Beranda > Edukasi > Galeri

  Postingan Terbaru

Fun & Team Building STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin: Satu Jiwa, Kompak, Tangguh, Hebat, dan Bersama

Novi Nurdian, M.Pd
28 Agustus 2026
Fun & Team Building STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin: Satu Jiwa, Kompak, Tangguh, Hebat, dan BersamaSuasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai kegiatan Fun & Team Building Sivitas Akademika STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin yang dilaksanakan pada Sabtu, 9 Agustus 2026, bertempat di Kebun Raya Banua, Kota Banjarbaru. Di tengah suasana hijau dan asri, para dosen dan tenaga kependidikan sejenak meninggalkan rutinitas pekerjaan untuk berkumpul, berinteraksi, dan membangun kekompakan. Mengusung tema “Satu Jiwa: Kompak, Tangguh, Hebat, dan Bersama”, kegiatan ini menjadi ruang penyegaran sekaligus momentum mempererat hubungan antarsivitas akademika.Kegiatan Fun & Team Building ini diinisiasi oleh Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Ibu Yuliana Nurhayati, M.Pd. Kegiatan dirancang bukan sekadar sebagai aktivitas rekreasi, tetapi juga sebagai sarana memperkuat komunikasi, kerja sama, rasa saling percaya, dan solidaritas di lingkungan institusi. Nilai-nilai tersebut menjadi modal penting dalam membangun budaya kerja yang sehat dan produktif, terutama karena keberhasilan perguruan tinggi merupakan hasil kolaborasi seluruh unsur sivitas akademika.Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh Ibu Yuliana Nurhayati, M.Pd. Dalam suasana santai namun penuh semangat, peserta diajak memaknai kegiatan sebagai kesempatan untuk membangun kebersamaan di luar lingkungan kerja formal. Selepas pembukaan, seluruh peserta yang terdiri atas dosen dan tenaga kependidikan dibagi menjadi tiga kelompok. Pembagian kelompok membuat suasana semakin hidup karena setiap peserta harus segera beradaptasi, berkomunikasi, dan menyusun strategi bersama anggota timnya.Keseruan semakin terasa ketika masing-masing kelompok mendapat kesempatan menampilkan yel-yel tim. Setiap kelompok berusaha menunjukkan identitas, kreativitas, dan semangat terbaiknya. Teriakan penyemangat, gerakan kompak, serta ekspresi penuh antusiasme menghadirkan gelak tawa sekaligus membangun energi positif di antara peserta. Aktivitas sederhana tersebut memperlihatkan bahwa kekompakan dapat tumbuh ketika setiap anggota memperoleh ruang untuk berpartisipasi dan memberikan kontribusi bagi kelompok.Memasuki kegiatan inti, peserta mengikuti tiga permainan seru yang dipandu oleh tim event organizer. Berbagai tantangan menuntut peserta untuk bekerja sama, mengatur strategi, menjaga koordinasi, dan menyelesaikan permainan sebagai satu tim. Dalam salah satu permainan, misalnya, peserta harus mengendalikan media permainan menggunakan sejumlah tali secara bersama-sama. Keberhasilan tidak ditentukan oleh kekuatan seorang individu, melainkan oleh kemampuan seluruh anggota menyelaraskan gerakan dan memahami perannya. Di sinilah makna team building benar-benar hadir dalam pengalaman nyata.Menariknya, kompetisi antarkelompok tidak mengurangi suasana kekeluargaan. Justru melalui permainan, batas-batas komunikasi yang biasanya terbentuk karena kesibukan dan pembagian tugas sehari-hari menjadi lebih cair. Dosen dan tenaga kependidikan dapat saling menyemangati, tertawa bersama, bahkan belajar menghadapi kegagalan dalam permainan dengan suasana menyenangkan. Setelah menyelesaikan rangkaian games, peserta beristirahat dan menikmati makan bersama serta hiburan, sehingga interaksi antarpeserta berlangsung semakin hangat dan akrab.Kebersamaan tersebut kemudian mencapai salah satu momen yang paling dinantikan, yaitu pengumuman tim pemenang. Trofi diserahkan kepada ketua tim pemenang oleh Pendiri STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Bapak Iwan Perdana, Ph.D. Penyerahan trofi bukan semata-mata menjadi simbol kemenangan dalam permainan, tetapi juga menjadi apresiasi terhadap kerja sama, strategi, semangat, dan kekompakan tim. Foto bersama yang mengabadikan kebahagiaan peserta semakin melengkapi rangkaian kegiatan pada hari tersebut. Pada akhirnya, Fun & Team Building STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin meninggalkan lebih dari sekadar cerita tentang permainan dan rekreasi. Kegiatan ini menghadirkan pengalaman bersama yang memperkuat rasa memiliki terhadap institusi, membangun komunikasi positif, dan menumbuhkan semangat untuk bekerja sebagai satu kesatuan. Tema “Satu Jiwa: Kompak, Tangguh, Hebat, dan Bersama” pun tidak berhenti sebagai slogan kegiatan, melainkan menjadi pesan yang diharapkan terus hidup dalam keseharian sivitas akademika: bergerak bersama, saling menguatkan, dan bertumbuh bersama untuk memajukan STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
# EDUKASI
# Galeri

STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin Hadirkan Pembelajaran Berkesan Melalui Outing Class di Museum Wasaka

Tiara Mardina
28 Agustus 2026
Mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin pada tanggal 16 Juli 2026 melaksanakan kegiatan outing class mata kuliah Introduction to Speaking di Museum Wasaka. Outing class ini dipandu oleh dosen pengampu, Tiara Mardina, M.Pd., yang sejak awal memberikan arahan dan contoh terlebih dahulu sebelum mahasiswa melakukan observasi terhadap benda-benda di museum. Dengan adanya arahan langsung dari dosen, mahasiswa lebih siap dan percaya diri ketika harus mendeskripsikan objek bersejarah dalam bahasa Inggris.Kegiatan berlangsung dengan penuh semangat dan kekeluargaan. Mahasiswa dibagi ke dalam kelompok-kelompok kecil, lalu bekerja sama menyusun deskripsi berbahasa Inggris tentang benda-benda koleksi museum. Objek yang dipilih beragam, mulai dari senjata tradisional, pakaian pejuang, dokumen perjuangan, hingga foto-foto bersejarah. Mereka kemudian membuat video deskripsi yang melatih keberanian, kepercayaan diri, serta keterampilan berbicara bahasa Inggris secara lebih natural. Dengan berhadapan langsung pada objek nyata, mahasiswa belajar menyusun kalimat, memilih kosakata yang tepat, dan menyampaikan pesan dengan ekspresi yang meyakinkan.Suasana belajar di museum terasa penuh interaksi dan kebersamaan. Mahasiswa tidak hanya membaca teori, tetapi benar-benar mengalami bagaimana menyampaikan deskripsi dalam bahasa Inggris dengan cara yang menyenangkan. Proses pembuatan video ini membuat mereka belajar mengatasi rasa gugup, berani tampil di depan kamera, dan menyampaikan pesan dengan percaya diri. Kegiatan berkelompok juga menumbuhkan rasa kekeluargaan, saling mendukung, dan memperkuat kerja tim. Outing class ini sekaligus menjadi momen kebersamaan sebelum mahasiswa memasuki masa libur semester, sehingga hubungan antar mahasiswa semakin erat.Setelah video selesai dibuat, mahasiswa diminta untuk mengunggah hasil karya mereka ke media sosial pribadi. Hal ini memberikan manfaat tambahan, yaitu melatih mereka untuk berani tampil di ruang publik, membiasakan diri menggunakan bahasa Inggris di ranah digital, sekaligus memperkenalkan budaya lokal kepada audiens yang lebih luas. Selain itu, video deskripsi yang mereka buat juga menjadi bagian dari penilaian UAS, sehingga mahasiswa terdorong untuk menampilkan karya terbaik mereka. Dengan demikian, pembelajaran tidak hanya berhenti di museum, tetapi berlanjut ke ruang sosial yang lebih nyata, sekaligus memberikan nilai akademik yang relevan.Respon mahasiswa terhadap kegiatan ini sangat positif. Seorang mahasiswa menyampaikan, “Outing class ke Museum Wasaka ini sangat menarik dan bermanfaat. Kami bisa belajar sejarah secara langsung sekaligus melatih kemampuan bahasa Inggris melalui tugas membuat video kelompok. Kegiatan ini membuat pembelajaran lebih menyenangkan, menambah wawasan, dan mempererat kerja sama antar mahasiswa juga .” (Ujar Yeni Mulyani, Kamis 17 Juli 2026). Sementara mahasiswa lain menambahkan, “ Pelaksanaan outing class ke musium wasaka amat berkesan dan ada rasa bangga karena bisa mengenal beragam budaya Banjar, sejarah Banjar serta mengenal perjuangan para pahlawan beserta senjata dan barang-barang unik peninggalan zaman dulu. Kegiatan ini dapat menumbuhkan rasa cinta terhdp tanah air dan menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi.” (Elly, Kamis 17 Juli 2026). Kutipan ini menunjukkan bahwa outing class di Museum Wasaka menunjukkan kesan yang sangat positif. Mereka menilai kegiatan ini membuat pembelajaran lebih menyenangkan karena bisa belajar sejarah secara langsung sekaligus melatih kemampuan bahasa Inggris melalui tugas video kelompok, serta menumbuhkan rasa bangga terhadap budaya Banjar, mengenal perjuangan para pahlawan, dan menumbuhkan semangat nasionalisme yang tinggi.Melalui kegiatan ini, STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembelajaran yang kreatif, humanis, dan relevan dengan kebutuhan zaman. Kampus ini dikenal sebagai kampus visioner, dengan visi menjadi kampus yang inspiratif, berkarakter, dan berkompeten. Visi tersebut diwujudkan melalui kegiatan nyata yang mendorong mahasiswa agar tidak hanya mahir berbahasa Inggris, tetapi juga memiliki karakter kuat dan rasa bangga terhadap budaya lokal. Kampus ini juga senantiasa mengikuti arahan pendiri, Bapak Iwan Perdana, SE., S.Sos.I., M.Pd., Ph.D., yang menekankan bahwa pembelajaran tidak boleh berhenti pada teori semata, melainkan harus banyak praktik nyata yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Salah satu praktik terbaik adalah melalui pengenalan budaya lokal Banjarmasin, sehingga mahasiswa dapat belajar bahasa Inggris sekaligus memperkenalkan identitas budaya daerahnya.Outing class di Museum Wasaka hanyalah awal dari rangkaian kegiatan serupa. Ke depan, akan ada kegiatan lain yang lebih seru dan variatif untuk meningkatkan kemampuan mahasiswa, sehingga pembelajaran tidak selalu terbatas di ruang kelas. Dengan cara ini, STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin semakin meneguhkan dirinya sebagai kampus yang peduli pada pengembangan akademik sekaligus karakter mahasiswa, menjadikan belajar bahasa Inggris sebagai pengalaman yang menyenangkan, bermakna, penuh kebanggaan, sarat rasa kekeluargaan, dan berakar pada budaya lokal.
# EDUKASI
# Galeri

Proyek Video di Siring: Wujud Nyata Pembelajaran Berbasis Praktik Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP ISM Banjarmasin

Tiara Mardina
4 Juni 2026
Mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin melaksanakan proyek pembuatan video dialog berbahasa Inggris di kawasan Siring Banjarmasin sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Introduction to Speaking Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis praktik yang mendukung visi kampus dalam menyiapkan pendidik yang inspiratif, berkarakter, dan berkompeten.Dalam kegiatan ini, mahasiswa menyusun dan menampilkan dialog bertema Introducing Others melalui percakapan berbahasa Inggris secara langsung (real conversation) yang kemudian direkam dalam bentuk video pembelajaran. Melalui proses tersebut, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berbicara, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun kerja sama dalam tim.Pemilihan kawasan Siring sebagai lokasi kegiatan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Mahasiswa tidak hanya berlatih berkomunikasi di ruang publik, tetapi juga belajar menyesuaikan diri dengan suasana nyata yang penuh interaksi masyarakat. Lingkungan Siring yang menjadi ikon Kota Banjarmasin sekaligus dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik, sehingga mahasiswa memperoleh keberanian tampil, keterampilan beradaptasi, dan kesempatan memperkenalkan potensi budaya serta wisata lokal. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya melatih kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap identitas daerah. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Introduction to Speaking yang diampu oleh Tiara Mardina, M.Pd. Pembelajaran dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori berbicara dalam Bahasa Inggris, tetapi juga mampu mengaplikasikan materi yang dipelajari di kelas ke dalam situasi nyata. Melalui pendekatan berbasis praktik ini, mahasiswa didorong untuk berani tampil, berinteraksi secara langsung, dan menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks komunikasi sehari-hari. Proses pembelajaran tidak berhenti pada latihan di ruang kelas, melainkan diperluas ke ruang publik agar mahasiswa terbiasa menghadapi beragam situasi komunikasi. Dengan demikian, kemampuan berbahasa Inggris dapat berkembang secara lebih optimal melalui pengalaman langsung, sekaligus membentuk kepercayaan diri, keterampilan kolaborasi, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia pendidikan modern.Antusiasme mahasiswa terlihat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan proyek. Mereka terlibat dalam penyusunan naskah dialog, pembagian peran, latihan pengucapan, hingga proses pengambilan video di lapangan. Aktivitas ini memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup serta mendorong mahasiswa untuk lebih berani menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks nyata.Salah satu mahasiswa, Zahratun Nisa, menyampaikan bahwa tugas pembuatan video Introducing Others memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris.“Menurut ulun, tugas membuat video Introducing Others bermanfaat untuk melatih kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris, bisa memperkenalkan orang lain secara jelas serta melatih kepercayaan diri di depan kamera,” ujar Zahra dalam wawancara langsung, Kamis (21/5/2026).Senada dengan itu, Nazwa Az Zahra Rahman juga memberikan tanggapan positif terhadap proyek ini.“Menurut saya, proyek ini sangat bermanfaat dan menarik. Kegiatan ini membantu mahasiswa melatih kemampuan berbahasa Inggris secara langsung. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna,” ungkap Nazwa dalam wawancara langsung, Kamis (21/5/2026).Secara keseluruhan, proyek video di Siring memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa karena memungkinkan mereka mengaplikasikan kemampuan berbahasa Inggris dalam situasi nyata. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, serta pemahaman konteks penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan masa kini.
# EDUKASI
# Galeri

Anugerah Tan Sri Alimuddin Book Award

Iwan Perdana
3 Desember 2025
Tidak terbayangkan sebelumnya, kegembiraan yang saya rasakan mengikuti konvokesyen UPSI yang ke-27, 11 – 18 November 2025 bertambah dengan menerima anugerah Tan Sri Alimuddin dari Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI). Dalam pengantarnya, Master of Ceremony menjelaskan Tan Sri Alimuddin Book Award is an acknowledgement given to an outstanding recipient from the Educational Management program who has excelled academically and demonstrated exceptional contribution in leadership, community engagement, and personal conduct.Saya penasaran siapakah Tan Sri Alimuddin?, mengapa  Universitas Pendidikan Sultan Idris (UPSI) sangat menghormati Beliau sehingga mengabadikan namanya sebagai salah satu jenis anugerah kepada graduan kampus yang bersemboyan Suluh Anak Budiman?Ternyata, Tan Sri Dato Haji Alimuddin bin Haji Mohd Dom merupakan mantan Ketua Pengarah Pendidikan Malaysia dan Kementerian Pendidikan Malaysia. Beliau pensiun pada 6 November 2010 setelah mengabdi selama 34 tahun dalam dunia Pendidikan (https://ms.wikipedia.org/wiki/Alimuddin_Mohd_Dom).Sepanjang masa jabatannya, Beliau terlibat aktif dalam merumuskan berbagai kebijakan, peraturan, dan pedoman profesional untuk mengefisienkan dan meningkatkan mutu pendidikan Malaysia. (https://epena.com.my/index.php/2017/11/20/tan-sri-dato-haji-alimuddin-pro-canselor).Penghargaan Tan Sri Alimuddin diberikan kepada lulusan Magister / Doktor Filsafat Manajemen Pendidikan FPE UPSI yang memenuhi keunggulan sebagai berikut:1.  Bidang AkademikMemiliki artikel yang baik dan telah dipublikasikanMemiliki catatan akademik tidak pernah gagal atau mengulang selama masa studiHasil viva (viva voce) tesis/ disertasi menunjukkan tidak ada koreksi, atau hanya ada kesalahan minor dan diberi waktu 3 bulan melakukan revisi.2. Kontribusi kepada MasyarakatBerkontribusi kepada masyarakat di dalam dan luar kampusKeterlibatan aktif dalam kurikulum3. Mempunyai ciri-ciri kepemimpinan yang terlihat dari kemampuan memimpin klub/ organisasi/ asosiasi4. KepribadianSifat-sifat kepribadian lulusan dan pegangan terhadap agamaBebas dari tindakan pelanggaran disiplin apa pun5. Menyelesaikan studi tepat waktu (Graduate On Time/ GOT) (https://konvokesyen.upsi.edu.my/index.php/anugerah-kecemerlangan/)Penghargaan Tan Sri Alimuddin Book Award saya terima setelah dinominasikan oleh The Faculty of Management and Economics (Fakulti Pengurusan dan Ekonomi) FPE UPSI yang berada di Kampus Sultan Azlan Shah (KSAS) di Tanjung Malim, Perak. FPE memiliki beberapa jurusan mulai dari Diploma hingga Doctor (Ph.D & EdD). Alhamdulillah, saya berkesempatan menempuh studi pada program Doctor of Philosophy Educational Management.Bersama supervisor, Associate Professor Dr. Mahaliza binti Mansor, Saya naik ke pentas untuk menerima anugerah Tan Sri Alimuddin Award pada Senin,10 November 2025 di Dewan SITC (Sultan Idris Training College). Selain sertifikat penghargaan, dan beberapa Cinderamata. Saya juga menerima hadiah uang sebesar 1.000 RM.Apresiasi ini menjadi jawaban atas harapan yang dulu pernah saya anggap khayalan belaka. Dulu, Selepas menyelesaikan studi S1, Saya pernah berkeinginan studi lanjut dan mengajar di luar negeri. Kini, salah satu keinginan tersebut terwujud. Rasa bangga dan bahagia pun semakin menggunung sebab terbuka peluang mewujudkan harapan kedua, yaitu mengajar di negeri Ipin_Upin.Perjalanan studi dari awal hingga menghantarkan saya memperoleh penghargaan Tan Sri Alimuddin dimulai dari menerima offer letter for Admission of Postgraduate Programme for Semester I Session 2021/2022 pada tanggal 30 Juli 2021. Selanjutnya mengikuti perkuliahan pertama pada 18 Oktober 2022. Pra Viva pada bulan Juni 2024, dan VIVA (Sidang terbuka) pada 16 Oktober 2024. Namun, saya tidak dapat mengikuti konvokesyen pada November tahun yang sama karena masih ada revisi minor, penjilidan thesis, dan menunggu sidang senat.Kelancaran pengerjaan thesis tidak lepas dari bantuan supervisor: Dr Rosnah binti Ishak dan PM Dr Mahaliza binti Mansor. Dr Rosnah sosok dosen cerdas dan tegas. Saya tidak pernah menunggu lama menerima balasan/ komentar Beliau untuk perbaikan tesis. Responsnya sangat cepat dan proaktif dalam membantu penyelesaian thesis. Beliau bahkan tidak segan menanyakan kemajuan penulisan penelitian. PM Dr Mahaliza binti Mansor pun demikian. Setiap pesan yang saya kirimkan melalui WhatsApp, langsung dibalas. Beliau adalah sosok dosen cerdas yang sangat ramah, memotivasi dan menginspirasi.Menurut saya, kedua supervisor merupakan dosen yang patut diteladani. Dalam suasana akademik yang kental,dan menuntut profesionalitas, mereka selalu menampilkan keramahtamahan dalam memberikan bimbingan, dan memberikan arahan yang sangat jelas.Sayangnya, kebahagiaan atas pencapaian akademik ini kurang sempurna. Keluarga tidak dapat berhadir merayakan konvokesyen. Semoga kelak, saya dapat mengajak mereka mengunjungi UPSI Malaysia, dan berjumpa supervisor, Ibu Nora yang baik hati, dan kawan-kawan lainnya. Terima kasih Bang Ipin yang berkenan menemani saya di acara konvokesyn. Kami  ke KLIA 2 pada Sabtu 8 November 2025. Kami tinggal di TB Bahtera hingga 17 November. Besoknya kami balik ke Indonesia.
# EDUKASI
# Galeri

  Youtube

Surah Ar-Rahman | Aniq Muhai

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan