Menjaga Amanah, Menyalakan Harapan: Sebuah Langkah Baru Bersama STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin
Novi Suma Setyawati
Rabu, 21 Okt 2026 23:53 WITA
Pelantikan Kepala LPM STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin Periode 2026-2030
Ada momen dalam hidup yang tidak hanya layak untuk dikenang, tetapi juga perlu direnungkan. Bagi saya, Rabu, 21 Oktober 2026, adalah salah satu hari yang akan selalu memiliki tempat khusus dalam perjalanan pengabdian saya di STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
Pada hari itu, saya, Novi Suma Setyawati, M.Pd., dipercaya dan dilantik sebagai Kepala Lembaga Penjaminan Mutu (LPM) STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin periode 2026–2030. Pelantikan tersebut dipimpin oleh Ketua STKIP ISM yang baru, Ibu Yuliana Nurhayati, M.Pd., yang beberapa hari sebelumnya, tepatnya Kamis, 15 Oktober 2026, juga baru menerima amanah sebagai pimpinan perguruan tinggi ini.
Bagi saya, pelantikan bukan sekadar pergantian jabatan atau perpindahan posisi dalam sebuah struktur organisasi. Lebih dari itu, pelantikan adalah simbol kepercayaan, estafet pengabdian, sekaligus pengingat bahwa setiap jabatan pada akhirnya adalah amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
Pelantikan ini bukan tentang kursi, tetapi tentang amanah. Mungkin
Saya memandang jabatan Kepala LPM seperti sebuah kompas. Kompas tidak berjalan menuju tujuan, tetapi membantu memastikan agar perjalanan tidak kehilangan arah. Begitu pula LPM. LPM bukan sekadar sebuah lembaga yang mengurusi dokumen mutu, standar, evaluasi, atau akreditasi. Lebih dari itu, LPM harus menjadi bagian yang ikut menjaga agar seluruh gerak institusi tetap berada pada arah yang benar. Karena itu, amanah ini tidak ingin saya maknai sebagai “menjadi lebih tinggi”, tetapi sebagai kesempatan untuk melayani lebih luas.
Saya percaya bahwa mutu tidak lahir hanya dari dokumen yang rapi. Mutu lahir dari budaya kerja, dari kedisiplinan, dari kemauan untuk memperbaiki diri, dari keterbukaan menerima masukan, dan dari kesadaran bahwa setiap orang di dalam institusi memiliki kontribusi terhadap kemajuan lembaga.

Dalam sebuah perlombaan estafet, seseorang tidak memulai perjalanan dari titik nol. Ia menerima tongkat dari pelari sebelumnya. Tongkat itu bukan miliknya. Ia hanya mendapat kepercayaan untuk membawanya sejauh mungkin, menjaga agar tidak terjatuh, kemudian menyerahkannya kepada orang berikutnya dalam keadaan lebih baik. Demikian pula sebuah institusi.
Kita menerima STKIP Islam Sabilal Muhtadin dari orang-orang yang telah bekerja dan berjuang sebelum kita. Tugas kita bukan menghapus apa yang telah dilakukan sebelumnya, tetapi melanjutkan hal-hal baik, memperbaiki kekurangan, dan menghadirkan gagasan baru untuk masa depan.
Di sinilah saya memaknai pergantian kepemimpinan sebagai sebuah proses kesinambungan, bukan pemutusan.
Beberapa hari sebelumnya, Ibu Yuliana Nurhayati, M.Pd. menerima amanah sebagai Ketua STKIP ISM. Hari ini, bersama para pejabat struktural lainnya, kami menerima amanah untuk mendukung perjalanan institusi ke depan.
Saya percaya bahwa kepemimpinan tidak pernah berdiri sendiri. Ketua membutuhkan wakil ketua. Wakil ketua membutuhkan kepala lembaga dan unit kerja. Kepala lembaga membutuhkan tim. Dan semuanya membutuhkan satu sama lain.


Pelantikan hari ini diawali dengan pelantikan Ibu Vebrianti Umar, M.Pd. sebagai Wakil Ketua Bidang Akademik dan Bapak Armin Fani, M.Pd. sebagai Wakil Ketua Bidang Kerja Sama, Alumni, dan Kemahasiswaan.
Saya mengucapkan selamat atas amanah baru yang diberikan.
Selamat juga kepada seluruh rekan yang pada hari ini dilantik dan dipercaya mengemban tugas struktural untuk periode 2026–2030.
Bagi kita semua, semoga jabatan ini tidak membuat kita merasa lebih tinggi dari yang lain, tetapi justru membuat kita semakin dekat dengan tanggung jawab, semakin peka terhadap kebutuhan institusi, dan semakin bersedia memberikan waktu, pikiran, serta tenaga untuk STKIP ISM.

Di balik pencapaian seseorang, hampir selalu ada tangan-tangan yang pernah membimbingnya.
Pada kesempatan yang sangat berarti ini, saya ingin menyampaikan rasa terima kasih yang tulus kepada Bapak Iwan Perdana, Ph.D., guru, mentor, sekaligus salah satu pendiri STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin.
Terima kasih karena telah memberikan ruang kepada saya untuk bekerja, belajar, berkarya, mencoba, berkembang, dan mengenali potensi diri.
Seperti yang selalu beliau sampaikan dan ingatkan kepada kami bahwa Kesempatan seperti itu tidak selalu datang kepada semua orang. Kadang seseorang tidak berkembang karena tidak memiliki kemampuan, tetapi karena tidak pernah diberi kesempatan untuk mencoba. Dan saya merasa bersyukur pernah mendapatkan kesempatan tersebut.
Banyak hal yang mungkin tidak selalu terlihat namun ada nasihat yang tersimpan dalam ingatan, rasa malu, tenggang rasa, dan rasa terim kasih, ada pengalaman yang menjadi pelajaran, ada kepercayaan yang perlahan membentuk keberanian. Untuk itu, terima kasih bukan hanya atas jabatan atau kesempatan yang pernah diberikan, tetapi terutama atas kepercayaan untuk bertumbuh.
LPM dan Harapan untuk Masa Depan
Sebagai Kepala LPM untuk periode 2026–2030, saya menyadari bahwa masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan. LPM harus terus bergerak dari sekadar menjalankan fungsi administratif menuju penguatan budaya mutu yang benar-benar hidup dalam keseharian sivitas akademika.
Saya membayangkan mutu seperti akar sebuah pohon. Akar tidak selalu terlihat dari luar. Namun, justru akar yang menentukan apakah pohon mampu berdiri kokoh ketika diterpa angin. Demikian pula mutu. Dokumen, standar, evaluasi, audit, dan akreditasi memang penting. Tetapi yang jauh lebih penting adalah nilai-nilai yang tumbuh di balik semuanya: integritas, konsistensi, tanggung jawab, keterbukaan, dan kemauan untuk terus memperbaiki diri.
Saya ingin LPM menjadi ruang yang tidak hanya hadir ketika akreditasi akan berlangsung, tetapi hadir dalam keseharian institusi sebagai mitra untuk tumbuh dan memperbaiki diri. Karena pada akhirnya, mutu bukanlah tujuan akhir. Mutu adalah perjalanan yang tidak pernah selesai.


Senyum, tawa, pose, dan kebersamaan mungkin hanya akan menjadi dokumentasi beberapa tahun kemudian. Tetapi saya berharap foto-foto ini kelak menjadi pengingat bahwa pada 21 Oktober 2026, kami pernah berdiri bersama di satu titik, membawa satu amanah, dengan satu harapan: membawa STKIP Islam Sabilal Muhtadin menjadi lebih baik.
Saya melihat wajah-wajah dalam foto itu bukan sekadar pejabat struktural. Saya melihat teman seperjalanan. Saya melihat orang-orang yang memiliki keluarga, kesibukan, impian, kekhawatiran, dan perjuangannya masing-masing, tetapi hari ini memilih untuk berdiri bersama demi sebuah institusi. Dan mungkin, di situlah makna sebenarnya dari sebuah organisasi.
Bukan tentang siapa yang paling menonjol, tetapi tentang bagaimana kita saling menguatkan.
Semoga selama periode 2026–2030 nanti, saya tidak hanya dikenal karena sebuah jabatan, tetapi karena pernah memberikan sesuatu yang berarti bagi lembaga tempat saya mengabdi.
Kepada Ibu Yuliana Nurhayati, M.Pd., selamat mengemban amanah sebagai Ketua STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Semoga kepemimpinan Ibu menjadi awal dari perjalanan baru yang penuh keberkahan, kemajuan, dan kebersamaan.
Kepada Ibu Vebrianti Umar, M.Pd., Bapak Armin Fani, M.Pd., dan seluruh teman-teman yang hari ini menerima amanah baru, selamat berjalan bersama.
Mari kita jaga kepercayaan ini. Mari kita bekerja tanpa kehilangan kemanusiaan.
Mari kita membangun tanpa melupakan mereka yang telah meletakkan fondasi.
Dan mari kita menatap masa depan tanpa melupakan akar tempat kita bertumbuh.
Rekomendasi
Komentar
Untuk memberikan komentar Anda harus Login