Beranda > Edukasi > Opini

Etos Kerja, Senjata Andalan, dan Keseimbangan dalam Kepemimpinan Pendidikan

Iwan Perdana

Senin, 1 Jun 2026 23:56 WITA

Etos Kerja, Senjata Andalan, dan Keseimbangan dalam Kepemimpinan Pendidikan

Mat Sunda & Kasliannor

10 hari yang lalu, saya berbincang dengan Mat Sunda. Pemain berposisi Wing Bek kanan yang hangat dan cepat akrab dengan siapa saja. Menurut pengakuannya, Ia menggemari sepak bola sejak kecil. Hobi itu berlanjut hingga usianya yang kini “matang” bermain sepak bola.  

Untuk pemain seusianya, Mat Sunda tergolong pemain luar biasa karena posisi yang dimainkannya menuntut tugas yang sangat berat. Wing bek kanan “memaksa” pemain memiliki stamina prima: Ia harus rajin membantu serangan (overlap) serta cepat kembali bertahan saat kehilangan bola.


Ditanya tentang siapa pemain idolanya di kancah sepak bola internasional, tanpa ragu Mat Sunda menyebut Cristiano Ronaldo. Alasannya, pemain Portugal yang baru saja merayakan juara liga Arab Bersama Al Nassr tersebut memiliki etos kerja yang tinggi.

“Semua gol yang diciptakan CR7 sangat indah. Di usianya yang sudah memasuki 41 tahun, Ia tetap menjadi penyerang hebat, andalan negaranya dan klub yang dibelanya”, Ungkapnya pada Jumat (22/5/2026). Sedangkan pemain dalam negeri yang dikaguminya adalah Bambang Pamungkas. “Saya suka tandukan Bepe,” ujarnya.


Di Berkah FC, Mat Sunda merasakan silaturahmi yang kuat.

“Teman-teman tidak gampang tersinggung diajak bercanda, tetapi serius saat Latihan. Berkah FC itu top Pak Iwan.” Ungkapnya. Ia pun merasakan keseimbangan,karena selain canda tawa, dan membahas sepak bola di grup WhatsApp, Setiap pagi H. Juman dan Al Ayubi, memposting nasihat dan kutipan hadits.
Berkah FC

Dikaitkan dengan Manajemen Pendidikan, saya membuat beberapa analogi, yaitu:
1. Etos kerja

Di usia 41 tahun, etos kerja Cristiano Ronaldo masih sangat tinggi. Ikon sepak bola ini mengajarkan bahwa dalam kepemimpinan pendidikan, usia tidak menjadi alasan yang menghalangi produktivitas yang berkualitas. "Gol-gol indah" CR7 melambangkan hasil kerja yang estetis dan bermakna yakni pemimpin pendidikan harus menetapkan kebijakan yang berdampak positif bagi peserta didik dan guru.

2. Senjata Andalan

Meskipun postur tubuhnya tidak terlalu tinggi, Bambang Pamungkas terkenal dengan gol sundulannya. Bisa disebut, gol melalui kepala adalah senjata andalan Bepe. Seorang pemimpin lembaga pendidikan idealnya memiliki "senjata andalan" khas, baik berupa keahlian khusus maupun pendekatan unik yang membedakannya dari pemimpin lain.

3. Keseimbangan

     Keakraban yang terjalin terasa sangat seimbang. Relasi  tidak hanya diisi dengan bercanda dan membahas bola, tetapi juga diwarnai dengan nasihat serta kutipan hadis setiap pagi yang dibagikan oleh H. Juman dan Al Ayubi." Manajemen pendidikan yang sehat menggabungkan keakraban (relasi sosial), profesionalisme, dan nilai spiritual (karakter). Tanpa keseimbangan, lembaga pendidikan akan kehilangan arah.

 
Ungkapan Mat Sunda tentang Ronaldo, Bepe, dan Berkah FC mengajarkan bahwa pemimpin pendidikan yang hebat adalah sosok yang tetap bekerja keras di usia matang, memiliki keahlian khas, serta mampu menciptakan keseimbangan antara canda, kesungguhan, dan nilai-nilai spiritual.



WhatsApp

  Rekomendasi

  Komentar

Untuk memberikan komentar Anda harus Login

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan