Beranda > Edukasi > Galeri

STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin Hadirkan Pembelajaran Berkesan Melalui Outing Class di Museum Wasaka

Tiara Mardina

Jumat, 28 Agu 2026 09:35 WITA

STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin Hadirkan Pembelajaran Berkesan Melalui Outing Class di Museum Wasaka

Outing Class Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin


Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin pada tanggal 16 Juli 2026 melaksanakan kegiatan outing class mata kuliah Introduction to Speaking di Museum Wasaka. Outing class ini dipandu oleh dosen pengampu, Tiara Mardina, M.Pd., yang sejak awal memberikan arahan dan contoh terlebih dahulu sebelum mahasiswa melakukan observasi terhadap benda-benda di museum. Dengan adanya arahan langsung dari dosen, mahasiswa lebih siap dan percaya diri ketika harus mendeskripsikan objek bersejarah dalam bahasa Inggris.


Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kekeluargaan. Mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, lalu bekerja sama menyusun deskripsi berbahasa Inggris tentang benda-benda koleksi museum. Objek yang dipilih beragam, mulai dari senjata tradisional, pakaian pejuang, dokumen perjuangan, hingga foto-foto bersejarah. Mereka kemudian membuat video deskripsi yang melatih keberanian, kepercayaan diri, serta keterampilan berbicara bahasa Inggris secara lebih natural. Dengan berhadapan langsung pada objek nyata, mahasiswa belajar menyusun kalimat, memilih kosakata yang tepat, dan menyampaikan pesan dengan ekspresi yang meyakinkan.


Suasana belajar di museum terasa penuh interaksi dan kebersamaan. Mahasiswa tidak hanya membaca teori, tetapi benar-benar mengalami bagaimana menyampaikan deskripsi dalam bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Proses pembuatan video ini membuat mereka belajar mengatasi rasa gugup, berani tampil di depan kamera, dan menyampaikan pesan dengan percaya diri. Kegiatan berkelompok juga menumbuhkan rasa kekeluargaan, saling mendukung, dan memperkuat kerja tim. Outing class ini sekaligus menjadi momen kebersamaan sebelum mahasiswa memasuki masa libur semester, sehingga hubungan antar mahasiswa semakin erat.

Setelah video selesai dibuat, mahasiswa diminta untuk mengunggah hasil karya mereka ke media sosial pribadi. Hal ini memberikan manfaat tambahan, yaitu melatih mereka untuk berani tampil di ruang publik, membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris di ranah digital, sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada audiens yang lebih luas. Selain itu, video deskripsi yang mereka buat juga menjadi bagian dari penilaian UAS, sehingga mahasiswa terdorong untuk menampilkan karya terbaik mereka. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berhenti di museum, tetapi berlanjut ke ruang sosial yang lebih nyata, sekaligus memberikan nilai akademik yang relevan.

Respon mahasiswa terhadap kegiatan ini sangat positif. Seorang mahasiswa menyampaikan, “Outing class ke Museum Wasaka ini sangat menarik dan bermanfaat. Kami bisa belajar sejarah secara langsung sekaligus melatih kemampuan bahasa Inggris melalui tugas membuat video kelompok. Kegiatan ini membuat pembelajaran lebih menyenangkan, menambah wawasan, dan mempererat kerja sama antar mahasiswa juga .” (Ujar Yeni Mulyani, Kamis 17 Juli 2026). Sementara mahasiswa lain menambahkan, “ Pelaksanaan outing class ke musium wasaka amat berkesan dan ada rasa bangga karena bisa mengenal beragam budaya Banjar, sejarah Banjar serta mengenal perjuangan para pahlawan beserta senjata dan barang-barang unik peninggalan zaman dulu. Kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhdp tanah air dan menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi.” (Elly, Kamis 17 Juli 2026). Kutipan ini menunjukkan bahwa outing class di Museum Wasaka menunjukkan kesan yang sangat positif. Mereka menilai kegiatan ini membuat pembelajaran lebih menyenangkan karena bisa belajar sejarah secara langsung sekaligus melatih kemampuan bahasa Inggris melalui tugas video kelompok, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Banjar, mengenal perjuangan para pahlawan, dan menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi.

Melalui kegiatan ini, STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kampus ini dikenal sebagai kampus visioner, dengan visi menjadi kampus yang inspiratif, berkarakter, dan berkompeten. Visi tersebut diwujudkan melalui kegiatan nyata yang mendorong mahasiswa agar tidak hanya mahir berbahasa Inggris, tetapi juga memiliki karakter kuat dan rasa bangga terhadap budaya lokal. Kampus ini juga senantiasa mengikuti arahan pendiri, Bapak Iwan Perdana, SE., S.Sos.I., M.Pd., Ph.D., yang menekankan bahwa pembelajaran tidak boleh berhenti pada teori semata, melainkan harus banyak praktik nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu praktik terbaik adalah melalui pengenalan budaya lokal Banjarmasin, sehingga mahasiswa dapat belajar bahasa Inggris sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerahnya.

Outing class di Museum Wasaka hanyalah awal dari rangkaian kegiatan serupa. Ke depan, akan ada kegiatan lain yang lebih seru dan variatif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa, sehingga pembelajaran tidak selalu terbatas di ruang kelas. Dengan cara ini, STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin semakin meneguhkan dirinya sebagai kampus yang peduli pada pengembangan akademik sekaligus karakter mahasiswa, menjadikan belajar bahasa Inggris sebagai pengalaman yang menyenangkan, bermakna, penuh kebanggaan, sarat rasa kekeluargaan, dan berakar pada budaya lokal.

WhatsApp

  Rekomendasi

  Komentar

Untuk memberikan komentar Anda harus Login

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan