Belajar Manajemen Pendidikan dari Berkah FC dan Kafe Midun
Edubanua.com
Minggu, 31 Mei 2026 09:08 WITA
Kafe Midun
Warung Pak Kaslian menjadi sekolah nonformal kepemimpinan, sportivitas, dan solidaritas," ujar Iwan Perdana, Ph.D pada Sabtu (30/5/2026). Menurut akademisi manajemen pendidikan pendiri Lanting Literasi Indonesia.or.id tersebut, karakter Tim Berkah FC ternyata tidak hanya dibentuk melalui latihan rutin di Lapangan Kayutangi Ujung, tetapi juga melalui dialog-dialog jujur di atas meja-kursi kayu warung Pak Mak Midun.
Lebih familiar dengan sebutan Kafe Midun, warung yang didirikan Pak Kaslian— akrab dipanggil Pak Midun, atau Bapa Madona, berlokasi di Belitung Darat. Warung makan ini terbuka untuk umum. Para pemain Berkah FC yang dulunya bernama Pelangi FC sering berkumpul di sini. Bahkan hampir tiap hari.
Kiri ke Kanan: Taher, Rudi, Ody, Rusdi, Anonim, Tagan, H. Juman, Kadir, Kaslian
Melalui pesan WhatsApp, edubanua.com mewawancarai beberapa pemain yang sering nongkrong di kafe Bapak Madona. "Asyik aja kalau lagi ngumpul bahas bola," ujar Kadir— gelandang bertahan. “Saya senang berkumpul di warung Pak Midun, silaturahmi biar tambah tambah akrab," ungkap Yuspi—bek bertahan yang merasakan hangatnya kekeluargaan di sana.
Senada dengan itu, Bahrudin merasa kenyamanan adalah kunci utama. "Rame aja berkumpul di Kafe Pak Midun sambil bakisahan bola," jawabnya. Suasana ini diamini oleh Taufik—gelandang serang Berkah FC. "Di sana suasananya enak seperti di rumah sendiri dan banyak teman-teman mengerti tentang permasalahan bola," ujarnya.
Iwan Perdana, Ph.D, akademisi alumnus UPSI Malaysia melihat irisan sosiologi dan olahraga yang kuat di Berkah FC. Menurutnya, Kafe Pak Midun bukan sekadar tempat nongkrong. Warung ini menjadi laboratorium sosial tempat karakter tim dibentuk, juga dapat dijadikan analogi menarik untuk manajemen pendidikan. Beliau juga melihat peran tiga tokoh kunci klub yang sering melakukan laga away ini —Rudiansyah (kapten Tim sekaligus manajer tim), H. Juman (pembina), dan Kaslian (senior sekaligus asisten manajer)—menjadi penentu. Ketiganya membangun ekosistem kepemimpinan yang menjamin kelancaran operasional tim.
Kiri ke kanan: Dahri, Iyus, Kadir, Kaslian, Issay
Rudi, sebagai kapten dan manajer tim, adalah komandan operasional. Sebagai Ketua klub, Ia merupakan magnet berkumpulnya para pemain Berkah FC. Iwan Perdana menceritakan pengalamannya ikut nimbrung di Kafe. “Kapten Rudi aktif berinisiatif mencairkan suasana dengan bertanya kabar? Kemudian mengulas permainan yang rutin dilakukan setiap Senin dan Kamis, melibatkan rekan dalam memutuskan lawan sparring, atau ngobrol santai topik terkini seputar bola” ungkapnya. Dalam konsep kepemimpinan, menurut Iwan Perdana, Kapten Rudi adalah contoh nyata dari praktik Transformational Leadership dan Peer Leader yang mempraktikkan perhatian individual (individualized consideration), komunikasi terbuka, dan tanggung jawab kolektif.
“H. Juman adalah penjaga moral tim,” ujar Iwan Perdana. Hal ini berdasarkan pengamatannya meski tidak selalu ikut latihan, tetapi sang pembina memberikan efek psikologis yang kuat. Di setiap pertemuan selalu “dituakan” untuk memimpin doa dan menyampaikan pesan-pesan positif. Dalam manajemen pendidikan, Beliau berfungsi sebagai supervisor dan moral compass yang memastikan warung tetap menjadi ruang belajar positif.
Kaslian menjadikan kafenya tempat netral tanpa sekat. Pemain inti dan cadangan dilayani sama. Meja-kursi warungnya mencatat beragam aspirasi dan kritik. Sesekali Beliau memberikan minum gratis kepada pemain yang membantu membereskan warung. Iwan Perdana menyebutkan dalam manajemen pendidikan, Peran Kaslian adalah enabler dan learning resources manager yang menata lingkungan agar pembelajaran karakter berlangsung alami.
Berkah FC_Laga Away
Kapten Rudi menggerakkan tim, H. Juman mengawal nilai, dan Kaslian memfasilitasi. Ketiganya sukses mengubah “Kafe Midun” menjadi sekolah nonformal kepemimpinan, sportivitas, dan solidaritas para pemain Berkah FC. Dianalogikan di bidang pendidikan, Sekolah idealnya menjadi wadah berkumpul yang dikelola secara sadar, dengan peran yang jelas, sehingga melahirkan tim tangguh yang meningkatkan mutu pembelajaran.
Rekomendasi
Komentar
Untuk memberikan komentar Anda harus Login