Merayakan Pencapaian, Menyambut Masa Depan
Maulidha
Jumat, 28 Agu 2026 11:04 WITA
Wisuda STKIP ISM Banjarmasin Tahun 2025
Suatu perjalanan panjang di setiap hasil yang terlihat luar biasa untuk mendapatkan pencapaian yang diharapkan, Wisuda tidak hanya berkaitan dengan toga, ijazah, atau suatu gelar yang akhirnya berhasil didapat, melainkan bagaimana semua jalan dan pengalaman yang pernah dirasakan hingga sampai pada tahap ini.
Rasa haru dan simpati tersendri Ketika mahasiswa yang pernah datang berbagi cerita dan idenya tentang sebuah skripsi, tetapi pada wisuda ini meraka berdiri dengan toga dan senyum yang manis penuh kebahagiaan. Bagi seorang dosen, perjalanan itu bukan hanya sekedar perkulihan dan menyelesaikan sebuha karya ilmiah, melainkan menyaksikan sesorang tumbuh melalui proses yang tidak selalu mudah.
Dalam perjalanan bimbingan, dosen mungkin hanya hadir pada bagian-bagian tertentu, memberikan pertanyaan untuk mereka ulas dan diperbaiki lagi serta memberikan masukan
Dalam perjalanan bimbingan, dosen mungkin hanya hadir pada bagian-bagian tertentu. Saya memberikan pertanyaan ketika ada hal yang perlu dipikirkan kembali, memberikan masukan ketika tulisan masih perlu diperbaiki, dan memberikan arahan ketika langkah mulai terasa kurang jelas. Tetapi setelah setiap pertemuan selesai, mahasiswa kembali melanjutkan perjuangannya sendiri. Di sanalah sesungguhnya keteguhan itu diuji.
Bagi pengejar mimpi yang tidak pantang menyerah, dalam perjalanan ada begitu banyak hari ketika langkah terasa berat, ketika rasa lelah datang bersamaan dengan keraguan, ketika keinginan untuk berhenti terasa begitu dekat. Tetapi semangat mereka terus membara, yaitu tentang masa depan yang ingin mereka wujudkan, mimpi terus belajar, berkembang, menjadi pribadi yang lebih baik dengan membawa gelar S.Pd dari STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Memberikan kebanggaan terhadap institusi dan membawa manfaat untuk orang lain.
Belajar bahwa keberhasilan tidak hanya dicapai dengan cara mudah, tetapi dengan perjuangan dan mampu bertahan Ketika perjalanan terasa sulit. Sebagai dosen pembimbing, saya melihat mimpi-mimpi yang ingin diwujudkan mahasiswa yang berkuliah di STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, kesempatan mengembangkan diri, dan membangun karir yang lebih baik, walaupun jalan terkadang berliku dan penuh hambatan.
Pelan-pelan, tanpa banyak disadari, proses itu membentuk sesuatu yang jauh lebih berharga daripada sekadar sebuah skripsi. Ia membentuk ketekunan, kesabaran, keberanian untuk mencoba kembali, dan keyakinan bahwa sesuatu yang dimulai dengan sungguh-sungguh layak diperjuangkan sampai selesai. Sebagai dosen pembimbing, saya mungkin hanya hadir melalui beberapa pertemuan, memberikan masukan, mengajukan pertanyaan, atau menunjukkan bagian yang masih perlu diperbaiki. Tetapi di luar ruang bimbingan, ada perjuangan yang sepenuhnya menjadi milik mahasiswa itu sendiri. Ada waktu yang diberikan, ada pikiran yang dicurahkan, ada rasa lelah yang mungkin tidak sempat diceritakan, dan ada doa-doa yang menyertai setiap langkahnya. Karena itu, ketika akhirnya skripsi tersebut selesai, kebahagiaan yang terasa bukan hanya karena sebuah tugas telah dituntaskan, tetapi karena saya tahu bahwa ada sebuah mimpi yang sedang berjalan menuju kenyataan.
Karena pada akhirnya, kesuksesan tidak hanya seberapa tinggi kita mencapai sebuah posisi dan apa yang kita dapatkan, melainkan tentang makna perjalanan yang kita Jalani dan seberapa besar manfaat yang kita berikan dari apa yang kita miliki dan perjuangkan.
Saya sangat bersyukur, dan bangga terhadap mahasiswa STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin yang telah mencapai titik awal sebuah mimpi, wisuda adalah bukti bahwa perjuangan haruslah didapat dari berbagai pengalaman dan pengetahuan yang luas.
Rekomendasi
Komentar
Untuk memberikan komentar Anda harus Login