Dari Kampus untuk Sesama: Memulai Langkah Baru Bersama LPPM
Rizki Nugerahani Ilise, M.Pd
Rabu, 21 Okt 2026 19:42 WITA
Penandatangan SK Pejabat Struktural
Siang tadi, sebuah amanah baru resmi disematkan di pundak saya untuk memimpin sebuah Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) di STKIP Islam Sabilal Muhtadin. Mengawali langkah di hari pertama ini, saya merenungkan kembali pesan mendalam yang disampaikan oleh Ketua STKIP Islam Sabilal Muhtadin yaitu Ibu Yuliana Nurhayati, M.Pd. Beliau mengingatkan bahwa LPPM bukanlah sekadar lembaga administratif di sudut kampus, melainkan "mesin dan roda penggerak" utama bagi seluruh denyut nadi perguruan tinggi.
Makna dari pesan tersebut sangatlah jelas: maju mundurnya sebuah kampus, serta seberapa besar pengaruhnya di tengah masyarakat, sangat bergantung pada seberapa aktif dan produktif riset serta pengabdian tersebut dijalankan. Kampus kita tidak boleh lagi berdiri sendiri di atas menara gading, merasa puas hanya dengan tumpukan teori di ruang kuliah. Ilmu yang kita miliki harus mampu keluar, menyapa warga, dan menjawab berbagai persoalan nyata yang dihadapi masyarakat sehari-hari. Hal ini selaras dengan salah satu bait yang ada di lagu Hymne STKIP ISM yakni “penelitian bermakna pengabdian tepat guna” yang harus selalu tertanam dibenak para sivitas akademika.
Agar mesin penggerak ini dapat menderu kencang dan melaju mulus, kunci utamanya terletak pada satu kata: kolaborasi. Pekerjaan besar ini tidak mungkin bisa diselesaikan sendirian. Di lingkungan internal kampus, kita perlu meruntuhkan sekat-sekat pembatas antar program studi. Para dosen dari berbagai bidang ilmu harus saling merangkul, berdiskusi, dan menggabungkan keahlian untuk meneliti masalah secara lintas disiplin. Dengan cara ini, inovasi yang kita ciptakan akan menjadi jauh lebih kaya, utuh, dan tepat guna.
Tidak hanya berhenti di pagar kampus, pintu kerja sama dengan pihak luar juga harus kita buka selebar-lebarnya. Kita perlu berjalan berdampingan dengan pemerintah daerah, instansi terkait, sekolah-sekolah di berbagai pelosok, serta masyarakat luas. Sebagai contoh, bersama para guru dan tenaga pendidik di lapangan, kita bisa langsung turun tangan meningkatkan mutu pembelajaran anak-anak, mendampingi tumbuh kembang mereka, serta memberdayakan warga sekitar agar lebih mandiri dalam kehidupan bermasyarakat.

Melalui semangat gotong royong dan sinergi yang kuat ini, potensi lokal Banua kita tercinta dapat tergali dan diangkat ke permukaan dengan jauh lebih optimal. Setiap karya ilmiah dosen dan setiap kegiatan pengabdian mahasiswa tidak akan lagi menjadi tumpukan arsip berdebu di atas meja, melainkan bertransformasi menjadi kerja nyata yang membawa perubahan positif dan amal jariyah bagi banyak orang.
Mari kita jadikan LPPM STKIP Islam Sabilal Muhtadin sebagai rumah bersama yang hangat dan terbuka, tempat di mana ide-ide segar ditumbuhkan, kerja sama dirajut, dan karya-karya hebat dilahirkan untuk kemaslahatan orang banyak. Bersama-sama, mari kita nyalakan mesin penggerak ini dan bawa kampus kita melangkah lebih jauh demi masa depan yang lebih cerah dengan kepemimpinan Ibu Yuliana Nurhayati, M.Pd, kami siap bersinergi dan berkolaborasi tutur salah satu dosen pendidikan guru sekolah dasar. Maju terus STKIP Islam Sabilal Muhtadin.
Rekomendasi
Komentar
Untuk memberikan komentar Anda harus Login