Beranda > Edukasi > Pengabdian

Pintu Literasi: Media Gambar sebagai Kunci Membaca Permulaan di Sekolah Dasar

Novi Nurdian, M.Pd

Senin, 1 Des 2025 15:00 WITA

Pintu Literasi: Media Gambar sebagai Kunci Membaca Permulaan di Sekolah Dasar

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Sekolah Dasar

Sebagai seorang dosen dan praktisi pendidikan, saya bersama tim kerap melakukan pengabdian masyarakat untuk menjawab tantangan nyata di dunia pendidikan. Salah satunya adalah fenomena kesulitan membaca permulaan yang masih banyak ditemui pada siswa kelas rendah sekolah dasar. Pengalaman kami di salah satu sekolah dasar di Kota Banjarmasin, menjadi bukti bahwa pendekatan pembelajaran yang tepat dapat membuat perbedaan signifikan.

Berdasarkan observasi awal, kami menemukan bahwa banyak siswa kelas 1 yang belum lancar membaca. Masalahnya bukan hanya pada teknis pengenalan huruf, tetapi lebih mendasar: kesulitan mereka menghubungkan rangkaian huruf menjadi kata yang bermakna. Di sinilah kami melihat peluang untuk menggunakan media gambar sebagai jembatan pemahaman.

Mengapa gambar? Karena gambar adalah bahasa universal yang langsung dipahami anak. Sebuah gambar apel, misalnya, langsung terhubung dengan konsep buah berwarna merah yang mereka kenal. Ketika huruf "A-P-E-L" diperkenalkan bersamaan dengan gambar tersebut, terjadi asosiasi kuat antara simbol abstrak (huruf) dengan objek konkret (buah). Proses kognitif ini membuat belajar membaca menjadi lebih kontekstual, bermakna, dan menyenangkan.

Dalam pelaksanaannya, kami menggunakan metode klasikal yang interaktif, dimulai dari pengenalan huruf, pelafalan, hingga penyusunan suku kata dan kalimat sederhana, semua dengan bantuan gambar. Suasana kelas pun berubah. Tatapan bingung perlahan berganti dengan antusiasme saat mereka berhasil "membaca" gambar dan menghubungkannya dengan tulisan. Kepercayaan diri mereka tumbuh seiring dengan meningkatnya kemampuan mengeja dan merangkai kata.

Hasil evaluasi melalui observasi dan wawancara dengan guru kelas menunjukkan peningkatan yang menggembirakan. Siswa tidak hanya lebih mudah mengenali huruf, tetapi juga lebih lancar membaca kata-kata yang telah dipelajari dengan bantuan visual. Guru melaporkan bahwa siswa tampak lebih aktif dan bersemangat mengikuti pelajaran literasi.

Pengalaman ini menguatkan keyakinan kami bahwa inovasi pedagogis sederhana seperti media gambar memiliki dampak yang powerful. Ia tidak memerlukan teknologi tinggi atau biaya mahal, tetapi membutuhkan kreativitas dan kesungguhan pendidik untuk merancang pembelajaran yang memanusiakan dan membumi. Literasi dasar adalah fondasi. Jika fondasinya kuat, dibangun dengan metode yang sesuai dengan dunia anak, maka minat baca dan kemampuan memahami teks yang lebih kompleks di jenjang berikutnya akan terbentuk dengan lebih kokoh.

Pada akhirnya, membangun budaya baca bukan semata tugas guru di sekolah, tetapi kolaborasi semua pihak. Sebagai akademisi, kami berkomitmen untuk terus turun langsung, menguji berbagai pendekatan, dan membagikan temuan-temuan praktis seperti ini, agar lebih banyak anak Indonesia yang bisa menikmati indahnya dunia yang terbuka lebar melalui kemampuan membaca.

WhatsApp

  Rekomendasi

  Komentar

Untuk memberikan komentar Anda harus Login

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan