Pengembangan Kompetensi Guru Bahasa Inggris (PKGBI) 2026: Memperkuat Kompetensi Guru dalam Pembelajaran dan Asesmen Reading untuk Menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA)
Edubanua.com
26 Juli 2026
Upaya peningkatan kualitas guru Bahasa Inggris di Kalimantan Selatan kembali diwujudkan melalui penyelenggaraan Pengembangan Kompetensi Guru Bahasa Inggris (PKGBI) 2026 yang dilaksanakan pada Sabtu, 26 Juli 2026, bertempat di Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin. Kegiatan ini diselenggarakan oleh The Association for the Teaching of English as a Foreign Language in Indonesia (TEFLIN) sebagai bagian dari program pengembangan profesional guru (teacher professional development) yang berfokus pada peningkatan kompetensi pedagogik dan profesional guru Bahasa Inggris di Indonesia.Kiri Ke kanan: Dr. Hengki SS.,M.Pd., Fitra Ramadhani, M.Pd., Dr. M. Zaini Miftah., dan Dr. Supiani, M.Pd.PKGBI 2026 diikuti oleh guru-guru Bahasa Inggris jenjang SMP, MTs, SMA, MA, dan SMK dari berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Program ini dirancang untuk membekali para guru dengan pengetahuan dan keterampilan terkini dalam merancang pembelajaran serta asesmen pada kompetensi keterampilan membaca (reading skills). Fokus tersebut dipilih karena kemampuan membaca menjadi salah satu kompetensi fundamental yang diukur dalam Tes Kompetensi Akademik (TKA) sehingga guru perlu memiliki pemahaman yang kuat mengenai strategi pembelajaran membaca, pengembangan soal berbasis penalaran, serta asesmen yang mampu mengukur kemampuan literasi peserta didik secara komprehensif.Selain meningkatkan kompetensi guru, kegiatan ini juga diarahkan untuk memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di kelas. Guru diharapkan mampu menerapkan berbagai strategi pembelajaran membaca yang lebih efektif sehingga peserta didik tidak hanya mampu memahami teks, tetapi juga mengembangkan kemampuan berpikir kritis, menganalisis informasi, menarik kesimpulan, dan memecahkan masalah berdasarkan bacaan. Dengan demikian, peserta didik akan memiliki kesiapan yang lebih baik dalam menghadapi Tes Kompetensi Akademik, khususnya pada aspek reading comprehension.Kegiatan dibuka secara resmi oleh Dekan FKIP UNISKA MAB, Dr. Hengki, S.S., M.Pd. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dipisahkan dari peningkatan kompetensi guru sebagai aktor utama dalam proses pembelajaran. Menurutnya, hadirnya Tes Kompetensi Akademik menjadi tantangan sekaligus peluang bagi guru untuk terus mengembangkan kompetensi profesional agar mampu merancang pembelajaran yang relevan dengan tuntutan pendidikan saat ini.Beliau menyampaikan bahwa guru tidak cukup hanya menguasai materi pembelajaran, tetapi juga harus memiliki kemampuan dalam menyusun asesmen yang mampu mengukur kemampuan berpikir tingkat tinggi (higher-order thinking skills), literasi membaca, serta kemampuan analitis peserta didik. Oleh karena itu, pelatihan seperti PKGBI menjadi sangat penting sebagai ruang belajar bersama untuk memperbarui wawasan dan meningkatkan kualitas praktik pembelajaran di sekolah.Selanjutnya, Koordinator Wilayah (Korwil) TEFLIN Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan, Dr. M. Zaini Miftah, menjelaskan bahwa penyelenggaraan PKGBI di Banjarmasin merupakan kelanjutan dari rangkaian PKGBI Batch 1 yang sebelumnya telah sukses dilaksanakan di Palangka Raya. Program ini merupakan bagian dari komitmen TEFLIN untuk memperluas akses pengembangan profesional guru Bahasa Inggris di berbagai daerah sehingga semakin banyak guru memperoleh kesempatan mengikuti pelatihan yang berkualitas.Beliau menekankan bahwa perubahan kurikulum, perkembangan asesmen nasional, serta meningkatnya tuntutan terhadap kompetensi literasi peserta didik mengharuskan guru terus memperbarui pengetahuan dan keterampilan profesionalnya. Oleh sebab itu, TEFLIN berkomitmen menghadirkan berbagai program pengembangan profesional yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga aplikatif sehingga dapat langsung diterapkan dalam praktik pembelajaran di sekolah.Dr. Supiani, M.Pd dan pesertaSementara itu, Wakil Koordinator Wilayah TEFLIN Kalimantan Tengah dan Kalimantan Selatan untuk Wilayah Kalimantan Selatan, Dr. Supiani, M.Pd., menegaskan pentingnya membangun sinergi yang kuat antara TEFLIN, perguruan tinggi, pemerintah daerah, serta Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) Bahasa Inggris di seluruh Kalimantan Selatan. Menurut beliau, peningkatan kualitas guru tidak dapat dilakukan melalui pelatihan yang bersifat sesaat, tetapi memerlukan ekosistem pengembangan profesional yang berkelanjutan.Beliau menyampaikan bahwa teacher professional development harus menjadi budaya belajar bagi setiap guru. Guru perlu terus meningkatkan kompetensi pedagogik, profesional, sosial, dan kepribadian melalui berbagai kegiatan seperti pelatihan, lokakarya, seminar, komunitas belajar, penelitian tindakan kelas, hingga kolaborasi dengan perguruan tinggi. Dengan adanya sinergi yang kuat antara TEFLIN dan MGMP Bahasa Inggris, diharapkan lahir berbagai program pengembangan kompetensi yang berkesinambungan sehingga mampu memberikan dampak nyata terhadap kualitas pembelajaran Bahasa Inggris di Kalimantan Selatan.Dalam kesempatan yang sama, Ketua Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISKA MAB, Fitra Ramadhani, M.Pd., menyampaikan apresiasi atas kepercayaan TEFLIN yang telah memilih UNISKA sebagai tuan rumah penyelenggaraan PKGBI 2026. Menurutnya, kegiatan ini merupakan bentuk nyata kontribusi perguruan tinggi dalam mendukung peningkatan kompetensi guru Bahasa Inggris di daerah.Beliau juga mengungkapkan rasa bangga karena Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISKA MAB telah meraih Akreditasi Unggul, sehingga memiliki tanggung jawab moral dan akademik untuk terus berkontribusi dalam menghasilkan lulusan yang profesional sekaligus mendukung peningkatan kualitas guru yang telah mengabdi di sekolah-sekolah. Melalui kolaborasi bersama TEFLIN, UNISKA berkomitmen menjadi mitra strategis dalam mengembangkan pendidikan Bahasa Inggris yang berkualitas di Kalimantan Selatan.Selama kegiatan berlangsung, para peserta mengikuti berbagai sesi pelatihan yang membahas strategi pembelajaran membaca berbasis literasi, penyusunan instrumen asesmen yang sesuai dengan karakteristik Tes Kompetensi Akademik, analisis soal membaca, teknik meningkatkan kemampuan memahami teks akademik, serta diskusi mengenai praktik-praktik terbaik dalam pembelajaran reading di kelas. Suasana pelatihan berlangsung aktif dan interaktif. Para guru tidak hanya menerima materi dari narasumber, tetapi juga berdiskusi, berbagi pengalaman mengajar, serta bertukar praktik baik yang selama ini telah diterapkan di sekolah masing-masing.Pada sesi refleksi di akhir kegiatan, para peserta menyampaikan apresiasi yang tinggi terhadap penyelenggaraan PKGBI 2026. Mereka menilai bahwa materi yang diberikan sangat relevan dengan kebutuhan guru saat ini, terutama dalam menghadapi implementasi Tes Kompetensi Akademik. Para guru juga mengaku memperoleh banyak wawasan baru mengenai strategi pembelajaran membaca yang lebih efektif serta teknik penyusunan asesmen yang mampu mengukur kemampuan literasi peserta didik secara lebih komprehensif.Salah seorang peserta menyampaikan bahwa kegiatan seperti PKGBI tidak hanya meningkatkan pengetahuan guru, tetapi juga membangun motivasi untuk terus belajar dan berinovasi dalam pembelajaran. Peserta lainnya berharap agar program pengembangan profesional seperti ini dapat dilaksanakan secara rutin sehingga guru memiliki kesempatan untuk terus memperbarui kompetensinya sesuai perkembangan kebijakan pendidikan dan kebutuhan peserta didik.Peserta Teflin PKGBI 2026Secara umum, para guru merefleksikan bahwa kegiatan teacher professional development seperti PKGBI memberikan manfaat yang nyata bagi peningkatan kualitas pembelajaran dan asesmen Bahasa Inggris. Mereka berharap kolaborasi antara TEFLIN, perguruan tinggi, MGMP, dan berbagai pemangku kepentingan pendidikan terus diperkuat sehingga program-program pengembangan kompetensi guru dapat berlangsung secara berkelanjutan. Melalui pelatihan yang berkesinambungan, guru akan semakin siap menghadirkan pembelajaran yang berkualitas, menyusun asesmen yang lebih bermakna, serta membimbing peserta didik agar memiliki kemampuan literasi membaca yang lebih baik dan mampu menghadapi Tes Kompetensi Akademik (TKA) dengan percaya diri. Penyelenggaraan PKGBI 2026 di Banjarmasin menjadi bukti nyata bahwa kolaborasi antara organisasi profesi, perguruan tinggi, dan komunitas guru merupakan fondasi penting dalam meningkatkan mutu pendidikan. Dengan semangat kolaborasi dan pembelajaran sepanjang hayat, program ini diharapkan mampu melahirkan guru-guru Bahasa Inggris yang semakin profesional, inovatif, adaptif terhadap perubahan, dan mampu memberikan dampak positif bagi peningkatan kualitas pendidikan, khususnya di Provinsi Kalimantan Selatan.
# BERITA
# Pendidikan