Beranda > Edukasi > Opini

Peran Tenaga Kependidikan yang Aktif dalam Organisasi Perpustakaan dan Kepustakawanan

Muhammad Juanda

Jumat, 28 Agu 2026 09:42 WITA

Peran Tenaga Kependidikan yang Aktif dalam Organisasi Perpustakaan dan Kepustakawanan

M. Juanda S.IPust_Kepala Perpustakaan STKIP ISM Banjarmasin

Tenaga kependidikan (tendik) memiliki peran penting dalam mendukung penyelenggaraan pendidikan tinggi, khususnya dalam memastikan berbagai layanan akademik dan administrasi berjalan secara efektif. Salah satu bidang yang memiliki kontribusi strategis adalah perpustakaan. Dalam perkembangannya, seorang tendik yang aktif di dunia organisasi perpustakaan dan kepustakawanan tidak hanya menjalankan tugas administratif, tetapi juga berperan dalam membangun jejaring, meningkatkan kompetensi, serta mendorong inovasi layanan perpustakaan.

Keaktifan dalam organisasi perpustakaan dan kepustakawanan menjadi salah satu bentuk pengembangan profesional bagi seorang tendik. Melalui organisasi, seorang tendik dapat memperoleh kesempatan untuk bertukar pengalaman, berbagi pengetahuan, mengikuti kegiatan ilmiah, serta memahami berbagai perkembangan terbaru dalam pengelolaan perpustakaan. Organisasi juga menjadi ruang yang strategis untuk membangun komunikasi dan kolaborasi dengan pustakawan maupun pengelola perpustakaan dari berbagai perguruan tinggi dan lembaga lainnya.

Di Kalimantan Selatan, khususnya Kota Banjarmasin, aktivitas organisasi perpustakaan dan kepustakawanan memiliki peran penting dalam memperkuat ekosistem literasi. Keberadaan berbagai kegiatan seperti seminar, pelatihan, diskusi, workshop, sosialisasi, dan kegiatan literasi memberikan ruang bagi tendik untuk terus meningkatkan kapasitas dan wawasan. Keterlibatan secara aktif dalam kegiatan tersebut menunjukkan bahwa pengembangan kompetensi tidak hanya dilakukan melalui pendidikan formal, tetapi juga melalui pengalaman organisasi dan interaksi profesional.

Seorang tendik yang aktif dalam organisasi juga memiliki peluang lebih besar untuk memberikan kontribusi terhadap peningkatan kualitas layanan perpustakaan di lingkungan perguruan tinggi. Pengetahuan dan pengalaman yang diperoleh dari organisasi dapat diterapkan dalam pengembangan layanan, pemanfaatan teknologi informasi, promosi perpustakaan, literasi informasi, pengelolaan koleksi, hingga peningkatan kualitas pelayanan kepada mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan lainnya.

Selain meningkatkan kompetensi pribadi, keaktifan berorganisasi juga membangun kemampuan kepemimpinan, komunikasi, kerja sama, manajemen kegiatan, dan pemecahan masalah. Kemampuan tersebut sangat relevan dengan tuntutan pekerjaan di perguruan tinggi yang semakin dinamis. Seorang tendik tidak hanya dituntut mampu menyelesaikan pekerjaan rutin, tetapi juga harus mampu beradaptasi dengan perubahan dan memberikan gagasan yang mendukung kemajuan institusi.

Dalam konteks organisasi profesi, keterlibatan tendik juga dapat menjadi jembatan antara kebutuhan institusi dengan perkembangan dunia kepustakawanan. Melalui jejaring yang dibangun, berbagai praktik baik dapat dibagikan dan dikembangkan bersama. Kolaborasi antarpustakawan dan tenaga kependidikan dapat melahirkan program yang lebih kreatif, relevan, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat akademik.

Pada akhirnya, menjadi tendik yang aktif dalam organisasi perpustakaan dan kepustakawanan bukan sekadar tentang keikutsertaan dalam berbagai kegiatan, tetapi merupakan bentuk komitmen terhadap pengembangan profesionalisme dan kemajuan perpustakaan. Keaktifan tersebut diharapkan mampu memberikan manfaat tidak hanya bagi individu, tetapi juga bagi institusi, organisasi profesi, dan masyarakat. Dengan semangat kolaborasi, pembelajaran berkelanjutan, dan inovasi, tendik dapat menjadi bagian penting dalam mewujudkan perpustakaan perguruan tinggi yang adaptif, profesional, dan mampu memberikan layanan berkualitas di era transformasi digital.

WhatsApp

  Rekomendasi

  Komentar

Untuk memberikan komentar Anda harus Login

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan