutup atau mempersempit ruang tembak striker lawan," ungkapnya. Di luar lapangan, lanjutnya, Rusdi adalah sosok yang ramah dan baik hati. Pendapatnya ini diamini Rudi—Kapten Tim Berkah FC, dan Awad —bek kiri.Odi, rekan setim lainnya, menambahkan bahwa Rusdi adalah spesialis dalam membaca situasi krusial. Saat adu penalti, ia seperti memiliki radar membaca arah bola yang akan ditendang. "Rusdi menjadi andalan pertahanan tim dengan  postur tinggi, refleks cepat, dan kemampuan membaca situasi," puji Odi. "Ia adalah prototipe kiper modern" tegasnya.Rusdi mengaku mengidolakan Teja Paku Alam, yang bermain di Persib Bandung, dan Gianluigi Buffon, kiper legendaris Italia — salah satu kiper terhebat sepanjang masa. Dari kedua penjaga gawang tersebut, Rusdi mengaku belajar tentang ketenangan, keberanian, dan seni menjaga gawang. Adapun ketika ditanya tentang tim favorit di Piala Dunia 2026, tanpa ragu ia menyebut Prancis —negeri dengan sejarah sepak bola gemilang.Di bawah mistar gawang, Rusdianoor bukan sekadar penjaga. Ia adalah benteng terakhir, pilar keyakinan, dan jiwa dari timnya. Di setiap tangkapan, di setiap tepisan, ia membuktikan bahwa motto hidupnya bukanlah sekadar kata-kata. Ia merupakan tipe all-out player yang memberikan yang terbaik untuk tim yang dibelanya.Selain sepak bola, Rusdi juga gemar bermain Bulutangkis. Ia juga suka mendengarkan musik dan menonton film. Penyanyi favoritnya Rhoma Irama —raja dangdut yang selalu mampu membangkitkan semangatnya. Sedangkan aktor film yang disukainya adalah  H. Benjamin S, sang legenda layar lebar Indonesia. Dari Spidey ke Ruang KelasSeperti tulisan-tulisan sebelumnya yang mencoba menganalogikan sepak bola dengan dunia pendidikan, pada edisi ini saya melihat sosok Rusdi "the Spidey" juga menampilkan nilai-nilai kepemimpinan dan dedikasi yang relevan dengan dunia pendidikan. Seorang guru di kelas memiliki peran yang sangat mirip dengan seorang kiper. Guru adalah benteng terakhir dalam membentuk karakter dan masa depan siswa. Guru selalu siap menghadang berbagai "gempuran" tantangan pembelajaran, mulai dari kesulitan memahami materi hingga dinamika sosial di dalam kelas.Seperti Rusdi yang memiliki motto "Selalu memberikan yang terbaik untuk tim," seorang guru yang berdedikasi juga menjadikan keberhasilan siswa sebagai tujuan utamanya. Dedikasi ini bukan sekadar pekerjaan, melainkan "denyut nadi, tantangan, dan panggilan jiwa" sebagaimana dirasakan Rusdi. Ketangguhan guru diuji setiap hari, bukan hanya dalam menyampaikan ilmu, tetapi juga dalam menjadi contoh nyata (teladan) tentang ketekunan, integritas, dan semangat pantang menyerah—sama seperti Rusdi yang bertahan di bawah mistar.Kemampuan Rusdi membaca situasi krusial, memiliki refleks cepat, dan mempersempit ruang gerak lawan, adalah analogi sempurna untuk kompetensi pedagogik dan profesional guru. Seorang guru yang baik harus pandai "membaca" kondisi setiap siswanya, cepat tanggap terhadap kebutuhan belajar yang berbeda, dan mampu menciptakan lingkungan belajar yang aman dan kondusif ("mempersempit ruang" bagi kebosanan dan kejenuhan). Mereka adalah "prototipe pendidik modern" yang adaptif dan berwawasan luas.Lebih dari itu, Gaya bermain Rusdi di lapangan—yang tegas saat bertanding namun ramah di luar—adalah cerminan ideal gaya kepemimpinan transformasional dalam manajemen pendidikan. Guru yang efektif adalah pemimpin yang mampu menyeimbangkan ketegasan dalam menegakkan aturan dan disiplin dengan kehangatan dan empati. Ia membangun kepercayaan (seperti kepercayaan tim pada kipernya), sehingga siswa merasa aman dan termotivasi untuk memberikan yang terbaik.    
# EDUKASI
# Opini

Muhammad Thohir— Striker Berkah FC: Refleksi bagi Guru Kompeten

Iwan Perdana
22 Juni 2026
Salah seorang pemain andalan Berkah FC yang memiliki skill mengolah bola di atas rata-rata adalah Taher. Pemain bernama  asli Muhammad Thohir, Amd ini mempunyai motto hidup sederhana namun sarat makna: "Berbuat baiklah selama kita bisa membantu orang lain." Filosofi ini membentuk karakternya sebagai sosok yang rendah hati di luar lapangan. Sedangkan di dalam lapangan, ia pemain yang selalu mengutamakan tim.Taher & Berkah FC berlaga di BanjarbaruKetenangan Taher diakui oleh rekannya, Awad—. "Taher adalah pemain Berkah FC paling sabar, tidak pernah emosi, tidak pernah mengeluh, dan tetap mempertahankan gaya permainannya apapun tekanan di lapangan," ujar Awad. Sifat inilah yang membuat Taher selalu konsisten di setiap pertandingan, tidak terpengaruh oleh provokasi lawan maupun tekanan skor.Kecintaan Taher pada sepak bola dimulai sejak duduk di bangku sekolah dasar. Baginya, olahraga ini adalah magnet universal yang menyatukan banyak orang. "Dengan sepak bola, kita banyak mempunyai teman dan menambah persahabatan," ujar Taher, Selasa (16/06/2026) melalui pesan WhatsApp. Taher berlaga di MarabahanBerposisi sebagai striker, Taher adalah perpaduan antara pemain cerdas dan tidak egois. Keunggulannya tidak hanya memiliki postur tinggi besar menjadikannya sangat cocok menjadi penghancur tembok pertahanan lawan. Tetapi ia seorang predator di kotak penalti. "Apabila kita bisa menciptakan gol, ada rasa kepuasan tersendiri dan kebahagiaan," jawabnya ketika ditanya alasannya memilih posisi penyerang. Kehebatan Taher sebagai predator di depan gawang juga ditegaskan oleh Kapten Berkah FC, Rudiansyah. "Taher adalah tipe pemain predator, penyelesai yang sempurna, shooting-nya keras," puji Rudi. Coach Mady juga memberikan apresiasi terhadap kemampuan Taher. "Bang Taher striker yang mempunyai visi bermain jelas, pandai mencari peluang, dan shooting yang keras, sangat cocok untuk posisi seorang target man, serta punya sundulan yang akurat," ungkap Coach Mady. Deskripsi ini melengkapi profil Taher sebagai striker modern yang memiliki segalanya: kecerdasan, kekuatan fisik, akurasi, dan kemampuan duel udara.“Tantangan menjadi striker juga tak semudah yang dibayangkan,” tambahnya lagi. Setiap kali ia menggiring bola memasuki area kotak 16, Ia merasakan mata para bek dan kiper lawan, termasuk para penonton tertuju padanya. Tekanan untuk mencetak gol selalu membayangi, tetapi justru di situlah Taher menemukan kenikmatan sejati—merusak lini belakang lawan, memenangkan duel udara, dan menyelesaikan peluang dengan tembakan keras yang mematikan.Sebagai mesin gol Berkah FC, Taher mengidolakan penyerang Timnas Indonesia Kurniawan Dwi Yulianto—legenda predator era 90-an—, dan saat ini mengagumi Ole Romeny, striker diaspora yang sedang naik daun. Adapun striker luar negeri yang diidolakannya adalah Filippo Inzaghi, "Super Pippo" yang terkenal dengan insting pembunuh di kotak penalti, dan Cristiano Ronaldo, simbol profesionalisme dan kerja keras. Para ikon sepak bola itu menginsipirasinya menjadi penyerang cerdas yang tak hanya mengandalkan fisik, tetapi juga kecerdasan dalam membaca permainan.Meski gemar bermain sepak bola, Taher juga menyukai semua jenis olahraga. Menurutnya berolahraga adalah jalan menuju tubuh sehat dan kuat. Untuk hiburan, meski mengaku tidak terlalu hobi menyanyi, ia senang mendengarkan lagu-lagu melayu nostalgia—asalkan liriknya enak didengar, semua genre musik ia nikmati. Taher juga menyukai film-film bagus, baik lokal maupun luar negeri. Ia mengaku sering diajak menonton oleh anak dan istrinya, dan meski terkadang harus menonton film yang tidak terlalu disukai, ia tetap ikut dengan senang hati—walaupun tak jarang tertidur di tengah pemutaran. Film favoritnya adalah serial Fast and Furious, yang penuh aksi dan memicu adrenalin.Sebagai penggemar sepak bola sejati, Taher memiliki tim favorit di Piala Dunia 2026. Ia menjagokan Portugal—negeri asal idolanya Cristiano Ronaldo—serta Jerman, raksasa Eropa dengan tradisi kemenangan. Namun, jauh di lubuk hatinya, ia berharap Tim Nasional Indonesia dapat berpartisipasi di Piala Dunia berikutnya pada tahun 2030.Taher & Berkah FC di Lapangan Kayutangi UjungAnalogi Kompetensi Guru sebagai StrikerSeorang guru yang kompeten seperti seorang striker. Ia berada di lapangan hijau : ruang kelas. Seperti Taher, sang penyerang andalan Berkah FC, guru tidak sekadar mengandalkan fisik atau formalitas—ia harus cerdas membaca situasi, tepat membuat keputusan, dan keberanian mengeksekusi peluang.Seorang striker hebat tahu kapan harus bergerak ke ruang kosong, kapan harus menahan bola, dan kapan melepaskan tembakan keras ke gawang. Demikian pula guru kompeten: ia tahu kapan harus menjelaskan, kapan memberi tugas, kapan mendiamkan siswa agar berpikir, dan kapan memberikan pujian atau teguran. Guru adalah pemecah kebuntuan—ketika siswa mengalami kebingungan atau kehilangan motivasi, guru harus mampu menciptakan "gol" pemahaman dengan penjelasan yang tepat dan pendekatan yang kreatif. Seperti Taher yang mempunyai visi bermain jelas, pandai mencari peluang, dan shooting yang keras, Guru harus memiliki visi mengajar yang jelas, mengetahui kapan harus memberi tantangan, dan memberi bantuan. Dan yang paling penting, seperti Taher yang dikenal tidak mudah terpancing emosi, guru sejati tidak terbawa amarah atau frustrasi saat menghadapi siswa yang sulit. Ia tetap tenang, sabar, dan fokus pada tujuan utama: mencetak "gol" keberhasilan bagi setiap siswa. Saban kali seorang siswa memahami konsep sulit atau berhasil mengatasi kelemahannya, itulah gol yang diraih sang guru—striker pendidikan.
# EDUKASI
# Opini

Tenang, Adaptif, dan Berorientasi Kepentingan Bersama: Kepemimpinan H. Dian— Gelandang Serang Berkah FC

Iwan Perdana
18 Juni 2026
Sesuai moto hidupnya, H. Muhammad Rusdiannoor—selalu ceria dan mengutamakan Kesehatan, adalah sosok yang ramah dan murah senyum. Perawakannya tinggi, tegap dan kuat. Postur ideal untuk seorang pemain sepak bola. Rekan-rekan se-timnya lebih sering memanggilnya H. Dian. Ia merupakan gelandang serang andalan Berkah FC yang berperan vital mengatur ritme permainan dari lini tengah. Berkah FCKecintaannya H. Dian pada si kulit bundar telah berakar sejak usia 10 tahun. Baginya, sepak bola bukan sekadar olahraga. Ada nilai filosofis di dalamnya yakni bagaimana sebelas individu dengan ego berbeda dapat menyatu untuk satu tujuan. "Sepak bola mengajarkan saya tentang bekerja sama dengan orang lain," ujarnya pada selasa (16/06/2026) melalui pesan WhatsApp. Praktik nilai Filosofis itulah yang menyebabkan H. Dian tidak hanya mengandalkan skill individu di lapangan hijau , tetapi juga kecermatan membaca dinamika rekan setim. “Posisi gelandang serang menuntut kecerdasan taktik, kemampuan membaca situasi, dan naluri mencetak gol. Saya menikmati posisi ini ,“ ungkap H. Dian yang mengidolakan Isnan Ali— Legenda Timnas Indonesia, dan bintang Liverpool, Mohamed Salah asal Mesir.H. Dian & TaherKeyakinannya akan pentingnya kerja sama itu bukan sekadar omongan. Hal itu terbukti dari pengakuan rekan-rekannya di Berkah FC tentang H. Dian— yang juga disapa Anjang, diungkap Awad, bek kiri Berkah FC. “Ia bisa main di bek, tengah, maupun lini depan”. Coach Mady menambahkan, “H. Dian  sejatinya adalah gelandang serang yang punya visi permainan bagus. Namun Ia juga mumpuni dimainkan di sayap kiri atau kanan. Kapten tim, Rudi, menilai H. Dian sebagai pemain santai yang selalu bermain dengan ketenangan di setiap pertandingan.Dari komentar Awad dan Coach Mady, terlihat bahwa H. Dian adalah pemain yang adaptif dan berorientasi pada tim. Ia rela berpindah posisi demi kebutuhan tim, tanpa kehilangan esensi permainannya. Sifat ini adalah cermin dari seorang pemain profesional sejati; lebih mementingkan kepentingan bersama daripada kepuasan pribadi. Ia tidak pernah mengeluh ketika harus keluar dari posisi favoritnya. Justru di situlah loyalitas dan komitmennya terhadap Berkah FC teruji. Ketenangan yang dimaksud Kapten Rudi adalah H. Dian mampu membuat keputusan tepat dan menjadi penenang bagi rekan-rekannya. Ia tidak banyak bicara, tetapi kerja kerasnya berbicara lebih lantang dari sekadar kata-kata.Selain sepak bola, H. Dian yang menjagokan Korea Selatan menjuarai Piala Dunia 2026 ini mempunyai hobi bulu tangkis dan memancing—dua aktivitas yang melatih refleks dan kesabaran. Bulu tangkis mengasah kecepatan reaksi, sementara memancing mengajarkan kesabaran—nilai-nilai yang ia praktikkan ke dalam gaya permainan sepak bolanya. Dari moto hidup dan  penuturan 3 pemain senior Berkah FC, tergambar sosok H. Dian: memiliki kualitas teknis mumpuni, namun tak pernah mengutamakan ego. Ia bisa bersinar di posisi favoritnya, tapi rela berkorban di posisi mana pun jika diperlukan. Walaupun memiliki keunggulan individu, ia memilih kejayaan kolektif. Itulah H. Muhammad Rusdiannoor—gelandang serang Berkah FC. Dikaitkan dengan Kepemimpinan Pendidikan, Profil H. Muhammad Rusdiannoor memberikan pelajaran yang sangat berharga . 1.       AdaptifH.  Dian siap bermain di posisi mana pun demi tim. Ini mencerminkan esensi kepemimpinan transformasional: pemimpin yang fleksibel, tidak kaku, dan mengutamakan kepentingan organisasi di atas ego pribadi. Seorang kepala sekolah dituntut memiliki keluwesan dalam menghadapi dinamika institusi.2.       Strategic Planning Gelandang serang harus mampu membaca lapangan, melihat peluang, dan mengambil keputusan tepat dalam hitungan detik. Pemimpin pendidikan harus memiliki visi jangka panjang serta kemampuan membaca situasi untuk memutuskan kebijakan strategis.3.       KetenanganKetenangan yang menjadi ciri khas H. Dian adalah teladan self-control dalam kepemimpinan. Di tengah tekanan dan konflik, pemimpin yang tenang mampu menjadi penyejuk organisasi dan mengambil keputusan rasional. Ia tidak banyak bicara, tetapi kerja kerasnya berbicara lebih lantang dari sekadar kata-kata—sebuah karakter kepemimpinan yang melayani (servant leadership).4.       Kerja SamaFilosofi H. Dian tentang bekerja sama dengan orang lain sejalan dengan prinsip partisipatif. Pendidikan berkualitas tidak dibangun sendiri; ia membutuhkan kolaborasi seluruh pemangku kepentingan. Motto hidupnya—"selalu ceria dan sehat"—mengingatkan pada pentingnya iklim organisasi positif dan kesejahteraan sumber daya manusia. Pemimpin yang sehat dan ceria menularkan energi baik kepada seluruh warganya. H. Dian adalah metafora kepemimpinan yang baik: bisa menjadi bintang, tapi memilih melayani tim; bisa bersinar di posisi favorit, tapi siap berkorban ditugaskan di posisi mana pun—inilah esensi kepemimpinan sejati.  
# EDUKASI
# Opini

Apa yang Diajarkan Haris Andy—Kiper Berkah FC— tentang Kepemimpinan Pendidikan?

Iwan Perdana
12 Juni 2026
Walaupun lapangan Kayutangi Ujung tak semegah Stadion Gelora Bung Karno atau Jakarta International Stadium (JIS), namun lapangan ini memberikan banyak kesempatan bagi para pemain banua mengembangkan bakat bermain sepak bola, sekadar berolah raga, dan sehat-gembira. Haris Andy Ramuja, salah satunya.Sejak kecil Haris—panggilan akrab— sudah akrab dengan bola. Tampaknya Ia seperti Mamoru Endou, kiper legendaris Klub Sepak Bola Raimon di serial Inazuma Eleven—dikenal dengan ikat kepala oranye dan sifat pantang menyerahnya, serta sangat mencintai sepak bola. Hobi memainkan si kulit bundar, mengantarkan Haris bergabung dengan BERKAH FC—Tim asuhan H. Juman yang dipimpin Kapten Rudi dibantu Kasliannor dengan tegas namun bijak. Klub ini bagi Haris bukan sekadar klub sepak bola biasa, tapi sudah menjadi rumah kedua. “Saya merasa seluruh pemain seperti keluarga yang hangat penuh keakraban. Saya sangat senang dan bangga dipercaya Kapten Rudi menjaga mistar gawang Berkah FC,” ungkapnya pada Jumat (12/06/2026) melalui pesan WhatsApp.Menjadi kiper adalah pilihan Haris sejak kecil. “Saya merasa tertantang menepis atau menahan tendangan keras yang menuju ke gawang”, akunya. “Saya tidak harus mencetak gol untuk memenangkan Berkah FC, cukup dengan menggagalkan serangan lawan”, tambahnya. Keseruan lain menjadi seorang penjaga gawang menurut Haris adalah Ia bisa memantau serangan dari lawan. Dari posisinya, Ia dapat membaca seluruh pertandingan seperti peta yang terbentang.Ada dua penjaga gawang yang diidolakan Haris. Dari dalam negeri: Kurnia Meiga, dari luar negeri: Gianluigi Buffon. Namun saya melihat Haris memiliki kelebihan dua kiper top dunia lainnya. Kemampuannya mengingatkan saya pada Jorge Campos, kiper lincah Meksiko yang nyentrik dan berani. Menggunakan sarung tangan menyala, Haris kerap keluar dari sarangnya. Ia tidak hanya menepis atau menahan gempuran bola, tetapi juga berani menggocek striker lawan. Aksi nekat yang bukan sekadar gaya, melainkan taktik cerdas untuk mengacaukan fokus lawanDi balik kelincahan ala Campos, ada juga Oliver Khan “dalam” diri Haris: mental baja, suara keras yang memerintah pertahanan, dan refleks kilat. Saat tim tertekan, mata Haris berubah. Ia berteriak mengatur bek-beknya, suaranya membelah sore lapangan Kayutangi Ujung.Jatuh bangun mengawal gawang Berkah FC agar tak jebol sudah biasa bagi Haris. Keberaniannya lahir dari motto hidupnya “Selalu berusaha, jangan takut gagal,” ujar Kiper kebanggan Berkah FC ini. Mirip dengan Motto Endou: "Tidak ada bola yang tidak bisa kutepis. Tidak ada tembakan yang tidak bisa kubendung. Aku akan melindungi gawang ini sampai akhir!". Motto yang menunjukkan tekad luar biasa menjaga gawang klub yang dibela.Di luar lapangan, Haris adalah pribadi yang menikmati hidup. Ia kadang menyanyi. Berduet dengan Dahri jika berkumpul di Café Midun. Semua musik Ia sukai, tapi Nike Ardila tetap menjadi penyanyi favoritnya. Selain penggemar lagu-lagu Rock dan Dangdut, Haris juga pecinta film action. “Saya fans Jet Lee, Jacky Chen, dan Bruce Lee,” tuturnya.Kri ke kanan: Haris, Rudi, Iwan Dalam manajemen pendidikan, posisi kiper mengajarkan kepemimpinan dari garis belakang. Haris mempraktikkan setidaknya lima prinsip:1.   Kepemimpinan visionerDari bawah mistar gawang, Haris memantau seluruh serangan lawan seperti peta terbentang, lalu berteriak mengarahkan barisan pertahanan demi mengantisipasi bahaya. Pemimpin pendidikan harus melihat sistem secara utuh, mengomunikasikan arah dengan jelas, dan tidak sekadar fokus pada bagian-bagian kecil.2.   Distribusi Peran KepemimpinanBerkah FC memiliki struktur jelas: H. Juman (pembina), Kapten Rudi (kepala sekolah), Kasliannor (administrasi), dan Haris (eksekutor). Kepercayaan Kapten Rudi pada Haris adalah bentuk pemberdayaan. Pemimpin visioner tidak bekerja sendiri; mereka mendistribusikan peran agar visi bersama dapat dieksekusi secara taktis oleh setiap lini organisasi.3.   Kombinasi gaya kepemimpinanGaya Haris adalah gabungan kelincahan Jorge Campos yang berani keluar kotak penalti demi melahirkan inovasi, dan mental baja Oliver Kahn yang disiplin dan bersuara keras dalam mengatur benteng pertahanan. Pemimpin pendidikan harus fleksibel: menumbuhkan kreativitas saat situasi tenang, namun tetap teguh dan tegas saat menghadapi krisis.4.   Motto sebagai filosofi Tim hebat tidak runtuh mentalnya saat kebobolan gol, motto Haris Andy—"Selalu berusaha, jangan takut gagal"—menciptakan budaya growth mindset. Di dalam ekosistem pendidikan, kegagalan sebuah program harus dilihat sebagai data evaluasi untuk perbaikan taktik berikutnya, bukan sebagai akhir dari segalanya.5.   Kesejahteraan personal pemimpinDi luar lapangan, Haris menjaga keseimbangan mentalnya dengan menyanyikan lagu-lagu Nike Ardilla dan menonton film aksi Jet Li, Jacky Chen dan Bruce Lee. Di dunia pendidikan yang penuh tekanan, pemimpin juga membutuhkan ruang recovery (pemulihan) personal. Pemimpin yang sehat secara psikologis dan bahagia akan memimpin lembaga dengan jauh lebih bijaksana, stabil, serta penuh empati.  Lapangan Kayutangi Ujung memang tak megah. Tapi dari gawangnya yang sederhana, Haris Andy mengajarkan bahwa seorang pemimpin tidak harus selalu di depan. Ia berdiri di belakang, melihat seluruh medan, lalu berteriak mengatur barisan saat badai datang. Mottonya menggema di setiap tepisan bola,”Selalu berusaha, jangan takut gagal”. Haris Andy bukan sekadar kiper biasa. Ia luar biasa.
# EDUKASI
# Opini

Saiful Alwad: Bek Kiri Berkah FC yang Mengajarkan Kepemimpinan

Iwan Perdana
11 Juni 2026
Dua puluh tiga tahun sudah Saiful Alwad bermain di Lapangan Kayu Tangi Ujung. Pria yang lebih dikenal dengan sapaan Awad ini bermain pada posisi bek kiri sejak tahun 2003.  Tubuhnya tidak besar, tidak juga kecil. Gerakannya cepat, dan setiap langkahnya selalu penuh perhitungan.Awad merupakan salah seorang palang pintu andalan Berkah FC. Budi—Libero — memanggilnya Bruce Lee karena keberaniannya melakukan tekel menyapu seperti adegan film kungfu. Coach Mady menjulukinya Jet Lee—mungkin karena senyum tipisnya yang mirip bintang film Shaolin Temple (1982) tersebut. Tapi menurut Kapten Rudi,  Awad lebih mirip IP Man yang diperankan oleh Donnie Yen. Sikapnya tenang tidak banyak bicara. Tapi kemampuannya melompat tinggi, dan kepiawaiannya memotong umpan silang akan membuat striker lawan ragu membawa bola dari sisi kiri Berkah FC— karena pasti akan gagal melewatinya.Awad—  yanv memiliki motto "Perjuangan bukanlah tentang hasil akhir, melainkan tentang proses yang tidak pernah sia-sia. InsyaAllah, berhasil!"— sangat mengidolakan Paolo Maldini—bek legendaris Italia dan Pele—Legenda Brazil. “Maldini mengajarkan bahwa bertahan adalah seni. Pele mengajarkan bahwa sepak bola pada akhirnya adalah kegembiraan,” ungkapnya pada Rabu (10/06/2026) melalui pesan WhatsApp.Mungkin karena kedua ikon sepak bola dunia itu, hingga kini, Awad masih setia di pos bek kiri. Bukan karena Ia merasa yang terbaik di sana. Tapi karena di posisi itulah Ia mengaku belajar bahwa hidup sama seperti bertahan: tidak perlu selalu menyerang. Cukup tahu kapan harus diam, kapan harus bergerak, dan kapan harus menyapu bersih semua masalah dengan satu tekel yang tepat. “Saya sangat senang bermain sepak bola setiap senin dan kamis  di lapangan Kayutangi dibawah arahan Kapten Rudi. Beliau pemimpin yang peduli rekan-rekan. Saya merasa bangga Beliau memilih saya ikut berlaga di kompetisi resmi,” ujarnya.Berkah FCSepak bola benar-benar merasuki jiwa Awad. Kecintaannya pada permainan ini bukan tanpa sebab. Menurutnya, olah raga ini merekatkan persahabatan, memperkuat silaturrahmi, menyehatkan badan, membuat hati senang, dan paling penting tidak menuntut biaya mahal. Kesan Awad terhadap klub Berkah FC sangat dalam. “Rasa kekeluargaan para pemain dan pengurus klub yang dibina H. Juman ini sangat kuat. Terlebih lagi Pak Rudi— Kapten Berkah FC. Beliau seorang pemimpin yang sangat memerhatikan keadaan kawan-kawan. Apalagi jika laga tandang, bersama Pak Kaslian, Beliau repot mengatur segala persiapan termasuk konsumsi,” jelasnya. Awad juga mengagumi kebijaksanaan pengurus tim yang memberikan kesempatan kepada siapa saja— tua-muda— yang datang ke lapangan untuk bermain. “Sesuai nama klubnya— Berkah FC, klub ini menjadi berkah bagi setiap orang yang mencintai sepak bola, dan ingin mengembangkan bakat bermain sepak bola,” tegasnya.Siapapun yang mengenal Saiful Alwad—yang juga seorang pecinta musik panting, pasti akan merindukan aksinya di lapangan. Kekuatan, dan kelincahan kakinya menghalu serangan lawan selalu dinanti para penikmat bola di lapangan Kayu Tangi Ujung. Kapten & Asisten Manajer & Tim Berkah FC Dikaitkan dengan manajemen pendidikan dan kepemimpinan pendidikan, terdapat beberapa poin yang dipraktikkan Awad secara substansi memiliki kesamaan, yaitu:1.   Functional LeadershipAwad memilih bertahan sebagai bek kiri bukan karena gengsi, tetapi karena menyadari di posisi itulah kompetensinya bisa memberikan kontribusi terbaik bagi tim. Guru/ pemimpin pendidikan harus menempatkan diri berdasarkan analisis kemampuan realitasnya, bukan ego sehingga dapat berkontribusi maksimal pada posisi yang menjadi tanggung jawabnya.2. Kecerdasan Emosional dan Pengendalian DiriAwad tenang, tidak banyak bicara, mampu melompat tinggi, dan memotong umpan silang dengan tepat. Pemimpin pendidikan harus mampu bersikap responsif bukan reaktif. Ia tidak terprovokasi tekanan eksternal (striker lawan), tetapi tetap fokus pada tugasnya.3. Filosofi Manajemen Diri (Self-Management)Moto Saiful Alwad: "Perjuangan bukan tentang hasil akhir, melainkan proses yang tidak pernah sia-sia" adalah inti dari evaluasi diri dalam pendidikan yang menekankan pada proses pembelajaran lebih penting daripada sekadar nilai akhir. Pemimpin pendidikan yang cermat dan bijak, tidak terobsesi pada pencapaian instan, tetapi pada pertumbuhan berkelanjutan.4. Role CommitmentAwad bermain pada posisi yang sama selama 23 tahun sebagai bek kiri. Pemimpin pendidikan tidak perlu sering berganti gaya kepemimpinan, yang paling utama adalah pendalaman kompetensi (deep expertise)  dan konsisten  dan terus meningkatkan kualitas diri.5. Kemampuan Membaca Situasi dan Mengambil Keputusan TepatAwad tahu kapan diam, kapan bergerak, kapan menyapu bersih — melakukan tekel yang tepat. Pemimpin pendidikan tidak boleh membuat keputusan tergesa-gesa, namun tidak boleh juga menyepelekan—lambat membuat Keputusan. Setiap keadaan harus diobservasi, kemudian bergerak (melakukan intervensi ringan), atau "tekel bersih" (tindakan tegas). Lapangan sepak bola tidak hanya mengajarkan cara mencetak gol, tetapi juga cara menjadi pemimpin yang bijak. Awad—bek kiri Berkah FC, mengajarkan kepemimpinan sejati lahir dari kesadaran akan peran, tenang menghadapi  tekanan, dan tetap komitmen pada proses, bukan sekadar meraih kemenangan sebagai hasil akhir.
# EDUKASI
# Opini

Pelajaran dari H. Juman: Praktik Lintas Sektoral Prinsip-Prinsip Manajemen

Iwan Perdana
9 Juni 2026
M. Jurmansyah S.Pd, yang akrab disapa H. Juman, adalah sosok sentral di balik berdirinya dan keberlangsungan Klub Berkah FC. Lahir di Palangkaraya, 26 Juni 1970, pria yang berprofesi sebagai Kepala MTSN 1 Kota Banjarmasin ini memiliki prinsip hidup yang unik, yakni “berusaha menyenangkan hati orang lain walau tidak sesuai dengan keadaan kita,” ujarnya pada Minggu (7/6/2026). Ada cerita menarik di balik nama Berkah FC. Ternyata, klub ini awalnya bernama Juman FC. “Tapi kawan-kawan mengganti nama supaya ada keberkahan,” ungkap H. Juman. Pergantian nama klub ini diiringi doa dan harapan agar seluruh pemain dan pengurus selalu sehat penuh keberkahan, dan kerja sama tim membawa kegembiraan, kebaikan bersama.Kiri ke kanan: H. Zahrani, Budi, H. Juman, AlamsyahSejak kecil H. Juman sudah jatuh hati pada sepak bola. Baginya, bola bukan sekadar mencatatkan nama di papan skor, melainkan sarana untuk berbagi pengalaman, menyambung silaturahmi, dan mengenal daerah lain. “Ini olahraga yang paling banyak disukai orang di muka bumi,” akunya. “Melalui sepak bola, kita bisa menyambung tali silaturrahmi dan asyiknya lagi mengenal daerah lain saat laga tandang persahabatan,” tambahnya lagi.Namun, cinta yang besar itu berhadapan dengan realitas di lapangan. Menurut H. Juman, kompetisi sepak bola di Kalimantan Selatan masih belum ideal. “Kejuaraan antar SSB dan kelompok umur jarang dilakukan. Harusnya diperbanyak  dan dilaksanakan secara teratur untuk menjaring bibit-bibit muda berbakat,” keluhnya. “Jangan cuma klub sepak bola legenda yang maju—para pemain tua yang tetap berkibar, sementara bibit-bibit muda kekurangan panggung,” tuturnya.Ditanya klub sepak bola yang disukai di kancah Nasional, H. Juman tanpa ragu mengatakan ngefans klub sepak bola asal Kota Bandung, Persib Bandung, yang sukses meraih gelar juara liga 3 musim berturut-turut (hattrick): 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Adapun di pentas internasional, Ia menyebutkan Manchester United (MU. “Saya suka gaya bermain tim “Maung Bandung” dan “The Red Devils,” ungkapnya.  Gaya menyerap kedua tim idamannya itu ikut mempengaruhi strategi Berkah FC, misalnya dalam mengutamakan serangan cepat dan tekanan sejak awal pertandingan.Tidak hanya memimpin MTSN 1 Kota Banjarmasin, sekolah di bawah naungan Kemenag dengan visi "Mewujudkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, terampil dan mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat” H. Juman juga aktif mengelola tim sepak bola. Beliau didaulat menjadi Ketua Klub sepak bola All Star Kalsel. Saat menerima amanah, Ia menyampaikan visi membawa tim All Star dikenal  masyarakat sepak bola se-Kalsel, dengan mengikuti even-even penting dan menjadi juara. Visi serupa disematkan pada Berkah FC, tim yang juga Ia bina.Terkait pengelolaan Berkah FC, Sebagai pembina, Ia mengaku terkadang bingung memilih pemain saat akan bertanding. “Semua pemain memiliki karakteristik dan kemampuan yang baik,”akunya. “Antusiasme pemain yang ingin berpartisipasi mengikuti kompetisi menjadi berkah sekaligus dilema saat menyusun formasi tim,” jelasnya. Saat ditanya, tim apa yang dipilihnya jika suatu saat All Star Kalsel bertemu Berkah FC di kompetisi resmi? Pertanyaan ini seperti menjebaknya dalam dua cinta. H. Juman tidak memilih. Dengan bijak, Ia menjawab, “Saya berdiri di tengah-tengah sebagai penonton, untuk memonitor dan mengevaluasi ke depannya.” H, JumanPrinsip dan pendekatan H. Juman dalam mengelola klub sepak bola ternyata sejalan dengan nilai-nilai manajemen pendidikan yang Ia terapkan sehari-hari sebagai kepala MTSN 1 Kota Banjarmasin. Berikut beberapa poin yang berkaitan:1. Prinsip "Menyenangkan Hati Orang Lain" vs. Pelayanan Prima dalam PendidikanSeorang pemimpin satuan pendidikan dituntut memiliki orientasi pelayanan (service excellence) kepada siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Prinsip H. Juman—"berusaha menyenangkan hati orang lain walau tidak sesuai dengan keadaan kita"—merupakan wujud nyata dari filosofi customer satisfaction dalam konteks pendidikan. Kepala madrasah mungkin tidak selalu bekerja dalam zona nyaman, tetapi Ia harus berusaha memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan, dan demi kemajuan lembaga yang dipimpinnya. Namun prinsip ini tidak dapat diterjemahkan sebagai tindakan menyenangkan semua orang secara membabi buta (people pleasing), melainkan harus bersandar pada skala prioritas dan regulasi. 2. Nama "Berkah" sebagai Branding dan Nilai SpiritualBranding lembaga yang kuat mencerminkan nilai-nilai luhur. Pengubahan nama dari "Juman FC" menjadi "Berkah FC" menunjukkan kesadaran H. Juman akan pentingnya nilai spiritual dan harapan kolektif. Hal ini serupa dengan visi madrasah yang Ia pimpin: "Mewujudkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia..." Keduanya menempatkan keberkahan dan akhlak sebagai fondasi utama, bukan sekadar prestasi materi semata.3. Kepemimpinan Partisipatif: Mendengar Masukan Kawan-KawanKesediaan H. Juman mengganti nama klub karena usulan "kawan-kawan" mencerminkan gaya kepemimpinan partisipatif (participative leadership). Kepala madrasah yang ideal tidak bersikap otoriter, tetapi membuka ruang dialog dengan guru, komite sekolah, dan siswa.4. Manajemen Talenta: Dilema Antusiasme vs. FormasiPengakuan H. Juman bahwa Ia "bingung memilih pemain karena semua bermain baik " adalah cerminan dari tantangan manajemen talenta di dunia pendidikan. Kepala madrasah sering dihadapkan pada kondisi kelebihan SDM yang berkualitas. Tugas pemimpin adalah menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat (the right man on the right place)—sama seperti menyusun formasi tim sepak bola. Antusiasme yang tinggi adalah berkah, tetapi jika tidak dikelola dengan sistem yang baik, dapat berubah menjadi dilema.5. Evaluasi Netral: Berdiri di Tengah sebagai PenontonJawaban H. Juman saat ditanya memilih tim mana jika All Star Kalsel bertemu Berkah FC—"Saya berdiri di tengah-tengah sebagai penonton, untuk memonitor dan mengevaluasi"—adalah praktik evaluasi yang objektif. Kepala madrasah tidak diperkenankan menunjukkan keberpihakan emosional kepada para guru yang dipimpinnya atau mengistimewakan program tertentu. Kepala madrasah harus menilai kinerja guru dan program berdasarkan instrumen evaluasi yang valid, transparan, dan terukur.6. Visi Berkelanjutan: Mengikuti Even Penting dan Menjadi JuaraVisi H. Juman untuk All Star Kalsel dan Berkah FC—mengikuti even penting dan menjadi juara— sejalan dengan manajemen berbasis target (Goal-Oriented Management). Sebuah madrasah eksis tidak hanya sekadar untuk memperoleh akreditasi atau mengikuti kompetisi akademik, tetapi bertekad meraih prestasi tertinggi. Praktik yang ditunjukkan oleh H. Juman membuktikan bahwa prinsip-prinsip manajemen umum bersifat lintas sektoral. Apa yang dipelajari di dunia sepak bola—seperti kerja sama tim, disiplin, strategi, taktik, dan evaluasi hasil pertandingan—sangat bisa diadopsi untuk memimpin lembaga pendidikan.
# EDUKASI
# Opini

EDUTECH: WADAH PENGEMBANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS YANG INOVATIF DAN ADAPTIF

Abdul Aziz, M.Pd
8 Juni 2026
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara guru merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Oleh karena itu, calon guru Bahasa Inggris tidak hanya dituntut menguasai materi dan keterampilan berbahasa, tetapi juga mampu menciptakan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin menghadirkan program EDUTECH sebagai wadah pengembangan kompetensi mahasiswa dalam merancang dan menghasilkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.EDUTECH merupakan program pelatihan yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan mengembangkan media, strategi, metode, dan bahan ajar yang kreatif, interaktif, serta sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar menggunakan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga didorong untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai platform digital, aplikasi pendidikan, serta teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Inggris.Program ini sejalan dengan visi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang berkomitmen menghasilkan lulusan yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan dunia pendidikan. Melalui EDUTECH, mahasiswa dilatih untuk merancang pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan berpusat pada peserta didik. Berbagai keterampilan seperti pembuatan media pembelajaran interaktif, pengembangan game edukasi, desain bahan ajar digital, pemanfaatan Augmented Reality (AR), pengembangan website pembelajaran, hingga penggunaan Artificial Intelligence dalam pendidikan menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa.Salah satu manfaat utama EDUTECH adalah membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) maupun program MBKM Asistensi Mengajar di sekolah dan berbagai lembaga pendidikan. Mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan EDUTECH memiliki bekal keterampilan dalam merancang media pembelajaran digital, membuat presentasi yang menarik, mengembangkan aktivitas pembelajaran interaktif, serta memanfaatkan berbagai aplikasi pendidikan yang mendukung proses belajar mengajar. Bekal tersebut membuat mahasiswa lebih percaya diri saat memasuki kelas, lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan peserta didik, dan lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran yang beragam di lapangan.Manfaat program ini juga dirasakan secara langsung oleh mahasiswa yang sedang menjalani program MBKM Asistensi Mengajar. Salah seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mengungkapkan:"Alhamdulillah, melalui EDUTECH ini saya bisa lebih kreatif dalam membuat berbagai media pembelajaran digital, dan ini sangat bermanfaat saat saya menyusun media ajar untuk program MBKM yang saat ini saya jalani."Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keterampilan yang diperoleh melalui EDUTECH tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan mengajar. Kemampuan mengembangkan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik membantu mahasiswa melaksanakan tugas pembelajaran dengan lebih efektif. Testimoni ini menjadi bukti bahwa EDUTECH mampu menjembatani kebutuhan perkuliahan dengan tuntutan praktik di lapangan sehingga mahasiswa lebih siap menjalani MBKM, PPL, maupun profesi sebagai guru di masa depan.Sebagai bentuk implementasi hasil pelatihan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris telah menghasilkan produk inovatif yang dapat digunakan secara langsung dalam pembelajaran. Produk-produk tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teknologi dengan strategi pembelajaran Bahasa Inggris yang kreatif dan menarik.1. Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Wordwall Media ini dikembangkan untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui aktivitas pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.Link karya: https://wordwall.net/resource/1011719002. Bahan Ajar Digital Berbasis FlipbookBahan ajar digital yang memungkinkan peserta didik mengakses materi pembelajaran secara lebih fleksibel, menarik, dan mudah dipahami. Link karya: https://online.fliphtml5.com/meyim/gyxa/Karya ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mampu menghasilkan produk nyata yang dapat digunakan dalam kegiatan mengajar. Kemampuan ini menjadi modal penting ketika mahasiswa menjalani PPL, MBKM Asistensi Mengajar, maupun ketika memasuki dunia kerja sebagai pendidik profesional. Melalui EDUTECH, mahasiswa juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan problem solving dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi permasalahan yang sering muncul dalam proses belajar Bahasa Inggris, kemudian merancang solusi inovatif yang dapat membantu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar peserta didik. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi yang memberikan dampak nyata dalam dunia pendidikan.Dengan adanya EDUTECH, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin memperoleh ruang untuk berkreasi, bereksperimen, dan mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Program ini menjadi salah satu keunggulan program studi dalam mempersiapkan calon pendidik yang tidak hanya kompeten dalam berbahasa Inggris, tetapi juga siap mengajar, mampu menciptakan solusi pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta memiliki pengalaman dalam mengembangkan media dan teknologi pembelajaran yang dapat diterapkan secara langsung di sekolah maupun lembaga pendidikan. Melalui EDUTECH, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris terus berkomitmen mencetak lulusan yang profesional, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
# EDUKASI
# Opini

Mimbar Akademik STKIP Islam Sabilal Muhtadin: Ruang Bertumbuh bagi Sivitas Akademika

Novi Nurdian, M.Pd
5 Juni 2026
Setiap hari Rabu, suasana akademik di STKIP Islam Sabilal Muhtadin terasa lebih hidup melalui kegiatan Mimbar Akademik, sebuah forum pengembangan diri yang mempertemukan dosen dan tenaga kependidikan dalam ruang diskusi yang hangat dan inspiratif. Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi gagasan, memperluas wawasan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.Mimbar Akademik dipandu oleh Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Ibu Yuliana Nurhayati, M.Pd., yang mampu menciptakan suasana diskusi yang interaktif dan penuh semangat. Dengan gaya moderasi yang komunikatif, setiap peserta diberi kesempatan untuk berpendapat dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah kehadiran Bapak Iwan Perdana, Ph.D. sebagai pemateri tetap. Beliau dikenal sebagai akademisi yang memiliki wawasan luas, terutama dalam bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas akademik. Penyampaian materi yang sistematis dan mudah dipahami membuat peserta selalu antusias mengikuti setiap sesi. Dalam setiap pertemuan, berbagai isu pendidikan menjadi bahan diskusi yang menarik. Mulai dari sejarah Pendidikan, tantangan pendidikan abad ke-21, inovasi pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, hingga perkembangan kebijakan pendidikan nasional dibahas secara kritis dan konstruktif.Tidak hanya berfokus pada teori, Mimbar Akademik juga memberikan ruang praktik bagi peserta untuk mengasah keterampilan komunikasi. Kegiatan public speaking menjadi salah satu agenda yang paling diminati karena membantu peserta meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan gagasan di depan publik. Suasana semakin dinamis ketika sesi debat pendidikan dilaksanakan. Peserta diajak untuk menyampaikan argumentasi berdasarkan data dan pengalaman, sekaligus belajar menghargai sudut pandang yang berbeda. Kegiatan ini melatih kemampuan berpikir analitis dan keterampilan menyampaikan pendapat secara profesional.Bapak Iwan Perdana, Ph.D. tidak hanya berperan sebagai narasumber, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong peserta untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Beliau sering memberikan contoh-contoh nyata yang dekat dengan dunia pendidikan sehingga materi yang disampaikan terasa relevan dan aplikatif. Keikutsertaan dosen dan tenaga kependidikan dalam Mimbar Akademik menunjukkan komitmen STKIP Islam Sabilal Muhtadin untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat. Forum ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika.Melalui interaksi yang rutin setiap pekan, tercipta hubungan yang semakin erat antar peserta. Pertukaran pengalaman dan gagasan dari berbagai latar belakang pekerjaan memberikan perspektif baru yang memperkaya pemahaman bersama tentang dunia pendidikan. Mimbar Akademik telah menjadi salah satu program unggulan yang memberikan dampak positif bagi pengembangan kompetensi sivitas akademika STKIP Islam Sabilal Muhtadin. Dengan semangat kolaborasi, refleksi, dan pembelajaran berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan terus menjadi ruang inspiratif yang melahirkan ide-ide inovatif untuk kemajuan pendidikan di masa depan.
# EDUKASI
# Opini

Wujud Nyata Visi STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin : Menyiapkan pendidik yang inspiratif, berkarakter, dan berkompeten.

Barendz Umar
5 Juni 2026
Visi STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin bukan sekadar rangkaian kata yang tertulis dalam dokumen institusi. Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk tumbuh menjadi pendidik yang inspiratif, berkarakter, dan berkompeten.Salah satu bentuk implementasi visi tersebut adalah keterlibatan aktif mahasiswa dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam setiap kegiatan pengabdian, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi terlibat secara langsung dalam proses perencanaan, persiapan, pelaksanaan program, hingga penyusunan laporan dan publikasi ilmiah. Pengalaman ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga untuk mengembangkan kemampuan akademik, sosial, dan profesional mereka.Sebagai contoh, dalam salah satu program pengabdian yang kami laksanakan, mahasiswa bersama dosen mengenalkan konsep dasar coding kepada siswa sekolah dasar melalui gambar, permainan, dan berbagai ilustrasi sederhana yang menarik. Pembelajaran disampaikan menggunakan kombinasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sederhana agar mudah dipahami oleh peserta sekaligus memperkenalkan kosakata bahasa Inggris dalam konteks yang menyenangkan.Program ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan teknologi kepada anak-anak sejak dini, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, serta menumbuhkan kesiapan menghadapi perkembangan dunia digital. Penggunaan Bahasa Inggris dalam kegiatan tersebut menjadi nilai tambah yang tidak hanya memberikan pengalaman praktik nyata bagi mahasiswa, tetapi juga membantu memperluas wawasan global peserta didik sejak usia dini.Kegiatan ini mencerminkan salah satu pilar penting visi STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, yaitu menyiapkan pendidik inspiratif melalui pengabdian tepat guna. Dosen berperan sebagai teladan yang membimbing mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam praktik nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, proses pendidikan tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat melalui berbagai program yang relevan dan solutif.Di sisi lain, penggunaan Bahasa Inggris  juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidik yang berkompeten :  memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia internasional.Inilah komitmen yang terus kami wujudkan di STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin: membentuk generasi pendidik yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menginspirasi, mengabdi, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat. Wujud nyata ini kami persembahkan untuk masyarakat. Yuk, bergabung bersama STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin dan jadilah pendidik inspiratif, berkarakter dan berkompeten yang siap berkarya, mengabdi, dan membawa perubahan bagi masa depan bangsa.
# EDUKASI
# Opini

Duet Palang Pintu Berkah FC: Sinergi Guru Kreatif dan Guru Disiplin dalam Manajemen Pendidikan

Iwan Perdana
4 Juni 2026
Selain memercayakan lini depan kepada  Taher untuk mencetak gol kemenangan, Kapten Rudi juga memberikan tanggung jawab  besar kepada 2 pemain tangguh di barisan belakang. Adalah Husaini dan Yusri, 2 palang pintu Berkah FC yang  diberikan misi melindungi area pertahanan: menggagalkan serangan lawan, dan membantu kiper agar tim tidak kebobolan.HusainiTidak mudah melewati Husaini, yang lebih akrab disapa Isay. Berbekal pengalaman dan naluri tinggi, Ia tahu persis kapan harus memblok pergerakan atau tembakan penyerang lawan. Efeknya: Haris, sang penjaga gawang, merasa aman dan bisa bernapas lega. Kemampuan inilah yang membuat Isay menjadi  bek andalan Berkah FC, yang menjadi momok bagi tim lawan. HusainiMenurut Kapten Rudi, Gaya bermain Isay tenang. Ia memiliki kemampuan mematahkan serangan lawan, Isay juga terlibat aktif menjadi titik awal serangan tim dari lini belakang (Ball-playing Defender). Berbekal kecepatan tinggi, akurasi umpan lambung maupun datar, serta stamina yang prima, Isay menjadi pilar krusial dalam membantu transisi cepat dari bertahan ke menyerang (counter attack).Pilar kokoh lain di lini belakang Berkah FC adalah Yusri yang akrab disapa Iyus. Postur tubuhnya yang besar membuat nyali penyerang lawan menciut. Saudara kandung Isay ini unggul dalam duel fisik, sapuan bola, intersepsi, serta kemampuan membaca arah umpan silang. “Iyus tipe bek pekerja keras, saya menyukai semangat juangnya yang tidak mau menyerah,” ujar Rudi pada Minggu (24/5/2026) melalui pesan WhatsApp. Ketangguhannya menjaga area kotak penalti membuat Iyus selalu menjadi pilihan utama Rudi— Kapten sekaligus manajer tim, dan H. Juman—pembina klub di setiap laga resmi Berkah FC.YusriDalam manajemen pendidikan, duet Isay dan Iyus merepresentasikan dua pilar penting dalam struktur sekolah: guru inovatif dan guru disiplin.Isay adalah guru kreatif yang profesional dan inspiratif dalam mengajar, tetapi juga menjadi penggerak inovasi pembelajaran (titik awal serangan). Ia cakap dalam transisi kurikulum—mengubah tekanan menjadi peluang, seperti counter attack dalam sepak bola.Iyus adalah guru yang fokus pada bagian kesiswaan. Ia bertugas menjaga  sekolah: tata tertib, keamanan, dan penanganan konflik (area kotak penalti). Keunggulannya dalam duel fisik, merebut bola, sapuan bola, dan intersepsi dianalogikan sebagai kemampuan menengahi perundungan (bullying), dan membaca potensi krisis sebelum meledak. Pemilihan pemain yang akan diturunkan di laga resmi oleh Kapten Rudi serupa dengan proses perekrutan guru berdasarkan kompetensi spesifik oleh pimpinan lembaga pendidikan. Sekolah berkualitas membutuhkan guru yang pintar mengajar (Isay), dan guru yang tegas & protektif (Iyus). Keduanya saling melengkapi menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, dinamis, dan berprestasi.
# EDUKASI
# Opini

Praktik Mengajar Mahasiswa STKIP ISM Banjarmasin di SDN Alalak 1 Banjarmasin melalui Program MBKM

Muhammad Supian Sauri
3 Juni 2026
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di luar kampus. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang perkuliahan, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan, pengalaman, dan kompetensi sesuai dengan bidang keilmuannya. Salah satu bentuk implementasi program MBKM adalah kegiatan belajar mengajar di sekolah yang diikuti oleh mahasiswa calon guru.Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Ismi Husna, mahasiswa Program Studi PGSD dari STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Melalui program MBKM, Ismi Husna melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SDN Alalak 1 Banjarmasin sebagai bagian dari upaya mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional yang dibutuhkan sebagai calon pendidik. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Tidak hanya mengamati, Ismi Husna juga diberikan kesempatan untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran di kelas dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing.Sejak awal pelaksanaan program, Ismi Husna menunjukkan antusiasme yang tinggi. Ia berusaha mengenal lingkungan sekolah, memahami budaya sekolah, serta membangun komunikasi yang baik dengan guru dan peserta didik. Proses adaptasi yang berjalan dengan baik membuat dirinya lebih siap dalam menjalankan berbagai tugas selama kegiatan berlangsung. Sebelum melaksanakan pembelajaran, Ismi Husna melakukan berbagai persiapan yang matang. Ia menyusun modul ajar, menyiapkan media pembelajaran, serta menentukan metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Persiapan tersebut dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, menarik, dan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Saat berada di dalam kelas, Ismi Husna berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Ia mengajak siswa untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan terlibat dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Pendekatan yang digunakan membuat siswa lebih bersemangat mengikuti pelajaran dan tidak merasa bosan selama proses belajar berlangsung. Selain itu, Ismi Husna juga memanfaatkan berbagai media pembelajaran sederhana untuk membantu siswa memahami materi. Penggunaan media yang menarik membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan mudah dipahami. Siswa terlihat antusias mengikuti setiap kegiatan yang diberikan selama proses pembelajaran.Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Ismi Husna adalah saat berinteraksi langsung dengan peserta didik yang memiliki karakter dan kemampuan yang beragam. Ada siswa yang aktif dan percaya diri, ada pula yang membutuhkan perhatian serta pendampingan lebih dalam belajar. Dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa seorang guru harus mampu memahami kebutuhan setiap siswa dan memberikan pelayanan pembelajaran yang sesuai. Tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, Ismi Husna juga berusaha menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Melalui berbagai kegiatan di kelas, ia mengajak siswa untuk membiasakan sikap disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, serta saling menghormati. Menurutnya, pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak baik.Melalui program MBKM ini, Ismi Husna mendapatkan banyak pengalaman nyata yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah. Ia belajar bagaimana mengelola kelas, menghadapi berbagai karakter peserta didik, menyusun strategi pembelajaran, serta berkolaborasi dengan guru dan warga sekolah. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga dalam mempersiapkan diri sebagai guru profesional di masa depan. Kegiatan belajar mengajar di SDN Alalak 1 Banjarmasin melalui program MBKM menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di kampus, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman langsung di lapangan. Bagi Ismi Husna, program ini menjadi sarana untuk mengasah kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperluas wawasan tentang dunia pendidikan yang sesungguhnya.Dengan semangat belajar dan dedikasi yang tinggi, Ismi Husna berhasil memanfaatkan program MBKM sebagai wadah untuk mengembangkan diri dan memberikan kontribusi positif kepada sekolah. Diharapkan pengalaman ini dapat menjadi langkah awal yang kuat bagi dirinya untuk menjadi pendidik profesional yang mampu memberikan manfaat bagi peserta didik, sekolah, dan dunia pendidikan Indonesia.
# EDUKASI
# Opini

Pencegahan Kekerasan Seksual Sejak Dini melalui Lagu “Ku Jaga Diriku” di Satuan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Kota Banjarmasin

Rizki Nugerahani Ilise, M.Pd
3 Juni 2026
Kekerasan seksual terhadap anak adalah persoalan serius yang tidak boleh menunggu korban jatuh lebih banyak baru kemudian dibicarakan. Anak usia dini sering kali belum memiliki bahasa, keberanian, dan pemahaman yang cukup untuk menjelaskan pengalaman tidak nyaman yang mereka alami. Karena itu, pencegahan harus dimulai sejak dini, termasuk di satuan Pendidikan Anak Usia Dini atau PAUD. Di Kota Banjarmasin, PAUD dapat menjadi ruang strategis untuk menanamkan kesadaran perlindungan diri kepada anak melalui cara yang sederhana, menyenangkan, dan sesuai dengan tahap perkembangan mereka.Salah satu media yang relevan digunakan adalah lagu “Ku Jaga Diriku”. Lagu ini dikenal sebagai media edukatif untuk mengenalkan kepada anak tentang bagian tubuh yang boleh dan tidak boleh disentuh, serta apa yang harus dilakukan ketika anak mengalami situasi yang membuatnya tidak nyaman. Pesan seperti ini penting karena anak usia dini belum dapat menerima penjelasan yang terlalu abstrak, tetapi lebih mudah memahami pesan melalui nyanyian, gerakan, pengulangan, dan contoh konkret. Mengajarkan pencegahan kekerasan seksual kepada anak PAUD bukan berarti mengenalkan hal yang vulgar kepada anak. Justru sebaliknya, pendidikan ini adalah pendidikan perlindungan tubuh. Anak perlu tahu bahwa tubuhnya berharga, bahwa ada bagian tubuh pribadi yang harus dijaga, dan bahwa mereka berhak berkata “tidak” ketika merasa tidak nyaman. Anak juga harus dibiasakan untuk berani bercerita kepada guru, orang tua, atau orang dewasa tepercaya ketika mengalami perlakuan yang tidak pantas.Lagu menjadi media yang tepat karena dunia anak adalah dunia bermain. Dalam teori perkembangan kognitif Jean Piaget, anak usia dini berada pada tahap praoperasional, yaitu tahap ketika anak belajar melalui simbol, bahasa, imajinasi, dan pengalaman konkret. Lagu “Ku Jaga Diriku” dapat membantu anak memahami pesan perlindungan diri tanpa merasa takut atau tertekan. Ketika lagu dinyanyikan berulang, pesan tentang menjaga tubuh dapat masuk ke dalam ingatan anak secara alami. Selain itu, teori belajar sosial Albert Bandura menegaskan bahwa anak belajar melalui pengamatan dan peniruan. Ketika guru PAUD menyanyikan lagu dengan ekspresi, gerakan tubuh, dan contoh perilaku yang tepat, anak tidak hanya mendengar pesan, tetapi juga meniru sikap berani menjaga diri. Guru dapat memperagakan bagaimana anak berkata “tidak”, menjauh dari situasi berbahaya, dan melapor kepada orang dewasa yang dipercaya.Dalam konteks PAUD Kota Banjarmasin, penggunaan lagu “Ku Jaga Diriku” perlu ditempatkan sebagai bagian dari budaya aman di satuan pendidikan. Lagu ini tidak cukup dinyanyikan sekali dalam kegiatan pembelajaran, lalu selesai. Ia harus menjadi bagian dari pembiasaan: dinyanyikan pada tema diri sendiri, kesehatan, keluarga, atau keselamatan; dikaitkan dengan kegiatan bercerita; diperkuat melalui permainan peran; dan dikomunikasikan kepada orang tua agar pesan yang sama juga dilanjutkan di rumah.Pencegahan kekerasan seksual di PAUD tidak boleh hanya dibebankan kepada anak. Anak memang perlu diajarkan menjaga diri, tetapi tanggung jawab utama tetap berada pada orang dewasa. Guru, kepala satuan PAUD, tenaga kependidikan, orang tua, dan pemerintah daerah harus menciptakan lingkungan belajar yang aman. Permendikbudristek Nomor 46 Tahun 2023 menegaskan bahwa pencegahan dan penanganan kekerasan di satuan pendidikan mencakup peserta didik, pendidik, tenaga kependidikan, orang tua/wali, komite sekolah, dan masyarakat. Peraturan ini juga berlaku untuk satuan PAUD, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah. Karena itu, lagu “Ku Jaga Diriku” harus dipahami sebagai pintu masuk, bukan satu-satunya solusi. Satuan PAUD perlu memiliki prosedur perlindungan anak yang jelas, guru harus dilatih mengenali tanda-tanda kekerasan, ruang belajar harus diawasi secara sehat, dan komunikasi dengan orang tua harus dibangun secara terbuka. Anak yang berani bercerita harus dipercaya, didengarkan, dan dilindungi, bukan disalahkan atau dibungkam.Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2022 tentang Tindak Pidana Kekerasan Seksual menegaskan pentingnya pencegahan, penanganan, perlindungan, pemulihan korban, penegakan hukum, serta jaminan agar kekerasan seksual tidak terulang. Prinsip ini seharusnya diterjemahkan ke dalam praktik pendidikan sejak usia dini. PAUD bukan hanya tempat anak belajar angka, huruf, warna, dan lagu, tetapi juga tempat anak belajar bahwa tubuhnya harus dihormati. UNICEF juga menekankan bahwa kekerasan, eksploitasi, dan pelecehan terhadap anak dapat terjadi di tempat-tempat yang seharusnya melindungi mereka, termasuk rumah, sekolah, dan komunitas. Karena itu, perlindungan anak memerlukan sistem yang kuat, bukan hanya nasihat sesaat. Sementara itu, WHO menekankan bahwa pencegahan kekerasan terhadap anak harus menyentuh berbagai lapisan, mulai dari individu, relasi, komunitas, hingga masyarakat. Di sinilah pentingnya kolaborasi. Pemerintah Kota Banjarmasin melalui dinas terkait dapat mendorong satuan PAUD untuk memasukkan edukasi perlindungan tubuh ke dalam kegiatan pembelajaran yang ramah anak. Guru PAUD dapat menggunakan lagu “Ku Jaga Diriku” sebagai media utama, lalu memperkuatnya dengan cerita bergambar, boneka tangan, poster, dan simulasi sederhana. Orang tua dapat melanjutkan pesan yang sama di rumah dengan bahasa yang lembut dan tidak menakut-nakuti. Kita perlu berhenti menganggap bahwa pembicaraan tentang perlindungan tubuh adalah hal yang tabu. Yang tabu bukanlah mengajarkan anak menjaga dirinya; yang berbahaya justru ketika anak dibiarkan tidak tahu, tidak berani menolak, dan tidak tahu harus bercerita kepada siapa. Pendidikan perlindungan diri sejak dini adalah bentuk kasih sayang, bukan bentuk kecurigaan kepada lingkungan.Lagu “Ku Jaga Diriku” memberi peluang besar untuk menjadikan pencegahan kekerasan seksual lebih dekat dengan dunia anak. Melalui nada, irama, gerakan, dan pengulangan, anak belajar bahwa dirinya berharga. Melalui guru yang peduli, anak belajar bahwa ada orang dewasa yang bisa dipercaya. Melalui PAUD yang aman, anak belajar bahwa sekolah adalah tempat yang melindungi, bukan tempat yang menakutkan. Maka, pencegahan kekerasan seksual sejak dini di PAUD Kota Banjarmasin perlu dilakukan secara serius, sistematis, dan menyenangkan. Lagu “Ku Jaga Diriku” dapat menjadi media sederhana, tetapi dampaknya dapat sangat bermakna apabila digunakan dengan tepat. Sebab melindungi anak bukan hanya tugas keluarga, bukan hanya tugas sekolah, dan bukan hanya tugas pemerintah. Melindungi anak adalah tanggung jawab bersama. Dan tanggung jawab itu harus dimulai sejak anak masih kecil, sebelum mereka terluka, sebelum mereka takut bicara, dan sebelum kita terlambat bertindak.
# EDUKASI
# Opini

  Youtube

Surah Ar-Rahman | Aniq Muhai

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan