Postingan Terbaru

L2I Sediakan Kelas Bahasa Inggris Cuma-Cuma bagi Pelajar RT 12 Sungai Miai dan Sekitarnya

Edubanua.com
30 Januari 2026
Yayasan Lanting Literasi Indonesia (L2I) memulai program pelatihan keterampilan berbahasa Inggris (speaking) gratis bagi pelajar SD, SMP, dan SMA di kawasan RT. 12 Kelurahan Sungai Miai, Banjarmasin. Pertemuan perdana yang diselenggarakan pada Jumat (30/1/2026) ini merupakan respons konkret yayasan terhadap kebutuhan kompetensi esensial di era digital dan global.Pelatihan ini akan dilaksanakan secara rutin setiap hari Jumat, mulai pukul 14.00 hingga 16.00 WITA. Kegiatan perdana pada 30 Januari 2026 dihadiri oleh sejumlah siswa dari jenjang pendidikan dasar hingga menengah.Dalam pelaksanaannya, L2I turut menggandeng relawan edukator yang peduli terhadap pendidikan dan keterampilan berbahasa, khususnya Bahasa Inggris. Tiga dosen dari STKIP Islam Sabilal Muhtadin Banjarmasin, yaitu Armin Fani, M.Pd., Vebrianti Umar, M.Pd., dan Novi Suma Setyawati, M.Pd, berkenan menjadi kawan belajar dan pengajar dalam program ini.Ketua Lanting Literasi Indonesia, Dyah Sukma Aisyah, menjelaskan bahwa kemampuan Bahasa Inggris sangat krusial dalam menunjang mobilitas sosial dan ekonomi para peserta."Bahasa Inggris penting dikuasai karena saat ini banyak lapangan pekerjaan yang mensyaratkan pelamarnya mampu berbahasa Inggris, selain itu Bahasa Inggris juga penting untuk akses internet karena banyak menggunakan istilah dalam Bahasa Inggris," ujar Dyah.Inisiatif pelatihan ini digagas oleh Pendiri Lanting Literasi Indonesia, Iwan Perdana, Ph.D, yang juga merupakan Ketua RT. 12 Kelurahan Sungai Miai. Program ini ditawarkan terbuka bagi warga RT. 12 dan sekitarnya, termasuk warga RT. 21 Kelurahan Antasan Kecil Timur Dalam yang berbatasan langsung.Iwan Perdana berharap pelatihan ini dapat meningkatkan motivasi belajar para peserta mengingat pentingnya menguasai Bahasa ini di era globalisasi. Ia juga menyampaikan visi yayasan yang lebih luas."Lanting Literasi Indonesia adalah Yayasan yang bergerak di bidang Pendidikan, Sosial, dan Kemanusiaan. Salah satu agenda Lanting Literasi Indonesia di bidang Pendidikan adalah kami menyelenggarakan pelatihan keterampilan berbahasa Inggris gratis untuk meningkatkan motivasi pelajar menguasai Bahasa Inggris," jelas Iwan Perdana.Program ini mendapat sambutan positif dari masyarakat sekitar. Adi, salah seorang warga RT. 12, menyatakan dukungannya."Program ini sangat bagus, Saya sangat mendukung kegiatan yang digagas pak Iwan, dengan pengalaman Beliau studi di luar negeri, dan didukung para dosen kolega beliau, saya kira ini akan sangat membantu para pelajar khusus warga RT.12 dan sekitarnya yang berminat belajar Bahasa Inggris," kata Adi.Senada dengan Adi, tokoh masyarakat Marhadi berharap konsistensi kegiatan ini. "Keren Pak, Semoga bisa konsisten karena kegiatan ini akan memotivasi para siswa di lingkungan Kelurahan Sungai Miai khususnya warga RT. 12 dan sekitarnya belajar Bahasa Inggris," harap Marhadi.Sementara itu, Azmi, pelajar Kelas 7 SMP yang menjadi peserta, mengungkapkan kesannya terhadap metode pembelajaran yang diberikan. "Bagus, mudah di pahami, pembelajarannya nyaman dan santai."  
# BERITA
# Pendidikan

Prodi BK Uniska MAB Banjarmasin Dorong Mahasiswa Kuasai 7 Teknik Keterampilan Komunikasi Konseling

Iwan Perdana
20 Januari 2026
Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (Uniska MAB) Banjarmasin menggelar kuliah tamu daring untuk membekali mahasiswanya dengan keterampilan esensial. Acara yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, melalui platform Zoom Meeting ini berfokus pada tema "Peningkatan Keterampilan Komunikasi Konseling," menekankan bahwa penguasaan komunikasi humanis dan profesional adalah fondasi utama keberhasilan proses bantuan kepada klien. Kuliah tamu daring ini menghadirkan Dr. Arif Ainur Rofiq, S.Sos.I., M.Pd., Kons., CHt (IACT-USA)., CI, Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya yang juga menjabat Ketua Ikatan Konselor Indonesia PD Jawa Timur.Dr Ani Wardah, M.Pd, Kaprodi BK FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menjelaskan  tujuan diselenggarakannya kuliah tamu ini ini adalah meningkatkan pemahaman sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi konseling mahasiswa. Mengundang pemateri berpengalaman Dr. Arif Ainur Rofiq,S.Sos.I.,S.Pd.,M.Pd.,Kons.,CHt (IACT-USA).,CI, kegiatan ini diharapkan menambah pengetahuan mereka agar mampu mengimplementasikan konsep komunikasi konseling secara aplikatif dalam konteks layanan di sekolah maupun setting non-sekolah, dan siap menjadi konselor yang kompeten, komunikatif, dan berkarakter yang merupakan target pencapaian visi Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UNISKA MAB Banjarmasin.Dalam paparannya, Dr. Arif Ainur Rofiq menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan cara menyampaikan pesan, tetapi juga bagaimana konselor menunjukkan empati, sikap profesional, serta mampu membangun rasa nyaman pada klien agar proses konseling berjalan efektif. Ia menekankan, setiap konselor wajib memahami dan menguasai keterampilan komunikasi konseling sebagai kecakapan khusus untuk membantu konseli menemukan alternatif pilihan secara tepat dalam menghadapi permasalahan yang dialaminya.Lebih lanjut, Beliau mendefinisikan konseling sebagai kegiatan membantu individu untuk menemukan pemecahan masalahnya (Curative) dan mengembangkan (Development) dirinya menjadi pribadi yang sehat jasmani-rohani, dengan cara memberdayakan iman, akal, dan kemauan. Dr. Arif Rofiq juga memaparkan tujuh teknik dasar keterampilan komunikasi konseling yang harus dikuasai, yaitu: Attending, Questioning, Reflection of Feeling, Parafrashing, Confronting, Summaryzing, dan Ending.Para peserta menyambut positif materi yang disampaikan. Nayla Nasywa, salah satu peserta yang juga bertindak sebagai MC dan moderator, mengungkapkan adanya perubahan perspektif setelah mengikuti kegiatan tersebut. "Setelah mengikuti kuliah tamu ini, saya semakin paham bahwa komunikasi konseling merupakan inti dari keberhasilan proses konseling. Komunikasi ternyata tidak sekadar bertanya dan menjawab, tetapi bagaimana membangun hubungan yang penuh empati, penerimaan, dan kepercayaan," ujarnya.Senada dengan Nayla, peserta lainnya, Selly Tilar, menilai acara ini memperkaya pemahaman tentang peran komunikasi. "Perspektif saya tentang komunikasi konseling semakin terbuka, terutama dalam mengintegrasikan elemen verbal, non-verbal, dan empati untuk membangun hubungan yang lebih efektif antara konselor dan konseli. Komunikasi tidak hanya sebagai alat penyampaian informasi, tetapi juga fondasi utama untuk menciptakan lingkungan aman yang mendorong keterbukaan dan refleksi diri," jelas Selly, seraya menambahkan bahwa keterampilan seperti mendengarkan aktif dan pertanyaan terbuka menjadi kunci sukses dalam proses konseling. Panitia acara, Indriani, berharap kuliah tamu ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan komunikasi konseling sebagai bekal menjadi calon konselor profesional yang humanis.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin Siapkan Guru Bimbingan dan Konseling Profesional Berlandaskan Nilai Islami

Iwan Perdana
20 Januari 2026
Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAB) Banjarmasin mendapat pengakuan positif dari para alumninya terkait kualitas pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter dan profesionalisme pendidik. Di tengah kebutuhan mendesak akan peran guru BK di sekolah untuk membantu siswa mengembangkan potensi dan mengatasi masalah emosional dan akademik, Prodi BK FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menegaskan komitmennya mencetak sarjana yang menguasai teori, keterampilan layanan, dan berlandaskan nilai Islami.Peran Guru Bimbingan Konseling (BK) sangat vital dalam menciptakan suasana sekolah yang kondusif, mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh, serta membimbing mereka dalam perencanaan masa depan. Kehadiran guru BK membantu siswa mengatasi masalah pribadi, sosial, emosional, dan akademik di tengah tekanan kehidupan sekolah.Beberapa alumni Prodi BK UNISKA yang kini telah berkarier di berbagai lembaga pendidikan berbagi pengalaman positif mereka selama menempuh studi. Rezki Rahmah, alumnus yang kini bertugas di SMKN 5 Banjarmasin, menuturkan bahwa pelajaran yang diperoleh melampaui batas teori konseling.“Banyak banget pengalaman dan pelajaran hidup yang saya dapat di Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin, tidak hanya teori konseling, tetapi juga empati, komunikasi, dan cara memahami orang lain. Selain Dosen-dosennya ramah, sabar, dan selalu support mahasiswa untuk berkembang, saya juga dapat teman-teman yang baik,” ujar Rezki.Senada dengan itu, Endah Kartiko Sari, Guru SMPN 5 Banjarmasin, menekankan bahwa kuliah di jurusan Prodi BK UNISKA baginya merupakan sebuah perjalanan mulia. “Saya merasa Kuliah di jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) adalah bagian dari perjalanan mulia karena saya memperoleh pengetahuan yang kini saya rasakan sangat berguna untuk membantu siswa memahami diri sendiri dan menemukan jalan keluar atas permasalahan emosional maupun akademik yang mereka hadapi,” kata Endah. Alumnus lain, Dwi Purnama Sari yang menjadi pengajar di SDN Benua Anyar 4, turut bersyukur, “Alhamdulillah saya mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman berharga. Saya belajar membuat Keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah,” ujarnya. Mencetak Sarjana Bimbingan KonselingKaprodi BK UNISKA MAB Banjarmasin, Dr. Ani Wardah, M.Pd, menjelaskan bahwa program studi yang dipimpinnya didukung oleh dosen berkualitas dan fokus pada luaran yang komprehensif. Kurikulum dirancang agar lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga keterampilan asesmen, layanan bimbingan, riset, dan teknologi penunjang BK, serta mampu memberikan layanan yang profesional, inklusif, dan adaptif.“Kami mencetak sarjana Bimbingan Konseling yang tidak hanya siap menjadi guru BK di sekolah, tetapi juga mampu menjadi asisten dalam praktik konseling di bawah supervisi Guru BK atau Konselor profesional baik di lembaga pendidikan, biro atau pusat layanan konseling,” jelas Dr. Ani Wardah, Selasa (20/1/2026), di Ruang Kaprodi BK UNISKA MAB Banjarmasin.Untuk mendukung proses perkuliahan, Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin menyediakan fasilitas lengkap, meliputi ruang kuliah, laboratorium Bimbingan dan Konseling, Laboratorium Microteaching, hingga jaringan internet (WIFI). Kampus juga menawarkan berbagai skema beasiswa, di antaranya Beasiswa KIP Indonesia, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), Beasiswa UNISKA Peduli, Beasiswa Hafiz Al Quran, hingga Beasiswa Program Baznas dan Bank KalSel Syariah.Informasi Pendaftaran dan Biaya KuliahBagi calon mahasiswa yang berminat bergabung, FKIP UNISKA Banjarmasin telah membuka pendaftaran untuk Semester Genap 2025/2026 (khusus calon mahasiswa pindahan) yang dimulai 1 Desember 2026 hingga 28 Februari 2027.Sementara itu, untuk pendaftaran Tahun Akademik Ganjil 2026/2027 dibagi menjadi dua tahap. Tahap I dimulai tanggal 2 Maret s.d 27 Juni 2026, dan Tahap II mulai 29 Juni s.d 22 Agustus 2026. Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) dijadwalkan pada 7 September s.d 10 September 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara offline di Ruang PMB Uniska Jalan Adhyaksa nomor 2 Banjarmasin, atau secara online melalui laman resmi pmb.uniska-bjm.ac.id.
# BERITA
# Pendidikan

Silaturahmi: Investasi Sosial untuk Harmoni dan Umur Panjang

Edubanua.com
18 Januari 2026
Iwan Perdana, Ph.D, Ketua RT.12 Kelurahan Sungai Miai Kota Banjarmasin, menggelar silaturahmi warga di kediamannya pada Minggu (18/01/2026). Beliau menjadikan pertemuan pertama di tahun Januari 2026  tersebut sebagai ajang mempererat tali persaudaraan, dan membangun sinergi antar warga. Dihadapan masyarakatnya, Iwan Perdana yang juga dosen FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menyampaikan beberapa hal, antara lain: (1) Pentingnya menjaga kerukunan dan keharmonisan warga RT.12, (2) Menghimbau warga agar menjaga kebersihan lingkungan, (3) Menawarkan pembelajaran Bahasa Inggris gratis bagi pelajar SMP dan SMA sederajat,(4) Informasi Pengusulan Kartu Prakerja 2026, dan (5) Informasi peluang menjadi Agen Edukasi Kebersihan yang bertugas mensosialisasikan pentingnya kebersihan, pengelolaan sampah, dan pola hidup bersih kepada warga di lingkungan RT.12.Landasan dan Hakikat Silaturahmi: Dari Iman, Ilmu, hingga BudayaAllah SWT menjelaskan dalam QS At-Tin ayat 4, bahwa manusia diciptakan dalam bentuk yang sebaik-baiknya. Dilengkapi hati, akal, dan fisik yang proporsional, manusia dijadikan khalifah di muka bumi dengan tugas utama memakmurkan bumi atas dasar ketaatan kepada Allah (QS. Al Baqarah ayat 30).Meskipun sempurna: memiliki hati, akal dan fisik yang proporsional, manusia  tidak dapat hidup seorang diri, karena  manusia  adalah mahluk  sosial (Pranata & Hartati, 2017) yang memerlukan orang lain, membutuhkan bantuan orang lain, hidup bersama orang banyak,  dan tidak dapat melakukan suatu kegiatan tanpa melibatkan orang lain (Hantono & Pramitasari, 2018).Interaksi antar sesama manusia yang dilakukan dengan niat baik dapat dianggap sebagai bagian dari silaturahmi. Mengapa? karena silaturahmi (menyambung kasih sayang) adalah esensi dari hubungan sosial. Menurut Istianah (2016), Silaturahmi harus dilakukan untuk seluruh umat Islam, baik yang ada kaitan hubungan nasab (keturunan) maupun hubungan persaudaraan sesama umat muslim. Bahkan kepada kaum non muslim (berbeda keyakinan) pun dituntut untuk berbuat baik dengan saling menghormati dan menghargai, hanya saja bentuk dan etikanya yang berbeda.Silaturahmi bukan hanya sekadar bertemu, tetapi ada rasa saling mengasihi, menghormati, membantu, dan berbagi kebaikan untuk mempererat persaudaraan guna menciptakan harmoni, dan mendapatkan keberkahan hidup, Rasullah SAW menjelaskan silaturahmi menambah rezeki dan memperpanjang umur (HR. Bukhari dan Muslim). Bagi Masyarakat Indonesia, silaturahmi merupakan kegiatan yang sudah menjadi kebiasaan atau budaya secara turun temurun. Kegiatan ini bertujuan untuk menjalin tali persaudaraan (Ridho et al., 2021). Selain itu, Silaturahmi juga merupakan sebuah muamalah atau hukum yang mengatur urusan manusia yang sederhana namun fundamental dengan keperdulian terhadap keluarga, saudara ataupun orang lain dengan manfaat menambah rezeki, diberikan umur panjang (Made Cahyana et al., 2021). Kegiatan silaturahmi memberikan banyak manfaat, baik di dunia maupun di akhirat. Di dunia, silaturahmi meningkatkan intensitas komunikasi yang menciptakan keharmonisan: kehangatan dan cinta kasih sehingga mampu meningkatkan sharing informasi dan saling percaya. Untuk akhirat, silaturahmi mendatangkan keberkahan: orang-orang yang menjaga silaturahmi akan masuk ke dalam Syurga.Diriwayatkan dari Abu Ayyub Al-Ansari: Seorang lelaki berkata, "Wahai Rasulullah! Beritahu saya tentang suatu amal yang akan membuat saya masuk surga." Rasulullah SAW bersabda, "Engkau harus menyembah Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu pun; mendirikan shalat, menunaikan zakat, dan menjaga hubungan silaturahmi." (https://www.hadits.id/hadits/bukhari/5983).Membangun Sinergi dan Keberkahan Studi Cohen (2001) menunjukkan bahwa individu dengan jejaring sosial yang lebih luas dan interaksi sosial yang aktif cenderung memiliki usia harapan hidup lebih panjang dan kesehatan yang lebih baik,. Silaturahmi yang digelar Ketua RT.12 Kelurahan Sungai Miai ini bukan sekadar pertemuan rutin belaka. Merujuk pada kutipan-kutipan yang menjadi referensi pada tulisan singkat ini, silaturahmi merupakan perwujudan nyata dari ajaran agama, dan kearifan lokal yang menyatu dalam satu tindakan bermakna. Dari tingkat rukun tetangga inilah fondasi harmoni sosial dibangun, sinergi warga diperkuat, dan keberkahan hidup diraih.ReferensiCohen, S. (2001). Social relationships and health: Berkman & Syme [1979].Hantono, D., & Pramitasari, D. (2018). Aspek Perilaku Manusia sebagai Makhluk Individu dan Sosial pada Ruang Terbvuka Publik. Nature: National Academic Journal of Architecture, 5(2), 85. https://doi.org/10.24252/nature.v5i2a1Istianah. (2016). Shilaturrahim Sebagai Upaya Menyambungkan Tali yang Terputus. Riwayah : Jurnal Studi Hadis, 2(2), 199. https://doi.org/10.21043/riwayah.v2i2.3143Made Cahyana, I., Ismirihah, A., & Rijalul Fahmi, R. M. (2021). Silaturahmi Melalui Media Sosial Pespektif Hadits (Metode Syarah Bil Ra’yi). Al-Hikmah: Jurnal Pendidikan Dan Pendidikan Agama Islam, 3(2), 213–224.Pranata, R. H., & Hartati, U. (2017). Interaksi Sosial Suku Sunda dengan Suku Jawa (Kajian Akulturasi dan Akomodasi di Desa Buko Poso, Kabupaten Mesuji). Swarnadwipa: Jurnal Kajian Sejarah, Sosial, Budaya, Dan Pembelajarannya, 1(3).Ridho, M., Pratama, M. R., Dwicahya, B., Yan Sutardi, P. P., Hutahaean, P., & Ashari, F. (2021). Pergeseran Metode Silaturahmi Di Indonesia Sebagai Dampak Pandemi COVID-19. Jurnal Pendidikan Kewarganegaraan, 8(1), 56–68.  
# EDUKASI
# Opini

FKIP UNISKA MAB Banjarmasin: Pertukaran Mahasiswa Efektif Membangun Jaringan Internasional dan Kepercayaan Diri

Iwan Perdana
15 Januari 2026
“Pertukaran mahasiswa ke luar negeri berdampak positif pada penyiapan generasi bangsa untuk meningkatkan kompetensi global, membangun jaringan internasional, memperkaya wawasan budaya, melatih kemandirian dan kepercayaan diri." Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISKA MAB Banjarmasin, Dr. Hengki, SS., M.Pd., Kamis (15/1/2026) yang juga menegaskan peran vital perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu berpikir kritis tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa, sebuah program yang konsisten dijalankan FKIP UNISKA MAB hingga kini.Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin, sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tertua dan terbesar di Kalimantan Selatan, secara aktif menyelenggarakan program pertukaran dan magang mahasiswa ke luar negeri.Menurut Dr. Hengki, peran perguruan tinggi tidak hanya menyediakan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter SDM. Oleh karena itu, kampus idealnya membuka wawasan mahasiswa dengan mengajak mereka melihat dunia luar secara langsung sehingga mereka dapat menyiapkan diri menghadapi persaingan global selepas studi.Membangun Wawasan Lintas Budaya dan ProfesiKampus yang dinakhodai Assoc. Prof. Dr. H. Mohammad Zainul, S.E., M.M ini telah beberapa kali mengirimkan delegasi ke kampus di Thailand dan Philippines. Program ini ditangani langsung oleh Kepala Biro Kerjasama dan International Office, Ratna, M.Pd, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNISKA MAB Banjarmasin.Ratna M.Pd menjelaskan bahwa program ini memberikan manfaat ganda bagi para peserta. “Program pertukaran mahasiswa ini sangat bagus. Selain meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mengajar, program ini menambah wawasan tentang metode pengajaran di negara lain, juga berkomunikasi lintas budaya,” ujar Ratna, Kamis (15/1/2026), yang juga bertanggung jawab membimbing dan mendampingi mahasiswa asing yang mengikuti program pertukaran mahasiswa selama mereka berada di Banua.Dr. Hengki menambahkan bahwa program ini sangat efektif menunjukkan eksistensi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, dan Kampus UNISKA di kancah global. Selain turut serta memperkaya khazanah pengetahuan antar bangsa, program ini juga efektif memperkenalkan budaya Masyarakat Banjar—Indonesia ke Masyarakat internasional.“Program ini sangat bermanfaat menambah pengetahuan mahasiswa tentang sistem pendidikan dan budaya sekolah di luar negeri. Mahasiswa yang mengikuti program ini  akan melaksanakan best practice sebagai bukti kesiapan lulusan FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menjadi guru profesional yang lebih adaptif dan kreatif,” jelasnya.Testimoni Akhmad Rizaldi Rasyid, S.Pd, lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISKA MAB tahun 2020 menguatkan pentingnya program ini. Ia menceritakan pengalaman berharganya saat mengikuti program pelatihan ke University Brunei Darussalam (UBD). “Saya bersyukur mendapat kesempatan berkunjung ke Brunei Darussalam. Ini menjadi pengalaman positif bagi saya tentang pelayanan publik yang excellent, sekaligus berfungsi sebagai katalis dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi berbahasa Inggris melalui immersive experience,” pungkas Rizaldi.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi PBI FKIP UNISKA Banjarmasin Cetak Pendidik Profesional dan Praktisi Bahasa Berwawasan Internasional

Iwan Perdana
15 Januari 2026
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA) Banjarmasin menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya mengasah kemampuan bahasa Inggris secara akademik dan membentuk karakter calon pendidik yang profesional, tetapi juga secara luas; Mempersiapkan mahasiswa untuk bisa adaptif di banyak bidang." Pernyataan ini disampaikan oleh Kaprodi PBI UNISKA MAB Banjarmasin, Fitra Ramadani, M.Pd, saat menyampaikan dimulainya program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) S1 PBI FKIP UNISKA tahun ajaran 2026/2027 di Ruang Kaprodi, Kamis (15/1/2026). Fitra Ramadani menjelaskan bahwa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNISKA menyediakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa di berbagai sektor profesional. Hal ini dibuktikan dengan tersedianya pilihan Kelas Pagi, Malam, dan Ekstensi yang fleksibel bagi calon mahasiswa.“Prodi ini juga memberikan ruang pengembangan diri melalui kegiatan organisasi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk siap terjun sebagai pendidik, praktisi bahasa, maupun profesional di berbagai bidang yang membutuhkan kompetensi bahasa Inggris, seperti Penerjemah, Pegawai Bank/Hotel, hingga kesempatan bekerja di luar negeri" tambah Fitra Ramadani. Didukung Dosen Profesional dan Fasilitas BelajarDekan FKIP UNISKA MAB Banjarmasin, Dr. Hengki SS., M.Pd, menekankan bahwa perkuliahan di PBI FKIP Uniska didukung oleh tenaga pendidik profesional lulusan dalam dan luar negeri. Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang belajar yang nyaman dan media pembelajaran juga terus disiapkan secara optimal. “serta kesempatan untuk pengembangan diri melalui kegiatan akademik dan non-akademik berwawasan internasional: Pertukaran mahasiswa internasional," ujar Dr. Hengki, menyoroti peluang pengembangan diri mahasiswa. Alumni Siap Bersaing di Dunia KerjaKeberhasilan program studi ini dibuktikan oleh testimoni para alumni yang kini telah sukses di berbagai bidang. Wahyudi, S.Pd., S.I.Kom., M.I.Kom., Dosen Sapta Mandiri Balangan yang juga Komisioner KPU Kab. Balangan. "Saya merasakan pengalaman yang sangat berharga selama menempuh pendidikan di Prodi ini. Prodi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya secara akademik, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis, percaya diri," ungkapnya.Soniawati, S.Pd., yang kini menjadiGuru SDN 4 ASAM-ASAM, menyebut termotivasi berkat bimbingan dosen dan kesempatan berorganisasi ESA di kampus. Sementara itu, I Budi Utomo S.Pd, Konten Kreator Diskominfostasan Kab Tanah Laut yang lulus pada tahun 2015, menceritakan pengalamannya bahwa PBI UNISKA mendorong cara berpikir kritis dan kemampuan public speaking. "Selama berkuliah di Pendidikan Bahasa Inggris UNISKA dan lulus pada tahun 2015, saya merasakan perubahan dalam cara berpikir kritis dan mendorong untuk teruse mengembangkan kemampuan public speaking. Fasilitas dan organisasi kemahasiswaannya sangat mendukung kami untuk terus berprestasi, baik di dalam maupun di luar kampus," kenangnya. Jadwal Pendaftaran PMB 2026/2027Bagi calon mahasiswa yang berminat, FKIP UNISKA Banjarmasin telah membuka pendaftaran. Untuk TA Semester Genap 2025/2026 khusus calon mahasiswa pindahan, pendaftaran dimulai tanggal 1 Desember 2026 s.d 28 Februari 2027.Sedangkan untuk pendaftaran TA Ganjil 2026/2027, terdapat dua tahap. Tahap I dimulai tanggal 2 Maret s.d 27 Juni 2026, dan Tahap II mulai 29 Juni s.d 22 Agustus 2026. Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) dijadwalkan pada 7 September s.d 10 September 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara offline di Ruang PMB Uniska Jalan Adhyaksa nomor 2 Banjarmasin, atau secara online melalui laman resmi pmb.uniska-bjm.ac.id.
# BERITA
# Pendidikan

Etika Kepemimpinan dalam Penggunaan Ruang Kerja

Iwan Perdana
31 Desember 2025
Kepemimpinan memainkan peran penting dalam organisasi. Berhasil atau tidaknya suatu organisasi ditentukan oleh faktor kepemimpinan. Seorang pemimpin yang menginginkan organisasinya maju berkembang harus memiliki etika kepemimpinan yang baik. Etika kepemimpinan adalah konsep yang mencakup prinsip moral dan nilai yang harus diterapkan oleh seseorang saat memimpin tim atau organisasi. Etika kepemimpinan yang utama mencakup integritas, kejujuran, keadilan, dan sikap empati yang tinggi (https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/etika-kepemimpinan). Apabila bawahan percaya pemimpinnya memiliki kemampuan, dapat dipercaya, dan mendukung kemajuan bawahan dan lembaga, maka bawahan cenderung lebih termotivasi untuk bekerja dengan baik, karena mereka merasa aman dan nyaman dalam lingkungan kerja.Fondasi Perilaku Pemimpin yang BeretikaSutanto (2021) menegaskan bahwa pemimpin yang menerapkan prinsip etika secara konsisten mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif, meningkatkan kepercayaan, serta mendorong loyalitas bawahan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berkontribusi terhadap stabilitas organisasi karena bawahan tidak hanya bekerja berdasarkan kewajiban formal, tetapi juga didorong oleh komitmen moral dan emosional terhadap organisasi.Seorang pemimpin yang ideal memiliki kemampuan dan profesionalisme untuk memimpin dengan manajemen dan sistem yang baik (Waedoloh et al., 2022). Salah satunya, manajemen pengelolaan ruang kerja. Penyediaan fasilitas ruang kerja yang mendukung kinerja, dan ketepatan peruntukan penggunaan ruang kerja harus menjadi atensi atensi seorang pemimpian.Ketika seorang pemimpin menerapkan etika dalam penggunaan ruang kerja, hal tersebut akan menjadi stimulus untuk membangun kepercayaan dan loyalitas bawahan. Tindakan ini akan memicu respons timbal balik positif dari bawahan, menciptakan hubungan yang harmonis dalam organisasi.Keteladanan sebagai Penggerak BudayaPerilaku dan integritas pribadi pemimpin adalah pendorong utama dalam menumbuhkan budaya organisasi yang akuntabel, transparan, dan berkinerja tinggi. Dalam konteks penggunaan ruang kerja, pemimpin yang etis menunjukkan disiplin diri dan menghormati fasilitas organisasi bagi seluruh bawahan untuk tercapainya tujuan organisasi.Dengan demikian, etika pemimpin dalam menggunakan ruang kerja bukan hanya tentang cara memanfaatkan fasilitas, tetapi juga tentang membangun budaya organisasi yang berintegritas, transparansi, dan inklusif melalui keteladanan dan kepemimpinan yang konsisten.Referensi:Waedoloh, H., Purwanta, H., & Ediyono, S. (2022). Gaya Kepemimpinan dan Karekteristik Pemimpin yang Efektif, Waedoloh, Husen Purwanta, Hieronymus Ediyono, Suryo. https://jurnal.uns.ac.id/shes SHEs: Conference Series 5 (1) (2022) 144– 152 Gaya. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 5(1), 144.Sutanto, E. M. (2021). Kepemimpinan etis dan implikasinya terhadap kepercayaan serta loyalitas karyawan. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 15(2), 89–102.  
# EDUKASI
# Opini

Ajarkan Anak Usia Dini Al Quran: Investasi Keberkahan

Edubanua.com
26 Desember 2025
EDUBANUA.COM, BANJARMASIN – Mengajarkan Al Quran kepada anak sejak dini, bahkan dari dalam kandungan adalah investasi keberkahan. InsyaAllah kemuliaan dunia hingga akhirat akan diraih tidak saja oleh si anak, tetapi juga orang tuanya. Itulah yang menyemangati saya mendirikan pondok penghapal Al Quran, ujar Ustadz. Syarifuddin, Sabtu (27/12/2025).Di sela perbincangan santainya di warung kopi dengan Iwan Perdana, Ph.D, pendiri Yayasan Lanting Literasi Indonesia, Ust. Syarifuddin berkenan sedikit menyampaikan pandangannya tentang pentingnya mengajarkan Al Quran kepada anak-anak.“Al Quran adalah petunjuk bagi manusia. Ajarkan anak-anak kita cara membacanya disertai tajwidnya dengan benar agar mereka mengenal Al-Quran. Sebab jika sudah mengenal, anak-anak akan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.Beliau juga menjelaskan bahwa membaca Al Quran mendatangkan pahala tidak hanya kepada pembacanya, tetapi juga guru yang mengajarinya. Keberkahan bagi orang tuanya, keluarganya, rezekinya, kesehatannya, keselamatan dalam kehidupannya. Mengingat banyaknya ganjaran kebaikan fadhilah (keutamaan) yang diperoleh baik di dunia maupun di akhirat, Ust Syarifuddin mendirikan dan mengoperasikan pondok penghapal Al Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah.Selain sebagai petunjuk hidup agar selamat di dunia, dan di akhirat: landasan Aqidah, dan membentuk anak berakhlak mulia, banyak manfaat lain yang diperoleh dengan mengajarkan Al Quran kepada anak-anak, antara lain: meningkatkan kemampuan kognitif, menguatkan daya ingat anak melalui latihan hafal, Al Quran juga melatih kemampuan berpikir kritis. Ust. Syarifuddin menjelaskan bahwa belajar Al Quran bisa di mana saja. Idealnya di rumah: Ayah dan Ibu. Namun, kesibukan mencari nafkah kadangkala menyebabkan orang tua tidak memiliki waktu yang khusus/ terjadwal. Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan dapat membantu. “Orang tua dapat memercayakan anak-anaknya belajar membaca Al Quran di sekolah, TPA/TPQ, atau bimbingan privat/ guru mengaji. Pondok tahfidz dapat menjadi pilihan pilihan sangat tepat bagi yang ingin mendalami Al Qur'an secara intensif dan menjadi penghafal,” jelasnya.“Hal ini karena pondok tahfidz memiliki kurikulum terstruktur yang mencakup tajwid, Tahsin dan pelajaran-pelajaran dieniyah lainnya. Anak-anak juga dituntut mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari selama berada di pondok pesantren, mencetak generasi Qur'ani yang berakhlak mulia,” tambahnya lagi. Sebelum mengakhiri diskusi, Ust. Sarifuddin yang mendirikan Pondok Tahfidz Al Qur’an Al Khomsah Sukoharjo, menegaskan sebaiknya anak diajari Al Quran sejak kecil. Pada usia dini, daya ingat anak masih kuat, sehingga proses pelatihan Tilawah (membaca dengan baik dan benar), meliputi Tajwid (ilmu tentang penyempurnaan huruf & sifatnya/makhorijul huruf, serta hukum-hukum bacannya), dan  Tahsin (memperbaiki & memperbagus bacaan) dapat berjalan lebih cepat.
# BERITA
# Pendidikan

Mengapa Psikologi Pendidikan dan Pendekatan Pembelajaran dipraktikkan sesuai kebutuhan?

Edubanua.com
26 Desember 2025
Banyak faktor memengaruhi prestasi belajar siswa, baik faktor internal (dari dalam diri) seperti motivasi, kecerdasan/ intelegensi, dan psikologis, maupun faktor eksternal (dari luar diri) seperti guru, keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat).  Tulisan singkat ini membahas Guru, sebagai salah satu faktor eksternal  yang sangat penting, juga menjawab pertanyaan mengapa psikologi pendidikan dan pendekatan pembelajaran harus dikuasai dan dipraktikkan, sesuai kebutuhan.Iwan Perdana Ph.D, Dosen FKIP Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin, mengatakan perjuangan guru sangat berat. Eksistensinya  menentukan keberhasilan peningkatan SDM bangsa.  Oleh sebab itu, kualitas dan kompetensi guru harus terus ditingkatkan melalui pengembangan profesional berkelanjutan. Menurut Iwan Perdana, yang juga pendiri Yayasan Lanting Literasi Indonesia (https://www.lantingliterasiindonesia.or.id), Untuk memperkuat eksistensinya, penting bagi guru memahami psikologi pendidikan, dan memilih pendekatan pembelajaran yang sesuai kebutuhan dalam KBM. Guru akan semakin mengenali keunikan siswa, memahami cara berinteraksi sesuai usia siswa, sehingga dapat merancang strategi pembelajaran yang sesuai.  Psikologi pendidikan menunjang guru menjadi pribadi humanis: mampu menangani masalah perilaku dan emosi peserta didik. dan profesional menjalankan tanggung jawab, sejalan dengan tuntutan kompetensi pedagogik. Ketepatan guru memilih pendekatan  sesuai kebutuhan kelas akan menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif: menyentuh kebutuhan emosional serta kognitif siswa.Psikologi Pendidikan Psikologi pendidikan adalah ilmu yang menggabungkan  ilmu jiwa (psikologi) dan ilmu pendidikan untuk mencapai tujuan yang sama (Nurjanah et al., 2023). Menurut Gunarty dan Tarigan (2023), ilmu ini berperan penting sebagai landasan ilmiah  untuk  memahami  bagaimana  anak  belajar,  berpikir,  mengembangkan  motivasi,  dan  berinteraksi  secara  sehat  dalam  konteks  pembelajaran di  kelas.   Pratiwi dan Maunah (2024) berpendapat psikologi pendidikan merupakan studi mengenai tingkah laku manusia dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, serta penerapan konsep dan teori-teori psikologi dalam kegiatan belajar dan pendidikan. ilmu ini berhubungan erat dengan ilmu mengajar karena membahas tingkah laku manusia dalam proses pembelajaran (Alghifary & Wahyudi, 2023).Psikologi pendidikan diperlukan guru untuk menghadapi peserta didik yang unik dilihat dari segi karakteristik perilaku, kepribadian, sikap, minat, motivasi, perhatian, persepsi, daya  pikir,  inteligensi,  fantasi,  dan  berbagai  aspek  psikologis  lainnya karena setiap peserta didik berbeda dari peserta didik lainnya, seperti yang dikemukakan.Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran adalah cara atau strategi yang dipraktikkan guru dalam mengelola dan melaksanakan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Ada banyak pendekatan pembelajaran, namun garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1.      Pendekatan pembelajaran berpusat pada guru (Teacher-Centered)Dalam Pendekatan Teacher-centered, guru memikul tanggung jawab utama dalam proses pengajaran pengetahuan kepada siswa (Mascolo, 2009). Mempraktikkan teori behavioristik,: perubahan perilaku disebabkan oleh rangsangan eksternal (Skinner, 1974), Guru aktif di kelas, sedangkan siswa pasif. 2.    Pendekatan Pembelajaran berpusat pada siswa (Student-Centered)Siswa berperan aktif dalam Pendekatan Student-Centered. Mereka mendiskusikan apa yang telah dipelajari (Brophy, 1999), dan bekerja sama menyelesaikan tugas  sehingga terjadi interaksi antar siswa (Condelli & Wrigley, 2009). Pendekatan pembelajaran yang baik bersifat fleksibel: mudah beradaptasi dengan karakteristik siswa dan konteks pembelajaran, serta mendukung pengembangan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis.Pendekatan yang menggabungkan teori pembelajaran dengan praktik kontekstual terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan hasil pembelajaran secara signifikan (Handayani, et.,al,2024). Makatita dan Azwan (2021) melaporkan, motivasi memiliki kontribusi atau pengaruh terhadap prestasi belajar. Rosyidi et.,all, (2024) juga membuktikan hal yang sama, bahwa semakin tinggi  motivasi belajar maka prestasi belajar akan semakin baik. Bagaimana dengan kebahagiaan? Apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa dengan kebahagiaannya?. Adakah pengaruh motivasi dan kebahagiaan terhadap prestasi belajar siswa?Kebahagiaan  merupakan  hal  yang  unik  yang  dapat  berpengaruh  terhadap  kehidupan seseorang (Anas et al., 2022: 2). Menurut Jabal (2023), kebahagiaan dalam bidang pendidikan sangat diperlukan, terutama pada proses pembelajaran di dalam kelas. Jika pada saat memulai pembelajaran pendidik memiliki rasa senang dan bahagia maka pembelajaran yang akan disampaikan lebih menarik. Antika, Putra, dan Sari (2025) menyebutkan kebahagiaan  memiliki  kontribusi  sebesar  58%  terhadap  motivasi  belajar  matematika. Fitria (2022) melaporkan kebahagiaan mempunyai kontribusi atau hubungan sebesar 28,17% dengan hasil belajar siswa kelas X IPA 2 di Madrasah Aliyah Darul A’mal Metro Tahun Ajaran 2021/2022.Berdasarkan analisis datanya, Giyati (2019) memvalidasi bahwa ada hubungan positif antara kebahagiaan dengan motivasi belajar siswa SMP Kanisius Temanggung. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewantoro (2017) juga menegaskan bahwa kebahagiaan diri mempunyai peranan penting serta memiliki pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar yang diraih oleh siswa. Begitu pun motivasi belajar terbukti memiliki pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar yang diraih oleh siswa. 
# EDUKASI
# Opini

Skripsi: Self-Development dan Pendidikan Karakter

Iwan Perdana
22 Desember 2025
Salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa menyelesaikan studi adalah menyusun karya tulis ilmiah. Terminologi di Indonesia, karya tulis ilmiah untuk syarat kelulusan S1 (Sarjana) disebut skripsi. Tesis untuk S2 (Magister), dan Disertasi untuk S3 (Doktor). Perbedaan di antara ketiganya terletak pada kedalaman analisis, bobot ilmiah, serta tuntutan kebaruan temuan.Karya tulis ilmiah tidak sekadar untuk memenuhi syarat administratif, tetapi juga bukti mendalami suatu bidang ilmu secara komprehensif. Proses ini mendorong mahasiswa mengaplikasikan teori-teori yang telah dipelajari semasa kuliah, dengan penekanan pada mata kuliah Metodologi Penelitian.Manfaat SkripsiSkripsi adalah syarat kelulusan jenjang S1. Manfaatnya sangat banyak. Tidak sekadar untuk memenuhi syarat kelulusan, tapi juga mengasah kemampuan mahasiswa berpikir kritis, analitis, berkomunikasi, menuangkan pikiran dalam tulisan, dan berlatih menyelesaikan masalah. Proses pengerjaan skripsi menanamkan karakater disiplin, bekerja keras, sopan santun, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab. Melalui skripsi sebagai latihan,  mahasiswa diharapkan tidak hanya unguul di bidang akademik, tetapi juga menjelma menjadi pribadi pantang menyerah, dan konsisten dalam usaha mengerjakan sesuatu tepat waktu.  Kaitan Skripsi dengan Self-Development dan Pendidikan KarakterSelain manfaat yang telah dijelaskan, skripsi mengingatkan mahasiswa untuk mengenal dirinya sendiri: kelebihan dan kekurangannya, sehingga dapat bersikap bijak di masa yang akan datang. Di dalam prosesnya, mereka belajar bersikap legowo menerima kritik, terus meningkatkan kualitas diri, dan mengakui kontribusi orang lain (Dosen pembimbing dan penguji). Ini akan menumbuhkan sikap rendah hati (tawadhu') dan kesadaran diri bahwa kesuksesan berasal dari usaha dan bantuan banyak pihak, bukan semata karena kehebatan diri sendiri.  
# EDUKASI
# Opini

Wisuda: Dari Tradisi Akademik hingga Misi FKIP UNISKA Mencetak Guru Profesional

Iwan Perdana
19 Desember 2025
Wisuda adalah momen yang menandai berakhirnya masa studi di kampus. Acara ini diselenggarakan penuh khidmat untuk mengukuhkan kelulusan mahasiswa. Yuliantin Azizah (2023) dalam situs https://itsm.ac.id/uncategorized/sejarah-singkat-wisuda menyebutkan perayaan kelulusan mirip konsep wisuda sudah ada sejak zaman Plato (abad ke-4 SM), yaitu upacara "Iklan" di Athena. Pesta kelulusan juga ada di Roma kuno yang disebut "promotio" atau “conventus”. Azizah menambahkan, perayaan kelulusan yang kemudian dikenal dengan istilah Wisuda menjadi upacara formal Universitas di Eropa pada abad pertengahan: Universitas Bologna di Italia, dan Universitas Oxford di Inggris. Di Amerika, Universitas Harvard, USA mengadakannya pada tahun 1642. Sedangkan di Indonesia, Universitas Gadjah Mada (UGM) menjadi kampus pertama yang menyelenggarakan wisuda pada 19 November 1963. Wisuda merupakan momen penutupan berakhirnya masa studi di kampus sekaligus wujud komitmen perguruan tinggi menghantarkan mahasiswa mencapai tujuan akademik mereka. Pelaksanaan wisuda menegaskan pengakuan kampus terhadap kerja keras, ikut merayakan pencapaian studi, dan apresiasi atas dedikasi mahasiswa terhadap ilmu pengetahuan. Di ajang yang sangat tepat untuk mengapresiasi orang tua, kerabat, dan para dosen ini pula akan terbangun kebanggaan dan identitas alumni, sekaligus pertanggungjawaban perguruan tinggi kepada masyarakat dengan menyiapkan lulusan yang siap berkontribusi kepada negara, masyarakat, dan dunia kerja. Pada tanggal 16 – 18 Desember 2025, Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin menggelar Wisuda Program Sarjana ke-50, dan Pascasarjana ke-23. Di rangkaian wisuda yang digelar selama tiga hari tersebut, UNISKA mengukuhkan 3.254 lulusan dari berbagai jenjang Pendidikan.Salah seorang Dekan di UNISKA MAB Banjarmasin yang tampak gembira dalam ajang pengukuhan kelulusan ini adalah Dr Hengki S.S.,M.Pd. Tahun ini, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang dipimpinnya menghantarkan 183 mahasiswa mengikuti Wisuda. Melalui pesan WhatsApp, Rabu (17/12/2025), Beliau menyatakan keyakinannya bahwa para lulusan FKIP UNISKA MAB Banjarmasin siap menjadi guru profesional. Optimisme ini dilandasi oleh praktik pembelajaran di kampus selama ini menekankan pada proses membimbing dan mengajar mahasiswa agar mereka mampu mengembangkan keterampilan dan pengetahuan yang dibutuhkan masyarakat. Sebagai Fakultas yang saban tahun meluluskan calon guru Pendidikan Bahasa Inggris, Bimbingan Konseling, Pendidikan Kimia, dan Pendidikan Olah raga. FKIP UNISKA telah berkontribusi besar membangun bangsa dan memajukan masyarakat khususnya di bidang Pendidikan. Para alumni FKIP UNISKA terbukti tangguh, berkarakter kuat, inovatif, adaptif, dan berdaya saing. Banyak guru berkualitas lulusan FKIP UNISKA mengabdikan diri di dunia pendidikan. Mereka berjuang mencerdaskan generasi khususnya di Banua.  Terlebih lagi, Dr Hengki, Dosen Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISKA, memiliki perspektif bahwa guru adalah pengajar yang harus tampil sebagai pembimbing dan teladan dalam membentuk peradaban bangsa yang bermartabat. Ini tentu saja mempengaruhi kebijakannya dalam meningkatkan mutu penyelenggaraan perkuliahan dalam rangka menyiapkan lulusan (guru) berkualitas. 
# BERITA
# Pendidikan

Prometheus di Abad Modern

Iwan Perdana
17 Desember 2025
Dalam mitologi Yunani, manusia tidak memiliki pengetahuan sampai akhirnya mendapatkannya dari Prometheus. Harga yang harus dibayar Titan cerdas itu sangat mahal. Atas keberaniannya mencuri api (simbol pengetahuan) di gunung Olimpus, Zeus menghukumnya dengan siksa abadi. Dia dirantai di gunung, tempat bersemayamnya para Dewa. Hatinya dimakan burung elang saban hari. Setelah dilahap elang, malamnya tumbuh lagi, kemudian dimakan lagi. Terus begitu, selamanya.Mengapa Prometheus berani mencuri api pengetahuan, padahal dia menyadari risikonya. Kecintaannya yang sangat besar kepada manusialah yang membuatnya nekat mengambil dan menghadiahkan api pengetahuan kepada manusia. Sang Titan ingin manusia menjalani kehidupan yang lebih baik, dan makmur.Bertolak dari cerita itu, mestinya seluruh umat manusia tercerahkan karena mendapatkan pengetahuan. Namun ternyata, sejak dahulu pengetahuan adalah barang mewah, tidak semua orang berkesempatan memperolehnya. Hanya kalangan tertentu saja: Anak-anak raja, keturunan bangsawan, para pejabat istana, dan anak keturunan orang kaya. Dalam kisah Mahabrata, diceritakan Dronacharya, Sang Mahaguru Hastinapura, membatasi pengajaran pengetahuannya hanya kepada kasta Ksatria: Pandawa & Kurawa. Dia tidak berkenan mengajari Ekalaya dan juga Karna, rakyat biasa.Keterbatasan akses pengetahuan bukan hanya cerita masa lalu. Kini pun, masih banyak anak kurang beruntung yang merasakannya. Mereka terjebak di daerah yang dilanda konflik, kemiskinan ekstrem, dan ketidakstabilan politik, ataupun dogma yang menutup peluang kaum hawa ke sekolah. Maka beruntunglah kita yang merasakan manisnya pendidikan sehingga memiliki pengetahuan.Lalu bagaimana bentuk syukur atas anugerah yang luar biasa ini?. Jawabannya sederhana, belajar dan belajar, kemudian mempraktikkannya demi meningkatkan kesejahteraan umat manusia, seperti yang dilakukan Prometheus. Menurut saya, para ilmuwan yang bersusah payah belajar, mengasah keterampilan sehingga mampu menciptakan sesuatu untuk meningkatkan kesejahteraan umat manusia adalah manusia pilihan Tuhan – mereka rela mencurahkan pikiran, tenaga dan masa mudanya untuk belajar. Mereka (mungkin) seperti Prometheus yang menderita demi umat manusia, karena menghabiskan banyak waktu hidupnya untuk mempelajari sesuatu, dan menggunakannya untuk kebaikan orang banyak.  
# EDUKASI
# Opini

  Youtube

Surah Ar-Rahman | Aniq Muhai

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan