Postingan Terbaru

Urgensi Pendidikan Seni di Lembaga PAUD

Iwan Perdana
24 Februari 2026
Dengan ilmu hidup jadi mudah, dengan seni hidup jadi indah, dengan agama hidup jadi terarah," begitulah wejangan bijak Prof. Mukti Ali, mantan Menteri Agama RI, yang. Sebuah adagium yang kian relevan, terutama saat kita bicara tentang pendidikan seni di lembaga PAUD, sebuah simfoni yang acap kali luput dari sorotan utama kurikulum, namun sejatinya menjadi fondasi kokoh pembentukan karakter dan pengembangan kreativitas anak bangsa.Seni, bukan sekadar tempelan. Ia adalah bagian integral dari kehidupan manusia, sebuah medium ekspresi dan jembatan komunikasi universal. Namun, mengapa urgensinya kerap terlewat dalam ranah pendidikan anak usia dini?. Muhammad Agus Syafrian Nur, M.Pd, dosen PAUD STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, menyorot fakta menarik."Meski seni di lembaga PAUD tidak masuk secara khusus di kurikulum, manfaatnya tak bisa diabaikan," ujarnya. Seni mampu mengasah kreativitas, melatih motorik halus — lihat saja bagaimana jemari mungil mereka asyik mewarnai atau menggunting. Ini juga sarana positif mengekspresikan emosi, membangun rasa percaya diri sejak dini. Sebuah arena bermain yang mendidik, bukan?Rizki Nugerahani Ilise, M.Pd, Asesor BAN PAUD, mengamini. Ia bahkan merinci lebih jauh bagaimana manfaat seni anak usia dini merentang luas. "Anak PAUD perlu diajarkan seni karena seni membantu anak berkembang lewat kegiatan yang menyenangkan. Misalnya bernyanyi, atau bergerak mengikuti musik, anak akan dilatih perkembangan motorik halus dan kasarnya," jelas Rizki. Lebih dari itu, seni juga melatih kefokusan, pendengaran, konsentrasi, koordinasi gerak, hingga kemampuan bahasa. Bayangkan saja, menghafal kata dan melafalkannya lewat lirik lagu. Luar biasa!Nur Faradilla Adriana, M.Pd, Kepala TK Islam Baitul Makmur Banjarmasin, memberikan perspektif yang lebih mendalam tentang sisi emosional dan sosial. "Seni membantu anak menyalurkan imajinasi dan ide-ide mereka secara bebas, sehingga kreativitas mereka berkembang," ungkapnya. Senada dengan jawaban Maulidha, M.Pd, Kaprodi PAUD STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Nur Faradilla melihat anak-anak belajar menghargai hasil karya, baik milik sendiri maupun teman. Ini akan memperkuat aspek sosial dan empati mereka, serta membangun optimisme dan kepercayaan diri di kemudian hari. Namun, di balik segudang manfaat itu, ada tantangan yang mengemuka. Novi Suma, M.Pd, Dosen PAUD Kampus Visioner, jujur mengakui. "Tantangan bagi guru PAUD adalah meluangkan waktu menambah pengetahuan dan meningkatkan keterampilan tentang seni agar dapat menjadi fasilitator pembelajaran seni yang efektif di sekolah." Guru-guru adalah ujung tombak. Mereka butuh amunisi, butuh bekal agar bisa memfasilitasi ledakan kreativitas para tunas bangsa ini. Seni, pada akhirnya, bukan sekadar goresan warna atau lantunan nada. Ia adalah alat pembentuk karakter, pemicu imajinasi, dan penumbuh optimisme. Sebuah investasi jangka panjang bagi masa depan, yang tak boleh diabaikan, terutama dalam ranah pendidikan di Lembaga PAUD.
# BERITA
# Pendidikan

Merawat Etos Akademik: Wajib Baca 30 Menit di Kampus Visioner

Barendz Umar
19 Februari 2026
Pada hakikatnya, seorang dosen adalah pembelajar sejati, yang artinya proses menuntut ilmu tidak akan pernah selesai. Namun, idealisme ini sering kali diuji oleh rutinitas pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi—pengajaran, penelitian, dan pengabdian—yang diikuti beban administratif dan teknis. Di tengah dinamika itulah, saya merenungkan kembali makna pembelajaran melalui sebuah pengalaman reflektif yang unik sebagai Dosen di STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, kampus visioner.Salah seorang pendiri STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, Bapak Iwan Perdana, Ph.D., menetapkan sebuah aturan yang sederhana namun sarat makna: seluruh dosen harus berkumpul di ruang baca dan membaca selama 30 menit sebelum pulang. Peraturan ini bukan sekadar formalitas atau simbolik, melainkan sebuah upaya sistematis untuk membangun kontinuitas budaya akademik. Beliau selalu menekankan kepada kami bahwa seorang dosen wajib meng-upgrade pengetahuannya setiap hari, dan salah satu sumber utama pembaruan itu adalah membaca.Kebijakan ini mengandung pesan epistemologis bahwa pengetahuan harus fleksibel. Seorang dosen tidak cukup hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh saat studi sarjana atau pascasarjana. Ilmu berkembang, teori berubah, pendekatan diperbarui. Tanpa komitmen untuk membaca, dosen berisiko menjadi pengulang materi lama yang kehilangan relevansi dengan perkembangan zaman. Melalui kebiasaan membaca yang terstruktur setiap hari, proses “upgrade” intelektual menjadi bagian dari rutinitas profesional.Yang menarik, buku-buku yang tersedia di ruang baca sangat bervariasi. Ada bacaan ringan yang bersifat populer dan reflektif, ada pula buku-buku akademik yang berat dan teoritis. Seluruh koleksi tersebut disediakan langsung oleh Bapak Iwan Perdana, Ph.D., sebagai bentuk komitmen nyata terhadap pengembangan kualitas dosen. Variasi bacaan ini memungkinkan setiap dosen bisa memilih bahan sesuai kebutuhan dan minat, sekaligus membuka peluang eksplorasi lintas disiplin ilmu. Dalam praktiknya, saya sering menemukan gagasan baru justru dari bacaan yang awalnya berada di luar bidang utama saya.Menurut beliau, membaca merupakan salah satu stimulasi terbaik bagi fungsi otak. Aktivitas ini melibatkan proses memahami, menginterpretasi, mengkritisi, serta menghubungkan informasi baru dengan pengetahuan sebelumnya. Proses tersebut memperkuat kemampuan analisis dan mempertajam cara berpikir. Kebijakan ini tidak hanya berdampak pada individu, tetapi juga membentuk ekosistem akademik. Ketika seluruh dosen berkumpul di ruang baca pada waktu yang sama, tercipta suasana intelektual hening namun produktif. Kebiasaan kolektif ini secara perlahan membangun identitas institusi sebagai kampus yang menempatkan literasi sebagai fondasi utama.Kualitas seorang dosen tidak hanya diukur dari gelar akademik, tetapi dari komitmen untuk terus mengembangkan diri. Wajib baca 30 menit sebelum pulang mungkin terlihat sederhana dalam hitungan waktu, tetapi besar dalam dampak jangka panjangnya. Kebijakan yang digagas pendiri kampus, Bapak Iwan Perdana, Ph.D, menunjukkan kuatnya komitmen Beliau merawat etos akademik dosen STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin.  
# EDUKASI
# Opini

My Ph.D journey at FPE UPSI

Iwan Perdana
17 Februari 2026
Kabar gembira saya terima pada 30 Juli 2021 dari UPSI: Offer letter for admission to the postgraduate programme for semester 1 session 2021/2022. Alhamdulillah, keinginan studi Ph,D  jurusan educational management di negeri Jiran, Malaysia, terwujud. Sungguh rejeki tak terduga, keterbatasan finansial tak menjadi halangan, ada dermawan, tidak mau disebutkan namanya,  bersedia membiayai Pendidikan S3. Sempat bingung pada awalnya terkait informasi pengurusan visa, Alhamdulillah, saya ditolong oleh Ibu Noraini Abdul Rahman, pelajar Malaysia yang saya kenal sewaktu sesi perkenalan mahasiswa baru UPSI secara online dan kakak beliau: Bapak Ridzuan Rahman. Kebingungan setibanya di KLIA Malaysia hilang karena regulasi UPSI sangat membantu mahasiswa internasional: Kampus menjemput mahasiswa internasional untuk kedatangan pertama kali.Setibanya di Tanjung Malim pada 18 Desember 2021, Allah SWT kembali mempermudah jalan menutut ilmu di UPSI.  Adalah Alfian Bakti, pelajar master asal Lombok yang menyambut kedatangan di Cafe Cik Anis, yang di kemudian hari menjadi warung langganan. Cik Anis, pemilik kafe, berasal dari Riau. Satu-satunya warung yang buka di pagi hari.Selanjutnya, Bang Alfian mengajak saya ke Taman Harmoni. Dikenalkanlah saya kepada Bang Indra, Wajedi, dan Riza. Mahasiswa magister asal NTB. Bang Alfian mengantarkan periksa kesehatan ke dokter di Pekan untuk kelengkapan administrasi mahasiswa program Ph.D . Dan ke kampus UPSI untuk pertama kalinya.Pada tahun pertama, setelah beberapa hari tinggal di Taman Bahtera bersama Syahwil, pelajar master asal Aceh, saya pindah ke  flat di Taman Bahtera. Tinggal bersama Bang Indra, Rizal dan Wajedi hingga menerima visa pelajar. Saya juga beruntung diajak Pak Ar Razzy, pelajar Ph.D. asal Aceh, mengenal Kampus Sultan Abdul Jalil Shah (KSAJS), kampus  UPSI lama.Pada tahun 2022, saya kembali ke Taman Bahtera. Di kamar yang sama, TB. 185, tinggal satu flat dengan kawan-kawan asal Malaysia yang friendly. Paling berkesan berdiskusi dengan Bang Alif yang sangat terampil bermain musik. Ada juga Siong Kiet, yang selalu baca buku.Tahun 2023, pindah ke Blok 1, masih bersama mahasiswa degree asal Malaysia. Seru berdiskusi dengan mereka hampir setiap malam selama 1 jam, sebelum tenggelam dalam kesibukan masing-masing. Baru pada tahun 2024, saya berjumpa dengan mahasiswa Ph.D. asal Indonesia: Pak Dody dari Riau, Bang Gery dari Padang, Bang Malesa dari Medan, dan Mas Tiyo dari Malang.Saya mulai mengerjakan tesis setelah menyelesaikan perkuliahan Methodology Research yang diampu oleh Dr. Fanny Kho Chee Yuet. Alhamdulillah, saya dibimbing  Dr. Rosnah binti Ishak, dan PM Dr. Mahaliza binti Mansor. Keduanya sangat ramah dan komunikatif. Dr. Rosnah sebagai Main Supervisor memberikan arahan yang jelas, respons cepat, pengetahuan tentang riset, dan rekomendasi referensi yang relevan dengan topik penelitian. PM Mahaliza sangat ramah. Diskusi dengan beliau memperkaya wawasan saya tentang pendidikan.Selama di Malaysia, saya pernah ke Bukit Bintang, Batu Caves dan Twin Towers sendirian. Pernah juga bersama kawan-kawan asal Pulau Sumatra: Pak Dody, Mas Tiyo, Bang Gery dan Bang Malesa ke Kuala Lumpur, membeli oleh-oleh di Pasar Seni, dan menikmati musik di Bukit Bintang. Menikmati masakan ala Malaysia, asyiknya naik bus gratis ke kampus, kerjakan penelitian di Perpustakaan Tuanku Bainun dan perpustakaan digital, bincang dengan mahasiswa UPSI asal China di antrean pengurusan VISA di kampus, adalah momen yang tidak akan pernah saya lupakan.Pengalaman studi di UPSI Malaysia yang menyenangkan semakin bertambah dengan kegembiraan menerima Penghargaan/Anugerah Tan Sri Alimuddin pada tahun 2025, sehari sebelum Konvokesyen pada 11 November 2025. Semoga pengetahuan yang saya pelajari bermanfaat bagi kemanusiaan, bangsa dan pengembangan ilmu pengetahuan. Saya juga berharap dapat menjadi salah satu alumni yang membanggakan dan membesarkan UPSI Malaysia, Kampus Anak Kandung Suluh Budiman.Pendek kata, studi doktoral saya di FPE UPSI  Malaysia telah memberikan landasan yang berharga untuk memperdalam pengetahuan dan wawasan saya. Lingkungan akademik yang dinamis, hubungan yang saling memotivasi dan menginspirasi dengan rekan kerja, dan bimbingan dari supervisor saya secara kolektif telah memperkuat visi saya untuk memajukan dunia pendidikan.
# EDUKASI
# Opini

Naluri Striker: Kunci Kepemimpinan Pendidikan

Iwan Perdana
16 Februari 2026
Ada banyak striker handal di Berkah FC, antara lain Taher, Adhi, Alam, Midun, Memed dan H. Zahrani. Mereka jeli menempatkan posisi. Penyerang lainnya yang tak kalah tajam menyarangkan bola ke jala lawan dengan kecepatan berlari luar biasa adalah Kadir, Johan, Sajali, Rudi Tagan, dan Idham, . Barisan depan klub yang dikomandani Pak Rudiansyah, yang lebih akrab dipanggil Capt. Rudi, ini menakutkan tim lawan. Terbukti, Berkah FC selalu meraih trofi juara di kompetisi yang diselenggarakan Dispora Kalimantan Selatan, dan kejuaraan lainnya.Capt RudiDi tim sepak bola, posisi striker menjadi garda terdepan yang bertugas mencetak gol, menekan bek lawan, dan memaksimalkan peluang di kotak penalti. Mereka menjadi ujung tombak serangan, sering kali bertindak sebagai target man dan membuka ruang bagi rekan setim mencetak gol. Di era 1995–2000-an, ada banyak striker top dunia yang terkenal karena kecepatannya berlari dan ketajamannya menyarangkan bola ke gawang lawan. Salah satunya  adalah Thierry Henry, penyerang Arsenal. Pemain asal Perancis yang membela The Gunners tersebut dikenang sebagai salah satu penyerang terhebat yang sukses menghantarkan Arsenal juara Premier League, dan membawa Barcelona meraih juara Liga Champions.Selain kecepatan, teknik menggiring bola yang sangat baik, dan penyelesaian akhir yang mematikan. Henry dikenal sebagai striker yang tahu persis kapan harus “menembakkan” atau mengumpan dalam hitungan detik. Ia berani mengubah gaya permainannya, sering bergerak dari sayap ke tengah, menunjukkan fleksibilitas dalam mengambil keputusan posisi.Berkah FCStriker hebat lainnya di era 2000-an yang saya tahu adalah Didier Drogba. Pemain andalan Chelsea asal Pantai Gading berjuluk The King of Stamford Bridge ini dikenal memiliki kekuatan fisik luar biasa, kecerdasan taktis, dan kontrol bola yang baik. Keistimewaan Drogba lainnya adalah sering mencetak gol di momen krusial, seperti gol penyeimbang dan penentu kemenangan adu penalti di final Liga Champions 2012, serta rekor mencetak gol di empat final Piala FA.Berkah FCSeperti striker yang dituntut berpikir cepat untuk memutuskan mengoper ke kawan atau “menembakkan” bola langsung ke gawang lawan, dan kecerdasan mencari ruang untuk mencetak gol, seorang pemimpin organisasi, termasuk pimpinan lembaga pendidikan yang kredibel, juga dituntut untuk cepat membuat keputusan strategis melalui perhitungan matang dan cerdas dalam melihat peluang memajukan sekolah.Menetapkan Keputusan Strategis Melalui Perhitungan Matang Dalam hitungan detik, seorang striker menganalisis posisinya. Ia menghitung peluang  terciptanya gol kemenangan: dioperkan ke kawan atau menembakkan bola langsung ke gawang lawan. Jika striker egois, memaksakan diri mencetak gol padahal peluangnya kecil, maka kerja keras tim membangun serangan akan menjadi sia-sia. Gol tidak tercipta.Sebagai ujung tombak kebijakan, pemimpin lembaga pendidikan harus cermat membaca situasi eksternal: regulasi pemerintah terbaru, mengetahui kebutuhan orang tua, masyarakat dan dunia kerja, juga tidak kalah pentingnya mempelajari strategi kompetitor: sekolah atau kampus lain. Seperti striker yang dihadapkan pada dilema mengoper atau menembakkan bola, pimpinan harus cerdas memilih program unggulan yang tepat (misalnya: fokus pada riset internasional, pengabdian kepada masyarakat atau penguatan karakter dosen dan mahasiswa) sesuai dengan kondisi dan kebutuhan pasar. Setiap kebijakan harus berujung pada peningkatan mutu output pendidikan: lulusan berkualitas, dan prestasi lembaga.Cerdas Melihat Peluang Memajukan LembagaKing Henry tidak terpaku pada satu posisi. Ia cerdas mengubah gaya permainannya, cermat membaca situasi, dan memaksimalkan kemampuannya dalam mencetak gol. Fleksibilitas taktis ini membuatnya semakin mematikan.Seorang pemimpin lembaga pendidikan juga harus demikian. Ia harus kreatif dan berinovasi untuk memperbesar peluang agar lembaga yang dipimpinnya maju. Dia tidak boleh terpaku pada satu metode atau layanan yang itu-itu saja, tetapi harus cerdas membaca kebutuhan pasar dan perubahan zaman. Berkah FCPemimpin lembaga pendidikan berperan vital dalam memajukan lembaga yang dipimpinnya. Ia bukan sekadar figur seremonial yang duduk di belakang meja, melainkan ujung tombak yang berdiri paling depan, memahami kondisi lapangan, siap menerima tekanan, menanggung ekspektasi, dan mengubah setiap peluang menjadi kemajuan nyata.Idealnya seorang pemimpin lembaga pendidikan memiliki naluri striker:  tahu kapan harus maju, kapan harus menembakan bola, kapan harus mengoper, dan kapan harus menuju ruang ganti demi kemenangan tim. 
# EDUKASI
# Opini

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISKA Raih Akreditasi Unggul dari LAMDIK

Iwan Perdana
12 Februari 2026
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras dekanat, dan tim task force akreditasi. Akreditasi unggul ini bukan hanya sebagai rekor pencapaian prodi di fakultas, tapi juga sebagai kesempatan emas untuk memajukan prodi menjadi lebih baik bukan hanya di level akreditasi nasional tapi juga level akreditasi internasional," tutur Fitra Ramadani S.Pd.,M.Pd., Kaprodi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) MAB Banjarmasin, Kamis (12/2/2026). Kalimat itu mengiringi kabar bahagia yang baru saja dirilis: PBI Uniska MAB Banjarmasin resmi menyandang predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Sebuah penantian panjang, penantian yang tak hanya membuahkan pengakuan, tapi juga janji untuk terus melangkah maju. Ini adalah bukti nyata bahwa dedikasi dan kegigihan dapat mengantar sebuah institusi menuju puncak prestasi.Fitra Ramadani, S.Pd.,M.Pd., Kaprodi PBI Uniska MAB BanjarmasinAkreditasi "Unggul" bukan sekadar sertifikat, Ini adalah penegasan komitmen, sebuah stempel kualitas yang tak main-main. Predikat ini menegaskan PBI UNISKA serius menyelenggarakan pendidikan bahasa Inggris bermutu tinggi, relevan dengan dinamika global, dan siap mencetak lulusan berdaya saing. Bagi sebuah perguruan tinggi, cap "Unggul" ibarat magnet, penarik reputasi, pembuka pintu kerja sama, sekaligus pengokoh posisi di kancah pendidikan nasional.Perjalanan PBI Uniska meraih predikat ini cukup berliku. Pada asesmen lapangan awal oleh dua asesor LAMDIK, 25 s.d. 26 Juli 2025: FX. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D, dan Dr. Arina Shofiya, M.Pd, PBI UNISKA hanya menempati peringkat "Baik Sekali". Sebuah hasil yang, meski tidak buruk, namun dirasa belum sepenuhnya merefleksikan potensi serta dedikasi luar biasa yang telah dicurahkan sivitas akademika selama ini. Ada ganjalan. Ada asa yang lebih tinggi.Dekan FKIP Uniska MAB Banjarmasin, Dr. Hengki, S.S., M.Pd., tak tinggal diam. Dengan sigap, Beliau mengambil langkah strategis. Pada 30 September 2025, surat permohonan banding dilayangkan.  Perjuangan banding itu berbuah manis. Setelah melalui tahapan asesmen lapangan banding yang ketat pada 21 hingga 24 Januari 2026, oleh tim asesor baru—Prof. Dr. Erna Iftanti, S.S., M.Pd, Prof. Dr. Ida Ayu Made Sri Widastuti, S.Pd., M.Pd., M.Hum, serta Ketua Majelis Akreditasi Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd., akhirnya LAMDIK mengeluarkan Keputusan No: 241/SK/LAMDIK/Ak-BDG/S/II/2026. Isinya gamblang: PBI FKIP UNISKA MAB Banjarmasin memenuhi syarat meraih peringkat Unggul. Sertifikat prestisius ini berlaku lima tahun, dari 22 September 2025 hingga 21 September 2030."Kami sungguh bersyukur dan bangga. Ini buah kerja keras tak kenal lelah seluruh sivitas akademika, dukungan pimpinan, hingga para mitra strategis, serta alumni yang menunjukkan semangat kemajuan FKIP Uniska MAB," ungkap Dr. Hengki, penuh rasa bangga  mendapatkan hasil sesuai harapan.  Kebahagiaan serupa juga dirasakan Arbain, S.Pd., M.Pd., dosen senior yang turut serta dalam penyusunan borang akreditasi. "Alhamdulillahirabbil'alamin atas keberhasilan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Uniska  dalam meraih predikat Akreditasi Unggul. Semoga keberhasilan ini menjadi berkah bagi kita semua dan semakin memotivasi kami untuk terus mencetak lulusan pendidik bahasa Inggris yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing global," katanya, menatap masa depan dengan penuh harap.Kaprodi, Fitra Ramadani, menambahkan "Akreditasi unggul ini menegaskan bahwa prodi Pendidikan Bahasa Inggris Uniska MAB Banjarmasin adalah salah satu prodi bahasa Inggris terbaik di Kalimantan Selatan. Dosen-dosen yang kompeten dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian, sistem pendidikan yang unggul, fasilitas yang sangat memadai untuk mendukung perkuliahan berlangsung lancar adalah gambaran dari akreditasi unggul."Kebanggaan ini juga dirasakan Sonia, S.Pd., alumnus PBI Uniska angkatan 2018 yang kini mengajar di SDN 4 Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut."Alhamdulillah, Selamat kepada PBI Uniska atas kesuksesan meraih peringkat akreditasi Unggul. Sebagai alumna, saya merasa sangat bangga dan terhormat," ujarnya. Predikat Unggul ini, bagi Fitra Ramadani, bukanlah akhir dari segalanya. Justru, ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. "Semoga akreditasi ini akan terus dipertahankan dan juga ditingkatkan lagi yang akan tercermin dalam kepercayaan masyarakat kepada PBI Uniska MAB di masa yang akan datang," pungkasnya. Sebuah komitmen, sebuah janji, untuk terus menyalakan obor pendidikan di Bumi Lambung Mangkurat.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi PBI UNISKA MAB Banjarmasin Gelar Seminar Proposal Skripsi, Tekankan Metodologi dan Nalar Kritis

Iwan Perdana
4 Februari 2026
"Ada perasaan takut dan gugup sebelum menjalani seminar proposal, tetapi setelah dijalani ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Para penguji sangat suportif dan memberikan saran yang sangat membantu untuk penelitian saya." Pengakuan Amanda Zahratunnisa, salah satu peserta sempro, ini mewakili gejolak batin peserta Seminar Proposal Skripsi Prodi PBI UNISKA MAB Banjarmasin yang digelar Rabu (4/02/26) di Kampus Utama yang berlokasi di Jl. Adhyaksa No. 2, Kayu Tangi, Kota Banjarmasin Ruang English Corner lt.3 Gedung A.Bagi institusi pendidikan tinggi, skripsi tidak sekadar menjadi syarat administratif kelulusan. Ia adalah bukti otentik bahwa mahasiswa telah mendalami suatu bidang ilmu secara komprehensif. Proses Seminar Proposal Skripsi menjadi gerbang formal untuk menguji kemampuan mereka dalam berpikir kritis, logis, serta mengaplikasikan teori yang telah dipelajari.Sekretaris Prodi PBI UNISKA, Hartatya Novika, M.Pd, menegaskan pentingnya forum tersebut. Tujuannya jelas: menguji kemampuan mahasiswa mempresentasikan serta mempertahankan proposalnya, sekaligus menyerap masukan berharga dari dosen penguji. Tujuannya mulia, demi memastikan skripsi S1 berkualitas yang dihasilkan nanti akan berdampak positif.Dalam atmosfer akademik yang serius, tekanan utama diletakkan pada fondasi penelitian. Dr. Hengki, M.Pd, Penguji sekaligus Dekan FKIP, menekankan satu hal vital, yakni pentingnya Metodologi Penelitian yang benar. "Kami sangat menekankan pentingnya Metodologi penelitian yang benar untuk menjamin validitas, reliabilitas, dan kualitas data yang dihasilkan," ujarnya. Baginya, penelitian yang baik harus berdampak positif, bukan hanya tumpukan kertas.Namun, di balik ketegasan akademik tersebut, drama mental tetap tak terhindarkan. Widya, mahasiswa peserta seminar, jujur mengakui perasaannya. "Isi hati tidak karuan, nervous berkelanjutan, dan overthink," katanya ringkas. Perasaan gugup ini adalah harga yang harus dibayar saat menghadapi panel penguji yang kompeten.Di sinilah peran Arbain, M.Pd, dan rekan dosen lainnya menjadi sangat krusial. "Tantangan dalam menguji seminar proposal skripsi adalah selain menilai Orisinalitas penelitian, juga memberikan kritik yang tajam namun tetap suportif tanpa menjatuhkan mental mahasiswa," jelas Arbain. Kritik harus membangun. Kekritisan penguji diperlukan untuk mengasah nalar logis mahasiswa, sebagaimana disampaikan Kaprodi PBI, Fitra Ramadani, M.Pd. Ketika proses tanya jawab dan masukan rampung, mahasiswa tidak hanya membawa pulang catatan revisi, tetapi juga panduan yang lebih terarah. Suasana lega yang dirasakan Amanda setelah seminar membuktikan bahwa ketakutan terbesar seringkali hanya ada di kepala. 
# BERITA
# Pendidikan

Dari Zona 14 ke Zona Kurikulum: Playmaker Tidak Hanya di Lapangan Hijau. Mereka Juga Ada di Sekolah

Iwan Perdana
2 Februari 2026
Kebanyakan laki-laki suka bermain sepak bola, saya salah satunya. Sejak kecil, saya sudah menggandrungi permainan yang sangat populer di seluruh dunia ini. Hampir saban hari saya bersentuhan dengan bola, baik di sekolah, tanah lapang di kampung, dan lapangan sepak bola kayu tangi di bawah arahan Pak Udi (Alm), dan Mas Yanto. Saya tak lagi bermain bola selepas tahun 2000. Memori indah yang tersimpan hingga kini adalah mencetak gol di final liga Fakultas Ekonomi ULM Banjarmasin yang menghantarkan tim Angkatan 95 meraih juara di kompetisi terakhirnya.Api semangat mengejar bola kembali menyala beberapa tahun silam setelah Bang Amat, sohib masa kecil, mengenalkan saya kepada Pak Rudiansyah, pimpinan Berkah FC. Walau sebenarnya fisik tak lagi prima, dengan niat menjalin silaturahmi dan berolah raga, saya ikut bermain di lapangan kayu tangi setiap senin dan kamis jika tidak ada kesibukan di kampus. Di tim yang sangat solid inilah saya berkawan dengan pemain-pemain hebat di lapangan, dan sangat ramah di luar lapangan. Apa yang saya paparkan dalam tulisan singkat ini mungkin tidak begitu tepat, namun semoga tetap menarik untuk ditelaah. Saya mencoba mengaitkan  sepak bola dengan manajemen pendidikan, tepatnya ilmu terapan (applied science) yang berada di bawah naungan ilmu pendidikan. Disiplin ilmu yang saya pelajari. Saya menganalogikan salah satu posisi di tim sepak bola, yaitu Playmaker (Attacking Midfielder) dengan salah satu struktur strategis di manajemen sekolah, yaitu  Koordinator Pengembangan Kurikulum & Inovasi Pembelajaran.Dalam sebuah tim sepak bola, Playmaker bertindak sebagai otak serangan yang beroperasi di antara lini tengah dan depan. Seorang playmaker tak selalu mencetak gol, tetapi dialah otak di balik setiap peluang yang tercipta. Di Berkah FC, ada empat pemain berpengalaman yang memainkan posisi ini, yaitu Kapten Rudi, Taufik, Budi Riva, dan Izul. Mereka beroperasi di "Zona 14", area krusial di depan kotak penalti lawan. Dengan visi bermain yang kuat, ditopang  teknik, dan kemampuan dribbling yang sangat baik, keempat pemain andalan tersebut bertugas mengatur tempo, menciptakan peluang gol melalui umpan terobosan jitu, serta mendikte jalannya permainan. Di dunia pendidikan, di "lapangan" yang bernama sekolah, peran serupa playmaker dimainkan oleh seorang Koordinator Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran. Umumnya jabatan ini dipercayakan kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Mereka adalah playmaker pendidikan, arsitek tak terlihat yang merancang skenario agar setiap "gol" pembelajaran—yaitu pemahaman mendalam dan keterlibatan siswa—tercapai.Jika playmaker sepak bola menguasai “zona 14” (area antara lini tengah dan penyerang), playmaker pendidikan beroperasi di “zona transisi” yang kritis. Mereka harus mampu menjembatani visi strategis kepala sekolah dan realitas harian di kelas. Tugas mereka bukan mengeksekusi, tetapi membuat eksekusi menjadi mungkin terjadi dan efektif. Umpan terukur (assist) seorang playmaker sepak bola, dalam pendidikan, berwujud desain pembelajaran yang brilian: sebuah skenario Project-Based Learning yang kontekstual, rubrik penilaian autentik, atau modul digital interaktif yang mereka siapkan untuk guru-guru. Mereka "mengumpan" para guru (para striker) untuk mencetak gol di depan siswa.Kemampuan membaca permainan (game intelligence) playmaker di lapangan sepak bola, di dunia pendidikan diterjemahkan menjadi analisis kebutuhan pembelajaran. Mereka melihat "celah" antara kurikulum nasional dan konteks lokal, antara minat siswa dan materi pelajaran, lalu merancang strategi untuk memanfaatkan celah tersebut menjadi peluang belajar yang menarik.Jika playmaker sepak bola menentukan kapan serangan dipercepat atau diperlambat, playmaker pendidikan memastikan alur pembelajaran sesuai ritme siswa—tidak membebani, juga tidak membosankan. Pada intinya, playmaker pendidikan adalah jembatan penghubung vital yang menerjemahkan kebijakan menjadi praktik, teori menjadi aksi, dan data menjadi strategi. Tanpa mereka, serangan pedagogis sebuah sekolah berisiko menjadi kaku, terfragmentasi, dan kurang kreatif.Seperti Kapten Rudi, Taufik, Budi Riva, dan Izul yang berperan penting menentukan ritme permainan Berkah FC sehingga tim ini berulang kali meraih tropi di kejuaraan sepak bola yang diselenggarakan Dispora Kalimantan Selatan, peran wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga menentukan kualitas pendidikan di sebuah sekolah. Apabila pembelajaran di sekolah terasa hidup, dinamis, dan penuh penemuan, maka itu semua karena kepiawaian Koordinator Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran, playmaker yang bermain di balik layar,  merancang pertunjukan, menyiapkan senjata bagi para guru, dan memastikan setiap serangan pembelajaran berakhir dengan gol kompetensi yang gemilang. 
# EDUKASI
# Opini

Pelantikan Pengurus HMJ Bimbingan dan Konseling FKIP UNISKA MAB Banjarmasin Periode 2025-2026

Iwan Perdana
30 Januari 2026
“Kepercayaan yang Anda terima hari ini diiringi tanggung jawab moral, akademik, dan organisasi. Jadilah pengurus yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan prestasi akademik."Nasihat tegas namun penuh kasih itu meluncur dari Dr. Ani Wardah, M.Pd, Ketua Program Studi (Kaprodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin (UNISKA MAB Banjarmasin), saat melantik Nayla Nasywa sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan Konseling UNISKA Periode 2025-2026. Beliau menggantikan Muhammad Habibie, M.Pd, Wakil Dekan III yang berhalangan hadir.Pemandangan pagi di Kampus UNISKA MAB Banjarmasin, Jumat (30/01/2026), menjadi saksi momen krusial ini. Nayla Nasywa, didampingi jajaran inti yang solid, resmi mengemban amanah memimpin organisasi yang menjadi jantung bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling.Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah penyerahan tongkat estafet penting bagi pembentukan karakter konselor profesional di Kampus utama yang terletak di Jl. Adhyaksa, Jl. Kayu Tangi 1 Jalur 2 No. 2, Sungai Miai, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.Di tengah maraknya isu kesehatan mental, peran mahasiswa Bimbingan dan Konseling jauh melampaui sekadar menguasai teori psikologi. Mereka dituntut memiliki kepekaan sosial, etika profesi yang kuat, serta kemampuan empati yang mendalam. Modal ini adalah kunci utama untuk menjadi konselor profesional yang mumpuni. Inilah mengapa kehadiran HMJ Bimbingan dan Konseling UNISKA MAB Banjarmasin sangat vital; ia berfungsi sebagai kawah candradimuka, wadah utama untuk mengasah kepemimpinan mahasiswa BK, karakter, dan profesionalitas.Dalam satu periode ke depan, tantangan Nayla dan timnya adalah menyusun program yang responsif, tidak hanya bagi kebutuhan internal kampus, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan persekolahan. Mereka harus mampu menjembatani ilmu yang didapat di kelas dengan realitas di lapangan. Estafet kepemimpinan ini diserahkan oleh Selvia Amalia, Ketua Umum periode sebelumnya. Nada haru terasa saat Selvia berpesan kepada pengurus baru. "Teruslah berinovasi, tetap rendah hati, dan jaga integritas. Saya percaya kalian mampu membawa HMJ-BK Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin menjadi organisasi yang lebih aktif, inklusif, dan progresif,” ujarnya, memberi semangat tulus.Menanggapi tantangan dan dukungan tersebut, Nayla Nasywa menyampaikan rasa syukur sekaligus optimisme. Visi yang dibawanya jelas: kolaborasi adalah harga mati. "Dengan dukungan dan kerja sama dari seluruh pengurus, senior, serta pihak terkait, Saya yakin HMJ-BK UNISKA MAB Banjarmasin akan berkontribusi positif bagi jurusan, FKIP, dan Universitas. Mari kita berjalan bersama, saling merangkul, dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama," janji Nayla, menutup pidatonya.Dalam menjalankan roda organisasi, Nayla akan didukung Muhammad Supian Ilham sebagai Wakil Ketua Umum, Amara Huda (Sekretaris Umum), dan Cahaya Kamila (Bendahara Umum).Guna memastikan visi membentuk Konselor Profesional berintegritas dapat terwujud secara nyata, kepengurusan terbagi dalam empat divisi strategis, yaitu Divisi Pendidikan dan Kebudayaan diketuai Auni Azri, Divisi Minat dan Bakat  diketuai Muhammad Hafiez, Divisi Komunikasi dan Informasi di bawah pimpinan Riana Amelia, dan Divisi Koordinator Sekretariat dipimpin oleh Salia.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi BK Uniska MAB Banjarmasin Dorong Mahasiswa Kuasai 7 Teknik Keterampilan Komunikasi Konseling

Iwan Perdana
20 Januari 2026
Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (Uniska MAB) Banjarmasin menggelar kuliah tamu daring untuk membekali mahasiswanya dengan keterampilan esensial. Acara yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, melalui platform Zoom Meeting ini berfokus pada tema "Peningkatan Keterampilan Komunikasi Konseling," menekankan bahwa penguasaan komunikasi humanis dan profesional adalah fondasi utama keberhasilan proses bantuan kepada klien. Kuliah tamu daring ini menghadirkan Dr. Arif Ainur Rofiq, S.Sos.I., M.Pd., Kons., CHt (IACT-USA)., CI, Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya yang juga menjabat Ketua Ikatan Konselor Indonesia PD Jawa Timur.Dr Ani Wardah, M.Pd, Kaprodi BK FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menjelaskan  tujuan diselenggarakannya kuliah tamu ini ini adalah meningkatkan pemahaman sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi konseling mahasiswa. Mengundang pemateri berpengalaman Dr. Arif Ainur Rofiq,S.Sos.I.,S.Pd.,M.Pd.,Kons.,CHt (IACT-USA).,CI, kegiatan ini diharapkan menambah pengetahuan mereka agar mampu mengimplementasikan konsep komunikasi konseling secara aplikatif dalam konteks layanan di sekolah maupun setting non-sekolah, dan siap menjadi konselor yang kompeten, komunikatif, dan berkarakter yang merupakan target pencapaian visi Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UNISKA MAB Banjarmasin.Dalam paparannya, Dr. Arif Ainur Rofiq menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan cara menyampaikan pesan, tetapi juga bagaimana konselor menunjukkan empati, sikap profesional, serta mampu membangun rasa nyaman pada klien agar proses konseling berjalan efektif. Ia menekankan, setiap konselor wajib memahami dan menguasai keterampilan komunikasi konseling sebagai kecakapan khusus untuk membantu konseli menemukan alternatif pilihan secara tepat dalam menghadapi permasalahan yang dialaminya.Lebih lanjut, Beliau mendefinisikan konseling sebagai kegiatan membantu individu untuk menemukan pemecahan masalahnya (Curative) dan mengembangkan (Development) dirinya menjadi pribadi yang sehat jasmani-rohani, dengan cara memberdayakan iman, akal, dan kemauan. Dr. Arif Rofiq juga memaparkan tujuh teknik dasar keterampilan komunikasi konseling yang harus dikuasai, yaitu: Attending, Questioning, Reflection of Feeling, Parafrashing, Confronting, Summaryzing, dan Ending.Para peserta menyambut positif materi yang disampaikan. Nayla Nasywa, salah satu peserta yang juga bertindak sebagai MC dan moderator, mengungkapkan adanya perubahan perspektif setelah mengikuti kegiatan tersebut. "Setelah mengikuti kuliah tamu ini, saya semakin paham bahwa komunikasi konseling merupakan inti dari keberhasilan proses konseling. Komunikasi ternyata tidak sekadar bertanya dan menjawab, tetapi bagaimana membangun hubungan yang penuh empati, penerimaan, dan kepercayaan," ujarnya.Senada dengan Nayla, peserta lainnya, Selly Tilar, menilai acara ini memperkaya pemahaman tentang peran komunikasi. "Perspektif saya tentang komunikasi konseling semakin terbuka, terutama dalam mengintegrasikan elemen verbal, non-verbal, dan empati untuk membangun hubungan yang lebih efektif antara konselor dan konseli. Komunikasi tidak hanya sebagai alat penyampaian informasi, tetapi juga fondasi utama untuk menciptakan lingkungan aman yang mendorong keterbukaan dan refleksi diri," jelas Selly, seraya menambahkan bahwa keterampilan seperti mendengarkan aktif dan pertanyaan terbuka menjadi kunci sukses dalam proses konseling. Panitia acara, Indriani, berharap kuliah tamu ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan komunikasi konseling sebagai bekal menjadi calon konselor profesional yang humanis.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin Siapkan Guru Bimbingan dan Konseling Profesional Berlandaskan Nilai Islami

Iwan Perdana
20 Januari 2026
Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAB) Banjarmasin mendapat pengakuan positif dari para alumninya terkait kualitas pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter dan profesionalisme pendidik. Di tengah kebutuhan mendesak akan peran guru BK di sekolah untuk membantu siswa mengembangkan potensi dan mengatasi masalah emosional dan akademik, Prodi BK FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menegaskan komitmennya mencetak sarjana yang menguasai teori, keterampilan layanan, dan berlandaskan nilai Islami.Peran Guru Bimbingan Konseling (BK) sangat vital dalam menciptakan suasana sekolah yang kondusif, mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh, serta membimbing mereka dalam perencanaan masa depan. Kehadiran guru BK membantu siswa mengatasi masalah pribadi, sosial, emosional, dan akademik di tengah tekanan kehidupan sekolah.Beberapa alumni Prodi BK UNISKA yang kini telah berkarier di berbagai lembaga pendidikan berbagi pengalaman positif mereka selama menempuh studi. Rezki Rahmah, alumnus yang kini bertugas di SMKN 5 Banjarmasin, menuturkan bahwa pelajaran yang diperoleh melampaui batas teori konseling.“Banyak banget pengalaman dan pelajaran hidup yang saya dapat di Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin, tidak hanya teori konseling, tetapi juga empati, komunikasi, dan cara memahami orang lain. Selain Dosen-dosennya ramah, sabar, dan selalu support mahasiswa untuk berkembang, saya juga dapat teman-teman yang baik,” ujar Rezki.Senada dengan itu, Endah Kartiko Sari, Guru SMPN 5 Banjarmasin, menekankan bahwa kuliah di jurusan Prodi BK UNISKA baginya merupakan sebuah perjalanan mulia. “Saya merasa Kuliah di jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) adalah bagian dari perjalanan mulia karena saya memperoleh pengetahuan yang kini saya rasakan sangat berguna untuk membantu siswa memahami diri sendiri dan menemukan jalan keluar atas permasalahan emosional maupun akademik yang mereka hadapi,” kata Endah. Alumnus lain, Dwi Purnama Sari yang menjadi pengajar di SDN Benua Anyar 4, turut bersyukur, “Alhamdulillah saya mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman berharga. Saya belajar membuat Keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah,” ujarnya. Mencetak Sarjana Bimbingan KonselingKaprodi BK UNISKA MAB Banjarmasin, Dr. Ani Wardah, M.Pd, menjelaskan bahwa program studi yang dipimpinnya didukung oleh dosen berkualitas dan fokus pada luaran yang komprehensif. Kurikulum dirancang agar lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga keterampilan asesmen, layanan bimbingan, riset, dan teknologi penunjang BK, serta mampu memberikan layanan yang profesional, inklusif, dan adaptif.“Kami mencetak sarjana Bimbingan Konseling yang tidak hanya siap menjadi guru BK di sekolah, tetapi juga mampu menjadi asisten dalam praktik konseling di bawah supervisi Guru BK atau Konselor profesional baik di lembaga pendidikan, biro atau pusat layanan konseling,” jelas Dr. Ani Wardah, Selasa (20/1/2026), di Ruang Kaprodi BK UNISKA MAB Banjarmasin.Untuk mendukung proses perkuliahan, Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin menyediakan fasilitas lengkap, meliputi ruang kuliah, laboratorium Bimbingan dan Konseling, Laboratorium Microteaching, hingga jaringan internet (WIFI). Kampus juga menawarkan berbagai skema beasiswa, di antaranya Beasiswa KIP Indonesia, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), Beasiswa UNISKA Peduli, Beasiswa Hafiz Al Quran, hingga Beasiswa Program Baznas dan Bank KalSel Syariah.Informasi Pendaftaran dan Biaya KuliahBagi calon mahasiswa yang berminat bergabung, FKIP UNISKA Banjarmasin telah membuka pendaftaran untuk Semester Genap 2025/2026 (khusus calon mahasiswa pindahan) yang dimulai 1 Desember 2026 hingga 28 Februari 2027.Sementara itu, untuk pendaftaran Tahun Akademik Ganjil 2026/2027 dibagi menjadi dua tahap. Tahap I dimulai tanggal 2 Maret s.d 27 Juni 2026, dan Tahap II mulai 29 Juni s.d 22 Agustus 2026. Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) dijadwalkan pada 7 September s.d 10 September 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara offline di Ruang PMB Uniska Jalan Adhyaksa nomor 2 Banjarmasin, atau secara online melalui laman resmi pmb.uniska-bjm.ac.id.
# BERITA
# Pendidikan

FKIP UNISKA MAB Banjarmasin: Pertukaran Mahasiswa Efektif Membangun Jaringan Internasional dan Kepercayaan Diri

Iwan Perdana
15 Januari 2026
“Pertukaran mahasiswa ke luar negeri berdampak positif pada penyiapan generasi bangsa untuk meningkatkan kompetensi global, membangun jaringan internasional, memperkaya wawasan budaya, melatih kemandirian dan kepercayaan diri." Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISKA MAB Banjarmasin, Dr. Hengki, SS., M.Pd., Kamis (15/1/2026) yang juga menegaskan peran vital perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu berpikir kritis tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa, sebuah program yang konsisten dijalankan FKIP UNISKA MAB hingga kini.Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin, sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tertua dan terbesar di Kalimantan Selatan, secara aktif menyelenggarakan program pertukaran dan magang mahasiswa ke luar negeri.Menurut Dr. Hengki, peran perguruan tinggi tidak hanya menyediakan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter SDM. Oleh karena itu, kampus idealnya membuka wawasan mahasiswa dengan mengajak mereka melihat dunia luar secara langsung sehingga mereka dapat menyiapkan diri menghadapi persaingan global selepas studi.Membangun Wawasan Lintas Budaya dan ProfesiKampus yang dinakhodai Assoc. Prof. Dr. H. Mohammad Zainul, S.E., M.M ini telah beberapa kali mengirimkan delegasi ke kampus di Thailand dan Philippines. Program ini ditangani langsung oleh Kepala Biro Kerjasama dan International Office, Ratna, M.Pd, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNISKA MAB Banjarmasin.Ratna M.Pd menjelaskan bahwa program ini memberikan manfaat ganda bagi para peserta. “Program pertukaran mahasiswa ini sangat bagus. Selain meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mengajar, program ini menambah wawasan tentang metode pengajaran di negara lain, juga berkomunikasi lintas budaya,” ujar Ratna, Kamis (15/1/2026), yang juga bertanggung jawab membimbing dan mendampingi mahasiswa asing yang mengikuti program pertukaran mahasiswa selama mereka berada di Banua.Dr. Hengki menambahkan bahwa program ini sangat efektif menunjukkan eksistensi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, dan Kampus UNISKA di kancah global. Selain turut serta memperkaya khazanah pengetahuan antar bangsa, program ini juga efektif memperkenalkan budaya Masyarakat Banjar—Indonesia ke Masyarakat internasional.“Program ini sangat bermanfaat menambah pengetahuan mahasiswa tentang sistem pendidikan dan budaya sekolah di luar negeri. Mahasiswa yang mengikuti program ini  akan melaksanakan best practice sebagai bukti kesiapan lulusan FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menjadi guru profesional yang lebih adaptif dan kreatif,” jelasnya.Testimoni Akhmad Rizaldi Rasyid, S.Pd, lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISKA MAB tahun 2020 menguatkan pentingnya program ini. Ia menceritakan pengalaman berharganya saat mengikuti program pelatihan ke University Brunei Darussalam (UBD). “Saya bersyukur mendapat kesempatan berkunjung ke Brunei Darussalam. Ini menjadi pengalaman positif bagi saya tentang pelayanan publik yang excellent, sekaligus berfungsi sebagai katalis dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi berbahasa Inggris melalui immersive experience,” pungkas Rizaldi.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi PBI FKIP UNISKA Banjarmasin Cetak Pendidik Profesional dan Praktisi Bahasa Berwawasan Internasional

Iwan Perdana
15 Januari 2026
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA) Banjarmasin menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya mengasah kemampuan bahasa Inggris secara akademik dan membentuk karakter calon pendidik yang profesional, tetapi juga secara luas; Mempersiapkan mahasiswa untuk bisa adaptif di banyak bidang." Pernyataan ini disampaikan oleh Kaprodi PBI UNISKA MAB Banjarmasin, Fitra Ramadani, M.Pd, saat menyampaikan dimulainya program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) S1 PBI FKIP UNISKA tahun ajaran 2026/2027 di Ruang Kaprodi, Kamis (15/1/2026). Fitra Ramadani menjelaskan bahwa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNISKA menyediakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa di berbagai sektor profesional. Hal ini dibuktikan dengan tersedianya pilihan Kelas Pagi, Malam, dan Ekstensi yang fleksibel bagi calon mahasiswa.“Prodi ini juga memberikan ruang pengembangan diri melalui kegiatan organisasi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk siap terjun sebagai pendidik, praktisi bahasa, maupun profesional di berbagai bidang yang membutuhkan kompetensi bahasa Inggris, seperti Penerjemah, Pegawai Bank/Hotel, hingga kesempatan bekerja di luar negeri" tambah Fitra Ramadani. Didukung Dosen Profesional dan Fasilitas BelajarDekan FKIP UNISKA MAB Banjarmasin, Dr. Hengki SS., M.Pd, menekankan bahwa perkuliahan di PBI FKIP Uniska didukung oleh tenaga pendidik profesional lulusan dalam dan luar negeri. Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang belajar yang nyaman dan media pembelajaran juga terus disiapkan secara optimal. “serta kesempatan untuk pengembangan diri melalui kegiatan akademik dan non-akademik berwawasan internasional: Pertukaran mahasiswa internasional," ujar Dr. Hengki, menyoroti peluang pengembangan diri mahasiswa. Alumni Siap Bersaing di Dunia KerjaKeberhasilan program studi ini dibuktikan oleh testimoni para alumni yang kini telah sukses di berbagai bidang. Wahyudi, S.Pd., S.I.Kom., M.I.Kom., Dosen Sapta Mandiri Balangan yang juga Komisioner KPU Kab. Balangan. "Saya merasakan pengalaman yang sangat berharga selama menempuh pendidikan di Prodi ini. Prodi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya secara akademik, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis, percaya diri," ungkapnya.Soniawati, S.Pd., yang kini menjadiGuru SDN 4 ASAM-ASAM, menyebut termotivasi berkat bimbingan dosen dan kesempatan berorganisasi ESA di kampus. Sementara itu, I Budi Utomo S.Pd, Konten Kreator Diskominfostasan Kab Tanah Laut yang lulus pada tahun 2015, menceritakan pengalamannya bahwa PBI UNISKA mendorong cara berpikir kritis dan kemampuan public speaking. "Selama berkuliah di Pendidikan Bahasa Inggris UNISKA dan lulus pada tahun 2015, saya merasakan perubahan dalam cara berpikir kritis dan mendorong untuk teruse mengembangkan kemampuan public speaking. Fasilitas dan organisasi kemahasiswaannya sangat mendukung kami untuk terus berprestasi, baik di dalam maupun di luar kampus," kenangnya. Jadwal Pendaftaran PMB 2026/2027Bagi calon mahasiswa yang berminat, FKIP UNISKA Banjarmasin telah membuka pendaftaran. Untuk TA Semester Genap 2025/2026 khusus calon mahasiswa pindahan, pendaftaran dimulai tanggal 1 Desember 2026 s.d 28 Februari 2027.Sedangkan untuk pendaftaran TA Ganjil 2026/2027, terdapat dua tahap. Tahap I dimulai tanggal 2 Maret s.d 27 Juni 2026, dan Tahap II mulai 29 Juni s.d 22 Agustus 2026. Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) dijadwalkan pada 7 September s.d 10 September 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara offline di Ruang PMB Uniska Jalan Adhyaksa nomor 2 Banjarmasin, atau secara online melalui laman resmi pmb.uniska-bjm.ac.id.
# BERITA
# Pendidikan

  Youtube

Surah Ar-Rahman | Aniq Muhai

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan