Postingan Terbaru

Prodi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISKA Raih Akreditasi Unggul dari LAMDIK

Iwan Perdana
12 Februari 2026
"Saya sangat bersyukur dan berterima kasih atas kerja keras dekanat, dan tim task force akreditasi. Akreditasi unggul ini bukan hanya sebagai rekor pencapaian prodi di fakultas, tapi juga sebagai kesempatan emas untuk memajukan prodi menjadi lebih baik bukan hanya di level akreditasi nasional tapi juga level akreditasi internasional," tutur Fitra Ramadani S.Pd.,M.Pd., Kaprodi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) MAB Banjarmasin, Kamis (12/2/2026). Kalimat itu mengiringi kabar bahagia yang baru saja dirilis: PBI Uniska MAB Banjarmasin resmi menyandang predikat Akreditasi Unggul dari Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan (LAMDIK). Sebuah penantian panjang, penantian yang tak hanya membuahkan pengakuan, tapi juga janji untuk terus melangkah maju. Ini adalah bukti nyata bahwa dedikasi dan kegigihan dapat mengantar sebuah institusi menuju puncak prestasi.Fitra Ramadani, S.Pd.,M.Pd., Kaprodi PBI Uniska MAB BanjarmasinAkreditasi "Unggul" bukan sekadar sertifikat, Ini adalah penegasan komitmen, sebuah stempel kualitas yang tak main-main. Predikat ini menegaskan PBI UNISKA serius menyelenggarakan pendidikan bahasa Inggris bermutu tinggi, relevan dengan dinamika global, dan siap mencetak lulusan berdaya saing. Bagi sebuah perguruan tinggi, cap "Unggul" ibarat magnet, penarik reputasi, pembuka pintu kerja sama, sekaligus pengokoh posisi di kancah pendidikan nasional.Perjalanan PBI Uniska meraih predikat ini cukup berliku. Pada asesmen lapangan awal oleh dua asesor LAMDIK, 25 s.d. 26 Juli 2025: FX. Ouda Teda Ena, M.Pd., Ed.D, dan Dr. Arina Shofiya, M.Pd, PBI UNISKA hanya menempati peringkat "Baik Sekali". Sebuah hasil yang, meski tidak buruk, namun dirasa belum sepenuhnya merefleksikan potensi serta dedikasi luar biasa yang telah dicurahkan sivitas akademika selama ini. Ada ganjalan. Ada asa yang lebih tinggi.Dekan FKIP Uniska MAB Banjarmasin, Dr. Hengki, S.S., M.Pd., tak tinggal diam. Dengan sigap, Beliau mengambil langkah strategis. Pada 30 September 2025, surat permohonan banding dilayangkan.  Perjuangan banding itu berbuah manis. Setelah melalui tahapan asesmen lapangan banding yang ketat pada 21 hingga 24 Januari 2026, oleh tim asesor baru—Prof. Dr. Erna Iftanti, S.S., M.Pd, Prof. Dr. Ida Ayu Made Sri Widastuti, S.Pd., M.Pd., M.Hum, serta Ketua Majelis Akreditasi Prof. Dr. Sutrisna Wibawa, M.Pd., akhirnya LAMDIK mengeluarkan Keputusan No: 241/SK/LAMDIK/Ak-BDG/S/II/2026. Isinya gamblang: PBI FKIP UNISKA MAB Banjarmasin memenuhi syarat meraih peringkat Unggul. Sertifikat prestisius ini berlaku lima tahun, dari 22 September 2025 hingga 21 September 2030."Kami sungguh bersyukur dan bangga. Ini buah kerja keras tak kenal lelah seluruh sivitas akademika, dukungan pimpinan, hingga para mitra strategis, serta alumni yang menunjukkan semangat kemajuan FKIP Uniska MAB," ungkap Dr. Hengki, penuh rasa bangga  mendapatkan hasil sesuai harapan.  Kebahagiaan serupa juga dirasakan Arbain, S.Pd., M.Pd., dosen senior yang turut serta dalam penyusunan borang akreditasi. "Alhamdulillahirabbil'alamin atas keberhasilan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP Uniska  dalam meraih predikat Akreditasi Unggul. Semoga keberhasilan ini menjadi berkah bagi kita semua dan semakin memotivasi kami untuk terus mencetak lulusan pendidik bahasa Inggris yang berkualitas, berkarakter, dan berdaya saing global," katanya, menatap masa depan dengan penuh harap.Kaprodi, Fitra Ramadani, menambahkan "Akreditasi unggul ini menegaskan bahwa prodi Pendidikan Bahasa Inggris Uniska MAB Banjarmasin adalah salah satu prodi bahasa Inggris terbaik di Kalimantan Selatan. Dosen-dosen yang kompeten dalam pengajaran, penelitian dan pengabdian, sistem pendidikan yang unggul, fasilitas yang sangat memadai untuk mendukung perkuliahan berlangsung lancar adalah gambaran dari akreditasi unggul."Kebanggaan ini juga dirasakan Sonia, S.Pd., alumnus PBI Uniska angkatan 2018 yang kini mengajar di SDN 4 Asam-Asam, Kabupaten Tanah Laut."Alhamdulillah, Selamat kepada PBI Uniska atas kesuksesan meraih peringkat akreditasi Unggul. Sebagai alumna, saya merasa sangat bangga dan terhormat," ujarnya. Predikat Unggul ini, bagi Fitra Ramadani, bukanlah akhir dari segalanya. Justru, ini adalah awal dari tanggung jawab yang lebih besar. "Semoga akreditasi ini akan terus dipertahankan dan juga ditingkatkan lagi yang akan tercermin dalam kepercayaan masyarakat kepada PBI Uniska MAB di masa yang akan datang," pungkasnya. Sebuah komitmen, sebuah janji, untuk terus menyalakan obor pendidikan di Bumi Lambung Mangkurat.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi PBI UNISKA MAB Banjarmasin Gelar Seminar Proposal Skripsi, Tekankan Metodologi dan Nalar Kritis

Iwan Perdana
4 Februari 2026
"Ada perasaan takut dan gugup sebelum menjalani seminar proposal, tetapi setelah dijalani ternyata tidak sesulit yang dibayangkan. Para penguji sangat suportif dan memberikan saran yang sangat membantu untuk penelitian saya." Pengakuan Amanda Zahratunnisa, salah satu peserta sempro, ini mewakili gejolak batin peserta Seminar Proposal Skripsi Prodi PBI UNISKA MAB Banjarmasin yang digelar Rabu (4/02/26) di Kampus Utama yang berlokasi di Jl. Adhyaksa No. 2, Kayu Tangi, Kota Banjarmasin Ruang English Corner lt.3 Gedung A.Bagi institusi pendidikan tinggi, skripsi tidak sekadar menjadi syarat administratif kelulusan. Ia adalah bukti otentik bahwa mahasiswa telah mendalami suatu bidang ilmu secara komprehensif. Proses Seminar Proposal Skripsi menjadi gerbang formal untuk menguji kemampuan mereka dalam berpikir kritis, logis, serta mengaplikasikan teori yang telah dipelajari.Sekretaris Prodi PBI UNISKA, Hartatya Novika, M.Pd, menegaskan pentingnya forum tersebut. Tujuannya jelas: menguji kemampuan mahasiswa mempresentasikan serta mempertahankan proposalnya, sekaligus menyerap masukan berharga dari dosen penguji. Tujuannya mulia, demi memastikan skripsi S1 berkualitas yang dihasilkan nanti akan berdampak positif.Dalam atmosfer akademik yang serius, tekanan utama diletakkan pada fondasi penelitian. Dr. Hengki, M.Pd, Penguji sekaligus Dekan FKIP, menekankan satu hal vital, yakni pentingnya Metodologi Penelitian yang benar. "Kami sangat menekankan pentingnya Metodologi penelitian yang benar untuk menjamin validitas, reliabilitas, dan kualitas data yang dihasilkan," ujarnya. Baginya, penelitian yang baik harus berdampak positif, bukan hanya tumpukan kertas.Namun, di balik ketegasan akademik tersebut, drama mental tetap tak terhindarkan. Widya, mahasiswa peserta seminar, jujur mengakui perasaannya. "Isi hati tidak karuan, nervous berkelanjutan, dan overthink," katanya ringkas. Perasaan gugup ini adalah harga yang harus dibayar saat menghadapi panel penguji yang kompeten.Di sinilah peran Arbain, M.Pd, dan rekan dosen lainnya menjadi sangat krusial. "Tantangan dalam menguji seminar proposal skripsi adalah selain menilai Orisinalitas penelitian, juga memberikan kritik yang tajam namun tetap suportif tanpa menjatuhkan mental mahasiswa," jelas Arbain. Kritik harus membangun. Kekritisan penguji diperlukan untuk mengasah nalar logis mahasiswa, sebagaimana disampaikan Kaprodi PBI, Fitra Ramadani, M.Pd. Ketika proses tanya jawab dan masukan rampung, mahasiswa tidak hanya membawa pulang catatan revisi, tetapi juga panduan yang lebih terarah. Suasana lega yang dirasakan Amanda setelah seminar membuktikan bahwa ketakutan terbesar seringkali hanya ada di kepala. 
# BERITA
# Pendidikan

Dari Zona 14 ke Zona Kurikulum: Playmaker Tidak Hanya di Lapangan Hijau. Mereka Juga Ada di Sekolah

Iwan Perdana
2 Februari 2026
Kebanyakan laki-laki suka bermain sepak bola, saya salah satunya. Sejak kecil, saya sudah menggandrungi permainan yang sangat populer di seluruh dunia ini. Hampir saban hari saya bersentuhan dengan bola, baik di sekolah, tanah lapang di kampung, dan lapangan sepak bola kayu tangi di bawah arahan Pak Udi (Alm), dan Mas Yanto. Saya tak lagi bermain bola selepas tahun 2000. Memori indah yang tersimpan hingga kini adalah mencetak gol di final liga Fakultas Ekonomi ULM Banjarmasin yang menghantarkan tim Angkatan 95 meraih juara di kompetisi terakhirnya.Api semangat mengejar bola kembali menyala beberapa tahun silam setelah Bang Amat, sohib masa kecil, mengenalkan saya kepada Pak Rudiansyah, pimpinan Berkah FC. Walau sebenarnya fisik tak lagi prima, dengan niat menjalin silaturahmi dan berolah raga, saya ikut bermain di lapangan kayu tangi setiap senin dan kamis jika tidak ada kesibukan di kampus. Di tim yang sangat solid inilah saya berkawan dengan pemain-pemain hebat di lapangan, dan sangat ramah di luar lapangan. Apa yang saya paparkan dalam tulisan singkat ini mungkin tidak begitu tepat, namun semoga tetap menarik untuk ditelaah. Saya mencoba mengaitkan  sepak bola dengan manajemen pendidikan, tepatnya ilmu terapan (applied science) yang berada di bawah naungan ilmu pendidikan. Disiplin ilmu yang saya pelajari. Saya menganalogikan salah satu posisi di tim sepak bola, yaitu Playmaker (Attacking Midfielder) dengan salah satu struktur strategis di manajemen sekolah, yaitu  Koordinator Pengembangan Kurikulum & Inovasi Pembelajaran.Dalam sebuah tim sepak bola, Playmaker bertindak sebagai otak serangan yang beroperasi di antara lini tengah dan depan. Seorang playmaker tak selalu mencetak gol, tetapi dialah otak di balik setiap peluang yang tercipta. Di Berkah FC, ada empat pemain berpengalaman yang memainkan posisi ini, yaitu Kapten Rudi, Taufik, Budi Riva, dan Izul. Mereka beroperasi di "Zona 14", area krusial di depan kotak penalti lawan. Dengan visi bermain yang kuat, ditopang  teknik, dan kemampuan dribbling yang sangat baik, keempat pemain andalan tersebut bertugas mengatur tempo, menciptakan peluang gol melalui umpan terobosan jitu, serta mendikte jalannya permainan. Di dunia pendidikan, di "lapangan" yang bernama sekolah, peran serupa playmaker dimainkan oleh seorang Koordinator Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran. Umumnya jabatan ini dipercayakan kepada wakil kepala sekolah bidang kurikulum. Mereka adalah playmaker pendidikan, arsitek tak terlihat yang merancang skenario agar setiap "gol" pembelajaran—yaitu pemahaman mendalam dan keterlibatan siswa—tercapai.Jika playmaker sepak bola menguasai “zona 14” (area antara lini tengah dan penyerang), playmaker pendidikan beroperasi di “zona transisi” yang kritis. Mereka harus mampu menjembatani visi strategis kepala sekolah dan realitas harian di kelas. Tugas mereka bukan mengeksekusi, tetapi membuat eksekusi menjadi mungkin terjadi dan efektif. Umpan terukur (assist) seorang playmaker sepak bola, dalam pendidikan, berwujud desain pembelajaran yang brilian: sebuah skenario Project-Based Learning yang kontekstual, rubrik penilaian autentik, atau modul digital interaktif yang mereka siapkan untuk guru-guru. Mereka "mengumpan" para guru (para striker) untuk mencetak gol di depan siswa.Kemampuan membaca permainan (game intelligence) playmaker di lapangan sepak bola, di dunia pendidikan diterjemahkan menjadi analisis kebutuhan pembelajaran. Mereka melihat "celah" antara kurikulum nasional dan konteks lokal, antara minat siswa dan materi pelajaran, lalu merancang strategi untuk memanfaatkan celah tersebut menjadi peluang belajar yang menarik.Jika playmaker sepak bola menentukan kapan serangan dipercepat atau diperlambat, playmaker pendidikan memastikan alur pembelajaran sesuai ritme siswa—tidak membebani, juga tidak membosankan. Pada intinya, playmaker pendidikan adalah jembatan penghubung vital yang menerjemahkan kebijakan menjadi praktik, teori menjadi aksi, dan data menjadi strategi. Tanpa mereka, serangan pedagogis sebuah sekolah berisiko menjadi kaku, terfragmentasi, dan kurang kreatif.Seperti Kapten Rudi, Taufik, Budi Riva, dan Izul yang berperan penting menentukan ritme permainan Berkah FC sehingga tim ini berulang kali meraih tropi di kejuaraan sepak bola yang diselenggarakan Dispora Kalimantan Selatan, peran wakil kepala sekolah bidang kurikulum juga menentukan kualitas pendidikan di sebuah sekolah. Apabila pembelajaran di sekolah terasa hidup, dinamis, dan penuh penemuan, maka itu semua karena kepiawaian Koordinator Pengembangan Kurikulum dan Inovasi Pembelajaran, playmaker yang bermain di balik layar,  merancang pertunjukan, menyiapkan senjata bagi para guru, dan memastikan setiap serangan pembelajaran berakhir dengan gol kompetensi yang gemilang. 
# EDUKASI
# Opini

Pelantikan Pengurus HMJ Bimbingan dan Konseling FKIP UNISKA MAB Banjarmasin Periode 2025-2026

Iwan Perdana
30 Januari 2026
“Kepercayaan yang Anda terima hari ini diiringi tanggung jawab moral, akademik, dan organisasi. Jadilah pengurus yang tidak hanya aktif dalam kegiatan, tetapi juga mampu menjadi teladan dalam sikap, perilaku, dan prestasi akademik."Nasihat tegas namun penuh kasih itu meluncur dari Dr. Ani Wardah, M.Pd, Ketua Program Studi (Kaprodi) Bimbingan dan Konseling (BK) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari Banjarmasin (UNISKA MAB Banjarmasin), saat melantik Nayla Nasywa sebagai Ketua Umum Himpunan Mahasiswa Jurusan (HMJ) Bimbingan Konseling UNISKA Periode 2025-2026. Beliau menggantikan Muhammad Habibie, M.Pd, Wakil Dekan III yang berhalangan hadir.Pemandangan pagi di Kampus UNISKA MAB Banjarmasin, Jumat (30/01/2026), menjadi saksi momen krusial ini. Nayla Nasywa, didampingi jajaran inti yang solid, resmi mengemban amanah memimpin organisasi yang menjadi jantung bagi mahasiswa Bimbingan dan Konseling.Ini bukan sekadar seremonial. Ini adalah penyerahan tongkat estafet penting bagi pembentukan karakter konselor profesional di Kampus utama yang terletak di Jl. Adhyaksa, Jl. Kayu Tangi 1 Jalur 2 No. 2, Sungai Miai, Kec. Banjarmasin Utara, Kota Banjarmasin, Kalimantan Selatan.Di tengah maraknya isu kesehatan mental, peran mahasiswa Bimbingan dan Konseling jauh melampaui sekadar menguasai teori psikologi. Mereka dituntut memiliki kepekaan sosial, etika profesi yang kuat, serta kemampuan empati yang mendalam. Modal ini adalah kunci utama untuk menjadi konselor profesional yang mumpuni. Inilah mengapa kehadiran HMJ Bimbingan dan Konseling UNISKA MAB Banjarmasin sangat vital; ia berfungsi sebagai kawah candradimuka, wadah utama untuk mengasah kepemimpinan mahasiswa BK, karakter, dan profesionalitas.Dalam satu periode ke depan, tantangan Nayla dan timnya adalah menyusun program yang responsif, tidak hanya bagi kebutuhan internal kampus, tetapi juga bagi masyarakat dan lingkungan persekolahan. Mereka harus mampu menjembatani ilmu yang didapat di kelas dengan realitas di lapangan. Estafet kepemimpinan ini diserahkan oleh Selvia Amalia, Ketua Umum periode sebelumnya. Nada haru terasa saat Selvia berpesan kepada pengurus baru. "Teruslah berinovasi, tetap rendah hati, dan jaga integritas. Saya percaya kalian mampu membawa HMJ-BK Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin menjadi organisasi yang lebih aktif, inklusif, dan progresif,” ujarnya, memberi semangat tulus.Menanggapi tantangan dan dukungan tersebut, Nayla Nasywa menyampaikan rasa syukur sekaligus optimisme. Visi yang dibawanya jelas: kolaborasi adalah harga mati. "Dengan dukungan dan kerja sama dari seluruh pengurus, senior, serta pihak terkait, Saya yakin HMJ-BK UNISKA MAB Banjarmasin akan berkontribusi positif bagi jurusan, FKIP, dan Universitas. Mari kita berjalan bersama, saling merangkul, dan tumbuh menjadi pribadi yang bermanfaat bagi sesama," janji Nayla, menutup pidatonya.Dalam menjalankan roda organisasi, Nayla akan didukung Muhammad Supian Ilham sebagai Wakil Ketua Umum, Amara Huda (Sekretaris Umum), dan Cahaya Kamila (Bendahara Umum).Guna memastikan visi membentuk Konselor Profesional berintegritas dapat terwujud secara nyata, kepengurusan terbagi dalam empat divisi strategis, yaitu Divisi Pendidikan dan Kebudayaan diketuai Auni Azri, Divisi Minat dan Bakat  diketuai Muhammad Hafiez, Divisi Komunikasi dan Informasi di bawah pimpinan Riana Amelia, dan Divisi Koordinator Sekretariat dipimpin oleh Salia.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi BK Uniska MAB Banjarmasin Dorong Mahasiswa Kuasai 7 Teknik Keterampilan Komunikasi Konseling

Iwan Perdana
20 Januari 2026
Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al-Banjari (Uniska MAB) Banjarmasin menggelar kuliah tamu daring untuk membekali mahasiswanya dengan keterampilan esensial. Acara yang dilaksanakan pada Selasa, 20 Januari 2026, melalui platform Zoom Meeting ini berfokus pada tema "Peningkatan Keterampilan Komunikasi Konseling," menekankan bahwa penguasaan komunikasi humanis dan profesional adalah fondasi utama keberhasilan proses bantuan kepada klien. Kuliah tamu daring ini menghadirkan Dr. Arif Ainur Rofiq, S.Sos.I., M.Pd., Kons., CHt (IACT-USA)., CI, Dosen UIN Sunan Ampel Surabaya yang juga menjabat Ketua Ikatan Konselor Indonesia PD Jawa Timur.Dr Ani Wardah, M.Pd, Kaprodi BK FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menjelaskan  tujuan diselenggarakannya kuliah tamu ini ini adalah meningkatkan pemahaman sekaligus mengembangkan keterampilan komunikasi konseling mahasiswa. Mengundang pemateri berpengalaman Dr. Arif Ainur Rofiq,S.Sos.I.,S.Pd.,M.Pd.,Kons.,CHt (IACT-USA).,CI, kegiatan ini diharapkan menambah pengetahuan mereka agar mampu mengimplementasikan konsep komunikasi konseling secara aplikatif dalam konteks layanan di sekolah maupun setting non-sekolah, dan siap menjadi konselor yang kompeten, komunikatif, dan berkarakter yang merupakan target pencapaian visi Program Studi Bimbingan dan Konseling FKIP UNISKA MAB Banjarmasin.Dalam paparannya, Dr. Arif Ainur Rofiq menjelaskan bahwa komunikasi tidak hanya berkaitan dengan cara menyampaikan pesan, tetapi juga bagaimana konselor menunjukkan empati, sikap profesional, serta mampu membangun rasa nyaman pada klien agar proses konseling berjalan efektif. Ia menekankan, setiap konselor wajib memahami dan menguasai keterampilan komunikasi konseling sebagai kecakapan khusus untuk membantu konseli menemukan alternatif pilihan secara tepat dalam menghadapi permasalahan yang dialaminya.Lebih lanjut, Beliau mendefinisikan konseling sebagai kegiatan membantu individu untuk menemukan pemecahan masalahnya (Curative) dan mengembangkan (Development) dirinya menjadi pribadi yang sehat jasmani-rohani, dengan cara memberdayakan iman, akal, dan kemauan. Dr. Arif Rofiq juga memaparkan tujuh teknik dasar keterampilan komunikasi konseling yang harus dikuasai, yaitu: Attending, Questioning, Reflection of Feeling, Parafrashing, Confronting, Summaryzing, dan Ending.Para peserta menyambut positif materi yang disampaikan. Nayla Nasywa, salah satu peserta yang juga bertindak sebagai MC dan moderator, mengungkapkan adanya perubahan perspektif setelah mengikuti kegiatan tersebut. "Setelah mengikuti kuliah tamu ini, saya semakin paham bahwa komunikasi konseling merupakan inti dari keberhasilan proses konseling. Komunikasi ternyata tidak sekadar bertanya dan menjawab, tetapi bagaimana membangun hubungan yang penuh empati, penerimaan, dan kepercayaan," ujarnya.Senada dengan Nayla, peserta lainnya, Selly Tilar, menilai acara ini memperkaya pemahaman tentang peran komunikasi. "Perspektif saya tentang komunikasi konseling semakin terbuka, terutama dalam mengintegrasikan elemen verbal, non-verbal, dan empati untuk membangun hubungan yang lebih efektif antara konselor dan konseli. Komunikasi tidak hanya sebagai alat penyampaian informasi, tetapi juga fondasi utama untuk menciptakan lingkungan aman yang mendorong keterbukaan dan refleksi diri," jelas Selly, seraya menambahkan bahwa keterampilan seperti mendengarkan aktif dan pertanyaan terbuka menjadi kunci sukses dalam proses konseling. Panitia acara, Indriani, berharap kuliah tamu ini dapat memberikan pengalaman belajar yang bermakna dan mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan keterampilan komunikasi konseling sebagai bekal menjadi calon konselor profesional yang humanis.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin Siapkan Guru Bimbingan dan Konseling Profesional Berlandaskan Nilai Islami

Iwan Perdana
20 Januari 2026
Program Studi Bimbingan dan Konseling (Prodi BK) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kalimantan (UNISKA) Muhammad Arsyad Al-Banjari (MAB) Banjarmasin mendapat pengakuan positif dari para alumninya terkait kualitas pendidikan yang berfokus pada pembentukan karakter dan profesionalisme pendidik. Di tengah kebutuhan mendesak akan peran guru BK di sekolah untuk membantu siswa mengembangkan potensi dan mengatasi masalah emosional dan akademik, Prodi BK FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menegaskan komitmennya mencetak sarjana yang menguasai teori, keterampilan layanan, dan berlandaskan nilai Islami.Peran Guru Bimbingan Konseling (BK) sangat vital dalam menciptakan suasana sekolah yang kondusif, mendukung kesejahteraan siswa secara menyeluruh, serta membimbing mereka dalam perencanaan masa depan. Kehadiran guru BK membantu siswa mengatasi masalah pribadi, sosial, emosional, dan akademik di tengah tekanan kehidupan sekolah.Beberapa alumni Prodi BK UNISKA yang kini telah berkarier di berbagai lembaga pendidikan berbagi pengalaman positif mereka selama menempuh studi. Rezki Rahmah, alumnus yang kini bertugas di SMKN 5 Banjarmasin, menuturkan bahwa pelajaran yang diperoleh melampaui batas teori konseling.“Banyak banget pengalaman dan pelajaran hidup yang saya dapat di Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin, tidak hanya teori konseling, tetapi juga empati, komunikasi, dan cara memahami orang lain. Selain Dosen-dosennya ramah, sabar, dan selalu support mahasiswa untuk berkembang, saya juga dapat teman-teman yang baik,” ujar Rezki.Senada dengan itu, Endah Kartiko Sari, Guru SMPN 5 Banjarmasin, menekankan bahwa kuliah di jurusan Prodi BK UNISKA baginya merupakan sebuah perjalanan mulia. “Saya merasa Kuliah di jurusan Bimbingan dan Konseling (BK) adalah bagian dari perjalanan mulia karena saya memperoleh pengetahuan yang kini saya rasakan sangat berguna untuk membantu siswa memahami diri sendiri dan menemukan jalan keluar atas permasalahan emosional maupun akademik yang mereka hadapi,” kata Endah. Alumnus lain, Dwi Purnama Sari yang menjadi pengajar di SDN Benua Anyar 4, turut bersyukur, “Alhamdulillah saya mendapatkan banyak pengetahuan dan pengalaman berharga. Saya belajar membuat Keputusan yang tepat untuk mengatasi masalah,” ujarnya. Mencetak Sarjana Bimbingan KonselingKaprodi BK UNISKA MAB Banjarmasin, Dr. Ani Wardah, M.Pd, menjelaskan bahwa program studi yang dipimpinnya didukung oleh dosen berkualitas dan fokus pada luaran yang komprehensif. Kurikulum dirancang agar lulusan tidak hanya menguasai teori, tetapi juga keterampilan asesmen, layanan bimbingan, riset, dan teknologi penunjang BK, serta mampu memberikan layanan yang profesional, inklusif, dan adaptif.“Kami mencetak sarjana Bimbingan Konseling yang tidak hanya siap menjadi guru BK di sekolah, tetapi juga mampu menjadi asisten dalam praktik konseling di bawah supervisi Guru BK atau Konselor profesional baik di lembaga pendidikan, biro atau pusat layanan konseling,” jelas Dr. Ani Wardah, Selasa (20/1/2026), di Ruang Kaprodi BK UNISKA MAB Banjarmasin.Untuk mendukung proses perkuliahan, Prodi BK UNISKA MAB Banjarmasin menyediakan fasilitas lengkap, meliputi ruang kuliah, laboratorium Bimbingan dan Konseling, Laboratorium Microteaching, hingga jaringan internet (WIFI). Kampus juga menawarkan berbagai skema beasiswa, di antaranya Beasiswa KIP Indonesia, Peningkatan Prestasi Akademik (PPA), Beasiswa UNISKA Peduli, Beasiswa Hafiz Al Quran, hingga Beasiswa Program Baznas dan Bank KalSel Syariah.Informasi Pendaftaran dan Biaya KuliahBagi calon mahasiswa yang berminat bergabung, FKIP UNISKA Banjarmasin telah membuka pendaftaran untuk Semester Genap 2025/2026 (khusus calon mahasiswa pindahan) yang dimulai 1 Desember 2026 hingga 28 Februari 2027.Sementara itu, untuk pendaftaran Tahun Akademik Ganjil 2026/2027 dibagi menjadi dua tahap. Tahap I dimulai tanggal 2 Maret s.d 27 Juni 2026, dan Tahap II mulai 29 Juni s.d 22 Agustus 2026. Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) dijadwalkan pada 7 September s.d 10 September 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara offline di Ruang PMB Uniska Jalan Adhyaksa nomor 2 Banjarmasin, atau secara online melalui laman resmi pmb.uniska-bjm.ac.id.
# BERITA
# Pendidikan

FKIP UNISKA MAB Banjarmasin: Pertukaran Mahasiswa Efektif Membangun Jaringan Internasional dan Kepercayaan Diri

Iwan Perdana
15 Januari 2026
“Pertukaran mahasiswa ke luar negeri berdampak positif pada penyiapan generasi bangsa untuk meningkatkan kompetensi global, membangun jaringan internasional, memperkaya wawasan budaya, melatih kemandirian dan kepercayaan diri." Pernyataan tersebut disampaikan oleh Dekan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) UNISKA MAB Banjarmasin, Dr. Hengki, SS., M.Pd., Kamis (15/1/2026) yang juga menegaskan peran vital perguruan tinggi dalam mencetak sumber daya manusia unggul yang mampu berpikir kritis tanpa meninggalkan nilai-nilai luhur bangsa, sebuah program yang konsisten dijalankan FKIP UNISKA MAB hingga kini.Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA MAB) Banjarmasin, sebagai Perguruan Tinggi Swasta (PTS) tertua dan terbesar di Kalimantan Selatan, secara aktif menyelenggarakan program pertukaran dan magang mahasiswa ke luar negeri.Menurut Dr. Hengki, peran perguruan tinggi tidak hanya menyediakan ilmu pengetahuan dan keterampilan, tetapi juga menjadi wadah pembentukan karakter SDM. Oleh karena itu, kampus idealnya membuka wawasan mahasiswa dengan mengajak mereka melihat dunia luar secara langsung sehingga mereka dapat menyiapkan diri menghadapi persaingan global selepas studi.Membangun Wawasan Lintas Budaya dan ProfesiKampus yang dinakhodai Assoc. Prof. Dr. H. Mohammad Zainul, S.E., M.M ini telah beberapa kali mengirimkan delegasi ke kampus di Thailand dan Philippines. Program ini ditangani langsung oleh Kepala Biro Kerjasama dan International Office, Ratna, M.Pd, dosen Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris UNISKA MAB Banjarmasin.Ratna M.Pd menjelaskan bahwa program ini memberikan manfaat ganda bagi para peserta. “Program pertukaran mahasiswa ini sangat bagus. Selain meningkatkan kepercayaan diri dan kemampuan mengajar, program ini menambah wawasan tentang metode pengajaran di negara lain, juga berkomunikasi lintas budaya,” ujar Ratna, Kamis (15/1/2026), yang juga bertanggung jawab membimbing dan mendampingi mahasiswa asing yang mengikuti program pertukaran mahasiswa selama mereka berada di Banua.Dr. Hengki menambahkan bahwa program ini sangat efektif menunjukkan eksistensi Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, FKIP, dan Kampus UNISKA di kancah global. Selain turut serta memperkaya khazanah pengetahuan antar bangsa, program ini juga efektif memperkenalkan budaya Masyarakat Banjar—Indonesia ke Masyarakat internasional.“Program ini sangat bermanfaat menambah pengetahuan mahasiswa tentang sistem pendidikan dan budaya sekolah di luar negeri. Mahasiswa yang mengikuti program ini  akan melaksanakan best practice sebagai bukti kesiapan lulusan FKIP UNISKA MAB Banjarmasin menjadi guru profesional yang lebih adaptif dan kreatif,” jelasnya.Testimoni Akhmad Rizaldi Rasyid, S.Pd, lulusan Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris FKIP UNISKA MAB tahun 2020 menguatkan pentingnya program ini. Ia menceritakan pengalaman berharganya saat mengikuti program pelatihan ke University Brunei Darussalam (UBD). “Saya bersyukur mendapat kesempatan berkunjung ke Brunei Darussalam. Ini menjadi pengalaman positif bagi saya tentang pelayanan publik yang excellent, sekaligus berfungsi sebagai katalis dalam meningkatkan motivasi dan kompetensi berbahasa Inggris melalui immersive experience,” pungkas Rizaldi.
# BERITA
# Pendidikan

Prodi PBI FKIP UNISKA Banjarmasin Cetak Pendidik Profesional dan Praktisi Bahasa Berwawasan Internasional

Iwan Perdana
15 Januari 2026
Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Kalimantan Muhammad Arsyad Al Banjari (UNISKA) Banjarmasin menjadi ruang pembelajaran yang tidak hanya mengasah kemampuan bahasa Inggris secara akademik dan membentuk karakter calon pendidik yang profesional, tetapi juga secara luas; Mempersiapkan mahasiswa untuk bisa adaptif di banyak bidang." Pernyataan ini disampaikan oleh Kaprodi PBI UNISKA MAB Banjarmasin, Fitra Ramadani, M.Pd, saat menyampaikan dimulainya program Penerimaan Mahasiswa Baru (PMB) S1 PBI FKIP UNISKA tahun ajaran 2026/2027 di Ruang Kaprodi, Kamis (15/1/2026). Fitra Ramadani menjelaskan bahwa Prodi Pendidikan Bahasa Inggris (PBI) UNISKA menyediakan lingkungan yang mendukung pengembangan potensi mahasiswa di berbagai sektor profesional. Hal ini dibuktikan dengan tersedianya pilihan Kelas Pagi, Malam, dan Ekstensi yang fleksibel bagi calon mahasiswa.“Prodi ini juga memberikan ruang pengembangan diri melalui kegiatan organisasi, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk siap terjun sebagai pendidik, praktisi bahasa, maupun profesional di berbagai bidang yang membutuhkan kompetensi bahasa Inggris, seperti Penerjemah, Pegawai Bank/Hotel, hingga kesempatan bekerja di luar negeri" tambah Fitra Ramadani. Didukung Dosen Profesional dan Fasilitas BelajarDekan FKIP UNISKA MAB Banjarmasin, Dr. Hengki SS., M.Pd, menekankan bahwa perkuliahan di PBI FKIP Uniska didukung oleh tenaga pendidik profesional lulusan dalam dan luar negeri. Selain itu, fasilitas pendukung seperti ruang belajar yang nyaman dan media pembelajaran juga terus disiapkan secara optimal. “serta kesempatan untuk pengembangan diri melalui kegiatan akademik dan non-akademik berwawasan internasional: Pertukaran mahasiswa internasional," ujar Dr. Hengki, menyoroti peluang pengembangan diri mahasiswa. Alumni Siap Bersaing di Dunia KerjaKeberhasilan program studi ini dibuktikan oleh testimoni para alumni yang kini telah sukses di berbagai bidang. Wahyudi, S.Pd., S.I.Kom., M.I.Kom., Dosen Sapta Mandiri Balangan yang juga Komisioner KPU Kab. Balangan. "Saya merasakan pengalaman yang sangat berharga selama menempuh pendidikan di Prodi ini. Prodi ini tidak hanya meningkatkan kemampuan bahasa Inggris saya secara akademik, tetapi juga membentuk cara berpikir kritis, percaya diri," ungkapnya.Soniawati, S.Pd., yang kini menjadiGuru SDN 4 ASAM-ASAM, menyebut termotivasi berkat bimbingan dosen dan kesempatan berorganisasi ESA di kampus. Sementara itu, I Budi Utomo S.Pd, Konten Kreator Diskominfostasan Kab Tanah Laut yang lulus pada tahun 2015, menceritakan pengalamannya bahwa PBI UNISKA mendorong cara berpikir kritis dan kemampuan public speaking. "Selama berkuliah di Pendidikan Bahasa Inggris UNISKA dan lulus pada tahun 2015, saya merasakan perubahan dalam cara berpikir kritis dan mendorong untuk teruse mengembangkan kemampuan public speaking. Fasilitas dan organisasi kemahasiswaannya sangat mendukung kami untuk terus berprestasi, baik di dalam maupun di luar kampus," kenangnya. Jadwal Pendaftaran PMB 2026/2027Bagi calon mahasiswa yang berminat, FKIP UNISKA Banjarmasin telah membuka pendaftaran. Untuk TA Semester Genap 2025/2026 khusus calon mahasiswa pindahan, pendaftaran dimulai tanggal 1 Desember 2026 s.d 28 Februari 2027.Sedangkan untuk pendaftaran TA Ganjil 2026/2027, terdapat dua tahap. Tahap I dimulai tanggal 2 Maret s.d 27 Juni 2026, dan Tahap II mulai 29 Juni s.d 22 Agustus 2026. Kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMABA) dijadwalkan pada 7 September s.d 10 September 2026. Pendaftaran dapat dilakukan secara offline di Ruang PMB Uniska Jalan Adhyaksa nomor 2 Banjarmasin, atau secara online melalui laman resmi pmb.uniska-bjm.ac.id.
# BERITA
# Pendidikan

Etika Kepemimpinan dalam Penggunaan Ruang Kerja

Iwan Perdana
31 Desember 2025
Kepemimpinan memainkan peran penting dalam organisasi. Berhasil atau tidaknya suatu organisasi ditentukan oleh faktor kepemimpinan. Seorang pemimpin yang menginginkan organisasinya maju berkembang harus memiliki etika kepemimpinan yang baik. Etika kepemimpinan adalah konsep yang mencakup prinsip moral dan nilai yang harus diterapkan oleh seseorang saat memimpin tim atau organisasi. Etika kepemimpinan yang utama mencakup integritas, kejujuran, keadilan, dan sikap empati yang tinggi (https://www.prudential.co.id/id/pulse/article/etika-kepemimpinan). Apabila bawahan percaya pemimpinnya memiliki kemampuan, dapat dipercaya, dan mendukung kemajuan bawahan dan lembaga, maka bawahan cenderung lebih termotivasi untuk bekerja dengan baik, karena mereka merasa aman dan nyaman dalam lingkungan kerja.Fondasi Perilaku Pemimpin yang BeretikaSutanto (2021) menegaskan bahwa pemimpin yang menerapkan prinsip etika secara konsisten mampu menciptakan suasana kerja yang kondusif, meningkatkan kepercayaan, serta mendorong loyalitas bawahan. Dalam jangka panjang, kondisi ini berkontribusi terhadap stabilitas organisasi karena bawahan tidak hanya bekerja berdasarkan kewajiban formal, tetapi juga didorong oleh komitmen moral dan emosional terhadap organisasi.Seorang pemimpin yang ideal memiliki kemampuan dan profesionalisme untuk memimpin dengan manajemen dan sistem yang baik (Waedoloh et al., 2022). Salah satunya, manajemen pengelolaan ruang kerja. Penyediaan fasilitas ruang kerja yang mendukung kinerja, dan ketepatan peruntukan penggunaan ruang kerja harus menjadi atensi atensi seorang pemimpian.Ketika seorang pemimpin menerapkan etika dalam penggunaan ruang kerja, hal tersebut akan menjadi stimulus untuk membangun kepercayaan dan loyalitas bawahan. Tindakan ini akan memicu respons timbal balik positif dari bawahan, menciptakan hubungan yang harmonis dalam organisasi.Keteladanan sebagai Penggerak BudayaPerilaku dan integritas pribadi pemimpin adalah pendorong utama dalam menumbuhkan budaya organisasi yang akuntabel, transparan, dan berkinerja tinggi. Dalam konteks penggunaan ruang kerja, pemimpin yang etis menunjukkan disiplin diri dan menghormati fasilitas organisasi bagi seluruh bawahan untuk tercapainya tujuan organisasi.Dengan demikian, etika pemimpin dalam menggunakan ruang kerja bukan hanya tentang cara memanfaatkan fasilitas, tetapi juga tentang membangun budaya organisasi yang berintegritas, transparansi, dan inklusif melalui keteladanan dan kepemimpinan yang konsisten.Referensi:Waedoloh, H., Purwanta, H., & Ediyono, S. (2022). Gaya Kepemimpinan dan Karekteristik Pemimpin yang Efektif, Waedoloh, Husen Purwanta, Hieronymus Ediyono, Suryo. https://jurnal.uns.ac.id/shes SHEs: Conference Series 5 (1) (2022) 144– 152 Gaya. Social, Humanities, and Educational Studies (SHEs): Conference Series, 5(1), 144.Sutanto, E. M. (2021). Kepemimpinan etis dan implikasinya terhadap kepercayaan serta loyalitas karyawan. Jurnal Manajemen Sumber Daya Manusia, 15(2), 89–102.  
# EDUKASI
# Opini

Ajarkan Anak Usia Dini Al Quran: Investasi Keberkahan

Edubanua.com
26 Desember 2025
EDUBANUA.COM, BANJARMASIN – Mengajarkan Al Quran kepada anak sejak dini, bahkan dari dalam kandungan adalah investasi keberkahan. InsyaAllah kemuliaan dunia hingga akhirat akan diraih tidak saja oleh si anak, tetapi juga orang tuanya. Itulah yang menyemangati saya mendirikan pondok penghapal Al Quran, ujar Ustadz. Syarifuddin, Sabtu (27/12/2025).Di sela perbincangan santainya di warung kopi dengan Iwan Perdana, Ph.D, pendiri Yayasan Lanting Literasi Indonesia, Ust. Syarifuddin berkenan sedikit menyampaikan pandangannya tentang pentingnya mengajarkan Al Quran kepada anak-anak.“Al Quran adalah petunjuk bagi manusia. Ajarkan anak-anak kita cara membacanya disertai tajwidnya dengan benar agar mereka mengenal Al-Quran. Sebab jika sudah mengenal, anak-anak akan mengamalkannya dalam kehidupan sehari-hari,” ujarnya.Beliau juga menjelaskan bahwa membaca Al Quran mendatangkan pahala tidak hanya kepada pembacanya, tetapi juga guru yang mengajarinya. Keberkahan bagi orang tuanya, keluarganya, rezekinya, kesehatannya, keselamatan dalam kehidupannya. Mengingat banyaknya ganjaran kebaikan fadhilah (keutamaan) yang diperoleh baik di dunia maupun di akhirat, Ust Syarifuddin mendirikan dan mengoperasikan pondok penghapal Al Quran di Sukoharjo, Jawa Tengah.Selain sebagai petunjuk hidup agar selamat di dunia, dan di akhirat: landasan Aqidah, dan membentuk anak berakhlak mulia, banyak manfaat lain yang diperoleh dengan mengajarkan Al Quran kepada anak-anak, antara lain: meningkatkan kemampuan kognitif, menguatkan daya ingat anak melalui latihan hafal, Al Quran juga melatih kemampuan berpikir kritis. Ust. Syarifuddin menjelaskan bahwa belajar Al Quran bisa di mana saja. Idealnya di rumah: Ayah dan Ibu. Namun, kesibukan mencari nafkah kadangkala menyebabkan orang tua tidak memiliki waktu yang khusus/ terjadwal. Oleh karena itu, keberadaan lembaga pendidikan dapat membantu. “Orang tua dapat memercayakan anak-anaknya belajar membaca Al Quran di sekolah, TPA/TPQ, atau bimbingan privat/ guru mengaji. Pondok tahfidz dapat menjadi pilihan pilihan sangat tepat bagi yang ingin mendalami Al Qur'an secara intensif dan menjadi penghafal,” jelasnya.“Hal ini karena pondok tahfidz memiliki kurikulum terstruktur yang mencakup tajwid, Tahsin dan pelajaran-pelajaran dieniyah lainnya. Anak-anak juga dituntut mempraktikkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari selama berada di pondok pesantren, mencetak generasi Qur'ani yang berakhlak mulia,” tambahnya lagi. Sebelum mengakhiri diskusi, Ust. Sarifuddin yang mendirikan Pondok Tahfidz Al Qur’an Al Khomsah Sukoharjo, menegaskan sebaiknya anak diajari Al Quran sejak kecil. Pada usia dini, daya ingat anak masih kuat, sehingga proses pelatihan Tilawah (membaca dengan baik dan benar), meliputi Tajwid (ilmu tentang penyempurnaan huruf & sifatnya/makhorijul huruf, serta hukum-hukum bacannya), dan  Tahsin (memperbaiki & memperbagus bacaan) dapat berjalan lebih cepat.
# BERITA
# Pendidikan

Mengapa Psikologi Pendidikan dan Pendekatan Pembelajaran dipraktikkan sesuai kebutuhan?

Edubanua.com
26 Desember 2025
Banyak faktor memengaruhi prestasi belajar siswa, baik faktor internal (dari dalam diri) seperti motivasi, kecerdasan/ intelegensi, dan psikologis, maupun faktor eksternal (dari luar diri) seperti guru, keluarga, lingkungan sekolah, dan masyarakat).  Tulisan singkat ini membahas Guru, sebagai salah satu faktor eksternal  yang sangat penting, juga menjawab pertanyaan mengapa psikologi pendidikan dan pendekatan pembelajaran harus dikuasai dan dipraktikkan, sesuai kebutuhan.Iwan Perdana Ph.D, Dosen FKIP Universitas Islam Kalimantan MAB Banjarmasin, mengatakan perjuangan guru sangat berat. Eksistensinya  menentukan keberhasilan peningkatan SDM bangsa.  Oleh sebab itu, kualitas dan kompetensi guru harus terus ditingkatkan melalui pengembangan profesional berkelanjutan. Menurut Iwan Perdana, yang juga pendiri Yayasan Lanting Literasi Indonesia (https://www.lantingliterasiindonesia.or.id), Untuk memperkuat eksistensinya, penting bagi guru memahami psikologi pendidikan, dan memilih pendekatan pembelajaran yang sesuai kebutuhan dalam KBM. Guru akan semakin mengenali keunikan siswa, memahami cara berinteraksi sesuai usia siswa, sehingga dapat merancang strategi pembelajaran yang sesuai.  Psikologi pendidikan menunjang guru menjadi pribadi humanis: mampu menangani masalah perilaku dan emosi peserta didik. dan profesional menjalankan tanggung jawab, sejalan dengan tuntutan kompetensi pedagogik. Ketepatan guru memilih pendekatan  sesuai kebutuhan kelas akan menciptakan proses belajar mengajar yang kondusif: menyentuh kebutuhan emosional serta kognitif siswa.Psikologi Pendidikan Psikologi pendidikan adalah ilmu yang menggabungkan  ilmu jiwa (psikologi) dan ilmu pendidikan untuk mencapai tujuan yang sama (Nurjanah et al., 2023). Menurut Gunarty dan Tarigan (2023), ilmu ini berperan penting sebagai landasan ilmiah  untuk  memahami  bagaimana  anak  belajar,  berpikir,  mengembangkan  motivasi,  dan  berinteraksi  secara  sehat  dalam  konteks  pembelajaran di  kelas.   Pratiwi dan Maunah (2024) berpendapat psikologi pendidikan merupakan studi mengenai tingkah laku manusia dalam kegiatan belajar dan pembelajaran, serta penerapan konsep dan teori-teori psikologi dalam kegiatan belajar dan pendidikan. ilmu ini berhubungan erat dengan ilmu mengajar karena membahas tingkah laku manusia dalam proses pembelajaran (Alghifary & Wahyudi, 2023).Psikologi pendidikan diperlukan guru untuk menghadapi peserta didik yang unik dilihat dari segi karakteristik perilaku, kepribadian, sikap, minat, motivasi, perhatian, persepsi, daya  pikir,  inteligensi,  fantasi,  dan  berbagai  aspek  psikologis  lainnya karena setiap peserta didik berbeda dari peserta didik lainnya, seperti yang dikemukakan.Pendekatan Pembelajaran Pendekatan pembelajaran adalah cara atau strategi yang dipraktikkan guru dalam mengelola dan melaksanakan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan pembelajaran yang telah ditetapkan. Ada banyak pendekatan pembelajaran, namun garis besarnya dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu: 1.      Pendekatan pembelajaran berpusat pada guru (Teacher-Centered)Dalam Pendekatan Teacher-centered, guru memikul tanggung jawab utama dalam proses pengajaran pengetahuan kepada siswa (Mascolo, 2009). Mempraktikkan teori behavioristik,: perubahan perilaku disebabkan oleh rangsangan eksternal (Skinner, 1974), Guru aktif di kelas, sedangkan siswa pasif. 2.    Pendekatan Pembelajaran berpusat pada siswa (Student-Centered)Siswa berperan aktif dalam Pendekatan Student-Centered. Mereka mendiskusikan apa yang telah dipelajari (Brophy, 1999), dan bekerja sama menyelesaikan tugas  sehingga terjadi interaksi antar siswa (Condelli & Wrigley, 2009). Pendekatan pembelajaran yang baik bersifat fleksibel: mudah beradaptasi dengan karakteristik siswa dan konteks pembelajaran, serta mendukung pengembangan keterampilan abad 21 seperti kreativitas, kolaborasi, dan berpikir kritis.Pendekatan yang menggabungkan teori pembelajaran dengan praktik kontekstual terbukti meningkatkan keterlibatan siswa, motivasi belajar, dan hasil pembelajaran secara signifikan (Handayani, et.,al,2024). Makatita dan Azwan (2021) melaporkan, motivasi memiliki kontribusi atau pengaruh terhadap prestasi belajar. Rosyidi et.,all, (2024) juga membuktikan hal yang sama, bahwa semakin tinggi  motivasi belajar maka prestasi belajar akan semakin baik. Bagaimana dengan kebahagiaan? Apakah terdapat hubungan antara motivasi belajar siswa dengan kebahagiaannya?. Adakah pengaruh motivasi dan kebahagiaan terhadap prestasi belajar siswa?Kebahagiaan  merupakan  hal  yang  unik  yang  dapat  berpengaruh  terhadap  kehidupan seseorang (Anas et al., 2022: 2). Menurut Jabal (2023), kebahagiaan dalam bidang pendidikan sangat diperlukan, terutama pada proses pembelajaran di dalam kelas. Jika pada saat memulai pembelajaran pendidik memiliki rasa senang dan bahagia maka pembelajaran yang akan disampaikan lebih menarik. Antika, Putra, dan Sari (2025) menyebutkan kebahagiaan  memiliki  kontribusi  sebesar  58%  terhadap  motivasi  belajar  matematika. Fitria (2022) melaporkan kebahagiaan mempunyai kontribusi atau hubungan sebesar 28,17% dengan hasil belajar siswa kelas X IPA 2 di Madrasah Aliyah Darul A’mal Metro Tahun Ajaran 2021/2022.Berdasarkan analisis datanya, Giyati (2019) memvalidasi bahwa ada hubungan positif antara kebahagiaan dengan motivasi belajar siswa SMP Kanisius Temanggung. Hasil penelitian yang dilakukan oleh Dewantoro (2017) juga menegaskan bahwa kebahagiaan diri mempunyai peranan penting serta memiliki pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar yang diraih oleh siswa. Begitu pun motivasi belajar terbukti memiliki pengaruh yang positif terhadap prestasi belajar yang diraih oleh siswa. ReferensiAlghifary, M. H. W., & Wahyudi, U. R. (2023). Penggunaan teori psikologi perkembangan di SDIT Mutiara Qolbu Sukatani. Studia Religia: Jurnal Pemikiran dan Pendidikan Islam, 7(1). https://doi.org/10.30651/sr.v7i1.18260Anas, M., Umar, N. F., & Harum, A. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kebahagiaan siswa. Jurkam: Jurnal Konseling Andi Matappa, 6(1), 51–64. https://journal.stkip-andi-matappa.ac.id/index.php/jurkam/article/view/2123Antika, S., Putra, Z. H., & Sari, I. K. (2025). Hubungan kebahagiaan dengan motivasi belajar matematika kelas V SDN 17 Pekanbaru. RISOMA: Jurnal Riset Sosial Humaniora dan Pendidikan, 3(2), 66–79.Brophy, J. (1999). Perspectives of classroom management: Yesterday, today, and tomorrow. Dalam H. Freiberg (Ed.), Beyond behaviorism: Changing the classroom management paradigm (hlm. 43–56). Allyn and Bacon.Condelli, L., & Wrigley, H. S. (2009). What works for adult literacy students of English as a second language? Dalam S. Reder & J. Bynner (Eds.), Tracking adult literacy numeracy skills: Findings from longitudinal research (hlm. 13-19). Routledge.Dewantoro, H. H. (2017). Pengaruh regulasi diri, kebahagiaan diri dan motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa Madrasah Tsanawiyah Sunan Pandanaran Kabupaten Sleman Yogyakarta [Tesis magister, Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga Yogyakarta]. Repositori UIN Sunan Kalijaga. http://digilib.uin-suka.ac.id/id/eprint/27363/Giyati, A. N. (2019). Hubungan antara kebahagiaan dengan motivasi belajar siswa SMP Kanisius Temanggung [Skripsi, Universitas Katolik Soegijapranata]. Repository UNIKA Soegijapranata.https://repository.unika.ac.id/19909/Gunarty, Y., & Tarigan, B. (2023). Psikologi perkembangan: Memahami tahapan kehidupan manusia. Literacy Notes, 1–8. http://liternote.com/index.php/ln/article/view/6Handayani, R., Rarasafitri, T., Rahmayani, R., Fadillah, J., & Lubis, R. H. W. (2024). Strategi pembelajaran dan pendekatan matematika. Tematik: Jurnal Penelitian Pendidikan Dasar, 3(2). https://doi.org/10.57251/tem.v3i2.1616Ibrahim, J. T., & Mufriantie, F. (2023). Teori kebahagiaan dan realistisnya. Penerbit Bildung.Judijanto, L. (2025). Integrasi psikologi pendidikan dalam pengembangan pendidikan kontemporer: Suatu tinjauan sintesis teoretis. PESHUM: Jurnal Pendidikan, Sosial dan Humaniora, 4(3). https://doi.org/10.56799/peshum.v4i3.8963 Maharani, D. K., Rosyidi, M., Sa’adah, J. Q., Latifah, U., Aj-Jaudah, S., & Wulandari, A. (2024). Pengaruh lingkungan sekolah terhadap motivasi belajar siswa kelas XII di MAN 4 Jombang. Jurnal Inovasi Penelitian Ilmu Pendidikan Indonesia, 1(3), 141–149.Makatita, S. H., & Azwan, A. (2021). Pengaruh motivasi belajar terhadap prestasi belajar siswa kelas X MIA SMA N 2 Namlea. Biosel: Biology Science and Education, 10(1), 34–40. Mascolo, M. (2009). Beyond student-centred and teacher-centred pedagogy: Teaching and learning as guided participation. Pedagogy and the Human Sciences, 1(1), 3–27.Nurjanah, A., Maulana, H., & Nurhayati, N. (2023). Psikologi pendidikan dan manfaat bagi pembelajaran: Tinjauan literatur. Cendekia Inovatif dan Berbudaya, 1(1). https://doi.org/10.59996/cendib.v1i1.172Pratiwi, K. D., & Maunah, B. (2024). Dasar psikologi pendidikan sebagai penentu arah pembelajaran. Edudikara: Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran, 8(2).https://doi.org/10.32585/edudikara.v8i2.341Skinner, B. F. (1974). About behavioralism. Random House. Umami, F. (2022). *Hubungan antara kebahagiaan dengan hasil belajar fikih siswa kelas X IPA 2 di Madrasah Aliyah Darul A'mal Metro tahun ajaran 2021/2022* [Skripsi, Institut Agama Islam Negeri Metro]. Repository IAIN Metro. http://repository.metrouniv.ac.id/id/eprint/6604/
# EDUKASI
# Penelitian

Skripsi: Self-Development dan Pendidikan Karakter

Iwan Perdana
22 Desember 2025
Salah satu syarat kelulusan bagi mahasiswa menyelesaikan studi adalah menyusun karya tulis ilmiah. Terminologi di Indonesia, karya tulis ilmiah untuk syarat kelulusan S1 (Sarjana) disebut skripsi. Tesis untuk S2 (Magister), dan Disertasi untuk S3 (Doktor). Perbedaan di antara ketiganya terletak pada kedalaman analisis, bobot ilmiah, serta tuntutan kebaruan temuan.Karya tulis ilmiah tidak sekadar untuk memenuhi syarat administratif, tetapi juga bukti mendalami suatu bidang ilmu secara komprehensif. Proses ini mendorong mahasiswa mengaplikasikan teori-teori yang telah dipelajari semasa kuliah, dengan penekanan pada mata kuliah Metodologi Penelitian.Manfaat SkripsiSkripsi adalah syarat kelulusan jenjang S1. Manfaatnya sangat banyak. Tidak sekadar untuk memenuhi syarat kelulusan, tapi juga mengasah kemampuan mahasiswa berpikir kritis, analitis, berkomunikasi, menuangkan pikiran dalam tulisan, dan berlatih menyelesaikan masalah. Proses pengerjaan skripsi menanamkan karakater disiplin, bekerja keras, sopan santun, menghargai orang lain, dan bertanggung jawab. Melalui skripsi sebagai latihan,  mahasiswa diharapkan tidak hanya unguul di bidang akademik, tetapi juga menjelma menjadi pribadi pantang menyerah, dan konsisten dalam usaha mengerjakan sesuatu tepat waktu.  Kaitan Skripsi dengan Self-Development dan Pendidikan KarakterSelain manfaat yang telah dijelaskan, skripsi mengingatkan mahasiswa untuk mengenal dirinya sendiri: kelebihan dan kekurangannya, sehingga dapat bersikap bijak di masa yang akan datang. Di dalam prosesnya, mereka belajar bersikap legowo menerima kritik, terus meningkatkan kualitas diri, dan mengakui kontribusi orang lain (Dosen pembimbing dan penguji). Ini akan menumbuhkan sikap rendah hati (tawadhu') dan kesadaran diri bahwa kesuksesan berasal dari usaha dan bantuan banyak pihak, bukan semata karena kehebatan diri sendiri.  
# EDUKASI
# Opini

  Youtube

Surah Ar-Rahman | Aniq Muhai

  Informasi

Selamat Hari Guru Nasional
Arah Pendidikan Nasional & Transformasi Pendidikan Lokal di Daerah
Kupas Tuntas: Kurikulum, Inklusi, dan Seni di Sekolah Dasar
Momentum Kebangkitan Nasional Melalui Peningkatan Kualitas Pendidikan