Beranda > Edukasi

  Postingan Terbaru

Saiful Alwad: Bek Kiri Berkah FC yang Mengajarkan Kepemimpinan

Iwan Perdana
11 Juni 2026
Dua puluh tiga tahun sudah Saiful Alwad bermain di Lapangan Kayu Tangi Ujung. Pria yang lebih dikenal dengan sapaan Awad ini bermain pada posisi bek kiri sejak tahun 2003.  Tubuhnya tidak besar, tidak juga kecil. Gerakannya cepat, dan setiap langkahnya selalu penuh perhitungan.Awad merupakan salah seorang palang pintu andalan Berkah FC. Budi—Libero — memanggilnya Bruce Lee karena keberaniannya melakukan tekel menyapu seperti adegan film kungfu. Coach Mady menjulukinya Jet Lee—mungkin karena senyum tipisnya yang mirip bintang film Shaolin Temple (1982) tersebut. Tapi menurut Kapten Rudi,  Awad lebih mirip IP Man yang diperankan oleh Donnie Yen. Sikapnya tenang tidak banyak bicara. Tapi kemampuannya melompat tinggi, dan kepiawaiannya memotong umpan silang akan membuat striker lawan ragu membawa bola dari sisi kiri Berkah FC— karena pasti akan gagal melewatinya.Awad—  yanv memiliki motto "Perjuangan bukanlah tentang hasil akhir, melainkan tentang proses yang tidak pernah sia-sia. InsyaAllah, berhasil!"— sangat mengidolakan Paolo Maldini—bek legendaris Italia dan Pele—Legenda Brazil. “Maldini mengajarkan bahwa bertahan adalah seni. Pele mengajarkan bahwa sepak bola pada akhirnya adalah kegembiraan,” ungkapnya pada Rabu (10/06/2026) melalui pesan WhatsApp.Mungkin karena kedua ikon sepak bola dunia itu, hingga kini, Awad masih setia di pos bek kiri. Bukan karena Ia merasa yang terbaik di sana. Tapi karena di posisi itulah Ia mengaku belajar bahwa hidup sama seperti bertahan: tidak perlu selalu menyerang. Cukup tahu kapan harus diam, kapan harus bergerak, dan kapan harus menyapu bersih semua masalah dengan satu tekel yang tepat. “Saya sangat senang bermain sepak bola setiap senin dan kamis  di lapangan Kayutangi dibawah arahan Kapten Rudi. Beliau pemimpin yang peduli rekan-rekan. Saya merasa bangga Beliau memilih saya ikut berlaga di kompetisi resmi,” ujarnya.Berkah FCSepak bola benar-benar merasuki jiwa Awad. Kecintaannya pada permainan ini bukan tanpa sebab. Menurutnya, olah raga ini merekatkan persahabatan, memperkuat silaturrahmi, menyehatkan badan, membuat hati senang, dan paling penting tidak menuntut biaya mahal. Kesan Awad terhadap klub Berkah FC sangat dalam. “Rasa kekeluargaan para pemain dan pengurus klub yang dibina H. Juman ini sangat kuat. Terlebih lagi Pak Rudi— Kapten Berkah FC. Beliau seorang pemimpin yang sangat memerhatikan keadaan kawan-kawan. Apalagi jika laga tandang, bersama Pak Kaslian, Beliau repot mengatur segala persiapan termasuk konsumsi,” jelasnya. Awad juga mengagumi kebijaksanaan pengurus tim yang memberikan kesempatan kepada siapa saja— tua-muda— yang datang ke lapangan untuk bermain. “Sesuai nama klubnya— Berkah FC, klub ini menjadi berkah bagi setiap orang yang mencintai sepak bola, dan ingin mengembangkan bakat bermain sepak bola,” tegasnya.Siapapun yang mengenal Saiful Alwad—yang juga seorang pecinta musik panting, pasti akan merindukan aksinya di lapangan. Kekuatan, dan kelincahan kakinya menghalu serangan lawan selalu dinanti para penikmat bola di lapangan Kayu Tangi Ujung. Kapten & Asisten Manajer & Tim Berkah FC Dikaitkan dengan manajemen pendidikan dan kepemimpinan pendidikan, terdapat beberapa poin yang dipraktikkan Awad secara substansi memiliki kesamaan, yaitu:1.   Functional LeadershipAwad memilih bertahan sebagai bek kiri bukan karena gengsi, tetapi karena menyadari di posisi itulah kompetensinya bisa memberikan kontribusi terbaik bagi tim. Guru/ pemimpin pendidikan harus menempatkan diri berdasarkan analisis kemampuan realitasnya, bukan ego sehingga dapat berkontribusi maksimal pada posisi yang menjadi tanggung jawabnya.2. Kecerdasan Emosional dan Pengendalian DiriAwad tenang, tidak banyak bicara, mampu melompat tinggi, dan memotong umpan silang dengan tepat. Pemimpin pendidikan harus mampu bersikap responsif bukan reaktif. Ia tidak terprovokasi tekanan eksternal (striker lawan), tetapi tetap fokus pada tugasnya.3. Filosofi Manajemen Diri (Self-Management)Moto Saiful Alwad: "Perjuangan bukan tentang hasil akhir, melainkan proses yang tidak pernah sia-sia" adalah inti dari evaluasi diri dalam pendidikan yang menekankan pada proses pembelajaran lebih penting daripada sekadar nilai akhir. Pemimpin pendidikan yang cermat dan bijak, tidak terobsesi pada pencapaian instan, tetapi pada pertumbuhan berkelanjutan.4. Role CommitmentAwad bermain pada posisi yang sama selama 23 tahun sebagai bek kiri. Pemimpin pendidikan tidak perlu sering berganti gaya kepemimpinan, yang paling utama adalah pendalaman kompetensi (deep expertise)  dan konsisten  dan terus meningkatkan kualitas diri.5. Kemampuan Membaca Situasi dan Mengambil Keputusan TepatAwad tahu kapan diam, kapan bergerak, kapan menyapu bersih — melakukan tekel yang tepat. Pemimpin pendidikan tidak boleh membuat keputusan tergesa-gesa, namun tidak boleh juga menyepelekan—lambat membuat Keputusan. Setiap keadaan harus diobservasi, kemudian bergerak (melakukan intervensi ringan), atau "tekel bersih" (tindakan tegas). Lapangan sepak bola tidak hanya mengajarkan cara mencetak gol, tetapi juga cara menjadi pemimpin yang bijak. Awad—bek kiri Berkah FC, mengajarkan kepemimpinan sejati lahir dari kesadaran akan peran, tenang menghadapi  tekanan, dan tetap komitmen pada proses, bukan sekadar meraih kemenangan sebagai hasil akhir.
# EDUKASI
# Opini

Pelajaran dari H. Juman: Praktik Lintas Sektoral Prinsip-Prinsip Manajemen

Iwan Perdana
9 Juni 2026
M. Jurmansyah S.Pd, yang akrab disapa H. Juman, adalah sosok sentral di balik berdirinya dan keberlangsungan Klub Berkah FC. Lahir di Palangkaraya, 26 Juni 1970, pria yang berprofesi sebagai Kepala MTSN 1 Kota Banjarmasin ini memiliki prinsip hidup yang unik, yakni “berusaha menyenangkan hati orang lain walau tidak sesuai dengan keadaan kita,” ujarnya pada Minggu (7/6/2026). Ada cerita menarik di balik nama Berkah FC. Ternyata, klub ini awalnya bernama Juman FC. “Tapi kawan-kawan mengganti nama supaya ada keberkahan,” ungkap H. Juman. Pergantian nama klub ini diiringi doa dan harapan agar seluruh pemain dan pengurus selalu sehat penuh keberkahan, dan kerja sama tim membawa kegembiraan, kebaikan bersama.Kiri ke kanan: H. Zahrani, Budi, H. Juman, AlamsyahSejak kecil H. Juman sudah jatuh hati pada sepak bola. Baginya, bola bukan sekadar mencatatkan nama di papan skor, melainkan sarana untuk berbagi pengalaman, menyambung silaturahmi, dan mengenal daerah lain. “Ini olahraga yang paling banyak disukai orang di muka bumi,” akunya. “Melalui sepak bola, kita bisa menyambung tali silaturrahmi dan asyiknya lagi mengenal daerah lain saat laga tandang persahabatan,” tambahnya lagi.Namun, cinta yang besar itu berhadapan dengan realitas di lapangan. Menurut H. Juman, kompetisi sepak bola di Kalimantan Selatan masih belum ideal. “Kejuaraan antar SSB dan kelompok umur jarang dilakukan. Harusnya diperbanyak  dan dilaksanakan secara teratur untuk menjaring bibit-bibit muda berbakat,” keluhnya. “Jangan cuma klub sepak bola legenda yang maju—para pemain tua yang tetap berkibar, sementara bibit-bibit muda kekurangan panggung,” tuturnya.Ditanya klub sepak bola yang disukai di kancah Nasional, H. Juman tanpa ragu mengatakan ngefans klub sepak bola asal Kota Bandung, Persib Bandung, yang sukses meraih gelar juara liga 3 musim berturut-turut (hattrick): 2023/2024, 2024/2025, dan 2025/2026. Adapun di pentas internasional, Ia menyebutkan Manchester United (MU. “Saya suka gaya bermain tim “Maung Bandung” dan “The Red Devils,” ungkapnya.  Gaya menyerap kedua tim idamannya itu ikut mempengaruhi strategi Berkah FC, misalnya dalam mengutamakan serangan cepat dan tekanan sejak awal pertandingan.Tidak hanya memimpin MTSN 1 Kota Banjarmasin, sekolah di bawah naungan Kemenag dengan visi "Mewujudkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia, terampil dan mampu mengaktualisasikan diri dalam kehidupan bermasyarakat” H. Juman juga aktif mengelola tim sepak bola. Beliau didaulat menjadi Ketua Klub sepak bola All Star Kalsel. Saat menerima amanah, Ia menyampaikan visi membawa tim All Star dikenal  masyarakat sepak bola se-Kalsel, dengan mengikuti even-even penting dan menjadi juara. Visi serupa disematkan pada Berkah FC, tim yang juga Ia bina.Terkait pengelolaan Berkah FC, Sebagai pembina, Ia mengaku terkadang bingung memilih pemain saat akan bertanding. “Semua pemain memiliki karakteristik dan kemampuan yang baik,”akunya. “Antusiasme pemain yang ingin berpartisipasi mengikuti kompetisi menjadi berkah sekaligus dilema saat menyusun formasi tim,” jelasnya. Saat ditanya, tim apa yang dipilihnya jika suatu saat All Star Kalsel bertemu Berkah FC di kompetisi resmi? Pertanyaan ini seperti menjebaknya dalam dua cinta. H. Juman tidak memilih. Dengan bijak, Ia menjawab, “Saya berdiri di tengah-tengah sebagai penonton, untuk memonitor dan mengevaluasi ke depannya.” H, JumanPrinsip dan pendekatan H. Juman dalam mengelola klub sepak bola ternyata sejalan dengan nilai-nilai manajemen pendidikan yang Ia terapkan sehari-hari sebagai kepala MTSN 1 Kota Banjarmasin. Berikut beberapa poin yang berkaitan:1. Prinsip "Menyenangkan Hati Orang Lain" vs. Pelayanan Prima dalam PendidikanSeorang pemimpin satuan pendidikan dituntut memiliki orientasi pelayanan (service excellence) kepada siswa, guru, orang tua, dan masyarakat. Prinsip H. Juman—"berusaha menyenangkan hati orang lain walau tidak sesuai dengan keadaan kita"—merupakan wujud nyata dari filosofi customer satisfaction dalam konteks pendidikan. Kepala madrasah mungkin tidak selalu bekerja dalam zona nyaman, tetapi Ia harus berusaha memenuhi harapan semua pihak yang berkepentingan, dan demi kemajuan lembaga yang dipimpinnya. Namun prinsip ini tidak dapat diterjemahkan sebagai tindakan menyenangkan semua orang secara membabi buta (people pleasing), melainkan harus bersandar pada skala prioritas dan regulasi. 2. Nama "Berkah" sebagai Branding dan Nilai SpiritualBranding lembaga yang kuat mencerminkan nilai-nilai luhur. Pengubahan nama dari "Juman FC" menjadi "Berkah FC" menunjukkan kesadaran H. Juman akan pentingnya nilai spiritual dan harapan kolektif. Hal ini serupa dengan visi madrasah yang Ia pimpin: "Mewujudkan generasi yang beriman, berilmu, berakhlak mulia..." Keduanya menempatkan keberkahan dan akhlak sebagai fondasi utama, bukan sekadar prestasi materi semata.3. Kepemimpinan Partisipatif: Mendengar Masukan Kawan-KawanKesediaan H. Juman mengganti nama klub karena usulan "kawan-kawan" mencerminkan gaya kepemimpinan partisipatif (participative leadership). Kepala madrasah yang ideal tidak bersikap otoriter, tetapi membuka ruang dialog dengan guru, komite sekolah, dan siswa.4. Manajemen Talenta: Dilema Antusiasme vs. FormasiPengakuan H. Juman bahwa Ia "bingung memilih pemain karena semua bermain baik " adalah cerminan dari tantangan manajemen talenta di dunia pendidikan. Kepala madrasah sering dihadapkan pada kondisi kelebihan SDM yang berkualitas. Tugas pemimpin adalah menempatkan orang yang tepat di tempat yang tepat (the right man on the right place)—sama seperti menyusun formasi tim sepak bola. Antusiasme yang tinggi adalah berkah, tetapi jika tidak dikelola dengan sistem yang baik, dapat berubah menjadi dilema.5. Evaluasi Netral: Berdiri di Tengah sebagai PenontonJawaban H. Juman saat ditanya memilih tim mana jika All Star Kalsel bertemu Berkah FC—"Saya berdiri di tengah-tengah sebagai penonton, untuk memonitor dan mengevaluasi"—adalah praktik evaluasi yang objektif. Kepala madrasah tidak diperkenankan menunjukkan keberpihakan emosional kepada para guru yang dipimpinnya atau mengistimewakan program tertentu. Kepala madrasah harus menilai kinerja guru dan program berdasarkan instrumen evaluasi yang valid, transparan, dan terukur.6. Visi Berkelanjutan: Mengikuti Even Penting dan Menjadi JuaraVisi H. Juman untuk All Star Kalsel dan Berkah FC—mengikuti even penting dan menjadi juara— sejalan dengan manajemen berbasis target (Goal-Oriented Management). Sebuah madrasah eksis tidak hanya sekadar untuk memperoleh akreditasi atau mengikuti kompetisi akademik, tetapi bertekad meraih prestasi tertinggi. Praktik yang ditunjukkan oleh H. Juman membuktikan bahwa prinsip-prinsip manajemen umum bersifat lintas sektoral. Apa yang dipelajari di dunia sepak bola—seperti kerja sama tim, disiplin, strategi, taktik, dan evaluasi hasil pertandingan—sangat bisa diadopsi untuk memimpin lembaga pendidikan.
# EDUKASI
# Opini

EDUTECH: WADAH PENGEMBANGAN MAHASISWA PENDIDIKAN BAHASA INGGRIS YANG INOVATIF DAN ADAPTIF

Abdul Aziz, M.Pd
8 Juni 2026
Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara guru merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran. Oleh karena itu, calon guru Bahasa Inggris tidak hanya dituntut menguasai materi dan keterampilan berbahasa, tetapi juga mampu menciptakan inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik di era digital. Menjawab kebutuhan tersebut, Program Studi S1 Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin menghadirkan program EDUTECH sebagai wadah pengembangan kompetensi mahasiswa dalam merancang dan menghasilkan inovasi pembelajaran berbasis teknologi.EDUTECH merupakan program pelatihan yang dirancang untuk membekali mahasiswa dengan kemampuan mengembangkan media, strategi, metode, dan bahan ajar yang kreatif, interaktif, serta sesuai dengan karakteristik pembelajaran abad ke-21. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar menggunakan teknologi dalam pembelajaran, tetapi juga didorong untuk menghasilkan berbagai inovasi yang dapat meningkatkan kualitas proses belajar mengajar. Mahasiswa diberikan kesempatan untuk mengeksplorasi berbagai platform digital, aplikasi pendidikan, serta teknologi berbasis kecerdasan buatan (Artificial Intelligence) yang dapat diintegrasikan dalam pembelajaran Bahasa Inggris.Program ini sejalan dengan visi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris yang berkomitmen menghasilkan lulusan yang inovatif, adaptif, dan mampu menjawab tantangan perkembangan dunia pendidikan. Melalui EDUTECH, mahasiswa dilatih untuk merancang pembelajaran yang lebih menarik, efektif, dan berpusat pada peserta didik. Berbagai keterampilan seperti pembuatan media pembelajaran interaktif, pengembangan game edukasi, desain bahan ajar digital, pemanfaatan Augmented Reality (AR), pengembangan website pembelajaran, hingga penggunaan Artificial Intelligence dalam pendidikan menjadi bagian dari pengalaman belajar mahasiswa.Salah satu manfaat utama EDUTECH adalah membantu mahasiswa mempersiapkan diri menghadapi kegiatan Praktik Pengalaman Lapangan (PPL) maupun program MBKM Asistensi Mengajar di sekolah dan berbagai lembaga pendidikan. Mahasiswa yang telah mengikuti pelatihan EDUTECH memiliki bekal keterampilan dalam merancang media pembelajaran digital, membuat presentasi yang menarik, mengembangkan aktivitas pembelajaran interaktif, serta memanfaatkan berbagai aplikasi pendidikan yang mendukung proses belajar mengajar. Bekal tersebut membuat mahasiswa lebih percaya diri saat memasuki kelas, lebih mudah beradaptasi dengan kebutuhan peserta didik, dan lebih siap menghadapi tantangan pembelajaran yang beragam di lapangan.Manfaat program ini juga dirasakan secara langsung oleh mahasiswa yang sedang menjalani program MBKM Asistensi Mengajar. Salah seorang mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris mengungkapkan:"Alhamdulillah, melalui EDUTECH ini saya bisa lebih kreatif dalam membuat berbagai media pembelajaran digital, dan ini sangat bermanfaat saat saya menyusun media ajar untuk program MBKM yang saat ini saya jalani."Pengalaman tersebut menunjukkan bahwa keterampilan yang diperoleh melalui EDUTECH tidak hanya berhenti pada tahap pelatihan, tetapi dapat diterapkan secara nyata dalam kegiatan mengajar. Kemampuan mengembangkan media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan sesuai dengan karakteristik peserta didik membantu mahasiswa melaksanakan tugas pembelajaran dengan lebih efektif. Testimoni ini menjadi bukti bahwa EDUTECH mampu menjembatani kebutuhan perkuliahan dengan tuntutan praktik di lapangan sehingga mahasiswa lebih siap menjalani MBKM, PPL, maupun profesi sebagai guru di masa depan.Sebagai bentuk implementasi hasil pelatihan, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris telah menghasilkan produk inovatif yang dapat digunakan secara langsung dalam pembelajaran. Produk-produk tersebut menunjukkan kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan teknologi dengan strategi pembelajaran Bahasa Inggris yang kreatif dan menarik.1. Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Wordwall Media ini dikembangkan untuk meningkatkan keterlibatan peserta didik melalui aktivitas pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan.Link karya: https://wordwall.net/resource/1011719002. Bahan Ajar Digital Berbasis FlipbookBahan ajar digital yang memungkinkan peserta didik mengakses materi pembelajaran secara lebih fleksibel, menarik, dan mudah dipahami. Link karya: https://online.fliphtml5.com/meyim/gyxa/Karya ini menjadi bukti bahwa mahasiswa tidak hanya mempelajari teori pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga mampu menghasilkan produk nyata yang dapat digunakan dalam kegiatan mengajar. Kemampuan ini menjadi modal penting ketika mahasiswa menjalani PPL, MBKM Asistensi Mengajar, maupun ketika memasuki dunia kerja sebagai pendidik profesional. Melalui EDUTECH, mahasiswa juga dilatih untuk mengembangkan kemampuan berpikir kreatif dan problem solving dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran. Mahasiswa didorong untuk mengidentifikasi permasalahan yang sering muncul dalam proses belajar Bahasa Inggris, kemudian merancang solusi inovatif yang dapat membantu meningkatkan motivasi, keterlibatan, dan hasil belajar peserta didik. Dengan pendekatan ini, mahasiswa tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga pencipta inovasi yang memberikan dampak nyata dalam dunia pendidikan.Dengan adanya EDUTECH, mahasiswa Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin memperoleh ruang untuk berkreasi, bereksperimen, dan mengembangkan berbagai inovasi pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan pendidikan masa kini. Program ini menjadi salah satu keunggulan program studi dalam mempersiapkan calon pendidik yang tidak hanya kompeten dalam berbahasa Inggris, tetapi juga siap mengajar, mampu menciptakan solusi pembelajaran yang kreatif dan inovatif, serta memiliki pengalaman dalam mengembangkan media dan teknologi pembelajaran yang dapat diterapkan secara langsung di sekolah maupun lembaga pendidikan. Melalui EDUTECH, Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris terus berkomitmen mencetak lulusan yang profesional, adaptif, inovatif, dan siap menghadapi tantangan pendidikan abad ke-21.
# EDUKASI
# Opini

Mimbar Akademik STKIP Islam Sabilal Muhtadin: Ruang Bertumbuh bagi Sivitas Akademika

Novi Nurdian, M.Pd
5 Juni 2026
Setiap hari Rabu, suasana akademik di STKIP Islam Sabilal Muhtadin terasa lebih hidup melalui kegiatan Mimbar Akademik, sebuah forum pengembangan diri yang mempertemukan dosen dan tenaga kependidikan dalam ruang diskusi yang hangat dan inspiratif. Kegiatan ini menjadi wadah untuk berbagi gagasan, memperluas wawasan, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di lingkungan kampus.Mimbar Akademik dipandu oleh Wakil Ketua Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama, Ibu Yuliana Nurhayati, M.Pd., yang mampu menciptakan suasana diskusi yang interaktif dan penuh semangat. Dengan gaya moderasi yang komunikatif, setiap peserta diberi kesempatan untuk berpendapat dan mengembangkan kemampuan berpikir kritis.Salah satu daya tarik utama kegiatan ini adalah kehadiran Bapak Iwan Perdana, Ph.D. sebagai pemateri tetap. Beliau dikenal sebagai akademisi yang memiliki wawasan luas, terutama dalam bidang pendidikan dan pengembangan kapasitas akademik. Penyampaian materi yang sistematis dan mudah dipahami membuat peserta selalu antusias mengikuti setiap sesi. Dalam setiap pertemuan, berbagai isu pendidikan menjadi bahan diskusi yang menarik. Mulai dari sejarah Pendidikan, tantangan pendidikan abad ke-21, inovasi pembelajaran, penguatan karakter peserta didik, hingga perkembangan kebijakan pendidikan nasional dibahas secara kritis dan konstruktif.Tidak hanya berfokus pada teori, Mimbar Akademik juga memberikan ruang praktik bagi peserta untuk mengasah keterampilan komunikasi. Kegiatan public speaking menjadi salah satu agenda yang paling diminati karena membantu peserta meningkatkan rasa percaya diri dalam menyampaikan gagasan di depan publik. Suasana semakin dinamis ketika sesi debat pendidikan dilaksanakan. Peserta diajak untuk menyampaikan argumentasi berdasarkan data dan pengalaman, sekaligus belajar menghargai sudut pandang yang berbeda. Kegiatan ini melatih kemampuan berpikir analitis dan keterampilan menyampaikan pendapat secara profesional.Bapak Iwan Perdana, Ph.D. tidak hanya berperan sebagai narasumber, tetapi juga sebagai fasilitator yang mendorong peserta untuk aktif bertanya dan berdiskusi. Beliau sering memberikan contoh-contoh nyata yang dekat dengan dunia pendidikan sehingga materi yang disampaikan terasa relevan dan aplikatif. Keikutsertaan dosen dan tenaga kependidikan dalam Mimbar Akademik menunjukkan komitmen STKIP Islam Sabilal Muhtadin untuk membangun budaya belajar sepanjang hayat. Forum ini menjadi bukti bahwa proses pembelajaran tidak hanya diperuntukkan bagi mahasiswa, tetapi juga bagi seluruh sivitas akademika.Melalui interaksi yang rutin setiap pekan, tercipta hubungan yang semakin erat antar peserta. Pertukaran pengalaman dan gagasan dari berbagai latar belakang pekerjaan memberikan perspektif baru yang memperkaya pemahaman bersama tentang dunia pendidikan. Mimbar Akademik telah menjadi salah satu program unggulan yang memberikan dampak positif bagi pengembangan kompetensi sivitas akademika STKIP Islam Sabilal Muhtadin. Dengan semangat kolaborasi, refleksi, dan pembelajaran berkelanjutan, kegiatan ini diharapkan terus menjadi ruang inspiratif yang melahirkan ide-ide inovatif untuk kemajuan pendidikan di masa depan.
# EDUKASI
# Opini

Wujud Nyata Visi STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin : Menyiapkan pendidik yang inspiratif, berkarakter, dan berkompeten.

Barendz Umar
5 Juni 2026
Visi STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin bukan sekadar rangkaian kata yang tertulis dalam dokumen institusi. Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai program nyata yang memberikan pengalaman langsung kepada mahasiswa untuk tumbuh menjadi pendidik yang inspiratif, berkarakter, dan berkompeten.Salah satu bentuk implementasi visi tersebut adalah keterlibatan aktif mahasiswa dalam pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Dalam setiap kegiatan pengabdian, mahasiswa tidak hanya menjadi peserta, tetapi terlibat secara langsung dalam proses perencanaan, persiapan, pelaksanaan program, hingga penyusunan laporan dan publikasi ilmiah. Pengalaman ini menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga untuk mengembangkan kemampuan akademik, sosial, dan profesional mereka.Sebagai contoh, dalam salah satu program pengabdian yang kami laksanakan, mahasiswa bersama dosen mengenalkan konsep dasar coding kepada siswa sekolah dasar melalui gambar, permainan, dan berbagai ilustrasi sederhana yang menarik. Pembelajaran disampaikan menggunakan kombinasi Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris sederhana agar mudah dipahami oleh peserta sekaligus memperkenalkan kosakata bahasa Inggris dalam konteks yang menyenangkan.Program ini tidak hanya bertujuan memperkenalkan teknologi kepada anak-anak sejak dini, tetapi juga melatih kemampuan berpikir kritis, pemecahan masalah, kreativitas, serta menumbuhkan kesiapan menghadapi perkembangan dunia digital. Penggunaan Bahasa Inggris dalam kegiatan tersebut menjadi nilai tambah yang tidak hanya memberikan pengalaman praktik nyata bagi mahasiswa, tetapi juga membantu memperluas wawasan global peserta didik sejak usia dini.Kegiatan ini mencerminkan salah satu pilar penting visi STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, yaitu menyiapkan pendidik inspiratif melalui pengabdian tepat guna. Dosen berperan sebagai teladan yang membimbing mahasiswa untuk mengimplementasikan ilmu pengetahuan dalam praktik nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, proses pendidikan tidak berhenti di ruang kuliah, tetapi hadir langsung di tengah masyarakat melalui berbagai program yang relevan dan solutif.Di sisi lain, penggunaan Bahasa Inggris  juga menjadi bagian dari upaya mewujudkan pendidik yang berkompeten :  memiliki wawasan kebangsaan yang kuat, sekaligus mampu beradaptasi dengan perkembangan dunia internasional.Inilah komitmen yang terus kami wujudkan di STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin: membentuk generasi pendidik yang tidak hanya menguasai teori, tetapi juga mampu menginspirasi, mengabdi, dan membawa perubahan positif bagi masyarakat. Wujud nyata ini kami persembahkan untuk masyarakat. Yuk, bergabung bersama STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin dan jadilah pendidik inspiratif, berkarakter dan berkompeten yang siap berkarya, mengabdi, dan membawa perubahan bagi masa depan bangsa.
# EDUKASI
# Opini

Stop Bullying: Kampus Hadir Membangun Lingkungan yang Aman, Ramah, dan Berkarakter

Rizki Nugerahani Ilise, M.Pd
5 Juni 2026
Kampus bukan hanya tempat menimba ilmu, tetapi juga ruang pembentukan karakter, kepedulian, dan kemanusiaan. Di lingkungan pendidikan tinggi, setiap mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan memiliki peran penting dalam menciptakan suasana belajar yang aman, nyaman, dan saling menghargai. Karena itu, kegiatan bertema “Stop Bullying”menjadi salah satu langkah nyata kampus dalam membangun budaya akademik yang sehat, inklusif, dan beradab.Bullying atau perundungan dapat terjadi dalam berbagai bentuk, mulai dari ucapan yang merendahkan, ejekan, pengucilan, tekanan sosial, hingga tindakan yang menyakiti secara fisik maupun psikologis. Di era digital, perundungan juga dapat muncul melalui media sosial dalam bentuk komentar negatif, penyebaran informasi pribadi, atau penghinaan secara daring. Hal ini menunjukkan bahwa kesadaran untuk menghentikan bullying harus terus ditanamkan, terutama di lingkungan kampus sebagai pusat pendidikan dan pembentukan generasi masa depan.Melalui kegiatan Stop Bullying, kampus menunjukkan komitmennya untuk menjadi tempat yang aman bagi seluruh civitas akademika. Kegiatan ini dapat dikemas dalam bentuk seminar, kampanye edukatif, diskusi mahasiswa, pelatihan komunikasi positif, pembuatan poster, deklarasi anti-bullying, hingga aksi kreatif di media sosial. Dengan melibatkan mahasiswa dan dosen secara aktif, pesan anti-perundungan dapat tersampaikan secara luas dan berdampak nyata.Rizki Nugerahani Ilise, M.PdPeran mahasiswa sangat penting dalam gerakan ini. Sebagai generasi muda yang aktif, kreatif, dan dekat dengan kehidupan sosial kampus, mahasiswa dapat menjadi agen perubahan dalam menciptakan lingkungan yang lebih peduli. Melalui organisasi kemahasiswaan, komunitas, dan unit kegiatan mahasiswa, gerakan Stop Bullying dapat dikembangkan menjadi budaya bersama. Mahasiswa tidak hanya diajak untuk tidak melakukan perundungan, tetapi juga berani menolak, mencegah, dan membantu teman yang menjadi korban.Dosen juga memiliki peran besar dalam mendukung terciptanya kampus bebas bullying. Sebagai pendidik dan pembimbing, dosen dapat menanamkan nilai-nilai etika, empati, tanggung jawab, dan penghargaan terhadap perbedaan dalam proses pembelajaran. Dosen dapat menjadi teladan dalam membangun komunikasi yang santun, menghargai pendapat mahasiswa, serta menciptakan ruang diskusi yang terbuka dan aman. Dengan begitu, suasana akademik akan menjadi lebih manusiawi dan mendukung perkembangan potensi mahasiswa.Kegiatan Stop Bullying juga menjadi bukti bahwa kampus tidak hanya fokus pada prestasi akademik, tetapi juga pada pembentukan karakter. Kampus yang unggul adalah kampus yang mampu mencetak lulusan cerdas, berintegritas, peduli, dan mampu hidup berdampingan dengan orang lain. Lingkungan yang bebas dari bullying akan membuat mahasiswa lebih percaya diri, berani berpendapat, aktif berkarya, dan nyaman mengembangkan potensi diri. Selain itu, kampanye Stop Bullying dapat memperkuat citra positif kampus di mata masyarakat. Orang tua dan calon mahasiswa tentu menginginkan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berkualitas, tetapi juga aman dan mendukung kesehatan mental. Dengan adanya kegiatan seperti ini, kampus menunjukkan bahwa pendidikan sejati tidak hanya membentuk kecerdasan, tetapi juga membangun hati nurani.Melalui semangat Stop Bullying, kampus mengajak seluruh civitas akademika untuk bersama-sama menghentikan segala bentuk perundungan. Setiap orang berhak dihargai, didengar, dan diperlakukan dengan baik. Kampus harus menjadi rumah belajar yang ramah, tempat setiap individu tumbuh tanpa rasa takut, serta ruang untuk saling mendukung dalam meraih masa depan. Dengan komitmen bersama antara mahasiswa, dosen, dan seluruh warga kampus, gerakan Stop Bullying bukan hanya menjadi slogan, tetapi menjadi budaya. Inilah wajah kampus yang maju: kampus yang cerdas, peduli, berkarakter, dan berani menciptakan perubahan positif bagi masyarakat.
# EDUKASI
# Pengabdian

Proyek Video di Siring: Wujud Nyata Pembelajaran Berbasis Praktik Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP ISM Banjarmasin

Tiara Mardina
4 Juni 2026
Mahasiswa semester II Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin melaksanakan proyek pembuatan video dialog berbahasa Inggris di kawasan Siring Banjarmasin sebagai bagian dari pembelajaran mata kuliah Introduction to Speaking Tahun Akademik 2025/2026. Kegiatan ini merupakan implementasi pembelajaran berbasis praktik yang mendukung visi kampus dalam menyiapkan pendidik yang inspiratif, berkarakter, dan berkompeten.Dalam kegiatan ini, mahasiswa menyusun dan menampilkan dialog bertema Introducing Others melalui percakapan berbahasa Inggris secara langsung (real conversation) yang kemudian direkam dalam bentuk video pembelajaran. Melalui proses tersebut, mahasiswa dilatih untuk mengembangkan kemampuan berbicara, meningkatkan kepercayaan diri, serta membangun kerja sama dalam tim.Pemilihan kawasan Siring sebagai lokasi kegiatan memberikan pengalaman belajar yang lebih kontekstual. Mahasiswa tidak hanya berlatih berkomunikasi di ruang publik, tetapi juga belajar menyesuaikan diri dengan suasana nyata yang penuh interaksi masyarakat. Lingkungan Siring yang menjadi ikon Kota Banjarmasin sekaligus dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menarik, sehingga mahasiswa memperoleh keberanian tampil, keterampilan beradaptasi, dan kesempatan memperkenalkan potensi budaya serta wisata lokal. Dengan demikian, proyek ini tidak hanya melatih kemampuan berbahasa Inggris, tetapi juga menumbuhkan rasa percaya diri dan kebanggaan terhadap identitas daerah. Kegiatan ini merupakan bagian dari mata kuliah Introduction to Speaking yang diampu oleh Tiara Mardina, M.Pd. Pembelajaran dirancang agar mahasiswa tidak hanya memahami teori berbicara dalam Bahasa Inggris, tetapi juga mampu mengaplikasikan materi yang dipelajari di kelas ke dalam situasi nyata. Melalui pendekatan berbasis praktik ini, mahasiswa didorong untuk berani tampil, berinteraksi secara langsung, dan menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks komunikasi sehari-hari. Proses pembelajaran tidak berhenti pada latihan di ruang kelas, melainkan diperluas ke ruang publik agar mahasiswa terbiasa menghadapi beragam situasi komunikasi. Dengan demikian, kemampuan berbahasa Inggris dapat berkembang secara lebih optimal melalui pengalaman langsung, sekaligus membentuk kepercayaan diri, keterampilan kolaborasi, serta kesiapan menghadapi tantangan dunia pendidikan modern.Antusiasme mahasiswa terlihat sejak tahap persiapan hingga pelaksanaan proyek. Mereka terlibat dalam penyusunan naskah dialog, pembagian peran, latihan pengucapan, hingga proses pengambilan video di lapangan. Aktivitas ini memberikan pengalaman belajar yang lebih hidup serta mendorong mahasiswa untuk lebih berani menggunakan Bahasa Inggris dalam konteks nyata.Salah satu mahasiswa, Zahratun Nisa, menyampaikan bahwa tugas pembuatan video Introducing Others memberikan manfaat besar dalam meningkatkan kemampuan berbicara Bahasa Inggris.“Menurut ulun, tugas membuat video Introducing Others bermanfaat untuk melatih kemampuan berbicara dalam Bahasa Inggris, bisa memperkenalkan orang lain secara jelas serta melatih kepercayaan diri di depan kamera,” ujar Zahra dalam wawancara langsung, Kamis (21/5/2026).Senada dengan itu, Nazwa Az Zahra Rahman juga memberikan tanggapan positif terhadap proyek ini.“Menurut saya, proyek ini sangat bermanfaat dan menarik. Kegiatan ini membantu mahasiswa melatih kemampuan berbahasa Inggris secara langsung. Selain itu, pembelajaran menjadi lebih menyenangkan dan bermakna,” ungkap Nazwa dalam wawancara langsung, Kamis (21/5/2026).Secara keseluruhan, proyek video di Siring memberikan pengalaman belajar yang bermakna bagi mahasiswa karena memungkinkan mereka mengaplikasikan kemampuan berbahasa Inggris dalam situasi nyata. Kegiatan ini juga mendorong peningkatan rasa percaya diri, keterampilan komunikasi, serta pemahaman konteks penggunaan bahasa dalam kehidupan sehari-hari. Melalui kegiatan ini, Prodi Pendidikan Bahasa Inggris STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin terus berupaya menghadirkan pembelajaran yang aktif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan dunia pendidikan masa kini.
# EDUKASI
# Galeri

Duet Palang Pintu Berkah FC: Sinergi Guru Kreatif dan Guru Disiplin dalam Manajemen Pendidikan

Iwan Perdana
4 Juni 2026
Selain memercayakan lini depan kepada  Taher untuk mencetak gol kemenangan, Kapten Rudi juga memberikan tanggung jawab  besar kepada 2 pemain tangguh di barisan belakang. Adalah Husaini dan Yusri, 2 palang pintu Berkah FC yang  diberikan misi melindungi area pertahanan: menggagalkan serangan lawan, dan membantu kiper agar tim tidak kebobolan.HusainiTidak mudah melewati Husaini, yang lebih akrab disapa Isay. Berbekal pengalaman dan naluri tinggi, Ia tahu persis kapan harus memblok pergerakan atau tembakan penyerang lawan. Efeknya: Haris, sang penjaga gawang, merasa aman dan bisa bernapas lega. Kemampuan inilah yang membuat Isay menjadi  bek andalan Berkah FC, yang menjadi momok bagi tim lawan. HusainiMenurut Kapten Rudi, Gaya bermain Isay tenang. Ia memiliki kemampuan mematahkan serangan lawan, Isay juga terlibat aktif menjadi titik awal serangan tim dari lini belakang (Ball-playing Defender). Berbekal kecepatan tinggi, akurasi umpan lambung maupun datar, serta stamina yang prima, Isay menjadi pilar krusial dalam membantu transisi cepat dari bertahan ke menyerang (counter attack).Pilar kokoh lain di lini belakang Berkah FC adalah Yusri yang akrab disapa Iyus. Postur tubuhnya yang besar membuat nyali penyerang lawan menciut. Saudara kandung Isay ini unggul dalam duel fisik, sapuan bola, intersepsi, serta kemampuan membaca arah umpan silang. “Iyus tipe bek pekerja keras, saya menyukai semangat juangnya yang tidak mau menyerah,” ujar Rudi pada Minggu (24/5/2026) melalui pesan WhatsApp. Ketangguhannya menjaga area kotak penalti membuat Iyus selalu menjadi pilihan utama Rudi— Kapten sekaligus manajer tim, dan H. Juman—pembina klub di setiap laga resmi Berkah FC.YusriDalam manajemen pendidikan, duet Isay dan Iyus merepresentasikan dua pilar penting dalam struktur sekolah: guru inovatif dan guru disiplin.Isay adalah guru kreatif yang profesional dan inspiratif dalam mengajar, tetapi juga menjadi penggerak inovasi pembelajaran (titik awal serangan). Ia cakap dalam transisi kurikulum—mengubah tekanan menjadi peluang, seperti counter attack dalam sepak bola.Iyus adalah guru yang fokus pada bagian kesiswaan. Ia bertugas menjaga  sekolah: tata tertib, keamanan, dan penanganan konflik (area kotak penalti). Keunggulannya dalam duel fisik, merebut bola, sapuan bola, dan intersepsi dianalogikan sebagai kemampuan menengahi perundungan (bullying), dan membaca potensi krisis sebelum meledak. Pemilihan pemain yang akan diturunkan di laga resmi oleh Kapten Rudi serupa dengan proses perekrutan guru berdasarkan kompetensi spesifik oleh pimpinan lembaga pendidikan. Sekolah berkualitas membutuhkan guru yang pintar mengajar (Isay), dan guru yang tegas & protektif (Iyus). Keduanya saling melengkapi menciptakan ekosistem pendidikan yang aman, dinamis, dan berprestasi.
# EDUKASI
# Opini

Pengabdian Tepat Guna: STKIP ISM Banjarmasin dan Yayasan Lanting Literasi untuk Anak-Anak di Banjarmasin.

Armin Fani
3 Juni 2026
Perguruan tinggi tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam bidang pendidikan dan penelitian, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat. Melalui kegiatan pengabdian, ilmu pengetahuan yang dikembangkan di lingkungan akademik dapat hadir secara nyata dan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Inilah esensi dari pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi yang sesungguhnya: menjadikan kampus sebagai bagian dari solusi atas berbagai kebutuhan dan tantangan yang dihadapi masyarakat.Salah satu bentuk pengabdian yang memiliki dampak nyata dan berkelanjutan adalah program pengajaran Bahasa Inggris bagi anak-anak. Di tengah perkembangan dunia yang semakin terhubung secara global, kemampuan berbahasa Inggris menjadi salah satu keterampilan penting yang perlu diperkenalkan sejak usia dini. Namun demikian, tidak semua anak memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh pengalaman belajar Bahasa Inggris yang menarik dan berkualitas. Kondisi inilah yang menjadi latar belakang pelaksanaan program pengabdian masyarakat yang dilakukan oleh STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin melalui kegiatan pengajaran Bahasa Inggris untuk anak-anak di Kota Banjarmasin.Program ini dilaksanakan melalui kolaborasi dengan Yayasan Lanting Literasi, sebuah komunitas yang selama ini aktif bergerak dalam bidang pendidikan dan pengembangan literasi masyarakat. Lembaga ini didirikan oleh Bapak Iwan Perdana, Ph.D., seorang akademisi dan pegiat literasi yang memiliki perhatian besar terhadap peningkatan kualitas pendidikan anak-anak di Kalimantan Selatan. Kolaborasi antara perguruan tinggi dan komunitas pendidikan seperti ini menjadi contoh nyata bagaimana sinergi berbagai pihak dapat menghasilkan program yang relevan dengan kebutuhan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan di daerah Sungai Miai, Banjarmasin.Konsep utama yang diusung dalam kegiatan ini adalah pengabdian tepat guna. Artinya, kegiatan yang dilakukan tidak sekadar memenuhi kewajiban institusional, tetapi benar-benar dirancang berdasarkan kebutuhan riil masyarakat. Dalam konteks ini, pengajaran Bahasa Inggris dipilih karena dianggap mampu memberikan bekal keterampilan yang berguna bagi anak-anak dalam menghadapi perkembangan pendidikan dan dunia kerja di masa depan. Pendekatan yang digunakan dalam program ini berbeda dengan pembelajaran formal yang umumnya ditemukan di ruang kelas. Anak-anak diajak belajar melalui berbagai aktivitas yang menyenangkan, seperti permainan edukatif, lagu-lagu berbahasa Inggris, storytelling, role play, serta berbagai kegiatan interaktif lainnya. Pendekatan ini dipilih karena anak-anak pada dasarnya belajar lebih efektif ketika mereka merasa nyaman, senang, dan terlibat secara aktif dalam proses pembelajaran.Suasana belajar yang santai dan komunikatif membuat anak-anak lebih berani mencoba menggunakan kosakata dan ungkapan sederhana dalam Bahasa Inggris. Kesalahan tidak dipandang sebagai kegagalan, melainkan sebagai bagian alami dari proses belajar. Dengan cara ini, rasa percaya diri anak-anak dapat tumbuh secara bertahap seiring meningkatnya kemampuan berbahasa mereka. Lebih dari sekadar mengajarkan kosakata atau tata bahasa, program ini juga berupaya menanamkan rasa ingin tahu, keberanian berkomunikasi, serta semangat belajar sepanjang hayat kepada anak-anak. Nilai-nilai tersebut menjadi fondasi penting dalam membentuk generasi yang siap menghadapi tantangan masa depan. Ketika anak-anak memperoleh pengalaman belajar yang positif, mereka tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga membangun keyakinan bahwa belajar adalah aktivitas yang menyenangkan.Bagi STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, program ini juga menjadi sarana pembelajaran yang sangat berharga bagi para dosen. Melalui keterlibatan langsung dalam kegiatan pengabdian, para dosen memperoleh kesempatan untuk menjembatani pemahaman teoris dengan kemampuan praktis di dunia nyata. Mereka belajar memahami karakteristik peserta didik, merancang aktivitas pembelajaran yang menarik, serta mengembangkan keterampilan komunikasi.Di sisi lain, keberadaan Lanting Literasi sebagai mitra strategis turut memberikan kontribusi yang signifikan terhadap keberhasilan program. Pengalaman Yayasan tersebut dalam mendampingi masyarakat dan membangun budaya literasi menjadi modal penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang ramah anak. Kolaborasi ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas pendidikan akan jauh lebih efektif melalui kerja sama yang kuat antara perguruan tinggi, komunitas, pemerintah, dan masyarakat untuk menghasilkan dampak yang lebih luas. Pada akhirnya, pengabdian masyarakat yang tepat guna adalah pengabdian yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus memberikan dampak yang berkelanjutan dengan hadir secara nyata di tengah masyarakat melalui kontribusi keilmuan yang dimilikinya. Melalui kolaborasi antara STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin dan Yayasan Lanting Literasi, semangat pendidikan tidak hanya tumbuh di lingkungan kampus, tetapi juga menjangkau ruang-ruang belajar masyarakat. Berasal dari kelas-kelas sederhana, permainan dan cerita yang dibagikan dengan penuh antusias, lahirlah harapan-harapan baru untuk mengubah masa depan. Dengan demikian, pengabdian yang baik selalu dimulai dari keberanian untuk hadir, mendengar, dan bertumbuh bersama masyarakat.
# EDUKASI
# Pengabdian

Praktik Mengajar Mahasiswa STKIP ISM Banjarmasin di SDN Alalak 1 Banjarmasin melalui Program MBKM

Muhammad Supian Sauri
3 Juni 2026
Program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk memperoleh pengalaman belajar secara langsung di luar kampus. Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya belajar teori di ruang perkuliahan, tetapi juga dapat mengembangkan keterampilan, pengalaman, dan kompetensi sesuai dengan bidang keilmuannya. Salah satu bentuk implementasi program MBKM adalah kegiatan belajar mengajar di sekolah yang diikuti oleh mahasiswa calon guru.Kesempatan tersebut dimanfaatkan dengan baik oleh Ismi Husna, mahasiswa Program Studi PGSD dari STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin. Melalui program MBKM, Ismi Husna melaksanakan kegiatan belajar mengajar di SDN Alalak 1 Banjarmasin sebagai bagian dari upaya mengembangkan kompetensi pedagogik dan profesional yang dibutuhkan sebagai calon pendidik. Kegiatan ini menjadi pengalaman yang sangat berharga karena memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk terlibat secara langsung dalam proses pembelajaran di sekolah dasar. Tidak hanya mengamati, Ismi Husna juga diberikan kesempatan untuk merancang, melaksanakan, dan mengevaluasi pembelajaran di kelas dengan bimbingan guru pamong dan dosen pembimbing.Sejak awal pelaksanaan program, Ismi Husna menunjukkan antusiasme yang tinggi. Ia berusaha mengenal lingkungan sekolah, memahami budaya sekolah, serta membangun komunikasi yang baik dengan guru dan peserta didik. Proses adaptasi yang berjalan dengan baik membuat dirinya lebih siap dalam menjalankan berbagai tugas selama kegiatan berlangsung. Sebelum melaksanakan pembelajaran, Ismi Husna melakukan berbagai persiapan yang matang. Ia menyusun modul ajar, menyiapkan media pembelajaran, serta menentukan metode yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Persiapan tersebut dilakukan agar pembelajaran dapat berlangsung secara efektif, menarik, dan mampu mencapai tujuan yang telah ditetapkan.Saat berada di dalam kelas, Ismi Husna berusaha menciptakan suasana belajar yang menyenangkan. Ia mengajak siswa untuk aktif bertanya, berdiskusi, dan terlibat dalam berbagai aktivitas pembelajaran. Pendekatan yang digunakan membuat siswa lebih bersemangat mengikuti pelajaran dan tidak merasa bosan selama proses belajar berlangsung. Selain itu, Ismi Husna juga memanfaatkan berbagai media pembelajaran sederhana untuk membantu siswa memahami materi. Penggunaan media yang menarik membuat pembelajaran menjadi lebih interaktif dan mudah dipahami. Siswa terlihat antusias mengikuti setiap kegiatan yang diberikan selama proses pembelajaran.Salah satu pengalaman yang paling berkesan bagi Ismi Husna adalah saat berinteraksi langsung dengan peserta didik yang memiliki karakter dan kemampuan yang beragam. Ada siswa yang aktif dan percaya diri, ada pula yang membutuhkan perhatian serta pendampingan lebih dalam belajar. Dari pengalaman tersebut, ia belajar bahwa seorang guru harus mampu memahami kebutuhan setiap siswa dan memberikan pelayanan pembelajaran yang sesuai. Tidak hanya mengajarkan materi pelajaran, Ismi Husna juga berusaha menanamkan nilai-nilai karakter kepada peserta didik. Melalui berbagai kegiatan di kelas, ia mengajak siswa untuk membiasakan sikap disiplin, bertanggung jawab, bekerja sama, serta saling menghormati. Menurutnya, pendidikan karakter merupakan bagian penting dalam membentuk generasi yang cerdas dan berakhlak baik.Melalui program MBKM ini, Ismi Husna mendapatkan banyak pengalaman nyata yang tidak selalu diperoleh di bangku kuliah. Ia belajar bagaimana mengelola kelas, menghadapi berbagai karakter peserta didik, menyusun strategi pembelajaran, serta berkolaborasi dengan guru dan warga sekolah. Pengalaman tersebut menjadi bekal yang sangat berharga dalam mempersiapkan diri sebagai guru profesional di masa depan. Kegiatan belajar mengajar di SDN Alalak 1 Banjarmasin melalui program MBKM menunjukkan bahwa pembelajaran tidak hanya berlangsung di kampus, tetapi juga dapat diperoleh melalui pengalaman langsung di lapangan. Bagi Ismi Husna, program ini menjadi sarana untuk mengasah kemampuan, meningkatkan kepercayaan diri, dan memperluas wawasan tentang dunia pendidikan yang sesungguhnya.Dengan semangat belajar dan dedikasi yang tinggi, Ismi Husna berhasil memanfaatkan program MBKM sebagai wadah untuk mengembangkan diri dan memberikan kontribusi positif kepada sekolah. Diharapkan pengalaman ini dapat menjadi langkah awal yang kuat bagi dirinya untuk menjadi pendidik profesional yang mampu memberikan manfaat bagi peserta didik, sekolah, dan dunia pendidikan Indonesia.
# EDUKASI
# Opini

  Youtube

Surah Ar-Rahman | Aniq Muhai

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan