Beranda > Edukasi > Opini

Asep Gonzales dan Filosofi "Saling Percaya" di Atas Rumput

Iwan Perdana

Sabtu, 30 Mei 2026 20:17 WITA

Asep Gonzales dan Filosofi

Asep Gonzales

Saya mengenal Asep Gonzales di lapangan Kayutangi Ujung. Pemain berpostur kokoh ini memiliki etos kerja tinggi. Saya pernah menyaksikan Ia berusaha mati-matian mengejar Ikhsan, pemain muda berbakat, yang sedang melakukan speed dribbling. Sang speedster itu melesat cepat, namun meskipun tertinggal jauh, Asep tidak menyerah.

Penasaran tentang sepak terjangnya di lapangan hijau, saya menanyakan gaya permainan Asep Gonzales ke rekan-rekannya melalui pesan WhatsApp pada Selasa (12/5/2026).

Asep Gonzales

"Asep seperti Hulk. Dengan postur besar dan berotot, Ia membuat striker lawan ciut," ujar Kun Ivay. "Ia pemain yang tak kenal lelah," tegas Ahmad Sajali. "Meski Asep pemain serba bisa di posisi apa pun, namun Ia lebih sering menjadi bek bertahan yang sulit dilewati berkat postur tinggi dan besarnya," ungkap Rusdi.

Saya memiliki pengalaman bermain bersama dengannya sebagai pemain bertahan. Saya di posisi bek kiri, dan Bang Asep di tengah (center-back). Ia sering “memberi” saya bola. "Bawa bolanya, Pak. Bawa dengan tenang," ujarnya. Di lain kesempatan, Ia meneriaki Kiper agar mengoper bola ke saya karena posisi saya paling dekat dengan sang penjaga gawang.

Saya pernah menanyakan mengapa Ia mengoper bola kepada saya. "Gak takut direbut, Bang? Saya gak bisa mengolah bola?".  Asep menjawab ringan, "Kita harus saling percaya, Pak. Itulah sepak bola. Semua sama saja, tidak ada yang lebih hebat," jelasnya.

Dikaitkan dengan manajemen pendidikan, Saya melihat ada tiga hal yang bisa dipetik dari gaya bermain Asep Gonzales di lapangan hijau.

1.     Kepemimpinan melayani (Servant Leadership)

Asep Gonzales memberi kepercayaan. Kalimat yang diucapkannya "kita harus saling percaya" adalah inti dari membangun budaya belajar yang aman di lembaga pendidikan.

2.     Etos kerja

Kengototannya mengejar Ikhsan walau tertinggal jauh adalah analogi sempurna dari growth mindset dan resilience dalam dunia akademik.

3.     Fleksibilitas peran

Untuk survive, setiap orang idealnya serba bisa di posisi apa pun, namun untuk berkembang harus fokus pada satu posisi. Guru atau dosen harus menguasai banyak ilmu pengetahuan, tetapi juga harus memiliki  kompetensi khusus.


Kepercayaan, kegigihan, dan fleksibilitas peran adalah hal yang dapat dikaitkan dengan manajemen pendidikan. Kepercayaan , didukung etos kerja, dan spesialisasi keahlian adalah kunci utama untuk mewujudkan keberhasilan proses belajar mengajar di sekolah.

WhatsApp

  Rekomendasi

  Komentar

Untuk memberikan komentar Anda harus Login

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan