Naluri Striker: Kunci Kepemimpinan Pendidikan
Iwan Perdana
Senin, 16 Feb 2026 14:17 WITA
Berkah FC
Ada banyak striker handal di Berkah FC, antara lain Bang Taher, Bang Adhi, Bang Alam, Pak Midun dan H. Zahrani. Mereka jeli menempatkan posisi. Penyerang lainnya yang tak kalah tajam menyarangkan bola ke jala lawan dengan kecepatan berlari luar biasa adalah Bang Kadir, Bang Johan, Bang Sajali, Bang Rudi Tagan, dan Bang Idam, . Barisan depan klub yang dikomandani Pak Rudiansyah, yang lebih akrab dipanggil Capt. Rudi, ini menakutkan tim lawan. Terbukti, Berkah FC selalu meraih trofi juara di kompetisi yang diselenggarakan Dispora Kalimantan Selatan, dan kejuaraan lainnya.
Capt Rudi
Di tim sepak bola, posisi striker menjadi garda terdepan yang bertugas mencetak gol, menekan bek lawan, dan memaksimalkan peluang di kotak penalti. Mereka menjadi ujung tombak serangan, sering kali bertindak sebagai target man dan membuka ruang bagi rekan setim mencetak gol.
Di era 1995–2000-an, ada banyak striker top dunia yang terkenal karena kecepatannya berlari dan ketajamannya menyarangkan bola ke gawang lawan. Salah satunya adalah Thierry Henry, penyerang Arsenal. Pemain asal Perancis yang membela The Gunners tersebut dikenang sebagai salah satu penyerang terhebat yang sukses menghantarkan Arsenal juara Premier League, dan membawa Barcelona meraih juara Liga Champions.
Selain kecepatan, teknik menggiring bola yang sangat baik, dan penyelesaian akhir yang mematikan. Henry dikenal sebagai striker yang tahu persis kapan harus “menembakkan” atau mengumpan dalam hitungan detik. Ia berani mengubah gaya permainannya, sering bergerak dari sayap ke tengah, menunjukkan fleksibilitas dalam mengambil keputusan posisi.
Berkah FC
Striker hebat lainnya di era 2000-an yang saya tahu adalah Didier Drogba. Pemain andalan Chelsea asal Pantai Gading berjuluk The King of Stamford Bridge ini dikenal memiliki kekuatan fisik luar biasa, kecerdasan taktis, dan kontrol bola yang baik. Keistimewaan Drogba lainnya adalah sering mencetak gol di momen krusial, seperti gol penyeimbang dan penentu kemenangan adu penalti di final Liga Champions 2012, serta rekor mencetak gol di empat final Piala FA.
Berkah FC
Seperti striker yang dituntut berpikir cepat untuk memutuskan mengoper ke kawan atau “menembakkan” bola langsung ke gawang lawan, dan kecerdasan mencari ruang untuk mencetak gol, seorang pemimpin organisasi, termasuk pimpinan lembaga pendidikan yang kredibel, juga dituntut untuk cepat membuat keputusan strategis melalui perhitungan matang dan cerdas dalam melihat peluang memajukan sekolah.
Menetapkan Keputusan Strategis Melalui Perhitungan Matang
Dalam hitungan detik, seorang striker menganalisis posisinya. Ia menghitung peluang terciptanya gol kemenangan: dioperkan ke kawan atau menembakkan bola langsung ke gawang lawan. Jika striker egois, memaksakan diri mencetak gol padahal peluangnya kecil, maka kerja keras tim membangun serangan akan menjadi sia-sia. Gol tidak tercipta.
Sebagai ujung tombak kebijakan, pemimpin lembaga pendidikan harus cermat membaca situasi eksternal: regulasi pemerintah terbaru, mengetahui kebutuhan orang tua, masyarakat dan dunia kerja, juga tidak kalah pentingnya mempelajari strategi kompetitor: sekolah atau kampus lain.
Seperti striker yang dihadapkan pada dilema mengoper atau menembakkan bola, pimpinan harus cerdas memilih program unggulan yang tepat (misalnya: fokus pada riset internasional, pengabdian kepada masyarakat atau penguatan karakter dosen dan mahasiswa) sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasar. Setiap kebijakan harus berujung pada peningkatan mutu output pendidikan: lulusan berkualitas, dan prestasi lembaga.
Cerdas Melihat Peluang Memajukan Lembaga
King Henry tidak terpaku pada satu posisi. Ia cerdas mengubah gaya permainannya, cermat membaca situasi, dan memaksimalkan kemampuannya dalam mencetak gol. Fleksibilitas taktis ini membuatnya semakin mematikan.
Seorang pemimpin lembaga pendidikan juga harus demikian. Ia harus kreatif dan berinovasi untuk memperbesar peluang agar lembaga yang dipimpinnya maju. Dia tidak boleh terpaku pada satu metode atau layanan yang itu-itu saja, tetapi harus cerdas membaca kebutuhan pasar dan perubahan zaman.
Berkah FC
Pemimpin lembaga pendidikan berperan vital dalam memajukan lembaga yang dipimpinnya. Ia bukan sekadar figur seremonial yang duduk di belakang meja, melainkan ujung tombak yang berdiri paling depan, memahami kondisi lapangan, siap menerima tekanan, menanggung ekspektasi, dan mengubah setiap peluang menjadi kemajuan nyata.
Idealnya seorang pemimpin lembaga pendidikan memiliki naluri striker: tahu kapan harus maju, kapan harus menembakan bola, kapan harus mengoper, dan kapan harus menuju ruang ganti demi kemenangan tim.
Rekomendasi
Komentar
Untuk memberikan komentar Anda harus Login