Beranda > Berita

  Postingan Terbaru

L2I Sediakan Kelas Bahasa Inggris Cuma-Cuma bagi Pelajar RT 12 Sungai Miai dan Sekitarnya

Edubanua.com
30 Januari 2026
Yayasan Lanting Literasi Indonesia (L2I) memulai program pelatihan keterampilan berbahasa Inggris (speaking) gratis bagi pelajar SD, SMP, dan SMA di kawasan RT. 12 Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin. Pertemuan perdana yang diselenggarakan pada Jumat (30/1/2026) ini merupakan respons konkret yayasan terhadap kebutuhan kompetensi esensial di era digital dan global.Pelatihan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WITA. Kegiatan perdana pada 30 Januari 2026 dihadiri oleh sejumlah siswa dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah.Dalam pelaksanaannya, L2I turut menggandeng relawan edukator yang peduli terhadap pendidikan dan keterampilan berbahasa, khususnya Bahasa Inggris. Tiga dosen dari STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, yaitu Armin Fani, M.Pd., Vebrianti Umar, M.Pd., dan Novi Suma Setyawati, M.Pd, berkenan menjadi kawan belajar dan pengajar dalam program ini.Ketua Lanting Literasi Indonesia, Dyah Sukma Aisyah, menjelaskan bahwa kemampuan Bahasa Inggris sangat krusial dalam menunjang mobilitas sosial dan ekonomi para peserta."Bahasa Inggris penting dikuasai karena saat ini banyak lapangan pekerjaan yang mensyaratkan pelamarnya mampu berbahasa Inggris, selain itu Bahasa Inggris juga penting untuk akses internet karena banyak menggunakan istilah dalam Bahasa Inggris," ujar Dyah.Inisiatif pelatihan ini digagas oleh Pendiri Lanting Literasi Indonesia, Iwan Perdana, Ph.D, yang juga merupakan Ketua RT. 12 Kelurahan Sungai Miai. Program ini ditawarkan terbuka bagi warga RT. 12 dan sekitarnya, termasuk warga RT. 21 Kelurahan Antasan Kecil Timur Dalam yang berbatasan langsung.Iwan Perdana berharap pelatihan ini dapat meningkatkan motivasi belajar para peserta mengingat pentingnya menguasai Bahasa ini di era globalisasi. Ia juga menyampaikan visi yayasan yang lebih luas."Lanting Literasi Indonesia adalah Yayasan yang bergerak di bidang Pendidikan, Sosial, dan Kemanusiaan. Salah satu agenda Lanting Literasi Indonesia di bidang Pendidikan adalah kami menyelenggarakan pelatihan keterampilan berbahasa Inggris gratis untuk meningkatkan motivasi pelajar menguasai Bahasa Inggris," jelas Iwan Perdana.Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Adi, salah seorang warga RT. 12, menyatakan dukungannya."Program ini sangat bagus, Saya sangat mendukung kegiatan yang digagas pak Iwan, dengan pengalaman Beliau studi di luar negeri, dan didukung para dosen kolega beliau, saya kira ini akan sangat membantu para pelajar khusus warga RT.12 dan sekitarnya yang berminat belajar Bahasa Inggris," kata Adi.Senada dengan Adi, tokoh masyarakat Marhadi berharap konsistensi kegiatan ini. "Keren Pak, Semoga bisa konsisten karena kegiatan ini akan memotivasi para siswa di lingkungan Kelurahan Sungai Miai khususnya warga RT. 12 dan sekitarnya belajar Bahasa Inggris," harap Marhadi.Sementara itu, Azmi, pelajar Kelas 7 SMP yang menjadi peserta, mengungkapkan kesannya terhadap metode pembelajaran yang diberikan. "Bagus, mudah di pahami, pembelajarannya nyaman dan santai."  
# BERITA
# Pendidikan

Ajarkan Anak Usia Dini Al Quran: Investasi Keberkahan

Edubanua.com
26 Desember 2025
EDUBANUA.COM, BANJARMASIN – Mengajarkan Al Quran kepada anak sejak dini, bahkan dari dalam kandungan adalah investasi keberkahan. InsyaAllah kemuliaan dunia hingga akhirat akan diraih tidak saja oleh si anak, tetapi juga orang tuanya. Itulah yang menyemangati saya mendirikan pondok penghapal Al Quran, ujar Ustadz. Syarifuddin, Sabtu (27/12/2025).Di sela perbincangan santainya di warung kopi dengan Iwan Perdana, Ph.D, pendiri Yayasan Lanting Literasi Indonesia, Ust. Syarifuddin berkenan sedikit menyampaikan pandangannya tentang pentingnya mengajarkan Al Quran kepada anak-anak.“Al Quran adalah petunjuk bagi manusia. Ajarkan anak-anak kita cara membacanya disertai tajwidnya dengan benar agar mereka mengenal Al-Quran. Sebab jika sudah mengenal, anak-anak akan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.Beliau juga menjelaskan bahwa membaca Al Quran mendatangkan pahala tidak hanya kepada pembacanya, tetapi juga guru yang mengajarinya. Keberkahan bagi orang tuanya, keluarganya, rezekinya, kesehatannya, keselamatan dalam kehidupannya. Mengingat banyaknya ganjaran kebaikan fadhilah (keutamaan) yang diperoleh baik di dunia maupun di akhirat, Ust Syarifuddin mendirikan dan mengoperasikan pondok penghapal Al Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah.Selain sebagai petunjuk hidup agar selamat di dunia, dan di akhirat: landasan Aqidah, dan membentuk anak berakhlak mulia, banyak manfaat lain yang diperoleh dengan mengajarkan Al Quran kepada anak-anak, antara lain: meningkatkan kemampuan kognitif, menguatkan daya ingat anak melalui latihan hafal, Al Quran juga melatih kemampuan berpikir kritis. Ust. Syarifuddin menjelaskan bahwa belajar Al Quran bisa di mana saja. Idealnya di rumah: Ayah dan Ibu. Namun, kesibukan mencari nafkah kadangkala menyebabkan orang tua tidak memiliki waktu yang khusus/ terjadwal. Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan dapat membantu. “Orang tua dapat memercayakan anak-anaknya belajar membaca Al Quran di sekolah, TPA/TPQ, atau bimbingan privat/ guru mengaji. Pondok tahfidz dapat menjadi pilihan pilihan sangat tepat bagi yang ingin mendalami Al Qur'an secara intensif dan menjadi penghafal,” jelasnya.“Hal ini karena pondok tahfidz memiliki kurikulum terstruktur yang mencakup tajwid, Tahsin dan pelajaran-pelajaran dieniyah lainnya. Anak-anak juga dituntut mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari selama berada di pondok pesantren, mencetak generasi Qur'ani yang berakhlak mulia,” tambahnya lagi. Sebelum mengakhiri diskusi, Ust. Sarifuddin yang mendirikan Pondok Tahfidz Al Qur’an Al Khomsah Sukoharjo, menegaskan sebaiknya anak diajari Al Quran sejak kecil. Pada usia dini, daya ingat anak masih kuat, sehingga proses pelatihan Tilawah (membaca dengan baik dan benar), meliputi Tajwid (ilmu tentang penyempurnaan huruf & sifatnya/makhorijul huruf, serta hukum-hukum bacannya), dan  Tahsin (memperbaiki & memperbagus bacaan) dapat berjalan lebih cepat.
# BERITA
# Pendidikan

Iwan Perdana Soroti Dua Poros Strategis LPM Lentera Uniska

Edubanua.com
12 Desember 2025
EDUBANUA.COM, BANJARMASIN – Optimalisasi peran strategis pers mahasiswa, dan fungsi organisasi untuk membangun generasi progresif, merupakan kunci keberhasilan UKM Lentera Uniska Banjarmasin. Langkah tersebut mendukung lahirnya generasi melek media, berpikiran kritis yang konstruktif, dan berani menyuarakan kebenaran berbasis data. Hal itu disampaikan Iwan Perdana, Ph.D, Sabtu (12/12/2025), pembina LPM Lentera Uniska dalam acara Musyawarah Besar (Mubes) ke-11 LPM Lentera Uniska Banjarmasin. Menurut Iwan Perdana, tema “Optimalisasi Peran dan Fungsi Organisasi untuk Membangun Generasi Progresif” sangat tepat dan relevan diusung dalam kegiatan yang digelar pada 12 – 14 Desember 2025, di Kampus Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin, Jalan Adyaksa No. 2 Banjarmasin. Ditemui selepas memberikan sambutan, beliau menjelaskan dua poros utama berdasarkan tema yang patut dicermati, dan ditindaklanjuti pemimpin LPM Lentera Uniska periode 2024-2025, Muhammad Farhan, dan Ahmad Hidayat selaku ketua panitia pelaksana. Tak Sekadar Meliput BeritaSebagai organisasi yang telah berusia 11 tahun, kata Iwan Perdana, LPM Lentera Uniska sudah layak dituntut mampu berperan lebih dari sekadar meliput berita. Terlebih lagi di era banjir informasi dan disrupsi digital. Sudah waktunya organisasi pers mahasiswa ini mengokohkan dirinya sebagai:1.    Penyedia informasi yang bertanggung JawabLPM Lentera wajib berperan lebih dari sekadar reporter, tapi juga explainer dan verifikator. Para jurnalisnya harus mencegah terjadinya misinformasi, disinformasi, malinformasi, dan menangkal penyebaran berita hoax di dunia kampus, dan masyarakat.2.    ‎Pengawal demokrasi kampus        LPM Lentera menempatkan dirinya sebagai mitra kritis yang konstruktif bagi otoritas kampus. Mengawal jalannya kebijakan kampus, menyuarakan aspirasi sivitas akademika, dan mendorong terciptanya diskusi publik ilmiah yang sehat.3.    Agen Literasi MediaLPM Lentera berperan sebagai media edukasi yang mencerdaskan pembacanya sehingga mereka mampu mengakses, menganalisis, mengevaluasi, dan memproduksi informasi secara kritis dan beretika. Kuatkan Fungsi KelembagaanIwan Perdana, yang juga Dosen FKIP Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin, menyampaikan harapannya agar kegiatan ini mendiskusikan program kerja yang semakin menguatkan fungsi-fungsi organisasi yang selama ini telah berjalan dengan baik.  “Terwujudnya kualitas generasi yang progresif sangat bergantung pada bagaimana kita menguatkan fungsi kelembagaan yang selama ini telah dijalankan”, ujarnya. Ketiga fungsi tersebut adalah:1.    Fungsi Rekrutmen dan Kaderisasi        Sistem rekrutmen dan kaderisasi saat ini sudah jelas, inklusif, dan berkelanjutan. Akan tetapi tetap diperlukan inovasi baru, misalnya anggota baru sebaiknya disambut dengan kurikulum pelatihan yang komprehensif—tidak hanya teknik jurnalistik, tetapi juga kepemimpinan, manajemen organisasi, dan penanaman kesadaran sosial.2.    Fungsi sebagai Ruang Pengembangan Diri yang Holistik:        Menciptakan suasana mendukung anggota organisasi menemukan dan mengasah potensinya: menulis, fotografi, desain, public speaking, maupun riset. Sehingga setiap anggota dan pengurus LPM Lentera harus merasa bertumbuh, bukan sekadar ‘terpakai’ di organisasi pers kampus ini.3.    Fungsi sebagai Jaringan LPM Lentera menjadi jembatan para anggotanya aktif berinteraksi, baik di internal kampus, ekosistem pers profesional, maupun komunitas yang berkaitan dengan dunia pers di Kalimantan Selatan. Organisasi ini akan menjadi jaringan alumni yang kuat dan bermanfaat bagi anggota LPM Lentera kelak setelah lulus dari kampus. "Saya berharap Mubes kali ini melahirkan program yang visioner dan pemimpin yang tak hanya tajam menulis, tetapi juga cakap mengelola organisasi," ujar Iwan Perdana, Pembina LPM Lentera, menutup sambutannya di hadapan pimpinan kampus yang diwakili Sanjaya,M.Pd, salah seorang pendiri LPM, Rachmadi Agus, S.Kom.,M.Pd dan para pengurus LPM Lentera Uniska Banjarmasin.
# BERITA
# Pendidikan

Kampus Visioner Siapkan Pemimpin Masa Depan di Era Digital

Edubanua.com
30 November 2025
EDUBANUA.COM, BANJARMASIN – Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin menggelar latihan dasar kepemimpinan Mahasiswa (LDKM) di Pantai Batakan, Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan, Sabtu (29/11/2025) “Harapan kami, kegiatan LKDM bertema Membentuk Pemimpin Muda yang Visioner, Disiplin, dan Berintegritas di Era Digital ini akan menginspirasi mahasiswa mempersiapkan diri menjadi pemimpin muda yang visioner, mampu berpikir jauh ke depan, serta siap beradaptasi dengan perubahan era digital.” Hal tersebut disampaikan Rizki Nugerahani Ilise, M.Pd, selaku Ketua Panitia LDKM. "Tujuan pelaksanaan LDKM 2025 ini adalah membekali mahasiswa STKIP ISM Banjarmasin dasar-dasar kepemimpinan yang relevan dengan kebutuhan zaman,” katanya. Melalui kegiatan ini, kata dia, mahasiswa dapat mengembangkan karakter, meningkatkan rasa tanggung jawab, memperkuat kerja sama tim, dan siap menjadi generasi yang mampu memimpin dengan bijak, jujur, dan berkomitmen. Rizki menjelaskan Pantai Batakan dipilih menjadi lokasi karena indah, sejuk, dan sangat cocok untuk kegiatan luar ruangan. Suasana pantai yang tenang, angin sepoi-sepoi, dan rindangnya pepohonan mendukung kegiatan berlangsung nyaman dan penuh semangat. Alasan ini juga dikuatkan Juanda S.I.Pust, korlap kegiatan, yang menambahkan lokasi dipilih karena mudah diakses seluruh peserta. Sementara itu, Wakil Ketua STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Yuliana Nurhayati, M.Pd, mengatakan, LDKM sangat penting dalam rangka menumbuhkan kepercayaan diri mahasiswa, memahami pentingnya berkoordinasi dan kekompakan dalam menjalankan setiap tanggung jawab yang diemban.  “Kelak pasti berguna baik saat bergabung dalam organisasi, maupun di tempat kerja,” jelasnya ketika memberikan sambutan di halaman kampus menjelang keberangkatan ke Pantai Batakan. Yuliana mewanti-wanti agar rombongan mahasiswa menjaga kesehatan, dan mengikuti seluruh rangkaian kegiatan dengan tertib, dan rasa gembira. "Saya mengucapkan terima kasih kepada tim panitia yang telah mempersiapkan kegiatan dengan sangat baik dan menyampaikan salam Ketua STKIP ISM Banjarmasin, Dr H. Abd Khair Amrullah, S.Sos.I.,M.Pd.I, kepada seluruh peserta.” Menanggapi kegiatan LDKM, satu di antara peserta, Mufit, mengatakan, kegiatan ini sangat baik. Dia dan teman-temannya memiliki antusiasme tinggi untuk menyelesaikan kegiatan sampai tuntas.  “Kegiatan ini memberikan kami pengalaman berharga. Bapak Ibu dosennya ramah dan proaktif. Games-nya membuat kami happy dan tidak bosan,” ungkap mahasiswa prodi PGSD. “Pembawa acaranya juga asyik banget”, tambahnya lagi. Hal sama juga disampaikan Munawarroh, mahasiswa prodi PAUD. Menurutnya, kegiatan ini membuatnya lebih percaya diri untuk memimpin dan bekerja sama dengan teman-teman.  Teman Munawarroh, Yeni Mulyani, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, juga merasakan hal yang sama. “Pemateri juga memberikan tips praktis tentang bagaimana menjadi pemimpin muda yang siap menghadapi era digital dan membuka wawasan untuk selalu berinovasi dalam hal kegiatan pembelajaran,” katanya. Perlu diketahui, LDKM dilaksanakan selama dua hari, 29 - 30 November 2025. Diikuti oleh mahasiswa STKIP ISM Banjarmasin dari tiga program studi. Di hari pertama, mendengarkan penjelasan pemateri tunggal, Iwan Perdana Ph.D, yang juga merupakan salah seorang pendiri STKIP ISM Banjarmasin, dilanjutkan dengan diskusi terbuka. Malam harinya para panitia menggelar permainan edukasi. Suasana tetap bernuansa akademik meski penuh gelak tawa. Cuaca yang mendukung dan bunyi hempasan ombak di bibir pantai makin menambah suasana menimba ilmu sambil bermain semakin menarik. Di hari kedua, panitia dan peserta melakukan senam bersama dilanjutkan kegiatan bersih-bersih Pantai. 
# BERITA
# Pendidikan

Prodi PBI UNISKA MAB Banjarmasin Gelar Seminar Proposal Skripsi, Tekankan Metodologi dan Nalar Kritis

Iwan Perdana
4 Februari 2026
"Ada perasaan takut dan gugup sebelum menjalani seminar proposal, tetapi setelah dijalani ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Para penguji sangat suportif dan memberikan saran yang sangat membantu untuk penelitian saya." Pengakuan Amanda Zahratunnisa, salah satu peserta sempro, ini mewakili gejolak batin peserta Seminar Proposal Skripsi Prodi PBI UNISKA MAB Banjarmasin yang digelar Rabu (4/02/26) di Kampus Utama yang berlokasi di Jl. Adhyaksa No. 2, Kayu Tangi, Kota Banjarmasin Ruang English Corner lt.3 Gedung A.Bagi institusi pendidikan tinggi, skripsi tidak sekadar menjadi syarat administratif kelulusan. Ia adalah bukti otentik bahwa mahasiswa telah mendalami suatu bidang ilmu secara komprehensif. Proses Seminar Proposal Skripsi menjadi gerbang formal untuk menguji kemampuan mereka dalam berpikir kritis, logis, serta mengaplikasikan teori yang telah dipelajari.Sekretaris Prodi PBI UNISKA, Hartatya Novika, M.Pd, menegaskan pentingnya forum tersebut. Tujuannya jelas: menguji kemampuan mahasiswa mempresentasikan serta mempertahankan proposalnya, sekaligus menyerap masukan berharga dari dosen penguji. Tujuannya mulia, demi memastikan skripsi S1 berkualitas yang dihasilkan nanti akan berdampak positif.Dalam atmosfer akademik yang serius, tekanan utama diletakkan pada fondasi penelitian. Dr. Hengki, M.Pd, Penguji sekaligus Dekan FKIP, menekankan satu hal vital, yakni pentingnya Metodologi Penelitian yang benar. "Kami sangat menekankan pentingnya Metodologi penelitian yang benar untuk menjamin validitas, reliabilitas, dan kualitas data yang dihasilkan," ujarnya. Baginya, penelitian yang baik harus berdampak positif, bukan hanya tumpukan kertas.Namun, di balik ketegasan akademik tersebut, drama mental tetap tak terhindarkan. Widya, mahasiswa peserta seminar, jujur mengakui perasaannya. "Isi hati tidak karuan, nervous berkelanjutan, dan overthink," katanya ringkas. Perasaan gugup ini adalah harga yang harus dibayar saat menghadapi panel penguji yang kompeten.Di sinilah peran Arbain, M.Pd, dan rekan dosen lainnya menjadi sangat krusial. "Tantangan dalam menguji seminar proposal skripsi adalah selain menilai Orisinalitas penelitian, juga memberikan kritik yang tajam namun tetap suportif tanpa menjatuhkan mental mahasiswa," jelas Arbain. Kritik harus membangun. Kekritisan penguji diperlukan untuk mengasah nalar logis mahasiswa, sebagaimana disampaikan Kaprodi PBI, Fitra Ramadani, M.Pd. Ketika proses tanya jawab dan masukan rampung, mahasiswa tidak hanya membawa pulang catatan revisi, tetapi juga panduan yang lebih terarah. Suasana lega yang dirasakan Amanda setelah seminar membuktikan bahwa ketakutan terbesar seringkali hanya ada di kepala. 
# BERITA
# Pendidikan

Pelantikan Pengurus HMJ Bimbingan dan Konseling FKIP UNISKA MAB Banjarmasin Periode 2025-2026

Iwan Perdana
30 Januari 2026
“Kepercayaan yang Anda terima hari ini diiringi tanggung jawab moral, akademik, dan organisasi. Jadilah pengurus yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan prestasi akademik."Nasihat tegas namun penuh kasih itu meluncur dari Dr. Ani Wardah, M.Pd, Ketua Program Studi (Kaprodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin (UNISKA MAB Banjarmasin), saat melantik Nayla Nasywa sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan Konseling UNISKA Periode 2025-2026. Beliau menggantikan Muhammad Habibie, M.Pd, Wakil Dekan III yang berhalangan hadir.Pemandangan pagi di Kampus UNISKA MAB Banjarmasin, Jumat (30/01/2026), menjadi saksi momen krusial ini. Nayla Nasywa, didampingi jajaran inti yang solid, resmi mengemban amanah memimpin organisasi yang menjadi jantung bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling.Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah penyerahan tongkat estafet penting bagi pembentukan karakter konselor profesional di Kampus utama yang terletak di Jl. Adhyaksa, Jl. Kayu Tangi 1 Jalur 2 No. 2, Sungai Miai, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.Di tengah maraknya isu kesehatan mental, peran mahasiswa Bimbingan dan Konseling jauh melampaui sekadar menguasai teori psikologi. Mereka dituntut memiliki kepekaan sosial, etika profesi yang kuat, serta kemampuan empati yang mendalam. Modal ini adalah kunci utama untuk menjadi konselor profesional yang mumpuni. Inilah mengapa kehadiran HMJ Bimbingan dan Konseling UNISKA MAB Banjarmasin sangat vital; ia berfungsi sebagai kawah candradimuka, wadah utama untuk mengasah kepemimpinan mahasiswa BK, karakter, dan profesionalitas.Dalam satu periode ke depan, tantangan Nayla dan timnya adalah menyusun program yang responsif, tidak hanya bagi kebutuhan internal kampus, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan persekolahan. Mereka harus mampu menjembatani ilmu yang didapat di kelas dengan realitas di lapangan. Estafet kepemimpinan ini diserahkan oleh Selvia Amalia, Ketua Umum periode sebelumnya. Nada haru terasa saat Selvia berpesan kepada pengurus baru. "Teruslah berinovasi, tetap rendah hati, dan jaga integritas. Saya percaya kalian mampu membawa HMJ-BK Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin menjadi organisasi yang lebih aktif, inklusif, dan progresif,” ujarnya, memberi semangat tulus.Menanggapi tantangan dan dukungan tersebut, Nayla Nasywa menyampaikan rasa syukur sekaligus optimisme. Visi yang dibawanya jelas: kolaborasi adalah harga mati. "Dengan dukungan dan kerja sama dari seluruh pengurus, senior, serta pihak terkait, Saya yakin HMJ-BK UNISKA MAB Banjarmasin akan berkontribusi positif bagi jurusan, FKIP, dan Universitas. Mari kita berjalan bersama, saling merangkul, dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama," janji Nayla, menutup pidatonya.Dalam menjalankan roda organisasi, Nayla akan didukung Muhammad Supian Ilham sebagai Wakil Ketua Umum, Amara Huda (Sekretaris Umum), dan Cahaya Kamila (Bendahara Umum).Guna memastikan visi membentuk Konselor Profesional berintegritas dapat terwujud secara nyata, kepengurusan terbagi dalam empat divisi strategis, yaitu Divisi Pendidikan dan Kebudayaan diketuai Auni Azri, Divisi Minat dan Bakat  diketuai Muhammad Hafiez, Divisi Komunikasi dan Informasi di bawah pimpinan Riana Amelia, dan Divisi Koordinator Sekretariat dipimpin oleh Salia.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi BK Uniska MAB Banjarmasin Dorong Mahasiswa Kuasai 7 Teknik Keterampilan Komunikasi Konseling

Iwan Perdana
20 Januari 2026
Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (Uniska MAB) Banjarmasin menggelar kuliah tamu daring untuk membekali mahasiswanya dengan keterampilan esensial. Acara yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, melalui platform Zoom Meeting ini berfokus pada tema "Peningkatan Keterampilan Komunikasi Konseling," menekankan bahwa penguasaan komunikasi humanis dan profesional adalah fondasi utama keberhasilan proses bantuan kepada klien. Kuliah tamu daring ini menghadirkan Dr. Arif Ainur Rofiq, S.Sos.I., M.Pd., Kons., CHt (IACT-USA)., CI, Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya yang juga menjabat Ketua Ikatan Konselor Indonesia PD Jawa Timur.Dr Ani Wardah, M.Pd, Kaprodi BK FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menjelaskan  tujuan diselenggarakannya kuliah tamu ini ini adalah meningkatkan pemahaman sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi konseling mahasiswa. Mengundang pemateri berpengalaman Dr. Arif Ainur Rofiq,S.Sos.I.,S.Pd.,M.Pd.,Kons.,CHt (IACT-USA).,CI, kegiatan ini diharapkan menambah pengetahuan mereka agar mampu mengimplementasikan konsep komunikasi konseling secara aplikatif dalam konteks layanan di sekolah maupun setting non-sekolah, dan siap menjadi konselor yang kompeten, komunikatif, dan berkarakter yang merupakan target pencapaian visi Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UNISKA MAB Banjarmasin.Dalam paparannya, Dr. Arif Ainur Rofiq menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan cara menyampaikan pesan, tetapi juga bagaimana konselor menunjukkan empati, sikap profesional, serta mampu membangun rasa nyaman pada klien agar proses konseling berjalan efektif. Ia menekankan, setiap konselor wajib memahami dan menguasai keterampilan komunikasi konseling sebagai kecakapan khusus untuk membantu konseli menemukan alternatif pilihan secara tepat dalam menghadapi permasalahan yang dialaminya.Lebih lanjut, Beliau mendefinisikan konseling sebagai kegiatan membantu individu untuk menemukan pemecahan masalahnya (Curative) dan mengembangkan (Development) dirinya menjadi pribadi yang sehat jasmani-rohani, dengan cara memberdayakan iman, akal, dan kemauan. Dr. Arif Rofiq juga memaparkan tujuh teknik dasar keterampilan komunikasi konseling yang harus dikuasai, yaitu: Attending, Questioning, Reflection of Feeling, Parafrashing, Confronting, Summaryzing, dan Ending.Para peserta menyambut positif materi yang disampaikan. Nayla Nasywa, salah satu peserta yang juga bertindak sebagai MC dan moderator, mengungkapkan adanya perubahan perspektif setelah mengikuti kegiatan tersebut. "Setelah mengikuti kuliah tamu ini, saya semakin paham bahwa komunikasi konseling merupakan inti dari keberhasilan proses konseling. Komunikasi ternyata tidak sekadar bertanya dan menjawab, tetapi bagaimana membangun hubungan yang penuh empati, penerimaan, dan kepercayaan," ujarnya.Senada dengan Nayla, peserta lainnya, Selly Tilar, menilai acara ini memperkaya pemahaman tentang peran komunikasi. "Perspektif saya tentang komunikasi konseling semakin terbuka, terutama dalam mengintegrasikan elemen verbal, non-verbal, dan empati untuk membangun hubungan yang lebih efektif antara konselor dan konseli. Komunikasi tidak hanya sebagai alat penyampaian informasi, tetapi juga fondasi utama untuk menciptakan lingkungan aman yang mendorong keterbukaan dan refleksi diri," jelas Selly, seraya menambahkan bahwa keterampilan seperti mendengarkan aktif dan pertanyaan terbuka menjadi kunci sukses dalam proses konseling. Panitia acara, Indriani, berharap kuliah tamu ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan komunikasi konseling sebagai bekal menjadi calon konselor profesional yang humanis.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin Siapkan Guru Bimbingan dan Konseling Profesional Berlandaskan Nilai Islami

Iwan Perdana
20 Januari 2026
Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAB) Banjarmasin mendapat pengakuan positif dari para alumninya terkait kualitas pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter dan profesionalisme pendidik. Di tengah kebutuhan mendesak akan peran guru BK di sekolah untuk membantu siswa mengembangkan potensi dan mengatasi masalah emosional dan akademik, Prodi BK FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menegaskan komitmennya mencetak sarjana yang menguasai teori, keterampilan layanan, dan berlandaskan nilai Islami.Peran Guru Bimbingan Konseling (BK) sangat vital dalam menciptakan suasana sekolah yang kondusif, mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh, serta membimbing mereka dalam perencanaan masa depan. Kehadiran guru BK membantu siswa mengatasi masalah pribadi, sosial, emosional, dan akademik di tengah tekanan kehidupan sekolah.Beberapa alumni Prodi BK UNISKA yang kini telah berkarier di berbagai lembaga pendidikan berbagi pengalaman positif mereka selama menempuh studi. Rezki Rahmah, alumnus yang kini bertugas di SMKN 5 Banjarmasin, menuturkan bahwa pelajaran yang diperoleh melampaui batas teori konseling.“Banyak banget pengalaman dan pelajaran hidup yang saya dapat di Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin, tidak hanya teori konseling, tetapi juga empati, komunikasi, dan cara memahami orang lain. Selain Dosen-dosennya ramah, sabar, dan selalu support mahasiswa untuk berkembang, saya juga dapat teman-teman yang baik,” ujar Rezki.Senada dengan itu, Endah Kartiko Sari, Guru SMPN 5 Banjarmasin, menekankan bahwa kuliah di jurusan Prodi BK UNISKA baginya merupakan sebuah perjalanan mulia. “Saya merasa Kuliah di jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) adalah bagian dari perjalanan mulia karena saya memperoleh pengetahuan yang kini saya rasakan sangat berguna untuk membantu siswa memahami diri sendiri dan menemukan jalan keluar atas permasalahan emosional maupun akademik yang mereka hadapi,” kata Endah. Alumnus lain, Dwi Purnama Sari yang menjadi pengajar di SDN Benua Anyar 4, turut bersyukur, “Alhamdulillah saya mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman berharga. Saya belajar membuat Keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah,” ujarnya. Mencetak Sarjana Bimbingan KonselingKaprodi BK UNISKA MAB Banjarmasin, Dr. Ani Wardah, M.Pd, menjelaskan bahwa program studi yang dipimpinnya didukung oleh dosen berkualitas dan fokus pada luaran yang komprehensif. Kurikulum dirancang agar lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga keterampilan asesmen, layanan bimbingan, riset, dan teknologi penunjang BK, serta mampu memberikan layanan yang profesional, inklusif, dan adaptif.“Kami mencetak sarjana Bimbingan Konseling yang tidak hanya siap menjadi guru BK di sekolah, tetapi juga mampu menjadi asisten dalam praktik konseling di bawah supervisi Guru BK atau Konselor profesional baik di lembaga pendidikan, biro atau pusat layanan konseling,” jelas Dr. Ani Wardah, Selasa (20/1/2026), di Ruang Kaprodi BK UNISKA MAB Banjarmasin.Untuk mendukung proses perkuliahan, Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin menyediakan fasilitas lengkap, meliputi ruang kuliah, laboratorium Bimbingan dan Konseling, Laboratorium Microteaching, hingga jaringan internet (WIFI). Kampus juga menawarkan berbagai skema beasiswa, di antaranya Beasiswa KIP Indonesia, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), Beasiswa UNISKA Peduli, Beasiswa Hafiz Al Quran, hingga Beasiswa Program Baznas dan Bank KalSel Syariah.Informasi Pendaftaran dan Biaya KuliahBagi calon mahasiswa yang berminat bergabung, FKIP UNISKA Banjarmasin telah membuka pendaftaran untuk Semester Genap 2025/2026 (khusus calon mahasiswa pindahan) yang dimulai 1 Desember 2026 hingga 28 Februari 2027.Sementara itu, untuk pendaftaran Tahun Akademik Ganjil 2026/2027 dibagi menjadi dua tahap. Tahap I dimulai tanggal 2 Maret s.d 27 Juni 2026, dan Tahap II mulai 29 Juni s.d 22 Agustus 2026. Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) dijadwalkan pada 7 September s.d 10 September 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara offline di Ruang PMB Uniska Jalan Adhyaksa nomor 2 Banjarmasin, atau secara online melalui laman resmi pmb.uniska-bjm.ac.id.
# BERITA
# Pendidikan

  Youtube

Surah Ar-Rahman | Aniq Muhai

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan