Beranda > Edukasi > Opini

Building English Confidence: Kegiatan Pengabdian Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris bagi Anak Sekolah di Sungai Miai Banjarmasin

Nor Hayati, M.Pd

Jumat, 28 Agu 2026 09:32 WITA

Building English Confidence: Kegiatan Pengabdian Pendampingan Pembelajaran Bahasa Inggris bagi Anak Sekolah di Sungai Miai Banjarmasin

PkM: Pembelajaran Bahasa Inggris kepada pelajar

Bahasa Inggris memiliki posisi strategis dalam perkembangan pendidikan dan komunikasi pada era global. Kemampuan menggunakan bahasa Inggris tidak hanya diperlukan dalam konteks akademik, tetapi juga mendukung akses peserta didik terhadap berbagai sumber informasi, teknologi, dan komunikasi internasional. Oleh karena itu, pembelajaran bahasa Inggris perlu diberikan secara berkelanjutan dengan memperhatikan kebutuhan, karakteristik, dan lingkungan belajar peserta didik.

Dalam proses pembelajaran bahasa Inggris, kemampuan linguistik tidak dapat dipisahkan dari aspek afektif. Salah satu faktor yang berpengaruh terhadap keberhasilan pembelajaran bahasa adalah kepercayaan diri peserta didik dalam menggunakan bahasa target. Peserta didik yang memiliki rasa percaya diri cenderung lebih berani berkomunikasi, mengajukan pertanyaan, menjawab pertanyaan, serta mencoba menggunakan kosakata dan struktur bahasa yang telah dipelajari.

Kondisi tersebut menjadi salah satu dasar pelaksanaan kegiatan pengabdian kepada masyarakat di Sungai Miai, Banjarmasin. Kegiatan ini diarahkan untuk memberikan pendampingan pembelajaran bahasa Inggris kepada anak sekolah pada jenjang SD dan SMP Program tidak hanya berorientasi pada peningkatan pengetahuan bahasa, tetapi juga membangun suasana belajar yang menyenangkan, partisipatif, dan mendukung keberanian peserta dalam menggunakan bahasa Inggris.

Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan pembelajaran partisipatif dan komunikatif. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan peserta, perencanaan materi, pelaksanaan pembelajaran, praktik komunikasi, dan evaluasi. Pada tahap awal, dilakukan identifikasi terhadap kemampuan dasar peserta untuk mengetahui tingkat penguasaan kosakata, pelafalan, serta kemampuan menggunakan ungkapan sederhana dalam bahasa Inggris.

Materi pembelajaran disesuaikan dengan jenjang pendidikan peserta. Untuk peserta SD, materi difokuskan pada kosakata dasar, seperti parts of the body, family, numbers, colors, animals, dan ungkapan sederhana dalam kehidupan sehari-hari. Sementara itu, peserta SMP diberikan materi yang lebih komunikatif, seperti daily conversation, self-introduction, expressing opinions, dan penggunaan bahasa Inggris dalam situasi sederhana.

Strategi pembelajaran menggunakan kombinasi penjelasan singkat, drilling, permainan bahasa, kerja berpasangan, dialog, dan praktik berbicara. Pendekatan tersebut digunakan untuk menciptakan interaksi yang aktif sekaligus mengurangi kecemasan peserta ketika menggunakan bahasa Inggris. Evaluasi dilakukan melalui observasi partisipasi peserta, praktik komunikasi, serta refleksi terhadap perkembangan kemampuan dan kepercayaan diri peserta.

Pelaksanaan pendampingan menunjukkan bahwa peserta memberikan respons positif terhadap pembelajaran bahasa Inggris yang dilakukan secara interaktif. Peserta SD cenderung lebih aktif ketika materi disampaikan melalui permainan, gambar, pengulangan kosakata, dan aktivitas fisik. Sementara itu, peserta SMA menunjukkan keterlibatan yang lebih baik melalui aktivitas dialog, diskusi sederhana, dan praktik komunikasi berdasarkan situasi kehidupan sehari-hari.

Salah satu hasil penting dari kegiatan ini adalah meningkatnya keberanian peserta dalam menggunakan bahasa Inggris secara lisan. Pada tahap awal, sebagian peserta masih menunjukkan keraguan ketika diminta mengucapkan kosakata atau menjawab pertanyaan dalam bahasa Inggris. Setelah memperoleh pendampingan secara bertahap, peserta mulai menunjukkan keberanian untuk berbicara meskipun masih terdapat kesalahan dalam pelafalan maupun struktur kalimat.

Temuan tersebut menunjukkan bahwa lingkungan belajar yang suportif memiliki peran penting dalam membangun English confidence. Kesalahan dalam penggunaan bahasa tidak diposisikan sebagai kegagalan, tetapi sebagai bagian dari proses belajar. Pendekatan tersebut memberikan kesempatan kepada peserta untuk bereksperimen menggunakan bahasa Inggris tanpa tekanan yang berlebihan.

Selain meningkatkan kepercayaan diri, kegiatan juga memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Peserta tidak hanya menghafalkan kosakata, tetapi menggunakannya dalam komunikasi sederhana. Dengan demikian, pembelajaran bahasa Inggris menjadi lebih bermakna karena peserta dapat menghubungkan materi dengan pengalaman dan aktivitas sehari-hari.


Program Building English Confidence di Sungai Miai, Banjarmasin, memberikan kontribusi positif terhadap pengembangan kemampuan dasar bahasa Inggris dan kepercayaan diri anak sekolah. Pendampingan melalui pendekatan komunikatif, interaktif, dan partisipatif mampu menciptakan suasana belajar yang lebih menyenangkan serta mendorong peserta untuk berani menggunakan bahasa Inggris. Kegiatan ini menunjukkan bahwa penguatan kompetensi bahasa Inggris tidak hanya membutuhkan penguasaan materi, tetapi juga lingkungan belajar yang memberikan dukungan psikologis dan kesempatan praktik yang memadai. Keberlanjutan program dengan materi yang lebih terstruktur dan evaluasi berkala diperlukan agar peningkatan kemampuan bahasa Inggris peserta dapat dipertahankan dan dikembangkan secara berkelanjutan.

WhatsApp

  Rekomendasi

  Komentar

Untuk memberikan komentar Anda harus Login

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan